/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo memacu penyelesaian pembangunan Bendungan Jlantah, yang terletak di Desa Tlobo dan Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kepala BBBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., bersama tim berkoordinasi dengan Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. di Kantor Bupati Karanganyar, Selasa (11/08/2020).

Koordinasi dan sinergitas dengan pihak terkait penyelesaian proyek pembangunan Bendungan Jlantah mutlak diperlukan. Bendungan yang dirancang dengan kapasitas tampungan total sebanyak 10,97 juta M3, nantinya dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW serta pengendalian banjir. Infrastruktur tersebut juga akan membendung sungai Jlantah yang mempunyai daerah aliran sungai (DAS) seluas 22.47 Km2.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berharap dengan dibangunnya Bendungan Jlantah akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga pembangunan bendungan ini dapat berjalan lancar sesuai target. Sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,” pesannya.

Melalui pembangunan Bendungan Jlantah, mampu mengairi lahan seluas 1.493 Ha di kawasan Kabupaten Karanganyar, khususnya Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, serta Jatipuro dan menghasilkan air baku sebesar 150 liter/detik. Dan tentunya akan menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian PUPR dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Jawa Tengah. (BBWSBS/Ferri)