/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Audit Teknis Neraca Air Wilayah Sungai Bengawan Solo Cegah Krisis Air di Masa Depan

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama Direktorat Kepatuhan Internal, Direktorat Air Tanah Air Baku, Direktorat Bina Teknik SDA dan Balai Hidrologi dan Lingkungan Kerairan serta Perum Jasa Tirta I melakukan Audit Teknis Neraca Air di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kamis-Jumat (8-9/04/2021).

Neraca air atau Water balance merupakan bagian dari keilmuan hidrometorologi yang menggambarkan hubungan antara inflow (aliran masuk) dengan outflow (aliran keluar) pada suatu wilayah selama periode tertentu. Dengan adanya Audit Teknis Neraca Air dapat diketahui apakah jumlah air pada suatu wilayah mengalami kelebihan (surplus) atau kekurangan (defisit) sehingga neraca air dapat diatur sebaik-baiknya.

Mochamad Mazid, ST, Sp.1 selaku Direktur Kepatuhan Intern menyampaikan bahwa Audit Teknis Neraca Air dapat mengetahui kondisi penggunaan air atau kebutuhan air dibandingkan dengan jumlah air yang tersedia yang hasilnya dapat digunakan untuk informasi sumber daya air bagi masyarakat atau berbagi instansi.

Kegiatan Audit Teknis Neraca Air dilakukan selama 2 hari yang diawali dengan Opening Meeting di Gedung Graha Tirta I, Sukoharjo, Jawa Tengah dan dilakukan  kunjungan lapangan di Bendung Gerak Sembayat yang berlokasi di di Desa Sidokmuti, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang terletak di sekitar 30 Km di Hulu Muara Sungai Bengawan Solo.

Dalam peninjauan Di Bendung Gerak Sembayat meninjau kondisi Intake Bendung Gerak Sembayat, mengamati Oxbow yang merupakan bagian dari aliran sungai Bengawan Solo serta meninjau Intake dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Kabupaten Gresik.

Disampaikan oleh Ir. Wursito Adi Baskoro, MT Kepala Subdirektorat Wilayah II Direktorat Air Tanah Air Baku agar dilakukan penertiban perihal Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengambil Air Liar di Bendung Gerak Sembayat agar semua dapat terdata dengan jelas sehingga terdapat pemerataan.

BBWS Bengawan Solo akan selalu berupaya memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat berdasarkan keadilan di sepanjang Sungai Bengawan Solo sesuai dengan peraturan yang berlaku (bbwsbs/sita).

Tahap Pengisian Awal Proyek Strategis Nasional Bendungan Tukul di Pacitan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) yang diwakili oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melaksanakan pengisian awal (impounding) waduk di Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Kamis (01/09/2020). Impounding tersebut dilakukan secara simbolis oleh Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., Bupati Pacitan, Indartato, Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dan Kepala Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur, Ir. M. Abduh M. Mattalitti, CES., dengan menekan tombol sirene yang sekaligus menandai penutupan saluran pengelak untuk membendung aliran Sungai Telu. Acara yang dilaksanakan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Bendungan Tukul merupakan salah satu dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran bendungan ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Infrastuktur tersebut dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, dan dapat mengairi sekitar 600 ha lahan persawahan. Selain itu juga berfungsi sebagai penyedia air baku sekaligus sebagai konservasi lahan.

Tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta m3 dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 m3/detik.

Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., turut menyampaikan bahwa pengelolaan SDA dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. “Hadirnya bendungan juga akan meningkatkan produktivitas di bidang pertanian untuk mendukung ketahanan pangan Nasional. Kami berharap Bupati Pacitan beserta jajarannya dapat meneruskan program yang sudah ada, dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat segera dimanfaatkan dan airnya mengalir hingga ke persawahan milik petani,” pesannya.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., menyampaikan dalam pidatonya pembangunan Bendungan Tukul telah melewati banyak hal yaitu sertifikasi persetujuan desain, izin pelaksanaan konstruksi, dan sertifikasi persetujuan pengisian bendungan. “Saat ini progres fisik bendungan yang pembangunannya dilaksanakan mulai tahun 2013 ini telah mencapai 90% dan telah memasuki akhir pekerjaan konstruksi, sehingga diperlukan pengisian awal waduk sebagai salah satu persyaratan pengoperasian bendungan,” imbuhnya.

Bupati Pacitan, Indartato, turut menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama masyarakat mengungkapkan terimakasih kepada BBWS Bengawan Solo dengan dibangunnya Bendungan Tukul. “Mari kita dukung dan pelihara pembangunan infrastuktur bendungan ini, karena manfaat yang dihasilkan akan membawa kemakmuran bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Pengelolaan sumber daya air di Indonesia merupakan hal yang kompleks sehubungan dengan pemanfaatan air. Baik dalam pemenuhan hajat hidup masyarakat, mendukung roda perekonomian, pertumbuhan industri, dan lain sebagainya. Semoga dengan dibangunnya infrastruktur bendungan yang memadai, dapat memberikan tekanan dan manfaat yang besar bagi lingkungan, dalam hal ini ketersediaan SDA yang terbarukan dan berkelanjutan. (BBWSBS/Ferri)

Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerjasama P3TGAI Tahap III Tahun Anggaran 2020 Wilayah Provinsi Jawa Timur

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyelenggarakan acara Penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerjasama (PKS) Tahap III Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Aston Inn Gresik, Jawa Timur, Senin (21/09/2020).

Program P3TGAI selain untuk mendukung program ketahanan pangan Nasional, juga sebagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Selain itu, memperkuat dan meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi.

P3TGAI juga menyasar pada pemberdayaan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) maupun Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan teknis perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi air. Tujuannya untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran dan bangunan irigasi seperti semula secara parsial.

Selain itu, juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi dan kondisi jaringan yang sudah ada melalui kegiatan rehabilitasi atau menambah luas area pelayanan pada jaringan irigasi yang sudah ada dengan mempertimbangkan perubahan kondisi lingkungannya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo, S.T., MPSDA., turut menyampaikan bahwa BBWS Bengawan Solo pada tahun 2020 mengerjakan sebanyak 512 lokasi yang terbagi dalam tiga tahap, dengan peta sebaran yakni, Provinsi Jawa Timur sebanyak 337 lokasi yang tersebar di sembilan kabupaten dan 175 lokasi di Provinsi Jawa Tengah yang tersebar di tujuh kabupaten.

Penandatanganan PKS P3TGAI Tahap III T.A. 2020 wilayah Provinsi Jawa Timur tersebut dilakukan antara pihak BBWS Bengawan Solo dengan perwakilan Ketua Hippa perwakilan dari 15 desa penerima program P3TGAI, yang terdiri dari delapan desa di Kabupaten Lamongan dan tujuh desa di Kabupaten Gresik.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pemberian materi tentang Kebijakan Pelaksanaan P3TGAI Tahun 2020 bagi perwakilan Hippa, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) serta perwakilan kecamatan dari Kabupaten Lamongan dan Gresik yang dilanjutkan dengan diskusi. (BBWSBS/Ferri).

Sosialisasi P3TGAI Wilayah Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Sosialisasi Program Percepatan PeningkatanTata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Wilayah Madiun, Kamis-Jumat (10-11/09/2020).

PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA III Aditya Sidik Waskito, S.T., M.Si., M.Sc. menyampaikan bahwa Pelaksanaan P3-TGAI untuk wilayah OP III Madiun yang terbagi menjadi 2 tahapan yaitu Tahap I pada periode Maret sampai dengan Juli dengan total 66 Desa telah selesai dilaksanakan baik fisik maupun administrasi sedangkan untuk Tahap II pada periode Agustus sampai dengan November dengan total 158 Desa yang terbagi menjadi 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Pacitan. Sekaligus dilakukan penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerjasama yang dilakukan antara PPK OP SDA III Aditya Sidik Waskito, S.T., M.Si., M.Sc dan perwakilan Kepala Desa dan Ketua Himpunan Petani Pemakai Air pada daearah setempat.

Dalam arahannya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech menyampaikan bahwa P3-TGAI diharapkan menjadi program yang mampu menumbuhkan rasa memiliki dan memelihara saluran irigasi yang dibangun dan dipergunakan bersama sekaligus dapat meningkatkan perekonomian di tengah pandemic Covid-19 melalui program padat karya tunai.

Dalam acara sosialisasi ini dilakukan pemberian materi tentang Kebijakan Pelaksanaan P3TGAI Tahun 2020 oleh Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Surendro Adi Wibowo ST, MPSDA yang dilanjutkan dengan diskusi (bbwsbs/sita).

Pembekalan Pejabat Perbendaharaan Ditjen SDA TA 2019

Dalam rangka mewujudkan Good Governance dalam bidang pengelolaan keuangan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR menyelenggarakan Kegiatan Pembekalan Pejabat Perbendaharaan di lingkungan Ditejn SDA Tahun Anggaran 2019 yang dilakukan pada hari Rabu sampai Jum’at tanggal 28 sampai 30 Agustus 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh 66 satuan kerja di Ditjen SDA yang bertujuan untuk membahas PP No 50 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, PP No 178/PMK.05/2018 TENTANG Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No 190/PMK/05/2012 tentang Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, PMK 196/PMK.052018 tentang Cara Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah dan Langkah-langkah Pelaksanaan APBN akhir tahun Anggaran 2019.

Dalam acara pembukaan Muhammad Arsyadi, ME selaku Sekertaris Direktorat Jenderal SDA menyampaikan bahwa pemakaian kartu kredit harus hati-hati jangan sampai ada kesalahan agar saat belanja berjalan dengan lancar sehingga apa yang kita lakukan sesuai dengan Peraturan yang berlaku (BBWSBS/sita)

Saya Perempuan Anti Korupsi!

Jangan pernah mendekati korupsi. Mencegah lebih mudah daripada mengobati. pencegahan terhadap korupsi bisa dilakukan oleh semua kekuatan bangsa. Salah satu kekuatan yang sudah lama dikenali dan sangat diperhitungkan adalah kekuatan para perempuan Indonesia, baik melalui perannya sebagai ibu dan sebagai istri, maupun perannya dalam organisasi wanita atau perannya sebagai profesional. Seperti yang dilakukan Dharma Wanita Kementerian PUPR yang menyelenggarakan Kegiatan Pembangunan Budaya Integritas melalui Gerakan “Saya Perempuan Anti Korupsi”, Surabaya (29/07/2019).

Kegiatan ini di hadiri oleh ASN Perempuan dari BBWS Bengawan Solo yang menduduki Jabatan Fungsional dan Struktural serta Istri dari Kepala Balai, Kepala Satuan Kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen di Lingkungan Balai.

Pentingnya sosialisasi nilai anti korupsi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan keluarga bahwa amanat yang diemban suami atau dirinya harus dijaga dengan baik. Nilai-nilai anti korupsi merupakan pendidikan moral yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan acara ini semoga dapat memberikan pemahaman bahwa perempuan mempunyai peran dalam mencegah korupsi. Dalam skala yang lebih besar dapat menjaga norma bangsa untuk mewujudkan tujuan revolusi mental sesungguhnya, menjadikan perempuan menjadi titik awal nilai-nilai anti korupsi dilingkungan keluarga. Dengan SDM unggul Indonesia maju! (datinbbwsbs/sita,gdx)

Seminar Nasional Bendungan Besar 2019

Dalam sebuah pembangunan bendungan diperlukan aspek teknis & non teknis. Dalam aspek teknis pembangunan bendungan harus aman secara struktural, hidrolis dan rembesan. Kondisi geologis suatu wilayah dan material perlu menjadi perhatian khusus. Selain itu juga perlu memperhatikan estetika dan ramah lingkungan. Membangun bendungan berarti membangun obyek vital negara yang membutuhkan sumber daya manusia yang handal.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Bersama Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar (KNIBB) menyelanggarakan Seminar Nasional Bendungan Besar tahun 2019 dengan tema “Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan Untuk Pencapaian Visium 2030”, (26-28/04/2019).

“Kita harus banyak belajar dari negara lain yang lebih berkembang dalam hal pembangunan Bendungan agar kita dapat menerapkan dalam pembangunan Bendungan di Indonesia” Ucap Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng selaku Dirjen Sumber Daya Air sekaligus Ketua Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar dalam sambutannya.

Dalam membangun sebuah bendungan diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Maka dari itu nantinya Kementerian PUPR Bersama KNIBB akan melibatkan banyak tenaga muda ahli Indonesia dalam pembangunan bendungan.

“Bendungan yang kita bangun diharapkan dapat menjadi bendungan yang berkelanjutan jadi umur bendungan harus sesuai dengan desainnya, jadi kita tidak hanya fokus pada bangunannya tetapi juga memeprhatikan lingkungan masyarakat sekitar untuk kedepannya” Pesan Menteri Basuki.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ikut berpartisipasi dalam seminar ini seperti yang dilakukan Surendro Andi Wibowo, Sri Wahyu Kusumastuti dan Denny Syafrudin yang menulis tentang Best Paractice Pengelolaan Bendungan dengan Instrumen Maturity Matrix pada Komponen Surveillance di Unit Pengelolaan Bendungan (UPB) BBWS Bengawan Solo, juga Heriantono Waluyadi, Dony Faturochman, Andi Arwik, Abdul Mahmud dan Elly Nurhayati yang menulis tentang Penanganan Sedimen Dengan Tanggul Penutup (Closure Dike) di dalam Waduk Wonogiri serta Dony Faturochman, Khoirul Murod, Yoga Darmawan, Bambang P Oetomo dan Nur Eko yang menulis tentang Dinding Halang Sebagai Solusi Lapisan Piroklastik di Tubuh Bendungan Pidekso Wonogiri Jawa Tengah.

“Dengan tulisan akan lebih dikenang dari pada perkataan dan perbuatan sebagai bekal dalam pembangunan bendungan” Pesan Charisal yang begitu mengapresiasi seminar ini (BBWSBS/sita).

Semaraknya Peringatan Hari Air Sedunia ke XXVII Di Rawa Jombor Klaten

Peringatan Hari Air Sedunia tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatka di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Brayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang diawali dengan menyebrangi Rawa Jombor, Kamis (04/04/2019).

Dibuka dengan Tarian LUyung alias Lurik Payung yang dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya para hadirin bersuka cita menyemarakkan acara Peringatan Hari Air Sedunia yang XXVII ini. Acara hari ini merupakan puncak acara peringatan hari air dimana sebelumnya telah diselenggarakan berbagai lomba bagi pelajar seperti lomba menggambar untuk siswa Sekolah Dasar (SD), lomba Karya Ilmiyah Remaja (KIR) untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), lomba Fotografi dan lomba Gateball.

Bupati Klaten Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas terpilihnya Kabuapten Klaten sebagai tempat penyelenggaraan acara Hari Air Sedunia tahun 2019 ini. Sri Mulyani menyampaikan semoga dimasa depan Rawa Jombor selain untuk fungsi pengairan juga dapat menjadi destinasi wisata.

Pelaksana Harian Gubernur Jawa Tengah Sri Mulyono berpesan agar kita semua harus bijak dalam mengelola air, kita harus punya tabungan air dimasa mendatang. Dalam Acara Hari Air Sedunia yang ke 27 ini diberikan Unit Perahu untuk Komunitas Sungai Klaten dan Bak Sampah untuk Srikandi Sungai Klaten.

“Peringatan HAD merupakan momentum untuk mengajak generasi milenial berperan aktif menjaga keberadaan air, Kalau kita rawat air akan menjadi kawan namun kalua kita tidak peduli air akan menajdi musuh” Kata Muhammad Zainal Fatah selaku Staf Ahli Menteri PUPR bidang Ekonomi dan Investasi.

Peringatan Hari Air Sedunia ke XXVII ini ditandai dengan launching gerakan komunitas Goes To Tumblr untuk mengurangi sampah plastic. Ikrar Goes to Tumbler dipimpin langsung oleh Prof Suratman dari Universitas Gadjah Mada (UGM), diikuti jajaran pejabat propinsi, Muspida Klaten, guru, siswa, relawan, bidan, korporat dan elemen lainya.

Prof Suratman yang juga salah seorang inisiator sekolah sungai Klaten mengemukakan, gerakan Indonesia goes to tumbler, dan komunitas goes to tumbler dinilai penting, karena saat ini banyak sisa plastik yang tidak bisa dimusnahkan sehingga merusak kegiatan air. Merusak habitat ikan, merusak danau dan sungai, sehingga berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat (BBWSBS/sita).

Dirjen SDA Resmikan Danau UNS

UNS kini punya wajah baru. Sebagai Univeritas yang tumbuh dan berkembang di kota Solo, UNS menjadi universitas yang mengikuti perkembangan zaman. Salah satu wujudnya adalah dengan menerapkan kampus dengan ruang terbuka hijau sehingga dilakukan revitalisasi Danau UNS.

Dilatabelakangi oleh Danau UNS yang memiliki banyak limbah sampah dan tingkat sedimentasi yang terus meningkat sehingga kapasitas tampungannya semakin kecil Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Revitalisasi Danau UNS
Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi menuturkan air dan danau bisa dijadikan bahan eksperimen bagi para mahasiswa di Universitas Sebelas Maret. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Dies Natalies ke 43 Universitas Sebelas Maret sekaligus meresmikan Danau UNS, Sabtu (9/3/2019).

Setelah direvitalisasi Danau UNS diharapkan mampu mengembalikan kapasitas tampung dan fungsi Danau UNS seperti semula dan serta meningkatkan pelayanan kebutuhan air yang optimal untuk Danau UNS dan Danau Jurug, menjadi Danau dengan kualitas air yang lebih jernih, tidak terjadi banjir di area kampus dan tidak ada penyumbatan saluran oleh sampah khususnya yang terbawa aliran hingga Danau Jurug.

“kami ucapkan terimakasih atas seluruh partisipasi sehingga telah jadi 3 Danau yaitu Danau sebelah Rektorat, Danau sebelah Fakultas Pertanian dan Danau disebelah SVTN SBMPTN yang menjadi satu kesatuan. Semoga kita bisa senantiasa melakukan pemeliharaan di kemudian hari” Pesan Ravik Karsidi selaku Rektor UNS dalam sambutannya.

Danau UNS yang memiliki bentuk Cascade yang merupakan danau bertingkat dimana ambang hilir memiliki selisih elevasi dengan ambang hulu. Drainase pada Danau UNS juga didesain untuk menanggulangi masalah banjir dan sedimentasi yang sering terjadi di Danau UNS dan kawasan Jurug.

Hari Suprayogi menambahkan agar setiap Fakultas untuk mengadakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar dimasa mendatang sehingga air yang dibuang tidak mencermari lingkungan. Sehingga kita dapat meningkatkan suistainable life dikemudian hari.

Peresmian Danau UNS dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi yang disaksikan oleh Rektor UNS Ravik Karsidi yang ditandai dengan pemotongan pita yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Danau UNS juga diharapkan dapat memberi efek positif bagi civitas akademika UNS yang berpotensi menjadi obyek wisata. Danau ini juga dijadikan wahana untuk menigkatkan ilmu dan pengetahuan mahasiswa seperti pada cabang olahraga dayung. Sebagai pembuka hari ini diselenggarakan Lomba Kano Open bagi masyarakat Solo (BBWSBS/sita).

Penanganan Luapan Kali Jeroan di Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakir pada Kamis (7/03/19), banjir ini diakibatkan oleh meluapnya Kali Jeroan yang merupakan Anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi dalam keterangannya mengatakan bahwa banjir yang terjadi saat ini akibat kali Jeroan yang tidak mampu membendung debit air hujan, Kali Jeroan memiliki panjang sejauh 79 kilometer dan sudah didisain dapat menampung debit banjir Q25 tahunan atau setara dengan 1.040 meter kubik perdetik.

Pada tanggal 5,6,7 maret terjadi curah hujan yang tinggi yang disertai petir, puncaknya pada tanggal 6 Maret terjadi hujan kurang lebih selama 3 jam di Hulu DAS Jeroan dengan intensitas sebesar 150 milimeter, “air di Kali Jeroan sudah banyak hampir penuh ditambah dengan (puncak) hujan selama 3 jam sehingga kapasitas yang tadi Q25 dengan (kapasitas) 1.040 (meter kubik perdetik) itu terlewati yang lewat  (menjadi) 1.063 (meter kubik perdetik) sehingga air meleber kekanan kiri,” katanya.

Luapan Kali Jeroan ini juga mengakibatkan longsornya tanggul dibeberapa titik serta putusnya parapet sepanjang 20 meter di Kecamatan Balirejo, Kabupaten Madiun. Luapan ini juga mengakibatkan genangan seluas 253 hektar meliputi 6 desa termasuk ruas Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604 sepanjang 400 meter.

Upaya tanggap darurat yang telah dilaksanakan adalah dengan penutupan tanggul-tanggul yang jebol secara darurat dengan menggunakan sandbag. Pada tahun ini juga Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo telah menganggarkan dana sebesar 10 milyar untuk memperbaiki parapet dan tanggung-tanggul yang kritis secara permanen.

”Kebetulan sudah ada kontrak sebesar 10 milyar untuk menangai yang kritis-kritis ini secara permanen terutama yang 20 meter tadi, kemudian dalam jangka menengah ada beberapa yang perlu kita selesaikan, kira-kira ada 15 kilometer parapet yang harus direhabilitasi  karena beberapa parapet ini umurnya sudah 20 tahun, dari perhitungan yang sudah dibuat diperkirakan memerlukan dana sebanyak 170 milyar” ujar pria yang akrab disapa yogi ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui BBWS Bengawan Solo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur akan terus melakukan peninjauan lapangan dan penanganan darurat selama seminggu kedepan. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan dapat segera konfirmasi pada kami bila ada informasi yang kurang jelas (DATIN BBWSBS/maw,sita).