/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan

Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Tukul Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti, Minggu (14/02/2021).

Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Pacitan Indartato.

Jokowi mengatakan bahwa bendungan ini sekali lagi memiliki peran yang sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku kurang lebih 300 liter per detik, dan tentu saja ini adalah untuk warga Pacitan dengan kapasitas tampung 8,68 juta meter kubik.

Selain itu, sambung Jokowi, Bendungan ini bisa memberikan manfaat yang sangat besar, yaitu mengairi 600 hektare sawah, sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman, dari biasanya satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi dua kali tanam padi dan satu kali tanam palawija. InsyaAllah ini nanti sudah bisa dilihat dan dilakukan.

“Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting, memperkuat ketahanan pangan, dan memperkuat ketahanan air,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam laporannya kepada Presiden menjelaskan bahwa kehadiran Bendungan Tukul tersebut sangat penting artinya bagi peningkatan lebih lanjut sektor pertanian Jawa Timur. Berdasarkan angka sementara dari BPS, produksi padi di Jawa Timur pada 2020 lalu tertinggi dari seluruh provinsi di Indonesia dengan tingkat kontribusi nasional sebesar 18,17 persen dengan 5,76 juta ton beras.

“Semoga Bendungan Tukul ini menjadi infrastruktur untuk penguatan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pacitan, karena bisa menyuplai irigasi 600 hektare, air baku 300 liter per detik, dan potensi energi listrik untuk wisata dan konservasi,” katanya.

Untuk diketahui Bendungan Tukul dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, tak hanya sebagai irigasi dan menjadi sumber air baku sebesar 300 liter/detik, Bendungan Tukul dibangun dengan tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, yang memiliki kapasitas tampungan total sebesar 8,68 juta meter kunik dan dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 meter kubik/detik(bbwsbs/charis).

Sinergitas-pengelelolaan-sungai

Sinergitas Pengelolaan Sungai Bengawan Solo

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang memiliki nilai historical yang tak lekang oleh waktu. Hingga hari ini sungai terpanjang di Pulau Jawa ini mengalir sampai jauh menghidupi masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tak hanya kokoh berdiri, seiring berjalannya waktu keberadaan Sungai Bengawan Solo juga memberi hadiah seperti banjir, kekeringan, pencemaran, perubahan struktur sungai dan lain-lain bagi masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu, dalam rangka menyelesaikan permasalahan atas pengelolaan dan dampak Sungai Bengawan Solo dilaksanakan kegiatan Forum Komunikasi (Sinergitas) Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur dengan tema Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Selasa (29/09/2020).

Wakil Ketua DPRPD Provinsi Jawa Timur Anwar Zadad dalam sambutannya menyampaikan agar kita bersinergi dalam mengelola Sungai Bengawan Solo agar fungsi Sungai Bengawan Solo senantiasa bermanfaat untuk anak cucu di masa mendatang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H Emil Elestianto Dardak, B.Bus, M.Sc turut hadir secara virtual dan menyampaikan materi tentang Bengawan Solo dalam Konteks Sebagai Hajat Hidup Masyarakat Jawa Timur. Emil berpesan dalam pengelolaan Sungai Bengawan solo diperlukan sinergitas anatar instansi pemerintah, pihak swasta, komunitas dan masyarakat.

Turut hadir pula secara virtual Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP yang menyampaikan materi tentang Simpang Siur Penanganan dan Tarik Ulur Kewenangan Pengelolaan Sungai Bengawan Solo. Ganjar menegaskan bahwa masing-masing punya peran dan kontribusi dalam pengelolaan Sungai Bengawan Solo.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bupati dan Walikota di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Bappeda Dinas PU SDA Jawa Tengah dan Jawa Timur, Pemerhati Lingkungan dan BBWS Bengawan Solo baik hadir secara langsung maupun secara virtual.

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Bob Arthur Lombogia, M.Si memaparkan tentang Sungai Kita Sungai Bengawan Solo yang ditegaskan dengan aksi nyata bersama warga masyarakat di sepanjang Sungai Bengawan Solo seperti kegiatan komunitas dan lain-lain.

Dr. Nani Hendiati Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Maritim dan Investasi turut memaparkan tentang Sinergi Multipihak Pengelolaan Hulu-Hilir DAS Bengawan Solo (Pembelajaran Dari Citarum). Nani berpesan bahwa mengelola sungi diperlukan pendampingan masyarakat yang baik dari berbagai stakeholder.

Mr. Martin Hasson Country Director Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit melalui virtual memaparkan tentang Technical Cooperation on Green Infracture, dalam paparannya Ia menyampaikan pengelolaan sungai harus kompak dari hulu sampai ke hilir.

Dalam Forum Komunikasi hari ini Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech berkesempatan menyampaikan tentang Sinergitas Penanganan Poblematika Sungai Bengawan Solo, Ia menjelaskan bahwa setiap bulan BBWS Bengawan Solo rutin melakukan pengecekan kualitas air di 30 titik lokasi di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Melalui kegiatan cek kualitas air beliau menyampaikan bahwa BBWS Bengawan Solo senantiasa menjaga kualitas air di sepanjang Sungai Bengawan Solo.

Dan materi terakhir yang disampaikan dalam Forum hari ini adalah tentang Mengembalikan Fungsi Sungai Bengawan Solo untuk Keberlangsungan Kehidupan yang disampaikan oleh Komunitas Ecoton . Komunitas Ecoton adalah Komunitas Peduli Sungai yang tumbuh dan berkembang di Jawa Timur yang memiliki banyak kegiatan pelestarian sungai yang melibatkan masyarakat.

Melalui Forum Komunikasi (Sinergitas) Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur dalam Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo diharapkan dapat menjalin komunikasi antar instansi dan pemerhati lingkungan, bertukar informasi antar satu dengan yang lainnya, saling belajar, sehingga jika suatu hari terjadi permasalahan tentang Sungai Bengawan Solo dapat saling kompak dalam menyelesaikan dan Sungai Bengawan Solo dapat senantiasa bermanfaat bagi masyarakat disekitar. Menjadi tugas kita berama untuk dapat mencari solusi terbaik tentang permasalahan Sungai Bengawan Solo sekarang, besok dan selamanya (bbwsbs/sita).

Sarasehan Nguri-uri Kali Bengawan Solo

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar acara Sarasehan Komunitas Peduli Sungai di Wilayah Sungai (WS) Bengawan Solo, di Papan Kawruh Tirta, Solo, Jawa Tengah, Kamis (24/09/2020). Acara yang bertajuk Nguri-uri Kali Bengawan Solo tersebut turut dihadiri oleh Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kalangan akademisi, serta komunitas peduli sungai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

 

Direktur Bina Operasi dan pemeilharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA), Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A., dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan banyaknya industri-industri yang menghasilkan limbah cair serta tambahan limbah domestik dari industri yang berdiri dan beroperasi di sepanjang hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo, timbulah permasalahan pencemaran yang dapat berpengaruh langsung terhadap kehidupan organisme air serta kualitas air.

 

Lebih lanjut, Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, M.A. juga melihat kondisi permasalahan pencemaran di Sungai Bengawan Solo saat ini sudah menjadi isu strategis regional (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan harus menjadi perhatian kita bersama. Kami sangat berharap, dimulai dan berawal dari rekan-rekan Komunitas Peduli Sungai, sukarelawan serta pemerhati lingkungan sebagai garda terdepan dalam penanganan, pemantauan dan pengawasan pencemaran di Sungai Bengawan Solo.

 

“Saya berharap BBWS Bengawan Solo selaku pengelola SDA di WS Bengawan Solo, kedepannya selalu melakukan pembinaan kepada rekan-rekan komunitas dan sukarelawan, baik dari pendampingan dan melalui kegiatan-kegiatan pemberdayaan kelembagaan SDA seperti halnya kegiatan pada hari ini yaitu Sarasehan Komunitas Peduli Sungai di WS Bengawan Solo,” pesannya.

 

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech., juga menambahkan bahwa upaya menjaga kualitas sungai ini tidak mungkin bisa apabila hanya dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo sendiri. Oleh karena itu, melalui kegiatan sarasehan akan terjalin kerjasama antara pemerintah dan masyarakat di dalam penanganan pencemaran sungai dalam rangka nguri-uri Sungai Bengawan Solo.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala DPUPR Kota Solo, Ir. Endah Sitaresmi Suryandari, bahwa menangani permasalahan sungai merupakan hal yang sangat kompleks, sehingga perlu menjadi perhatian bersama. “Mudah-mudahan melalui kegiatan sarasehan ini dapat kita hasilkan ide-ide baru dan langkah apa yang bisa kita lakukan dalam penanganan pencemaran sungai khususnya di WS Bengawan Solo.”

 

Acara tersebut dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Muhammad Rois Rizal Nugroho selaku Ketua Komunitas Kreasi Sampah Ekonomi Kota (Kresek) Solo dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Sebelas Maret (UNS), Akhmad Romdon, S.Sos., M.A., yang dilanjutkan dengan diskusi. Adapun hasil sarasehan tersebut adalah koordinasi lanjutan seperti peningkatan sinergitas antara pemerintah dengan Komunitas Peduli Sungai sebagai upaya dalam penanganan pencemaran Sungai Bengawan Solo dengan berperan secara proaktif dalam mengedukasi masyarakat sebagai upaya pencegahan, pemantauan, dan pengawasan pencemaran di sungai untuk mewujudkan kelestarian SDA.

 

Acara diakhiri dengan penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Bersama Sinergitas Pemerintah dan Komunitas Peduli Sungai di WS Bengawan Solo dalam Pelaksanaan Pemantauan dan Pengawasan Pencemaran Sungai di WS Bengawan Solo. (BBWSBS/Ferri)

Koordinasi Pembangunan Infrastuktur SDA di Wilayah Kabupaten Ponorogo

Pembangunan Infrastuktur merupakan suatu keniscayaan dalam membangun suatu daerah. Dengan infrastruktur yang baik perekonomian semakin maju dan berkembang. Pada kesempatan ini, Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., berserta rombongan Komisi V DPR RI yang membidangi infrastuktur dan perhubungan, melaksanakan kunjungan kerja spesifik di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (17/09/2020). Dalam Agenda kunjungan kerja tersebut, Komisi V DPR RI meninjau beberapa lokasi pekerjaan infrastruktur dan transportasi.

Direktur Bendungan dan Danau, Airlangga Mardjono, S.T., M.T., dalam forum diskusi yang diselenggarakan di Pendopo Kantor Kabupaten Ponorogo juga menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur mutlak dikerjakan khususnya bendungan, yang digunakan untuk pengelolaan sumber daya air (SDA), salah satunya seperti Bendungan Bendo yang ada di Kabupaten Ponorogo.

“Progres total pembangunan Bendungan Bendo saat ini sudah mencapai 79.79%. Dan nantinya dapat mengairi lahan irigasi seluas 7.800 Ha. Selain itu dapat menghasilkan air baku sebesar 370 liter/detik dan meningkatkan intensitas tanam daerah irigasi (D.I.) Bendo dari 150% menjadi 270% dan D.I. Jati dari 25% menjadi 225%. Bendungan Bendo juga dapat mereduksi banjir dari 594,79 m3/detik menjadi 297,39% m3/detik. Sedangkan pada tahun ini ada 64 desa di Kabupaten Ponorogo yang mendapatkan peningkatan jaringan irigasi tersier dengan padat karya tunai (PKT) melalui program P3TGAI,” pesannya.

Wakil Ketua Komisi V DPR Ri, Nurhayati, juga berharap melalui kunker spesifik dan diskusi ini dapat bekerjasama dalam pemerataan pembangunan infrastuktur yang ada di Kabupaten Ponorogo. “Melalui pelaksanaan program PKT pada beberapa proyek infrastuktur yang berjalan, kami berharap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kecil di tengah pandemi Covid-19, sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN),” imbuhnya.

Bupati Ponorogo, Drs. Ipong Muchlissioni, mengatakan pihaknya bersyukur dan berterima kasih karena mendapatkan bantuan infrastuktur baik di bidang SDA maupun pertanian. “Kabupaten Ponorogo memiliki wilayah yang luas meliputi 21 kecamatan. Oleh karena itu, perlu sorotan dan perhatian dari pemerintah pusat agar pembangunan di Bumi Reog ini semakin merata. Semoga melalui forum diskusi ini dapat mengantarkan Kabupaten Ponorogo yang lebih maju,” tutupnya. (BBWSBS/Ferri)

Pembekalan Pejabat Perbendaharaan Ditjen SDA TA 2019

Dalam rangka mewujudkan Good Governance dalam bidang pengelolaan keuangan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR menyelenggarakan Kegiatan Pembekalan Pejabat Perbendaharaan di lingkungan Ditejn SDA Tahun Anggaran 2019 yang dilakukan pada hari Rabu sampai Jum’at tanggal 28 sampai 30 Agustus 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh 66 satuan kerja di Ditjen SDA yang bertujuan untuk membahas PP No 50 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No 45 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, PP No 178/PMK.05/2018 TENTANG Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No 190/PMK/05/2012 tentang Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, PMK 196/PMK.052018 tentang Cara Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah dan Langkah-langkah Pelaksanaan APBN akhir tahun Anggaran 2019.

Dalam acara pembukaan Muhammad Arsyadi, ME selaku Sekertaris Direktorat Jenderal SDA menyampaikan bahwa pemakaian kartu kredit harus hati-hati jangan sampai ada kesalahan agar saat belanja berjalan dengan lancar sehingga apa yang kita lakukan sesuai dengan Peraturan yang berlaku (BBWSBS/sita)

Saya Perempuan Anti Korupsi!

Jangan pernah mendekati korupsi. Mencegah lebih mudah daripada mengobati. pencegahan terhadap korupsi bisa dilakukan oleh semua kekuatan bangsa. Salah satu kekuatan yang sudah lama dikenali dan sangat diperhitungkan adalah kekuatan para perempuan Indonesia, baik melalui perannya sebagai ibu dan sebagai istri, maupun perannya dalam organisasi wanita atau perannya sebagai profesional. Seperti yang dilakukan Dharma Wanita Kementerian PUPR yang menyelenggarakan Kegiatan Pembangunan Budaya Integritas melalui Gerakan “Saya Perempuan Anti Korupsi”, Surabaya (29/07/2019).

Kegiatan ini di hadiri oleh ASN Perempuan dari BBWS Bengawan Solo yang menduduki Jabatan Fungsional dan Struktural serta Istri dari Kepala Balai, Kepala Satuan Kerja dan Pejabat Pembuat Komitmen di Lingkungan Balai.

Pentingnya sosialisasi nilai anti korupsi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri dan keluarga bahwa amanat yang diemban suami atau dirinya harus dijaga dengan baik. Nilai-nilai anti korupsi merupakan pendidikan moral yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan acara ini semoga dapat memberikan pemahaman bahwa perempuan mempunyai peran dalam mencegah korupsi. Dalam skala yang lebih besar dapat menjaga norma bangsa untuk mewujudkan tujuan revolusi mental sesungguhnya, menjadikan perempuan menjadi titik awal nilai-nilai anti korupsi dilingkungan keluarga. Dengan SDM unggul Indonesia maju! (datinbbwsbs/sita,gdx)

Seminar Nasional Bendungan Besar 2019

Dalam sebuah pembangunan bendungan diperlukan aspek teknis & non teknis. Dalam aspek teknis pembangunan bendungan harus aman secara struktural, hidrolis dan rembesan. Kondisi geologis suatu wilayah dan material perlu menjadi perhatian khusus. Selain itu juga perlu memperhatikan estetika dan ramah lingkungan. Membangun bendungan berarti membangun obyek vital negara yang membutuhkan sumber daya manusia yang handal.

Hal tersebut yang melatarbelakangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Bersama Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar (KNIBB) menyelanggarakan Seminar Nasional Bendungan Besar tahun 2019 dengan tema “Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan Untuk Pencapaian Visium 2030”, (26-28/04/2019).

“Kita harus banyak belajar dari negara lain yang lebih berkembang dalam hal pembangunan Bendungan agar kita dapat menerapkan dalam pembangunan Bendungan di Indonesia” Ucap Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng selaku Dirjen Sumber Daya Air sekaligus Ketua Komite Nasional Indonesia Untuk Bendungan Besar dalam sambutannya.

Dalam membangun sebuah bendungan diperlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Maka dari itu nantinya Kementerian PUPR Bersama KNIBB akan melibatkan banyak tenaga muda ahli Indonesia dalam pembangunan bendungan.

“Bendungan yang kita bangun diharapkan dapat menjadi bendungan yang berkelanjutan jadi umur bendungan harus sesuai dengan desainnya, jadi kita tidak hanya fokus pada bangunannya tetapi juga memeprhatikan lingkungan masyarakat sekitar untuk kedepannya” Pesan Menteri Basuki.

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ikut berpartisipasi dalam seminar ini seperti yang dilakukan Surendro Andi Wibowo, Sri Wahyu Kusumastuti dan Denny Syafrudin yang menulis tentang Best Paractice Pengelolaan Bendungan dengan Instrumen Maturity Matrix pada Komponen Surveillance di Unit Pengelolaan Bendungan (UPB) BBWS Bengawan Solo, juga Heriantono Waluyadi, Dony Faturochman, Andi Arwik, Abdul Mahmud dan Elly Nurhayati yang menulis tentang Penanganan Sedimen Dengan Tanggul Penutup (Closure Dike) di dalam Waduk Wonogiri serta Dony Faturochman, Khoirul Murod, Yoga Darmawan, Bambang P Oetomo dan Nur Eko yang menulis tentang Dinding Halang Sebagai Solusi Lapisan Piroklastik di Tubuh Bendungan Pidekso Wonogiri Jawa Tengah.

“Dengan tulisan akan lebih dikenang dari pada perkataan dan perbuatan sebagai bekal dalam pembangunan bendungan” Pesan Charisal yang begitu mengapresiasi seminar ini (BBWSBS/sita).

Dirjen SDA Resmikan Danau UNS

UNS kini punya wajah baru. Sebagai Univeritas yang tumbuh dan berkembang di kota Solo, UNS menjadi universitas yang mengikuti perkembangan zaman. Salah satu wujudnya adalah dengan menerapkan kampus dengan ruang terbuka hijau sehingga dilakukan revitalisasi Danau UNS.

Dilatabelakangi oleh Danau UNS yang memiliki banyak limbah sampah dan tingkat sedimentasi yang terus meningkat sehingga kapasitas tampungannya semakin kecil Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Revitalisasi Danau UNS
Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi menuturkan air dan danau bisa dijadikan bahan eksperimen bagi para mahasiswa di Universitas Sebelas Maret. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Dies Natalies ke 43 Universitas Sebelas Maret sekaligus meresmikan Danau UNS, Sabtu (9/3/2019).

Setelah direvitalisasi Danau UNS diharapkan mampu mengembalikan kapasitas tampung dan fungsi Danau UNS seperti semula dan serta meningkatkan pelayanan kebutuhan air yang optimal untuk Danau UNS dan Danau Jurug, menjadi Danau dengan kualitas air yang lebih jernih, tidak terjadi banjir di area kampus dan tidak ada penyumbatan saluran oleh sampah khususnya yang terbawa aliran hingga Danau Jurug.

“kami ucapkan terimakasih atas seluruh partisipasi sehingga telah jadi 3 Danau yaitu Danau sebelah Rektorat, Danau sebelah Fakultas Pertanian dan Danau disebelah SVTN SBMPTN yang menjadi satu kesatuan. Semoga kita bisa senantiasa melakukan pemeliharaan di kemudian hari” Pesan Ravik Karsidi selaku Rektor UNS dalam sambutannya.

Danau UNS yang memiliki bentuk Cascade yang merupakan danau bertingkat dimana ambang hilir memiliki selisih elevasi dengan ambang hulu. Drainase pada Danau UNS juga didesain untuk menanggulangi masalah banjir dan sedimentasi yang sering terjadi di Danau UNS dan kawasan Jurug.

Hari Suprayogi menambahkan agar setiap Fakultas untuk mengadakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar dimasa mendatang sehingga air yang dibuang tidak mencermari lingkungan. Sehingga kita dapat meningkatkan suistainable life dikemudian hari.

Peresmian Danau UNS dilakukan oleh Dirjen Sumber Daya Air Hari Suprayogi yang disaksikan oleh Rektor UNS Ravik Karsidi yang ditandai dengan pemotongan pita yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti.

Danau UNS juga diharapkan dapat memberi efek positif bagi civitas akademika UNS yang berpotensi menjadi obyek wisata. Danau ini juga dijadikan wahana untuk menigkatkan ilmu dan pengetahuan mahasiswa seperti pada cabang olahraga dayung. Sebagai pembuka hari ini diselenggarakan Lomba Kano Open bagi masyarakat Solo (BBWSBS/sita).

Penanganan Luapan Kali Jeroan di Kabupaten Madiun

Kabupaten Madiun dilanda banjir terbesar selama 33 tahun terakir pada Kamis (7/03/19), banjir ini diakibatkan oleh meluapnya Kali Jeroan yang merupakan Anak Kali Madiun yang mengalir ke Sungai Bengawan Solo.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hari Suprayogi dalam keterangannya mengatakan bahwa banjir yang terjadi saat ini akibat kali Jeroan yang tidak mampu membendung debit air hujan, Kali Jeroan memiliki panjang sejauh 79 kilometer dan sudah didisain dapat menampung debit banjir Q25 tahunan atau setara dengan 1.040 meter kubik perdetik.

Pada tanggal 5,6,7 maret terjadi curah hujan yang tinggi yang disertai petir, puncaknya pada tanggal 6 Maret terjadi hujan kurang lebih selama 3 jam di Hulu DAS Jeroan dengan intensitas sebesar 150 milimeter, “air di Kali Jeroan sudah banyak hampir penuh ditambah dengan (puncak) hujan selama 3 jam sehingga kapasitas yang tadi Q25 dengan (kapasitas) 1.040 (meter kubik perdetik) itu terlewati yang lewat  (menjadi) 1.063 (meter kubik perdetik) sehingga air meleber kekanan kiri,” katanya.

Luapan Kali Jeroan ini juga mengakibatkan longsornya tanggul dibeberapa titik serta putusnya parapet sepanjang 20 meter di Kecamatan Balirejo, Kabupaten Madiun. Luapan ini juga mengakibatkan genangan seluas 253 hektar meliputi 6 desa termasuk ruas Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604 sepanjang 400 meter.

Upaya tanggap darurat yang telah dilaksanakan adalah dengan penutupan tanggul-tanggul yang jebol secara darurat dengan menggunakan sandbag. Pada tahun ini juga Kementerian PUPR melalui BBWS Bengawan Solo telah menganggarkan dana sebesar 10 milyar untuk memperbaiki parapet dan tanggung-tanggul yang kritis secara permanen.

”Kebetulan sudah ada kontrak sebesar 10 milyar untuk menangai yang kritis-kritis ini secara permanen terutama yang 20 meter tadi, kemudian dalam jangka menengah ada beberapa yang perlu kita selesaikan, kira-kira ada 15 kilometer parapet yang harus direhabilitasi  karena beberapa parapet ini umurnya sudah 20 tahun, dari perhitungan yang sudah dibuat diperkirakan memerlukan dana sebanyak 170 milyar” ujar pria yang akrab disapa yogi ini.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui BBWS Bengawan Solo bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur akan terus melakukan peninjauan lapangan dan penanganan darurat selama seminggu kedepan. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan dapat segera konfirmasi pada kami bila ada informasi yang kurang jelas (DATIN BBWSBS/maw,sita).

Siap Siaga Banjir Direktur Sungai Pantai Kunjungi Solo

Direktur Sungai dan Pantai Ir. Jarot Widyoko, Sp melakukan kunjungan lapangan ke Proyek Penanganan Banjir Surakarta yang didampingi oleh Kepala BBWS Bengawan Solo Ir. Charisal Akdian Manu, M.Si beserta beberapa pejabat eselon dan kesatkeran, Rabu (30/01/2019).

Jarot berkesempatan mengunjungi Bendung Tirtonadi yang terletak di Kelurahan Gilingan, dan Rumah Pompa Jurug di Kelurahan Pucangsawit. Tujuan dari kunjungan ini untuk meninjau kesiapan Kota Surakarta menghadapi banjir yang mungkin terjadi.

Proyek Penanganan Banjir Surakarta bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha, meningkatkan kapasitas tanggul sungai dari debit kala ulang 10 tahun (Q10) sebesar 1.550 m3/dt menjadi 50 tahun (Q50) sebesar 2.171 m3/dt,. Untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan pembangunan parapet beton sepanjang 5.400 m, pembangunan revetment sepanjang 2.900 m dan pembangunan rumah pompa beserta pompa banjir sebanyak 8 buah (BBWSBS/sita).