/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Sinergitas Wujudkan SDA Terpadu dan Berkelanjutan di Ngawi

Wakil Bupati (Wabup) Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., berkunjung ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, di Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (05/01/2021). Kunjungan kerja (kunker) kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek infrastruktur sumber daya air (SDA) strategis di wilayah Ngawi, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dalam diskusi juga dilakukan pembahasan permasalahan di bidang sumber daya air (SDA) yang ada di Ngawi, salah satunya banjir, sehingga perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dalam penangannya. Selain itu, Ngawi juga termasuk lumbung pangan Nasional yang menghasilkan produksi padi sekitar 780.000 ton per tahun, juga memerlukan sistem irigasi yang memadai guna menunjang produktivitas petani, yang diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Pada Tahun Anggaran (T.A.) 2020 BBWSBS telah melaksanakan kegiatan infrastruktur bidang SDA yang berdampak terhadap Ngawi, meliputi pelaksanaan program P3TGAI, rehabilitasi jaringan D.I. SIM, pengeboran, pengadaan, dan pemasangan sumur air tanah untuk air baku di daerah yang mengalami kekeringan. Dan untuk T.A. 2021 program kegiatan BBWSBS di Ngawi, meliputi pelaksanaan penyiapan ijin operasi beberapa infrastruktur bendungan, pembangunan Embung Sidomulyo, serta rehabilitasi Bendung Plesungan D.I. Pondok.

Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam paparannya menyampaikan bahwa lingkup kerja BBWSBS tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, konstruksi, hingga operasi dan pemeliharaan sebagai upaya konservasi SDA. “BBWSBS rutin melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi dari hulu hingga hilir Sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, dengan adanya sinergitas serta koordinasi dari berbagai pihak terkait di Ngawi, kita dapat menjaga ekosistem sungai dan melaksanakan pembangunan infrastruktur SDA secara tepat sasaran,” tandasnya.

Wabup Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H.,, juga menyampaikan harapan masyarakat Ngawi di masa mendatang, agar tidak lagi terjadi banjir setelah adanya penanganan dan pemanfaatan jaringan irigasinya menjadi lebih baik. “Semoga kedepannya percepatan pembangunan yang melibatkan BBWBS di Ngawi ini dapat berjalan lancar dan menjadi komitmen bersama bagi kita dalam menentukan skala prioritas proyek,” pungkasnya. (BBWSBS/Ferri)

Forum Jogo Kali Bengawan (JOKALIBE)

Dalam rangka pelaksanaan tindak lanjut Komitmen Bersama Sinergitas Pemerintah dan Komunitas Peduli Sungai di WS Bengawan Solo dalam melaksanakan Pemantauan dan Pengawasan Pencemaran Sungai di WS Bengawan Solo, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo mengadakan Pertemuan Forum Jogo Kali Bengawan (JOKALIBE) dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Papan Kawruh Tirta, Selasa (27/10/2020).

Subkoordinator Pelaksana Tugas Pelaksanaan (O&P) SDA Bengawan Solo Santosa S.ST, MT menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan “Sarasehan Komunitas Peduli Sungai di WS Bengawan Solo dengan tema Nguri-uri Kali Bengawan Solo” yang telah dilaksanakan bulan lalu yang akhirnya terbentuk Forum Jogo Kali Bengawan (JOKALIBE) yang berbasis jaringan kerjasama Pentahelix (Pemerintah, Komunitas, Akademisi, Media, dan Dunia usaha). Tujuan pertemuan kali ini difokuskan pada pembahasan administrasi dan teknis kegiatan forum, antara lain meliputi visi, misi, struktur organisasi, SOP, serta program kerja Forum JOKALIBE.

“Harapannya dengan pertemuan ini dapat menghasilkan sebuah hasil yang dapat menjadi panduan kita dalam pelaksanaan sinergitas antara pemerintah dan Komunitas Peduli Sungai atau Relawan dalam Pelaksanaan dan Pemantauan Pengawasan Pencemaran di WS Bengawan Solo,” ungkapnya.

Acara tersebut dilanjutkan dengan penyampian materi dan diskusi oleh Akhmad Ramdhon Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan materi Menyusun Visi, Misi, dan TUPOKSI serta Menyusun Program Kerja dan SOP. Adapun hasil kegiatan tersebut adalah terumuskannya visi terwujudnya Sungai Bengawan Solo yang lestari bagi kesejahteraan masyarakat dengan misi mewujudkan sinergitas Pentahelix (Pemerintah, Komunitas, Akademisi, Media, dan Dunia usaha) untuk berkomitmen pada pembinaan, pemberdayaan masyarakat untuk Sungai Bengawan Solo serta pengawasan, pelaporan dan pengendalian untuk Sungai Bengawan Solo.

Kedepannya Forum Jogo Kali Bengawan (JOKALIBE) ini mempunyai tugas membantu Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan pembinaan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan pencemaran sungai di Wilayah Sungai Bengawan Solo melalui inventarisasi titik-titik lokasi pencemaran sungai, melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga melestarikan sumber daya air, melakukan upaya pencegahan, pemantauan dan pengawasan pencemaran di sungai, koordinasi informasi dan kejadian di lapangan yang diduga mengakibatkan terjadinya pencemaran di sungai(BBWSBS/kharis).

Sinergitas GN-KPA dalam Aksi Bersih Kawasan Waduk Cengklik

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menggelar Aksi Bersih Saluran Pembawa di kawasan Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (07/10/2020). Kegiatan mebersihkan saluran pembawa dari Waduk Cengklik hingga Bendung Watu Leter tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegehan Covid-19. Aksi tersebut sebagai rangkaian dari Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) tahun 2020.

Perlu diingat kembali bahwa keberlanjutan sumber daya air (SDA) bergantung pada ekosistem alami. Alamlah yang menyaring polutan, menangkal banjir dan badai, dan mengelola ketersediaan air. Menjaga air dari sisi kualitas dan kuantitas menjadi kunci untuk keberlangsungan kehidupan.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., disela kegiatan turut menyampaikan bahwa aksi bersih saluran pembawa di kawasan Waduk Cengklik tersebut untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. “Kesadaran dalam hal ini tidak hanya soal memiliki hak untuk menggunakan SDA, tetapi juga tanggung jawab dan kewajiban kita bersama dalam menjaga kelestarian waduk yang ada,” imbuhnya.

Aksi yang bertema Jogo lan Noto Waduk Cengklik tersebut berupa kegiatan membersihkan sedimen pada saluran suplesi guna memperlancar air yang masuk dari Bendungan Watu Leter ke Waduk Cengklik. Dengan begitu, diharapkan volume tampungan waduk dapat bertambah sesuai kapasitas normal tampungan waduk. Acara tersebut juga diikuti oleh berbagai pihak yakni TNI, perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Boyolali, kalangan akademisi di perguruan tinggi, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Air merupakan bagian yang penting dalam kehidupan manusia, apabila tidak dirawat tentu dampaknya akan sangat besar, bahkan bisa saja menjadi bumerang bagi kita semua. Untuk itu, perawatan waduk yang baik, nantinya akan berdampak pada ketersediaan air yang melimpah bagi masyarakat.

GN-KPA yang bersifat lintas sektor menunjukkan betapa upaya penyelamatan air tidak dapat hanya dikerjakan oleh satu pihak, melainkan membutuhkan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan. Tak hanya pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah, swasta, akademik, lembaga swadaya masyarakat, serta komunitas perlu bergotong-royong dalam pemeliharaan SDA berkelanjutan. (BBWSBS/Ferri)

Sinergitas-pengelelolaan-sungai

Sinergitas Pengelolaan Sungai Bengawan Solo

Sungai Bengawan Solo merupakan sungai yang memiliki nilai historical yang tak lekang oleh waktu. Hingga hari ini sungai terpanjang di Pulau Jawa ini mengalir sampai jauh menghidupi masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tak hanya kokoh berdiri, seiring berjalannya waktu keberadaan Sungai Bengawan Solo juga memberi hadiah seperti banjir, kekeringan, pencemaran, perubahan struktur sungai dan lain-lain bagi masyarakat disekitarnya. Oleh karena itu, dalam rangka menyelesaikan permasalahan atas pengelolaan dan dampak Sungai Bengawan Solo dilaksanakan kegiatan Forum Komunikasi (Sinergitas) Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur dengan tema Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19 Selasa (29/09/2020).

Wakil Ketua DPRPD Provinsi Jawa Timur Anwar Zadad dalam sambutannya menyampaikan agar kita bersinergi dalam mengelola Sungai Bengawan Solo agar fungsi Sungai Bengawan Solo senantiasa bermanfaat untuk anak cucu di masa mendatang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H Emil Elestianto Dardak, B.Bus, M.Sc turut hadir secara virtual dan menyampaikan materi tentang Bengawan Solo dalam Konteks Sebagai Hajat Hidup Masyarakat Jawa Timur. Emil berpesan dalam pengelolaan Sungai Bengawan solo diperlukan sinergitas anatar instansi pemerintah, pihak swasta, komunitas dan masyarakat.

Turut hadir pula secara virtual Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP yang menyampaikan materi tentang Simpang Siur Penanganan dan Tarik Ulur Kewenangan Pengelolaan Sungai Bengawan Solo. Ganjar menegaskan bahwa masing-masing punya peran dan kontribusi dalam pengelolaan Sungai Bengawan Solo.

Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Bupati dan Walikota di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Kepala Bappeda Dinas PU SDA Jawa Tengah dan Jawa Timur, Pemerhati Lingkungan dan BBWS Bengawan Solo baik hadir secara langsung maupun secara virtual.

Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Bob Arthur Lombogia, M.Si memaparkan tentang Sungai Kita Sungai Bengawan Solo yang ditegaskan dengan aksi nyata bersama warga masyarakat di sepanjang Sungai Bengawan Solo seperti kegiatan komunitas dan lain-lain.

Dr. Nani Hendiati Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Maritim dan Investasi turut memaparkan tentang Sinergi Multipihak Pengelolaan Hulu-Hilir DAS Bengawan Solo (Pembelajaran Dari Citarum). Nani berpesan bahwa mengelola sungi diperlukan pendampingan masyarakat yang baik dari berbagai stakeholder.

Mr. Martin Hasson Country Director Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit melalui virtual memaparkan tentang Technical Cooperation on Green Infracture, dalam paparannya Ia menyampaikan pengelolaan sungai harus kompak dari hulu sampai ke hilir.

Dalam Forum Komunikasi hari ini Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Dr. Ir Agus Rudyanto M.Tech berkesempatan menyampaikan tentang Sinergitas Penanganan Poblematika Sungai Bengawan Solo, Ia menjelaskan bahwa setiap bulan BBWS Bengawan Solo rutin melakukan pengecekan kualitas air di 30 titik lokasi di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Melalui kegiatan cek kualitas air beliau menyampaikan bahwa BBWS Bengawan Solo senantiasa menjaga kualitas air di sepanjang Sungai Bengawan Solo.

Dan materi terakhir yang disampaikan dalam Forum hari ini adalah tentang Mengembalikan Fungsi Sungai Bengawan Solo untuk Keberlangsungan Kehidupan yang disampaikan oleh Komunitas Ecoton . Komunitas Ecoton adalah Komunitas Peduli Sungai yang tumbuh dan berkembang di Jawa Timur yang memiliki banyak kegiatan pelestarian sungai yang melibatkan masyarakat.

Melalui Forum Komunikasi (Sinergitas) Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur dalam Pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo diharapkan dapat menjalin komunikasi antar instansi dan pemerhati lingkungan, bertukar informasi antar satu dengan yang lainnya, saling belajar, sehingga jika suatu hari terjadi permasalahan tentang Sungai Bengawan Solo dapat saling kompak dalam menyelesaikan dan Sungai Bengawan Solo dapat senantiasa bermanfaat bagi masyarakat disekitar. Menjadi tugas kita berama untuk dapat mencari solusi terbaik tentang permasalahan Sungai Bengawan Solo sekarang, besok dan selamanya (bbwsbs/sita).

KOORDINASI SINERGITAS PEMBANGUNAN BENDUNGAN JLANTAH

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo memacu penyelesaian pembangunan Bendungan Jlantah, yang terletak di Desa Tlobo dan Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kepala BBBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., bersama tim berkoordinasi dengan Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M.M. di Kantor Bupati Karanganyar, Selasa (11/08/2020).

Koordinasi dan sinergitas dengan pihak terkait penyelesaian proyek pembangunan Bendungan Jlantah mutlak diperlukan. Bendungan yang dirancang dengan kapasitas tampungan total sebanyak 10,97 juta M3, nantinya dapat dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,625 MW serta pengendalian banjir. Infrastruktur tersebut juga akan membendung sungai Jlantah yang mempunyai daerah aliran sungai (DAS) seluas 22.47 Km2.

Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., berharap dengan dibangunnya Bendungan Jlantah akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Semoga pembangunan bendungan ini dapat berjalan lancar sesuai target. Sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,” pesannya.

Melalui pembangunan Bendungan Jlantah, mampu mengairi lahan seluas 1.493 Ha di kawasan Kabupaten Karanganyar, khususnya Kecamatan Jatiyoso, Jumapolo, serta Jatipuro dan menghasilkan air baku sebesar 150 liter/detik. Dan tentunya akan menambah jumlah tampungan air yang dibangun Kementerian PUPR dalam mendukung ketahanan pangan dan air di Provinsi Jawa Tengah. (BBWSBS/Ferri)