/**Begin Google Analytics**/ /** End Google Analytics**/

Studi Banding BWS Kalimantan I

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan kerja Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Kamis (31/20/2019).

Kunjungan ini dimaksudkan dalam rangka bertukar pikiran tentang Unit Hidrologi dan Kualitas Air, Pelaksanaan Rekomtek dan Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) antar wilayah sungai, yang disambut oleh Kepala Bidang Perencanaan Umum dan Program Dwi Agus Kuncoro ST, MT, MM dan PPK Pengelolaan Sumber Daya Air Reski Handarwati Nur Rochmach, ST, MPSDA.

Diskusi kali ini membahas tentang bagaimana sistem kerja di bidang Hidrologi & TKPSDA yang meliputi pemeliharaan alat, manajemen sumber daya manusia dan operasional.

Tamu dari BWS Kalimantan I berkesempatan mengunjungi Stasiun Klimatologi Pabelan Surakarta dan Bendung Karet Tirtonadi Surakarta (BBWSBS/sita).

Wakil Presiden Tiongkok Kunjungi Bendung Karet Tirtonadi

Wakil Presiden Republik Rakyat Tiongkok Wang Qi Shan mengunjungi Bendung Karet Tirtonadi di Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Surakarta, Jum’at (18/10/2019).

Wang Qi Shan bersama Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo didampingi oleh Kepala SNVT PJSA BBWS Bengawan Solo Andri Rachmanto Wibowo M.Sc berkesempatan mengelilingi Bendung Karet Tirtonadi.

Bendung Karet Tirtonadi terletak di Tepian Kali Anyar yang kini merupakan ruang publik baru di Solo, Bendung Tirtonadi sendiri merupakan salah satu pekerjaan dari Proyek Penanganan Banjir Surakarta yang bertujuan bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir di Kecamatan Pasar Kliwon dan Jebres seluas ± 230 ha, meningkatkan kapasitas tanggul sungai dari debit kala ulang 10 tahun (Q10) sebesar 1.550 m3/dt menjadi 50 tahun (Q50) sebesar 2.171 m3/dt.

Menurut FX Hadi Rudyatmo, Wang Qi Shan pernah berkunjung ke Solo pada tahun 1960 dan pernah ke Kali Pepe jadi rasanya seperti nostalgia. Wang Qi Shan juga senang sekali dengan lagu Bengawan Solo yang kerap ia nyanyikan lagunya di China (BBWSBS/sita).

BBWS Bengawan Solo Terima Kunjungan Staf Ahli Menteri PUPR

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Charisal A. Manu  beserta Pejabat Eselon dan Kesatkeran menerima kunjungan lapangan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Baby Setiawati Dipokusumo di Proyek Penanganan Banjir Surakarta Paket 2 dan 3 (4/9/2018).

Pekerjaan pada Proyek Penanganan Banjir Paket 2 ini terdapat pembangunan parapet beton sepanjang ± 4,8 km yang disalah satu segmennya terdapat taman yang dihiasi mural-mural yang dibuat oleh masyarakat dan komunitas.

Selanjutnya rombongan  mengunjungi proyek Pengendalian Banjir Paket 3 yang salah satu item pekerjaanya merupakan pembangunan Bendung Karet Tirtonadi, nantinya diatas Bendung Karet tersebut terdapat jembatan yang melintang yang didesain begitu unik sehingga bisa menjadi tempat wisata baru di Kota Surakarta, selain itu kedepannya terdapat dermaga untuk wisata air ditengah kota.

Kunjungan kali ini merupakan kunjungan yang berkesan karena proyek Penanganan Banjir Surakarta tidak hanya membangun sebuah infrastruktur secara teknis namun juga terdapat aspek yang menjadi perhatian seperti aspek sosial, ekonomi dan juga wisata. Semoga dengan adanya kunjungan  ini dapat memberi saran dan rekomendasi terhadap Penanganan Banjir Surakarta dan proses pembangunan berjalan dengan lancar (DATIN BBWSBS/sita-maw).

Menteri PUPR Kunjungi Bendung Tirtonadi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melaksankan kunjungan ke Bendung Karet Tirtonadi (19/7/2018). Rehabilitasi Bendung Karet Tirtonadi yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai(BBWS) Bengawan Solo menggunakan teknologi gate panel, keunggulan-keunggulan teknologi tersebut diantaranya waktu pengoperasian yang relatif singkat, mampu melindungi air blader dari material sungai, tahan terhadap perubahan suhu ekstrim dan vandalisme.

Kegiatan normalisasi Kali Pepe dilakukan baik di Kali Pepe bagian Hulu maupun Kali Pepe Hilir. Rehabilitasi Bendung Tirtonadi merupakan bagian dari pekerjaan normalisasi Kali Pepe Hulu sepanjang 1.566 meter. Normalisasi termasuk perkuatan tebing-tebing kali yang kritis, pemasangan pintu air dan pompa.

“Pada saat musim kemarau, pintu Bendung akan ditutup, sehingga menjadi long storage yang dapat menampung 1 juta m3 air. Pada musim hujan akan dibuka dengan kapasitas pengaliran air 1.048 m3 per detik, atau lebih besar dari debit awal 390 m3 per detik,” Terang Menteri Basuki

Penanganan Kali Pepe Hulu diharapkan dapat memberi manfaat dalam mengurangi risiko banjir seluas kurang lebih 110 hektar di Kecamatan Banjarsari. Sementara di daerah hilir akan mengurangi risiko banjir seluas kurang lebih 80 hektar di Kecamatan Pasar Kliwon, dan Laweyan.

“Saat ini progres normalisasi Kali Pepe sudah 86%. Diharapkan nantinya dapat difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air baku dan sarana rekreasi. Kita lengkapi dengan dermaga, sehingga bisa untuk wisata air di tengah kota. Dulu lebarnya cuma 20 meter, sekarang menjadi 60 meter,” Terang Menteri Basuki.

Sementara untuk pekerjaan Kali Pepe Hilir diantaranya berupa pekerjaan tebing beton sepanjang 10.115 meter di sisi kanan dan kiri mulai dari pintu inlet di ruas Kelurahan Gilingan hingga Pintu Air Demangan, perbaikan pagar, penataan bantaran dan pengerukan badan sungai. Bertindak sebagai Kontraktor pelaksana adalah PT. Basuki Rahmanta Putra dengan nilai kontrak sebesar Rp 121,45 miliar dengan kontrak tahun jamak 2016-2018.

Kota Solo atau Surakarta merupakan dataran rendah dan menjadi pertemuan beberapa sungai, yakni Kali Pepe, Kali Gajah Putih, Kali Anyar, Kali Premulung dan Sungai Bengawan Solo.  Pengendalian banjir Kota Solo sangat penting agar terciptanya suasana kota yang nyaman bagi masyarakat Solo dan sekitarnya (DATINBBWSBS/sita-arie).