Monday, 18 February 2019
Monday, 18 February 2019
Home » BERITA BBWS-PJ » Rencana Pembangunan Bendungan baru akan Segera Terwujud

Rencana Pembangunan Bendungan baru akan Segera Terwujud

Selain faktor curah hujan tinggi, penyebab terjadinya bencana banjir dan tanah longsor khususnya di wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa adalah kerusakan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Bendungan Bili-Bili dan tingginya debit Sungai Jenelata.

Setelah melaksanakan rapat penanggulangan bencana banjir dan longsor di Provinsi Sulawesi Selatan, Wapres RI, Jusuf Kalla menginstruksikan untuk merevitalisasi dan reboisasi DAS pada Hulu Bendungan Bili-bili serta memperbaiki infrastruktur yang terdampak untuk memulihkan kegiatan sosial ekonomi masyarakat pasca bencana banjir. Wapres juga menginstruksikan untuk melaksanakan pembangunan Bendungan baru.

Menindaklanjuti hasil rapat penanggulangan bencana banjir dan longsor Provinsi Sulawesi Selatan akhir pekan lalu, Selasa Sore (29/1) Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, T. Iskandar diundang Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah untuk memaparkan informasi rencana pembangunan Bendungan Jenelata Kabupaten Gowa.

T. Iskandar, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang menyampaikan kesiapan rencana pembangunan Bendungan Jenelata Kabupaten Gowa. Persiapan desain sudah dilaksanakan mulai dari Study Kelayakan, Detail Desain, LARAP, Model Test Bendungan, Studi Investigasi, AMDAL, dan sekarang sudah masuk proses Sertifikasi Desain. Namun faktor nonteknis akan menjadi kendala seperti pembebasan lahan, untuk diminta agar dapat membantu dalam proses tersebut.

Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menyampaikan apresiasi dan siap mendukung terkait rencana pembangunan Bendungan Jenelata. Harapannya, agar konstruksinya bisa dilaksanakan dengan cepat.

Rencana Pembangunan Bendungan Jenelata terletak di Desa Tana Karaeng, Desa Pattalikang, dan Desa Moncongloe, Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa. Dengan perkiraan kebutuhan luas lahan kurang lebih 1.702 Ha, Bendungan Jenelata ini nantinya akan menampung volume tampungan maksimal 246 juta Meter kubik, menjadikan Bendungan Jenelata ini sebagai Bendungan terbesar kedua setelah Bendungan Bili-Bili.

Bendungan Jenelata mempunyai fungsi sebagai pengendalian banjir sungai jenelata 1.800,46 m3/dt menjadi 792,20 m3/dt dengan pengendalian banjir periode ulang 50 tahun, Mampu menyediakan air irigasi  seluas total 23.690 ha meliputi D.I Bili-bili, DI Bissua dan D.I Kampili dengan intensitas tanam 300 % dengan pola tanam Padi-Padi-Palawija, sebagai Penyediaan air baku total 7,80 m3/dt untuk Air Baku Bili-bili, Air baku Jenalata, kebutuhan air pabrik gula Takalar dan lahan tebu, dan Intake Sungguminasa, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 0,40 MW.(SISDA)