Thursday, 20 June 2019
Thursday, 20 June 2019
Home » BERITA BBWS-PJ » Sinergitas Program Pasca Pengerukan di Danau Tempe

Sinergitas Program Pasca Pengerukan di Danau Tempe

Kabupaten Soppeng, Sabtu (6/4) Pengerukan pada Revitalisasi Danau Tempe (RDT) yang melintasi Kabupaten Wajo, Soppeng, dan Sidrap hampir rampung. Pemerintah pun telah menyiapkan konsep terpadu untuk pemanfaatannya. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengadakan pertemuan antara BBWS Pompengan Jeneberang, Tim Ahli dan Pimpinan SKPD serta dihadiri oleh Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, Bupati Sidrap, Dollah Mando, dan Bupati Wajo, Amran Machmud. Tujuan pertemuan ini adalah membahas permasalahan di Danau Tempe serta pencegahan dan penanganan permasalahan tersebut.
diharapkan agar ada kegiatan berkelanjutan yang bersinergi antara perangkat –perangkat Daerah dan beberapa instansi dalam penanganan Danau Tempe. Gubernur mengharapakan masukan-masukan tersebut agar nanti ada daya tarik yang dapat diciptakan danau tempe dari segi wisata. Oleh karena itu, pentingnya penjagaan konservasi di area sekitar Danau. Utamanya yang ada didalam Danau Tempe.
Danau Tempe merupakan Danau dataran rendah sehingga menyebabkan banjir tiap tahun disekitar wilayah danau, begitu juga diperparah dengan laju sedimen yang sangat tinggi, sekitar 0,4 cm per tahun.
Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak mengatakan agar program selanjutnya dapat dilaksanakan secara bersamaan dengan kabupaten lain, sehingga ada kebersamaan dalam pelaksanaannya. Pak bupati juga menambahkan agar dilakukan pembangunan bendungan padangeng karena desain sudah ada di BBWS Pompengan Jeneberang. Lahan sudah siap untuk dilaksanakan pembangunan.

Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Suparji mengatakan Danau ini merupakan salah satu dari 15 danau kritis di Indonesia yang sedang direvitalisasi. Sebelumnya, kondisi Danau Tempe mengalami pendangkalan akibat massifnya pertumbuhan eceng gondok, sedimentasi, dan okupasi lahan. Setelah pengerukan selesai, tugas lainnya adalah pembangunan tanggul dan jalan lingkar disekitar Danau Tempe. Termasuk melakukan reboisasi daerah hulu agar memperlambat laju sedimen yang masuk ke Danau.
Dari hasil pertemuan tersebut, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menggagas Pembangunan jalan lingkar yang akan mengelilingi Danau Tempe, namun Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Suparji akan mengkaji terlebih dahulu daya dukung tanah terhadap pembangunan Jalan lingkar tersebut.
PPK Revitalisasi Danau Tempe, Muhammad Akil memyampaikan, pengerukan Danau Tempe seluas 242 Hektar di Wilayah Desa Pakkanna dan Assorajang, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo telah selesai 100%. Volume hasil pengerukan mencapai 2,8 juta M³ lebih.

Revitalisasi Danau Tempe diharapkan dapat mengembalikan fungsi alami danau sebagai tampungan air, termasuk penataan di kawasan daerah aliran sungai.
Kegiatan revitalisasi Danau Tempe berupa pengerukan sedimen danau, yang mencapai 8,58 juta M³, pemancangan cerucuk bambu, pengendalian gulma air dengan pembersihan rutin eceng gondok serta pemasangan geokomposit dan geosintetis. sehingga dari kegiatan pengerukan tersebut,tampungan efektif danau dapat menambah sekitar 7,2 m³ pada kegiatan tersebut.(SISDA)