Saturday, 20 July 2019
Saturday, 20 July 2019
Home » BERITA BBWS-PJ » Puncak Rangkaian Kegiatan Hari Air Dunia 2019 di lingkup BBWS Pompengan Jeneberang

Puncak Rangkaian Kegiatan Hari Air Dunia 2019 di lingkup BBWS Pompengan Jeneberang

Peringatan Hari Air Dunia merupakan bentuk usaha melibatkan masyarakat, komunitas, dan pihak akademisi untuk menjaga dan melestarikan air bersih untuk kehidupan berkelanjutan.

Pada puncak peringatan Hari Air Dunia tahun 2019, BBWS Pompengan Jeneberang menggelar kegiatan penanaman pohon. Bertempat di Kebun Arboretum Kayuara Salapang, Waduk Bili-bili, Kabupaten Gowa, Rabu (24/4).

Suparji, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang melaporkan, pada puncak perayaan Hari Air Dunia ini, sebanyak 500 bibit pohon terdiri dari Pohon Bitti (Vitex cofassus) sebanyak 100 pohon, Pohon Trambesi (Samanea Saman) 100 pohon, Pohon Bayam Jawa (maesopsis eminii) 100 pohon, Pohon Mahoni (swietenia mahagoni) 100 pohon, dan pohon durian (durio zibethinus) juga 100 pohon. ditanam disekitar areal waduk Bili-bili.

BBWS Pompengan Jeneberang telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Air Dunia tahun 2019, diantaranya ; Lomba Gateball, Lomba Bersih Kanal, Lomba Foto, Lomba Mewarnai, Lomba Susur Sungai, Focus Group Discussion (FGD), dan pada puncak peringatan Hari Air Dunia hari ini kita melaksanakan Aksi Penanaman Pohon di Kebun Arboretum, Waduk Bili-bili.

Harapan kami dengan diadakannya acara Peringatan hari Air Dunia ke-27 ini, kepedulian dan kecintaan untuk menjaga kelestarian air dan sumber-sumber air akan senantiasa tetap hadir dalam setiap aspek kehidupan kita bukan hanya sebatas kegiatan pada hari ini saja. Oleh karena itu, melestarikan air sangatlah penting agar tetap terjaga sehingga dapat diakses oleh semua pihak.

Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan diwakili oleh Kepala Dinas SDA, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Andi Darmawan Bintang menyampaikan sambutan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Saat ini, lebih dari 2 milyar jiwa atau 40% penduduk dunia hidup tanpa air bersih. Pertumbuhan populasi penduduk yang sangat cepat menyebabkan kebutuhan akan air bertambah hingga 30% pada tahun 2050.

Di Indonesia, pemerataan penyediaan air bersih menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sumber air terpadu dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian PUPR telah menetapakan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) sebagai dasar peyusunan program pembangunan infrastruktur terpadu guna pemerataan distribusi air agar semua penduduk Indonesia mendapatkan air bersih yang layak sesuai dengan tema Hari air Dunia Tahun ini.

Peringatan HAD merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perhatian publik akan pentingnya air dan pengelolaan sumber-sumber air yang berkelanjutan. Kami mengajak kepada generasi milenial untuk turut berperan aktif menjaga lingkungan dan air.

Upaya menjaga ketahanan air ini harus dilaksanakan oleh semua pihak antara lain melalui kegiatan aksi daerah pembersihan sungai/danau, pembersihan sampah, susur sungai, penanaman pohon, pembuatan lubang biopori.

Dari semua kegiatan tersebut diharapkan terbentuk pemahaman dan kesadaran masyarakat tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga dapat berkontribusi memelihara alam dan lingkungan yang merupakan sumber air

Dalam kegiatan puncak ini, panitia mengumumkan dan menyerahkan piala pemenang lomba yang telah dilaksanakan beberapa pekan lalu.

Puncak perayaan Hari Air Dunia ini dihadiri oleh seluruh pegawai BBWS Pompengan Jeneberang, Paguyuban Ibu BBWS Pompengan Jeneberang, TNI, POLRI, Pemerintah Provinsi dan Jajarannya, Pemerintah Kabupaten Gowa dan Jajarannya, Pemerintah Kota Makassar, Unsur-unsur Kementerian dan Jajarannya, akademisi, mahasiswa, Anggota HATHI, masyarakat pemerhati air, serta komunitas peduli sungai.(SISDA)