150 Bronjong Untuk Normalisasi Sungai Opak


Hujan lebat yang terjadi awal Februari menjadikan muka air Sungai Opak terus meninggi, volume air yang besar serta derasnya aliran air sungai menggerus bantaran sungai hingga mengakibatkan beberapa rumah warga yang berdiri diatas sempadan roboh. Salah satu titik yang alami kerusakan parah akibat gerusan air Sungai Opak terjadi di Dusun Randusari, Bokoharjo, Prambanan. Menindaklanjuti kejadian tersebut BBWS Serayu Opak bersama warga setempat, Polsek Prambanan, Danramil Prambanan, BPBD Sleman serta relawan Bondowoso (Komunitas Peduli Sungai Opak) antusias melakukan gotong royong pemasangan bronjong untuk perkuat bantaran sungai.

Sejumlah 150 kawat bronjong diberikan oleh BBWS Serayu Opak untuk menanggulangi dan mengantisipasi dampak buruk tersebut. Satu buah alat berat (excavator) dengan enam hari masa kerja dikerahkan untuk membantu proses normalisasi tersebut. Selain pemasanagn kawat bronjong, Pemerintah desa Bokoharjo bersama dinas terkait juga menyiapkan sekitar 1.000 karung plastik untuk membuat tanggul darurat untuk mencegah luapan banjir dipemukiman sekitar bantaran sungai. Ini juga sebagai cadangan jika tanggul sungai atau saluran irigasi rusak akibat diterjang banjir maupun tergerus aliran lahar dingin. Pembangunan tanggul permanen belum bisa terealisasi tahun ini karena perlu mempertimbangkan stabilitas dan karakteristik sungai pasca erupsi.(iq)