BBWS Serayu Opak Upayakan Terwujudnya Petugas TP-OP Handal dan Responsif

Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Irigasi yang handal dan responsif diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan jaringan irigasi secara maksimal sehingga dapat menunjang program pemerintah menuju swasembada pangan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Ditjen SDA Kementerian PUPR Tuti Sutiarsih saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Petugas OP Irigasi pada Rabu (26/9) di Yogyakarta.

“Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) tentang pengelolaan OP Irigasi dilakukanlah Bimbingan Teknis Petugas OP Irigasi pada Tugas Pembantuan Operasi dan Pemeliharaan (TP OP) Bidang Irigasi dengan tujuan menciptakan petugas OP irigasi yang handal, responsiF dan dapat sebagai ujung tombak pemerintah pusat melaksanakan program TP OP Bidang Irigasi terhadap jaringan irigasi kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah,” papar Tuti.

Petugas OP sebagai ujung tombak dapat memberikan informasi dan masukan mengenai kondisi pada tiap-tiap jaringan maupun daerah irigasi kewenangan pusat bilamana terjadi kerusakan dapat menjadi perhatian serius untuk dilakukannya perbaikan dan atau rehabilitasi. Tuti berharap peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan serius sehingga dapat menyerap ilmu dari narasumber dan mengaplikasikannya dalam melaksanakan tugas sebagai petugas OP Irigasi.

Bertindak sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Jafung Utama SDA IV/e Syamsoeddin Mansoer menjelaskan bahwa Operasi jaringan irigasi adalah upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, termasuk kegiatan membuka menutup pintu bangunan irigasi, menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem golongan, menyusun rencana pembagian air, melaksanakan kalibrasi pintu/bangunan, mengumpulkan data, memantau, dan mengevaluasi. Sementara Pemeliharaan jaringan irigasi merupakan upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya.

“Ruang lingkup Operasi Jaringan Irigasi meliputi Perencanaan (Planning), Pelaksanaan (Organizing and Actuating) serta Monitoring dan Evaluasi (Controling). Kemudian lingkup Pemeliharaan Jaringan Irigasi berupa Inventarisasi Jaringan Irigasi, Pendukung, Perencanaan, Pelaksanaan Pemeliharaan Jar. Irigasi dan Pemantauan dan Evaluasi,” terang Syamsoedin. Melalui kegiatan tersebut peserta diharapkan mampu memahami tentang operasi dan jaringan irigasi, pemeliharaan jaringan irigasi, pemeliharaan bendung, inventarisasi jaringan irigasi, penghitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeloharaan (AKNOP), organisasi dan SDM pengelolaan jaringan irigasi. (rfq)