Kerja Sama Semua Pihak Untuk Menjaga Kelestarian Air


Demi terselenggaranya air yang berkelanjutan, semua elemen masyarakat harus andil dalam pengupayaanya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Tri Bayu Adji saat memberikan sambutan acara Peringatan Hari Air Dunia (HAD) ke-XXVI di Universitas Gadjah Mada (UGM) Residence, Kamis (29/3).

“Para stakeholder, pemerintah, akademisi, dan seluruh kalangan masyarakat sudah semestinya ikut melestarikan air. Kelestarian air sekarang bukan hanya dapat dilakukan oleh pemerintah, namun kami berharap semua pihak ikut melestarikan,” katanya.

Terjadinya degradasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) beberapa tahun ini, selain disebabkan perubahan iklim alam juga karena adanya eksploitasi penambangan di daerah hulu dan banyaknya mata air yang rusak. Oleh karenanya, diperlukan peran semua pihak untuk semakin peduli terhadap sumber-sumber air.

Tri Bayu mengatakan bahwa pihaknya beserta Komunitas Sungai telah menemukan 20 titik mata air di daerah Kulonprogo, kendati demikian tindakan edukatif dan persuasif kepada masayarakat perlu ditingkatkan untuk menjaga keberadaan mata air-mata air tersebut.

Pada kesempatan tersebut Kepala BBWS Serayu Opak menyampaikan apresiasinya kepada komunitas-komunitas sungai di Yogyakarta yang giat peduli terhadap sungai, tidak hanya menjaga kelestarian sumber air, namun juga menjaga kualitas air agar tetap bersih dan layak dimanfaatkan.

“Kami juga berdiskusi dengan teman-teman dari Cipta Karya yang memiliki progam 100-0-100 (target 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak) dengan membangun IPAL komunal untuk mengumpulkan air limbah domestik untuk kemudian disalurkan ke sungai,” terangnya.

“Ayo kita jaga bersama-sama kelestarian alam ini sehingga keteresediaan air bisa terjaga penuh,” tutup Tri Bayu. (rfq/ifn-bbwsso)