Rawa Bendungan Diproyeksikan Jadi Sumber Air Baku Cilacap


Keberadaan Embung Rawa Bendungan di Kabupaten Cilacap yang tidak pernah kering meskipun di musim kemarau sehingga hal ini merupakan anugerah yang harus dijaga. Sehingga, ke depan Embung Rawa bendungan diharapkan dapat menjadi back-up sumber air baku bagi kota Cilacap. Sementara ini, sumber air baku Cilacap masih mengandalkan sumber dari Sungai Serayu, namun mulai terkena intrusi air laut.

“Untuk mengatasinya, pada tahun ini kami juga akan mulai menambah program air baku yang diambilkan langsung dari bendung Gerak Serayu,” papar Kepala BBWS Serayu Opak Tri Bayu Adji pada acara Bersih Rawa Bendungan dalam rangka Hari Air Dunia (HAD) XXVI Tahun 2018, Rabu (18/4) di Cilacap, Jawa Tengah.

Tri Bayu menjelaskan bahwa saat ini status Embung Rawa Bendungan sudah jelas, yakni di bawah kewenangan BBWS Serayu Opak. Oleh karena itu, pihaknya merencanakan revitalisasi Rawa Bendungan. “Pada hari ini, kegiatan akan kami mulai dengan menurunkan alat berat untuk membersihkan Rawa Bendungan. Ke depan, juga akan dilakukan pengukuran untuk luasannya,” ujarnya.

Khusus untuk penanganan gulma di Rawa Bendungan yaitu berupa eceng gondok, Kepala BBWS Serayu Opak mengatakan apabila tidak dimanfaatkan, maka eceng gondok akan dibersihkan dengan mesin pemotong. “Harapannya, ke depan Embung Rawa Bendungan berfungsi seperti semula. Dan kami harap warga masyarakat dapat menjaga keberlangsungan embung ini,” kata Tri Bayu.

Sementara itu, Bupati Cilacap yang diwakili Asisten 3 Bidang Administrasi Indro Cahyono berharap ke depan keberadaan Embung Rawa Bendungan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di sekitarnya. “Kami atas nama pribadi dan pemerintah Kabupaten Cilacap menyambut baik dan memberi apresiasi atas kegiatan Bersih Rawa Bendungan ini. Kami juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BBWS Serayu Opak dan semua pihak atas kerja keras dan partisipasinya dalam kegiatan ini,” katanya.

Indro menjelaskan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses air bersih yang sehat dan setiap warga negara memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengendalian lingkungan hidup. Pengelolaan ini harus didasarkan pada asas tanggung jawab, asas keberlanjutan, dan asas keadilan. “Pengelolaan lingkungan juga harus dapat memberikan kemanfaatan ekonomi dan sosial budaya yang dilaksanakan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan pengakuan terhadap kearifan lokal,” tegasnya. (ifn)