SIG Untuk Efisiensi Pengelolaan SDA

Kemampuan teknis dalam mengoperasikan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh para pengelola Sumber Daya Air (SDA), hal tersebut untuk mencapai keakuratan dan efisiensi database. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Ditjen SDA Kementerian PUPR Tri Bayu Adji saat membuka Pelatihan Implementasi SIG dalam Pengelolaan SDA Tahun 2018 di Yogyakarta (31/10).
Sistem Informasi Geografis merupakan sistem informasi khusus yang mengelola data dan informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem komputer dalam SIG memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis,
Manfaat Sistem Informasi Geografi (SIG) dalam inventarisasi SDA dan pembangunan adalah sebagai Pengawasan daerah bencana alam, untuk memantau luas wilayah bencana alam dan untuk pencegahan terjadinya bencana alam di waktu yang akan datang, serta berguna untuk menyusun rencana-rencana pembangunan kembali daerah bencana. Selain itu GIS juga bermanfaat untuk menginventarisasikan SDA. Beberapa sumber daya air dapat didistribusikan seperti kualitas air, baik air di permukaan maupun air tanah, lokasi sumber air, lokasi jaringan penyediaan air dan sebagainya.
“Dengan adanya sistem informasi geografis sumber daya air ini, diharapkan dapat menunjang upaya menyusun sistem informasi geografis sumber daya air dan menyiapkan database seperti sumber air baku, irigasi, banjir, pantai dan curah hujan sebagai pendukung pengelolaan sumber daya air untuk menghasilkan informasi yang berfungsi sebagai pedoman dan arahan dalam upaya penyediaan sumber air, baik air baku maupun jaringan irigasi serta pengendalian daya rusak air seperti banjir dan abrasi,” papar Tri Bayu.
Usai mengikuti pelatihan, peserta diharapkan dapat mengoperasikan perangkat lunak GIS untuk keperluan pengolahan data geospasial. Sehingga para pihak terkait dapat melakukan analisa spasial menggunakan GIS serta untuk menjawab kebutuhan informasi dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air.
Ketua Panitia Dicky Maulana menyatakan, tujuan dilakukannya pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas kemampuan sumber daya manusia bidang sumber daya air sehingga dapat menyusun basis data spasial dan bentuk-bentuk analisa spasial yang relevan bagi pengelolaan sumber daya air. “Peningkatan kualitas ini mutlak diperlukan untuk mendukung keandalan data. Kelak, kesempatan yang baik ini akan sangat berguna dalam aplikasi ilmu hidrologi untuk mengatasi permasalahan di bidang sumber daya air di Wilayah Sungai Serayu Opak,” terangnya.