Sleman Berkomitmen Jaga Ketersediaan Air


Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menjaga ketersediaan air agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan tidak hanya mengalir terbuang ke laut. Apalagi, secara geografis Sleman berada di daerah hulu dengan puncaknya di Gunung Merapi. Sehingga, air yang berasal dari lereng Gunung Merapi tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Sleman, tetapi juga masyarakat di Kota Yogyakarta dan yang berada di daerah selatan.

Demikian disampaikan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo dalam acara Peringatan Hari Air Dunia (XXVI) Tahun 2018 Tingkat Kabupaten Sleman yang digelar pada Kamis (22/3) di kawasan Embung Tambakboyo, Sleman. Hadir dalam acara tersebut, jajaran pejabat dari instansi terkait, termasuk Kepala BBWS Serayu Opak Tri Bayu Adji.

Bupati Sleman menegaskan, dalam rangka menjaga kelestarian dan keberlangsungan air, perlu adanya kesadaran bersama sehingga tidak terjadi kekeringan di musim kemarau maupun banjir di musim hujan. “Di Kabupaten Sleman sendiri ketersediaan air bisa dikatakan relatif cukup, dengan jumlah mata air yang sudah teridentifikasi lebih dari 200 sumber air. Kemudian jumlah bendung mencapai 878 buah, meliputi bendung yang besar, sedang, maupun kecil, termasuk di tempat kita sekarang ini di Embung Tambakboyo,” ujarnya.

Kabupaten Sleman, kata Sri Purnomo, juga selalu mengupayakan pengelolaan air dengan memperhatikan aspek konservasi dan pengendalian daya rusak air. Konservasi air dilakukan secara vegetatif (menanam pohon) maupun secara fisik. Bahkan, kalangan perusahaan swasta dan masyarakat umum juga dilibatkan dalam kegiatan penanaman pohon tersebut.

Sedangkan untuk pengendalian daya rusak air, diupayakan langkah-langkah antisipasi terhadap efek negatif yang disebabkan ketersediaan air yang berlebih, seperti banjir dan kerusakan akibat erupsi Gunung Merapi. “Kami bersama dinas terkait dan BBWS Serayu Opak selalu melakukan perbaikan agar daya rusak air tidak mengakibatkan kerusakan yang lebih besar bagi masyarakat,” papar Bupati Sleman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman R. Sapto Winarno mengatakan saat ini ketersediaan air bersih semakin berkurang. Hal ini disebabkan berbagai masalah, antara lain pencemaran limbah dan pengambilan sumber daya alam yang tidak terkendali. “Sementara itu, di berbagai daerah lain terjadi banjir. Hal ini tentu membuat kita harus melakukan perbaikan agar kondisi air tetap terjaga,” katanya. (ifn/bbwsso)