Respon Banjir, BWS Sulawesi II Turun Kelapangan

184

SISDA BWS SUL II – Senin (02/03/2020), BWS Sulawesi II meninjau beberapa lokasi titik banjir di Provinsi Gorontalo terkait dengan tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari ini. Kepala Balai langsung memerintahkan jajarannya posko banjir untuk membagi tim secara terpisah agar semua titik bisa mendapatkan tanggap darurat yang cepat dan bersamaan.

Kondisi Sungai Penyebab Banjir, Foto : Humas
Kabalai Tinjau Lokasi Penyebab Banjir, Foto : Humas

Lokasi pertama berada di berada di sungai Tonuliita, Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto. Dari data yang didapat dilapangan, curah hujan DAS Limboto Isimu Raya sebesar 46,8 mm berdurasi rata-rata 13 jam dengan hujan ringan yang berakibat pada meluapnya sungai Tonuliita yang menyebabkan tergenangnya beberapa rumah disekitar jembatan, areal persawahan seluas lebih kurang 50 Hektar, serta terjadi penumpukan sampah dan kayu pada hulu jembatan.

Bws Sulawesi II Menurunkan Truk Pompa Di liokasi Banjir
Kabalai Meninjau Lokasi Banjir, Foto : Humas
Kabalai Berkordinasi Dengan Jajarannya, Foto : Humas

BWS Sulawesi II melakukan penanganan darurat sementara menggunakan alat berat untuk membersihkan sampah dan kayu dari jembatan dan telah melakukan desain pengendalian banjir kawasan isimu. Lokasi berikutnya berada di sungai Diloniyohu (DAS) Paguyaman Kec. Boliyohuto. Terpantau curah hujan 183 mm dengan durasi 10 jam dengan intensitas hujan lebat menyebabkan meluapnya sungai Diloniyohu yang menggenangi 488KK, 2 masjid, 5 sekolah, 2 pustu serta areal persawahan seluas 465 Hektar. Areal persawahan Daerah Irigasi Bulia seluas 300 Hektar terancam gagal panen akibat terputusnya talang suplesi paguyaman sepanjang 40 meter.

Kabalai Meninjau Lokasi Jembatan yang Hampir Putus, Foto : Humas

Sementara di Gorontalo Utara terdapat 3 luapan sungai yaitu sungai Ilangata (DAS) Datahu, sungai Tolango (DAS) Tolango dan sungai Tudi (DAS) Tudi. Data dilapangan menunjukan bahwa curah hujan DAS Tudi Anggrek sebesar 183 mm dengan durasi 11 jam intensitas lebat. Hal ini menyebabkan meluapnya sungai Ilangata dengan tinggi genangan berkisar 30cm-100cm dan merendam 36 Rumah dan 1 buah Masjid. Sungai Tolango dengan tinggi genangan berkisar 40cm-60cm merendam 64 Rumah, 3 Masjid, 3 Sekolah dan 1 kantor Desa serta sungai Tudi dengan tinggi genangan berkisar 40cm-100cm merendam 544 Rumah, 1 Sekolah dan 1 kantor Desa.

Foto Talang Air yang Terputus disebabkan Banjir, Foto : Humas

BWS Sulawesi II telah menyiapkan dan memompa dititik-titik genangan untuk menguras air yang terjebak di pemukiman warga dan juga melakukan rencana jangka panjang dengan mendesain rehab bangunan talang serta desain pengendalian banjir.