BWS Sulawesi II Tinjau Kegiatan P3TGAI Di Kab. Gorontalo & Gorontalo Utara

0
147

SISDA BWS SUL II, GORONTALO – Untuk meningkatkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam hal ini BWS Sulawesi II melakukan kunjungan ke lokasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang berada di Desa Balahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Dalam kunjungan kali ini BWS Sulawesi II yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai didampingi Tim Pembina P3TGAI Pusat yang turun langsung melihat proses dan dampaknya ke masyarakat.

Diketahui Tahun 2019 ini BWS Sulawesi II memiliki memiliki 200 lokasi P3TGAI dan Desa Balahu sendiri merupakan salah satu desa yang mendapat kegiatan ini. Saluran ini memiliki Panjang 385 meter dan menjangkau 30 hektar sawah yang menyambung dari saluran tersier milik Pemerintah Kab. Gorontalo, progress pekerjaan saluran tersier ini sudah mencapai 30%.

Kepala BWS Sulawesi II Adenan Rasyid, ST., MT mengatakan “diharapkan nantinya saluran ini bisa dijaga dan dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa meningkatkan produksi petani sehingga manfaatnya bisa dapat dirasakan bersama-sama dan juga para petani agar memperhatikan pintu-pintu air yang dibuat. Nantinya tidak akan ada pembobolan saluran hanya untuk membuka pintu air baru”. “pekerjaan ini setelah selesai tidak akan ada pemeliharaan karena ini menjadi tugas dari petani, pemerintah hanya memfasilitasi”, tambah Isnaen Muhidin, ST., MT selaku Kepala SNVT Operasi & Pemeliharaan Sulawesi II.
Selanjutnya Tim BWS Sulawesi II melanjutkan peninjauan pada pekerjaan P3TGAI di Desa Bulalo Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, dimana progress pekerjaan saluran tersier ini sudah mencapai 20% dari total Panjang 350 meter.

Dalam kesempatan yang sama Basuki Wiyono selaku Tim Pembina P3TGAI Pusat mengatakan “P3TGAI ini adalah bukti kepedulian pemerintah dalam memperhatikan masyarakat kecil yang menginginkan lancarnya aliran air yang ada di sawah milik mereka. Alhamdulillah disini hasilnya sangat memuaskan, semoga kedepannya pemerintah akan lebih meningkatkan lagi penanganan saluran tersier yang selama ini dibutuhkan oleh masyarakat khususnya petani”.

Dengan adanya program P3TGAi ini diharapkan dapat menumbuhkan partisipasi masyarakat khususnya petani dalam perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan dan prinsip kemandirian.