Monev Kegiatan Satker O&P BWS Sulawesi II Gorontalo

0
144

SISDA BWS SUL II, GORONTALO – Minggu (06/10/2019). Memasuki triwulan keempat, Balai Wilayah Sungai Sulawesi II melalui kegiatan Operasi dan Pemeliharaan rutin terus berkomitmen dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev ) pekerjaan dibeberapa lokasi di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Pekerjaan yang menjadi yang menjadi kewenangan dan pengawasan BWS Sulawesi II diantaranya, Embung Isimu Utara, Bendung Alopohu, Bendung Pohu, Saluran Sekunder D.I Alopohu, Checkdam Pohu dan Checkdam Alo I di Kabupaten Gorontalo. Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan berkala dengan tujuan untuk memantau dan memastikan langsung kegiatan pemeliharaan terhadap bangunan-bangunan air yang telah dibangun oleh BWS Sulawesi II berjalan lancar dan sesuai dengan kualitas. Selain itu juga pemantauan terhadap kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) baik yang masih terjaga maupun kondisi DAS yang sudah rusak. Kondisi DAS yang rusak dapat mengakibatkan tingkat sedimen yang tinggi, sehingga terjadi Penumpukan sedimen di beberapa Checkdam. Hal lainnya yang diperhatikan adalah pemeliharaan terhadap Bendung Alopohu dan Bendung Pohu yang menjadi perhatian serius BWS Sulawesi II.

Adenan Rasyid, ST, MT selaku Kepala BWS Sulawesi II mengatakan, “kedepan kita akan meningkatkan air baku di Embung Isimu Utara. Hal ini dikarenakan Embung tersebut dimanfaatkan sebagai IPA (Instalasi Pengolahan Air) yang dikelola oleh Pemerintah Daerah. Sementara Kondisi Bendung Alopohu dibagian hilir mengalami erosi yang sangat cepat dan beberapa pilar jembatan sudah mulai rusak dan ini menjadi perhatian kita kedepan. Kemudian untuk checkdam dan saluran sekunder mengalami penumpukan sedimen yang besar dan kita sudah melakukan penggalian. Kedepan kita akan perjuangkan agar ini menjadi kegiatan penggalian sedimen rutin karena penumpukan sedimen-sedimen inilah yang menjadi salah satu penyebab pendangkalan Danau Limboto”, ujarnya.

Selanjutnya Tim Balai Wilayah Sungai Sulawesi II yang dipimpin langsung oleh Adenan Rasyid, ST, MT beserta Jajarannya beranjak ke lokasi pemeliharaan Reflektor Pengaman Pantai Monano. Reflektor Pengaman Pantai Monano berfungsi sebagai pelindung/penahan terhadap kekuatan gelombang yang dapat mengakibatkan terjadinya abrasi pantai yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Pantai Monano memiliki karakteristik gelombang tinggi seperti yang terjadi pada bulan juli-september yang lalu.

Dalam kesempatan yang sama Isnaen Muhidin, ST, MT selaku Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharan Sulawesi II mengatakan bahwa “Setelah sebelumnya pada bulan September kemarin masih dibawah 10%. Masuk Oktober pekerjaan Pemeliharaan Pantai Monano ini sudah memasuki 38% persen dan defiasi sekitar 3% dari 41%. Memang masih terdaapat keterlamabatan pekerjaan, dikarenakan terkendala sangat jauhnya tempat pengambilan material tetapi kita optimis bahwa pekerjaan ini dapat selesai akhir Oktober atau awal November ini lebih cepat dari kontrak akhir Desember karena pihak pelaksana sudah melakukan penambahan armada untuk pengambilan material”, tutupnya.

Setelah meninjau lokasi pekerjaan Operasi dan Pemeliharaan Pantai Monano, Tim BWS Sulawesi II melanjutkan monitoring ke Sungai Andegile yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Utara yang sebelumnya diketahui bahwa sungai ini mengalami degradasi yang cukup serius hingga membuat beberapa pemukiman warga yang berada di bantaran sungai mengalami kerusakan parah karena longsor dan bergesernya badan sungai akibat meluapnya air ketika musim penghujan.