SEJARAH HARI BHAKTI PU

0
409

Bekerja Keras – Bergerak Cepat – Bertindak Tepat , moto Kementerian Pekerjaan Umum yang menjadi penyemangat seluruh pegawai di lingkup Pekerjaan Umum di Indonesia. Tahukah bahwa setiap tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Bhakti PU? 

Latar belakang peringatan Hari Bhakti Pekerjaan Umum berawal dari gugurnya dan hilangnya 7 Pemuda Pegawai Dinas Pekerjaan Umum dalam pertempuran melawan penjajah Belanda. Peristiwa tersebut terjadi 3 Desember 1945 di Bandung, tepatnya di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat (Gedung Sate sekarang). Para pemuda yang merupakan pegawai PU itu ditugaskan untuk memelihara dan menjaga keamanan, dan menjaga ketertiban Gedung Sate serta kekayaan Milik Negara yang ada di dalamnya. Hari itu sekitar pukul 11.00.WIB, Gedung Sate diserbu pasukan Sekutu dan Belanda dari segala penjuru. Setelah melakukan perlawanan sengit selama 4 jam, akhirnya dari 21 orang pemuda diketahui 7 orang hilang dan dinyatakan telah gugur, seorang lagi luka ringan. Ketujuh pemuda yang hilang dan tidak diketahui makamnya hingga saat sekarang itu adalah Didi Hadianto kamarga, Muchtaruddin, Rana, Subengat, Suhodo, Rio Susilo dan Surjono.

Pada tanggal 3 Desember 1951, Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja pada waktu itu, Ir Ukar Bratakusuma pada Kabinet Sukiman memberikan Surat Tanda Penghargaan yang menyatakan menghormati ke-7 pegawai tersebut sebagai “Pemuda yang Berjasa.” Setelah itu dibuatkan pula “Batu Prasasti” sebagai Tanda Penghargaan yang ditempatkan di dinding Hall Gedung Sate.
Sejak itu dan berdasarkan Keputusan menteri koordinator Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja Nomor: 58/KPTS/MENKO/1965 tanggal 27 Nopember 1965, ditetapkan tanggal 3 Desember sebagai Hari Bhakti Pekerjaan Umum dengan maksud untuk menggungah semangat heroisme, rasa solidaritas dan kekeluargaan di kalangan pegawai, buruh, karyawan PU dan Tenaga Kerja, membangkitkan kesadaran sosial, jiwa kesatuan kebanggaan akan tugas dan rasa harga diri sebagai Putera Indonesia yang bekerja di bidang Pekerjaan Umum dan Tenaga Kerja, dan mengobarkan semangat persatuan dan kesatuan, semangat berjuang dan semangat bekerja untuk mengabdi kepada perjuangan kemerdekaan Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan membangun dunia baru yang bebas dari penghisapan manusia oleh menusia bangsa oleh bangsa.

Sumber: MetroTanjung