Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Memperingati Hari Bhakti Kementerian Pekerjaan Umum ke-66 Di Jawa Timur

Rate this item
(1 Vote)
Memperingati Hari Bhakti Kementerian Pekerjaan Umum ke-66 Di Jawa Timur Memperingati Hari Bhakti Kementerian Pekerjaan Umum ke-66 Di Jawa Timur

Benahi Jalan Desa, Pemprov Hibahkan Rp 5 Miliar Per Kabupaten

 

Brantas, Tepatnya pada Sabtu, 3 Desember 2011dalam rangka memperingati Hari BHakti Pekerjaan Umum Ke 66, seluruh jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Jawa Timur yang meliputi, Dinas PU Pengairan, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Cipta Karya, BBWS Brantas,BBPJN, Jasa Marga, BPBPAV, Balai Diklat PU Wilayah IV, dan Balai Pendidikan Konstruksi Wilayah II mengikuti upacara yang diadakan di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V, Waru, Sidoarjo yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo sebagai inspektur upacara.

Dengan mengambil tema peringatan Hari Bhakti PU Ke 66, “Dengan Semangat Sapta Taruna Kita Laksanakan Reformasi Birokrasi untuk Meningkatkan Pelayanan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman“, diharapkan kinerja seluruh jajaran PU mampu memberikan pelayanan sebaik mungkin pada masyarakat dan terutama pengabdian kepada Negara RI. Pada kesempatan itu Dr. H. Sukarwo, selaku ispektur upacara membacakan sambutan Menteri PU Djoko Kirmanto, ada hal yang sangat menarik untuk di teruskan seluruh jajaran PU/Balai. Hal utama Menteri PU memberikan motivasi agar semua kalangan melanjutkan agenda reformasi dilingkungan PU.

 

Sesuai kebijakan, Menteri PU memberikan tiga program penting di antaranya,setiap jajaran PU di bidang infrastruktur jalan diminta meningkatkan pelanyanan persevasi jalan. Bidang pelayanan itu ditarget meningkatkan kinerja dan memberikan waktu penutupan lubang jalan paling lama lima hari untuk ruas jalan Nasional.

 

Reformasi PU tidak bercokol hanya dibidang infrastruktur jalan saja, tetapi selanjutnya disebutkan adanya peningkatan pelanyanan laboratotium, sertifikasi dan advis tehnik. Yang tidak kalah menarik pada reformasi PU agar meningkatkan pengawasan operasional dan wilayah ini terbebas dari permainan korupsi pada kegiatan pemilihan pengadaan barang dan jasa di lingkungan kementerian PU dan dititkberatkan berlaku secara total dikawasan Pantura dan Jawa. .Secara skala nasional Djoko Kirmato pada sambutannya mengutarakan program reformasi tingkat nasional ada 11 prioritas pembangunan nasional Kabinet Indonesia ke III, Presiden menetapkan reformasi birokrasi dan tata kelola sebagai prioritas pertama.

 

Penataan birokrasi untuk mengwujudkan agenda besar menuju Indonesia yang aman damai dan sejahtra, membangun birokrasi PU efektif, efesien, dapat mempercepat tercapainya pemerintahan yang berwibawa dan bertekat memberikan pelanyanan yang terbaik kepada masyarakat. Usai membacakan sambutan menteri PU, Dr. H. Soekarwo, menyampaikan empat fokus pembangunan di Jawa Timur yang sangat menyentuh untuk kehidupan hajat orang banyak.

 

Dr. H. Soekarwo menjelaskan, dari ke empat pembangunan yang dimaksudkan di antaranya pembangunan insfratruktur jalan, air bersih, pertanian dan pemukiman penduduk. Keempatnya tambah Gubernur Jawa Timur, sudah terlaksana dengan baik. Terbukti setiap tahun Jawa Timur menjadi juara tingkat nasional. Oleh sebab itu agar semakin ditingkatkan tegas gubernur. “Dia mengharapkan kegagalan yang pernah terjadi agar semakin dihindari, contohnya dalam pembangunan pemukiman, kita semua memiliki tanggung jawab. Peranan pers sebagai control tetap berjalan untuk menjadikan pembangunan yang lebih sempurna. “pada persoalan pemukiman selama ini yang menjadi titik masalah bagaimana memidahkan orang-orang (masyarakat), namun sekarang tidak memindah tetapi bagaimana memperbaiki insfrastrukturnya, kita bangunkan rumah susun imbuh gubernur memberikan harapan agar jajaran pekerjaan umum lebih aktif dan bekerja lebih baik.

 

Persoalan infrastruktur jalan kerap menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah, ini disadari benar adanya. Menurut Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo, dengan infrastruktur jalan yang bagus maka distribusi barang akan lancar dan tak perlu ongkos yang lebih besar. Untuk itu, mulai 2012 mendatang Pemprov Jatim bakal memberikan prioritas pada perbaikan jalan di kabupaten, khusunya jalan desa yang biasa menjadi akses pengiriman produk pertanian. Tak tanggung-tanggung, dana yang dialokasikan untuk perbaiakn jalan desa itu, yakni sebesar Rp 5 miliar per kabupaten.

 

"Dengan dana bantuan untuk perbaikan infrastruktur itu, kami ingin jalan-jalan di Jatim bisa lebih bagus," kata Soekarwo saat upacara Hari Bakti Ke-66 Pekerjaan Umum (PU) Tahun 2011 di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V, Waru, Sidoarjo, Sabtu (3/12). Menurut dia, dana tiap kabupaten Rp 5 miliar itu bisa saja bertambah sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan. Adapun bantuan ini merupakan kebijakan pemprov terkait keputusan menyangkut 12,7 persen pendapatan bruto daerah itu, untuk membiayai proyek infrastruktur. Untuk itu, tiap kabupaten juga berhak atas hibah tersebut untuk membiayai infrastruktur pedesaan dan kecamatan.

 

BRANTAS – Saat ini, sekitar 30-40 persen jalan di kabupaten perlu perbaikan, dan harus masuk dalam bagian perencanaan infrastruktur pusat. Apalagi jalan kabupaten berfungsi sebagai penghubung, akan lemah jika kondisinya tak pernah baik sehingga mayarakat menderita karena ongkos angkut menjadi mahal. Kondisi ini juga akan berdampak pada harga barang.

 

Berdasarkan laporan Bank Dunia, menyangkut evaluasi pembangunan di Jatim, perlu sinkronisasi program yang dibuat oleh pemerintah pusat, dan bersinergi dengan provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, sehingga biaya jadi murah. "Banyak prgoram tidak sinkron pada saat pelaksanaan, meski awal perencanaan baik, ujar Soekarwo.

 

Pada kesempatan itu, dia juga mengungkapkan tentang kekeringan yang terjadi karena sumur dangkal, sehingga saluran air ke areal pertanian macet. Akibatnya masyarakat mencari sendiri bentuk pengairan untuk mempertahankan pertaniaannya. Persoalan ini menjadi perhatian serius dalam APBD Provinsi Jatim 2012. Terlebih saat ini di Jatim baru 40% penduduk yang menikmati air bersih, sehingga produktivitas masyarakat berkurang, karena kualitas air yang tidak bagus. Pada acara Hari Bhakti PU ke 66, Dr. H. Soekarwo, turut memberikan bantuan kepada UPTD yang berhasi. Saat penyerahan secara simbloik, Gubernur didampingi para kepala Dinas dan Kepala Balai, diantaranya Kepala Balai BBWS Brantas Eko, Subekti, Kepala dinas PU Cipta Karya, Gentur, Kepala dinas PU Pengairan Supaat, Kepala Dinas PuU Bina Marga dan Kepala Balai BBPJN V. (Sisda BBWS Brantas)

BBWS Brantas

WS Kali Brantas merupakan WS terbesar kedua di Pulau Jawa, terletak di Propinsi Jawa Timur pada 110°30' BT sampai 112°55' BT dan 7°01'LS sampai 8°15'LS. Sungai Kali Brantas mempunyai panjang ± 320 km dan memiliki luas cacthment area ± 14.103 km2 yang mencakup ± 25% luas Propinsi Jawa Timur atau ± 9% luas Pulau Jawa.

Website: bbwsbrantas@sda.pu.go.id

Leave a comment

Pastikan Anda memasukkan informasi (*) diperlukan pada tempat yang ditentukan. Kode HTML dasar diperbolehkan.

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version