Sebagai kendaraan reformasi pengelolaan sumber daya air, Program WISMP APL I telah menunjukan hasil yang positif. Hal ini ditujukan dengan beberapa hasil yang telah dicapai pada rehabilitasi jaringan irigasi, diantaranya adalah dari target 343,000 ha, telah berhasil dilaksanakan proses pembuatan desain partisipatif seluas 478 193 ha dan dari target 268,000 ha, telah berhasil dilaksanakan konstruksi Partisipatif pada areal seluas 348,398 ha.
Program Water Resources and Irrigation Sector Management Program (WISIMP) 2 dengan pembiayaan loan sebesar 150 juta USD bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dan irigasi serta produktivitas pertanian di lahan irigasi. Ada 4 (empat) komponen utama kegiatan yang perlu diperhatikan oleh PIU (Project Implementation Unit) yaitu : Komponen peningkatan kinerja pengelolaan sumber daya air, komponen peningkatan pengelolaan irigasi partisipatif, komponen rehabilitasi sistem irigasi jatiluhur dan peningkatan pengelolaanya, serta pengelolaan proyek serta technical assistance. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubdit Kerjasama Luar Negeri, Direktorat Bina Program, Ismi Farida, dalam acara sosialisasi program loan WISIMP 2, di Makassar, Sulawesi Selatan (29/03).
Program Water Resources & Irrigation Sector Management Project 2 (WISMP 2) yang mulai berlaku efektif sejak 14 November 2011 sampai dengan Desember 2016 ini, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dan irigasi serta produktivitas pertanian di lahan beririgasi.
Program Pengelolaan Sumber Daya Air dan Irigasi Tahap 2 atau Water Resources and Irrigation Sector Management Program Phase 2 (WISMP-2) merupakan kelanjutan dari program WISMP-1, yang dirancang secara utuh dan terintegrasi untuk menjangkau sasaran secara komprehensif, sehingga aspek-aspek lain yang terkait dalam pengelolaan irigasi turut dimasukan dalam lingkup program WISMP-2.
Program pengelolaan sumber daya air dan irigasi tahap 2 atau WISMP-2, merupakan lanjutan dari program WISMP APL 1 yang sudah berakhir di akhir Desember 2010. Program WISMP 2 dirancang secara utuh dan terintegrasi untuk menjangkau sasaran secara komprehensif, sehingga aspek-aspek lain yang terkait dalam pengelolaan irigasi juga turut dimasukan kedalam ruang lingkup program WISMP 2.
Pertambahan penduduk yang sangat pesat menimbulkan krisis pangan dunia yang mengakibatkan ketidakseimbangan antara produksi pangan dunia, ketergantungan pada satu komoditas pangan dan munculnya fenomena perubahan iklim yang ekstrem. Kerusakan prasarana irigasi yang mengakibatkan tingginya volume air irigasi yang hilang, berdampak pada penurunan hasil produksi pangan.
Pemerintah Indonesia telah menandatangani program WISMP II 8027-ID pada tanggal 6 Oktober 2011 dan telah berlaku efektif 14 November 2011 yang akan berlangsung selama 5 tahun (2011-2016), dan merupakan hasil kerjasama dengan World Bank dengan dana sebesar 150 juta USD.