Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Kerjasama Indonesia Jepang Dalam Teknologi Sabo Featured

Rate this item
(1 Vote)
Dirjen SDA Moh. Hasan Dalam Acara Indonesia-Japan Joint Sabo Workshop on Integrated Sediment Related Disaster Management Dirjen SDA Moh. Hasan Dalam Acara Indonesia-Japan Joint Sabo Workshop on Integrated Sediment Related Disaster Management

“Di tahun 1970 Jepang mengirim ahli sabo pertama kali ke Indonesia. Pemerintah Jepang memperkenalkan study master plan mengenai pengembangan kapasitas, perkembangan teknologi yang berkaitan dengan sabo. selama 40 tahun terakhir, tidak hanya ahli Jepang tetapi juga ahli indonesia dari sektor pemerintah dan swasta telah bekerja sama untuk memperkenalkan masyarakat terhadap bencana sedimen,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Moh. Hasan dalam acara Indonesia-Japan Joint Sabo Workshop on Integrated Sediment Related Disaster Management, (25/2) di Jakarta.

Bencana sedimentasi yang berupa lahar dingin biasanya terjadi di daerah pegunungan seperti Gunung Merapi yang ada di Yogyakarta. Sesuai dengan master plan yang disusun untuk Gunung Merapi di tahun 1980 oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) melibatkan kerjsama dalam perkembangan proyek-proyek Sabo yang terkait dengan bidang teknis yang dipusatkan di Yogyakarta (1982-2006) untuk mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi sabo termasuk dengan peningkatan kapasitas.

 

Moh. Hasan menambahkan pemerintah Indonesia juga telah melakukan penanggulangan sabo melalui Lahar Control Project yang sudah dilaksanakan pada tahun 1969. Proyek tersebut merupakan hasil kerjasama pemerintah Indonesia dan Jepang untuk memperbarui teknologi, penanggulangan sabo di Gunung Merapi yang tidak hanya perencanaan saja melainkan juga pembangunan fasilitas sabo melainkan pemasangan early system warning serta manajemen bencana berbasis masyarakat.

 

Dalam mitigasi bencana sedimen yang memiliki sejarah selama lebih dari 40 tahun pemerintah jepang dan Indonesia mengembangkan teknologi sabo seperti sand pocket, pelatihan mitigasi bencana dan simulasi tanggul aliran piroklastik.


Diharapkan kedepannya Indonesia dan Jepang dapat bekerjasama dalam menangani permasalahan sabo dan dapat bertukar pikiran dan pengalaman.

 

Turut hadir Direktur Sungai dan Pantai Pitoyo Subandrio, Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air Arie Setiadi Moerwanto dan Mantan Menteri Pekerjaan Umum Suyono Sosrodarsono.

 

(DatinSDA)

Datin SDA

Subdit Data dan Informasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Website: sda.pu.go.id

Leave a comment

Pastikan Anda memasukkan informasi (*) diperlukan pada tempat yang ditentukan. Kode HTML dasar diperbolehkan.

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version