Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

Pemilihan Petugas OP Irigasi Rawa Teladan Nasional Tahun 2013 Featured

Rate this item
(0 votes)

 

"Sebenarnya the most sophisticated irrigation system ada di indonesia, dan kepiawaian irigasi kita terletak pada kemampuan juru dan pengamat pintu air dan bukan pada teknologi dan kecanggihan infrastruktur, ditambah lagi dengan kearifan lokal dan budaya di Indonesia. untuk itu kita harus kembali membuat kejayaan masa lalu dalam hal irigasi dan rawa yang tentu saja akan meningkatkan produktivitas pertanian. Di beberapa daerah juga terdapat beberapa kearifan lokal dalam mengelola irigasi seperti subak di Bali dimana irigasi bukan hanya dikelola secara teknis tapi juga ada unsur budayanya, kemudian mitra cai dari Jawa Barat, tudaksimpulung dari Sulawesi Selatan, tua baga dari Sumatera Barat. Dengan adanya pemilihan ini diharapkan dapat ditemukan kembali kejayaan irigasi kita," jelas Moh. Hasan ketika membuka acara Pemilihan Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional Tahun 2013, di Kendari, Sulawesi Tenggara (28/8). Turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV, Kepala Dinas PU Sulawesi Tenggara dan para peserta pemilihan petugas OP irigasi dan rawa.

Lebih lanjut Moh. Hasan mengatakan bahwa 85% produksi beras nasional berasal dari sawah beririgasi, namun fakta statistik mengatakan semakin hari indeks pertanaman semakin menurun, saat ini sudah di bawah 1,5 yang dikarenakan oleh dua hal yaitu semakin menurunnya jumlah lahan untuk irigasi dan alokasi dana yang sedikit untuk operasi dan pemeliharaan. untuk tahun mendatang diharapkan jaringan irigasi yang sudah ada dapat ditingkatkan produktivitasnya yang didukung oleh OP irigasi.

 

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, mengatakan Sulawesi Tenggara merupakan daerah yang cukup potensial di bidang irigasi, dimana wilayah ini telah tercatat sebagai salah satu wilayah yang telah melakukan produksi beras atau surplus beras. Kegiatan ekonomi di provinsi Sultra dalam meningkatkan kesejateraan masyarakatnya adalah melalui peningkatan infrastruktur pengairan yaitu dengan melakukan operasi dan pemeliharaan terhadap jaringan irigasi yang ada. Bahkan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat serta pendapatan domestik regional 46%-nya adalah kontribusi dari sektor pertanian.

 

"Provinsi ini memiliki daerah irigasi yang cukup luas yaitu 154 ribu ha yang terdiri dari kewenangan pusat, provinsi, dan kab/kota. dengan adanya daerah irigasi yang cukup luas memerlukan pengelolaan yang optimal agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh petani. adanya irigasi yang merupakan kewenangan kab/kota seluas 94 ribu ha diharapkan agar pemerintah pusat juga dapat melibatkan provinsi ini dalam kegiatan atau program pemerintah pusat khususnya yang ada di Direktorat Jenderal SDA, Kementerian Pekerjaan Umum, mengingat alokasi dana di provinsi ini tidaklah memadai. Selain itu Sulawesi Tenggara juga berpotensi dibangun bendungan serbaguna, yaitu bendungan Ulusikan, yang sampai saat ini sudah dalam tahap detail design. Masyarakat Sultra sangat mengharapkan bendungan tersebut dapat terwujud mengingat besarnya manfaat yang akan diterima oleh masyarakat Sultra karena selain untuk irigasi juga berfungsi untuk PLTA," kata Nur Alam.

 

Acara yang diadakan oleh Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, bertujuan untuk berbagi pengalaman, meningkatkan koordinasi antar daerah, memberikan pembelajaran bagi para petugas op irigasi rawa dan pemerintah mengapresiasi kemampuan petugas op irigasi rawa serta mendorong kompetensi petugas op irigasi rawa di lapangan.

 

Pelaksanaan pemilihan ini akan dilaksanakan dua tahap yaitu pada tanggal 28-31 Agustus 2013 untuk petugas op setingkat pengamat pengairan dan tanggal 31 Agustus - 3 September 2013 untuk petugas op setingkat juru atau mantri yang terbagi menjadi 4 kategori yaitu kategori tingkat pengamat jaringan irigasi teladan tingkat nasional tahun 2013, kategori tingkat pengamat jaringan rawa teladan tingkat nasional tahun 2013, kategori tingkat juru jaringan irigasi teladan nasional tahun 2013 dan kategori tingkat juru jaringan rawa teladan tingkat nasional tahun 2013.

 

Peserta untuk op irigasi diantaranya berasal dari provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Bengkulu, Lampung, Banten, Sulteng, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Bara, Nusa Tenggara Timur, Kaliman Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua dan untuk petugas OP rawa diantaranya Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara dan Papua. (datinSDA)

 

Last modified on Thursday, 29 August 2013 03:09
Datin SDA

Subdit Data dan Informasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Website: sda.pu.go.id

Leave a comment

Pastikan Anda memasukkan informasi (*) diperlukan pada tempat yang ditentukan. Kode HTML dasar diperbolehkan.

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version