Direktorat Jenderal Sumber Daya Air

Switch to desktop Register Login

WISMP 2 Dukung Surplus Beras 2014

Rate this item
(1 Vote)
WISMP 2 Dukung Surplus Beras 2014 WISMP 2 Dukung Surplus Beras 2014

Program Water Resources & Irrigation Sector Management Project 2 (WISMP 2) yang mulai berlaku efektif sejak 14 November 2011 sampai dengan Desember 2016 ini, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dan irigasi serta produktivitas pertanian di lahan beririgasi.

Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas selaku Sekretaris NSCWR, menyatakan bahwa WISMP 2 juga diarahkan untuk menunjang program surplus beras 10 juta ton pada 2014. Program WISMP 1 & 2 bukanlah program tujuan tapi merupakan program katalisator yang nantinya akan dilanjutkan oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dengan menggunakan pola pendanaan dalam negeri. “Para pelaksana WISMP 2 harus menganggap WISMP 1 sebagai success story keberhasilan pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dan irigasi”, jelas Direktur Pengairan dan Irigasi Bappenas.

 

Lokasi kegiatan WISMP 2 akan dilaksanakan di 14 provinsi meliputi 101 kabupaten, di mana masing-masing kabupaten memiliki tiga Project Management Unit, yaitu Bappeda, Dinas PU dan Dinas Pertanian. 14 provinsi peserta WISMP 2 diantaranya Aceh dengan 4 kabupaten, Sumatera Utara (4), Sumatera Barat (9), Sumatera Selatan (3), Lampung (1), Jawa Barat (9), Jawa Tengah (17), DI Yogyakarta (4), Jawa Timur (13), Sulawesi Selatan (14), Sulawesi Barat (4), Sulawesi Tengah (8), Nusa Tenggara Barat (7) dan Nusa Tenggara Timur (4).

 

Pelaksanaan WISMP 2 diharapkan akan melanjutkan hasil yang telah dicapai pada pelaksanaan WISMP 1, terutama dalam meletakkan kerangka pembangunan dasar-dasar kelembagaan yang kuat dalam pengelolaan sumber daya air wilayah sungai dan irigasi partisipatif.

 

Dalam penutupan acara (28/3), Kasubdit KLN menyimpulkan bahwa terdapat tiga syarat agar WISMP 2 menuai keberhasilan, yakni: (1) Diperlukan cara pandang yang sejalan dalam pengelolaan sumber daya air oleh instansi terkait di wilayah sungai atau daerah aliran sungai terpilih, yaitu provinsi ataupun pusat, (2) Diperlukan kerja sama antar lembaga pengelola sumber daya air wilayah sungai atau daerah aliran sungai terpilih melalui MOU Pengelolaan Sumber Daya Air yang operasional dan bertanggung jawab dan (3) Pembagian peran yang jelas antar lembaga pengelola sumber daya air dalam wilayah sungai atau daerah aliran sungai yang sama.

 

Sedangkan dari sektor irigasi, Kasubdit KLN menyimpulkan bahwa (1) Pelaksanaan konstruksi di tahun pertama WIMSP 2 dapat dilaksanakan oleh provinsi atau kabupaten yang termasuk advance track dengan menggunakan desain dari WISMP 1, (2) Mendukung pelaksanaan WISMP 2 menjadi 3 tahun dan (3) Meningkatkan pemberdayaan Komisi Irigasi sebagai Wadah Koordinasi pelaksanaan.

 

Sosialisasi WISMP 2 di Yogyakarta dihadiri oleh ± 150 peserta yang teridiri atas perwakilan dari Kementerian Pertanian, perwakilan Bappenas, perwakilan Kementerian Keuangan, perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, perwakilan World Bank, serta perwakilan dari Bappeda, Dinas Pertanian, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dari Provinsi dan Kabupaten Yogyakarta, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Setelah penyelenggaraan di Yogyakarta, rangkaian acara Sosialisasi Program WISMP 2 akan dilanjutkan di Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

 

(DatinSDA)

Datin SDA

Subdit Data dan Informasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum.

Website: sda.pu.go.id

Leave a comment

Pastikan Anda memasukkan informasi (*) diperlukan pada tempat yang ditentukan. Kode HTML dasar diperbolehkan.

Copyright by Pengembangan Sistem, Data dan Informasi SDA. ©2012 All rights reserved.

Top Desktop version