© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Ditjen SDA Sediakan Sumur Bor Untuk Pengungsi Gunung Agung
Ditjen SDA Sediakan Sumur Bor Untuk Pengungsi Gunung Agung

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan memfasilitasi lokasi pengungsian Erupsi Gunung Agung, Kabupaten Karang Asem, Provinsi Bali dengan sumur bor sebagai penyediaan air bersih bagi para pengungsi. Pengeboran dilaksanakan di 3 titik yaitu Lapangan Ulakan, Pasar Tanah Ampo dan GOR Klungkung. Jumlah tersebut masih akan bertambah di beberapa titik lokasi menunggu mobilisasi alat berat tambahan, sementara saat ini alat berat tersedia sebanyak 3 unit excavator, 3 unit dumpstruct serta 1 unit loader di pos pengungsian Tukad Unda.

Sejak 14 September lalu, Gunung Agung yang memiliki tinggi 3.031 m dan terletak di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan hingga 22 September meningkat menjadi status awas.

Potensi bencana diperkirakan berada di area tubuh Gunung Agung di lereng utara (7,5 km) tenggara (7,5 km) dan selatan (6 km) serta ancaman bahaya di beberapa sungai yaitu Tukad Tulamben, Daya, Celagi, Bumbung, Panglan, Jabah.

Menurut laporan, jumlah pengungsi masyarakat terdampak sebanyak 17.551 jiwa tersebar di 139 titik. Untuk infrastruktur SDA sendiri terdapat 92 bangunan sabo yang tersebar pada 20 sungai di Lereng Gunung Agung dengan kondisi sebagai 7 unit rusak berat, 26 unit rusak sedang, 47 unit rusak ringan serta 12 unit dan dalam kondisi baik. Hingga saat ini Ditjen SDA masih terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah setempat untuk menambah lokasi pengeboran sumur.

 

 

25 September 2017 Selengkapnya

Banjir Landa Empat Desa di Gorontalo Utara
Banjir Landa Empat Desa di Gorontalo Utara

Banjir melanda empat desa di Kabupaten Gorontalo Utara, Kecamatan Atinggola di Provinsi Gorontalo hari Sabtu (23/9) kemarin. Desa tersebut adalah Desa Monggupo, Pinontoyonga, Bintana dan Kotajin Utara. Penyebab banjir akibat curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Monggupo dan Andagile.

Ketinggian air yang mencapai ketinggian hingga satu meter turut menyebabkan tanggul Sungai Monggupo jebol 50 meter dan mulai merendam pemukiman warga sebanyak 921 kk.

Saat ini, BPBD Kabupaten Gorontalo Utara telah menurunkan tim tanggap darurat bencana ditambah Taruna Siaga Bencana (Tagana), yang langsung membantu evakuasi warga dengan mendirikan dapur umum di lapangan Atinggola dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Daerah setempat.

 

24 September 2017 Selengkapnya

DI Molek Wakili Jawa Timur di Lomba OP Tingkat Nasional
DI Molek Wakili Jawa Timur di Lomba OP Tingkat Nasional

 

Seiring pembangunan infrastruktur sumber daya air yang terus digenjot untuk mencapai target Nawacita, kegiatan operasi dan pemeliharaan pun menjadi fokus Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar manfaat infrastruktur sumber daya air bisa terus dinikmati oleh masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Ditjen SDA agar kinerja dan koordinasi dalam hal operasi & pemeliharaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan masyarakat terus meningkat, yaitu melalui pemberian apresiasi kepada insan yang memiliki kinerja terbaik.

 

Melalui Direktorat Bina Operasi & Pemeliharaan, upaya tersebut dikemas menjadi Lomba O&P Tingkat Nasional Tahun 2017. Ada beberapa kategori yang diperlombakan, diantaranya Daerah Irigasi (Permukaan) Teladan, Petugas O&P Irigasi Permukaan dan Irigasi Rawa Teladan, Komunitas Peduli Sungai, Unit Pengelola Bendungan dan Petugas O&P Bendungan Teladan. Tahap seleksi pertama untuk kegiatan ini adalah sarasehan yang telah diselenggarakan di Semarang selama 5 hari, terhitung tanggal 17-21 Juli 2017. Pada tahap ini, perwakilan masing-masing propinsi untuk setiap kategori mempresentasikan profil kegiatan mereka di hadapan para dewan juri.

 

Lomba O&P Daerah Irigasi Teladan Tahun 2017 merupakan penyelenggaraan tahun kedua, sedangkan kategori Petugas O&P Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan sudah memasuki tahun ke-10 sejak 2008. Dan untuk kategori Komunitas Peduli Sungai, Unit Pengelola Bendungan dan Petugas O&P Bendungan Teladan sudah memasuki tahun ke-3 sejak 2015. Lomba O&P Tingkat Nasional ini merupakan ajang bertukar wawasan dan pengalaman untuk para peserta perwakilan masing-masing daerah. Disini mereka siap unjuk gigi di hadapan para juri agar terpilih menjadi Juara dan mendapat gelar “percontohan nasional”.

 

Setelah para peserta selesai melakukan presentasi, akhirnya terpilihlah nominasi untuk masing-masing kategori lomba yang masuk pada tahap penilaian kedua yaitu visitasi lapangan oleh tim juri. Pada kategori Daerah Irigasi Teladan, nama Provinsi Jawa Timur berhasil menjadi salah satu nominasi, melalui Daerah Irigasi (DI) Molek.

 

DI Molek yang terletak pada Kabupaten Malang, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi maka pengelolaan irigasinya menjadi wewenang dan tanggung jawab Pemeritah Pusat yang pelaksanaannya di tugas-pembantuan ke Dinas PU Pengairan Provinsi Jawa Timur.

 

DI Molek seluas 3.983 Ha, merupkan Daerah Irigasi Lintas. Secara administratif DI Molek berada pada satu Kabupaten, yaitu Kabupaten Malang. Adapun batas-batas Jaringan Irigasi Molek sebagai berikut:

Sebelah Utara                    : DI Metro Hilir

Sebelah Timur                   : DI Bareng

Sebelah Selatan                 : Pegunungan Selatan

Sebelah Barat                    : Kabupaten Blitar

 

Sumber air DI Molek berasal dari Gunung Arjuno yang melalui Kali Brantas yang dialirkan melalui Saluran Induk Molek dengan panjang saluran 17,546 km. DI Molek meliputi 1 UPTD dan 6 Kejuron. Pada DI Molek, umumnya semua desa telah terbentuk HIPPA, begitu pula dengan GHIPPA sebanyak 11 unit. Seluruhnya terbentuk melalui metode Pemahaman Partisipatif Kondisi Pedesaan (PPKP) dengan melibatkan semua instansi terkait.

Pada 18 September 2017, tim juri Lomba O&P kategori Daerah Irigasi Teladan pun mengunjungi DI Molek untuk melakukan penjurian tahap kedua yaitu visitasi lapangan. Pada tahap ini seluruh pihak terkait menjelaskan kepada tim juri tentang kegiatan yang ada di DI Molek beserta dengan kelengkapan berbagai dokumen dan laporan kegiatan. Visitasi lapangan oleh tim juri ini turut didampingi oleh Kepala Bidang OP SDA BBWS Brantas Ferry Syahrizal, Kepala Bidang OP Dinas PU Kabupaten Malang Aris, Sekretaris Dinas PU Kabupaten Malang Anis Wati, Kepala Bidang Irigasi Dinas PU Provinsi Jawa Timur Rudy Novyanto, dan Kepala UPT PSDA Malang Pramono. (dro KompuSDA)

 

20 September 2017 Selengkapnya

Pembukaan acara KIWW dan 1st AIWW di Korea Selatan
Pembukaan acara KIWW dan 1st AIWW di Korea Selatan

Menteri PUPR dan Dirjen SDA menghadiri acara KIWW & 1st AIWW di HICO, Gyeongju, Korea Selatan yang diselenggarakan pada 20-23 September 2017. Pada acara pembukaan acara tersebut, Menteri PUPR menegaskan pentingnya kerjasama antar negara-negara Asia untuk mengatasi masalah dengan cara Asia Kultur.

20 September 2017 Selengkapnya

Menteri PUPR Basuki Paparkan Inovasi Infrastruktur Kepada Ribuan Mahasiswa
Menteri PUPR Basuki Paparkan Inovasi Infrastruktur Kepada Ribuan Mahasiswa

Apapun yang kita bangun saat ini, bukan untuk infrastruktur yang mewah atau berlebihan, tapi hanya ingin mengejar ketertinggalan. Kita telah jauh tertinggal dari negara-negara tetangga, khususnya dalam hal infrastruktur.

 

Itulah kalimat pembuka yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat menyampaikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa/I baru di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada 14 September 2017. Dalam paparannya, Basuki menekankan bahwa ada lima bidang infrastruktur yang terus digenjot pembangunannya, diantaranya transportasi meliputi jalan dan jembatan; air yaitu air bersih maupun air kotor, banjir, kekeringan, air minum, irigasi; perumahan dan permukiman; energi; dan komunikasi. Kementerian PUPR diamanahi tiga dari lima bidang infrastruktur tersebut.

 

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini masalah klasik yang selalu terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah, terutama di kawasan pinggiran, mulai dari Kaligawe sampai Genuk, adalah banjir rob atau masuknya air laut yang menggenangi daratan secara berkala, atau bahkan permanen. “Hal ini mulai teratasi dengan dibangunnya beberapa tanggul di sekitar kawasan tersebut, termasuk di kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang,” tambah Basuki.

 
Untuk menangani banjir rob, Kementerian PUPR, melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), mulai melakukan persiapan pengerjaan pengendalian banjir dan rob paket 2. Di dalam paket 2 ini, tanggul rob dan kolam retensi akan dibangun di sekitar Kampus Unissula. "Selain itu, kita juga akan membangun tanggul penahan di Terminal Terboyo dan perbaikan alur Kali Tenggang," ujarnya menambahkan.

 

Saat ini, Kementerian PUPR sedang membangun tanggul paket 1, yaitu polder Sringin, dengan tanggul dari Kali Tenggang ke Sringin sampai Kali Babon. Polder Sringin tersebut dilengkapi dengan pompa yang dapat memompa air rob kembali ke laut. Dengan kehadiran polder di wilayah utara Semarang, khususnya Terminal Terboyo dan Kawasan Kaligawe, maka kawasan ini akan terbebas banjir rob. Rencananya, pembangunan tanggul tersebut selesai pada akhir 2018.

Basuki menyampaikan bahwa Kementerian PUPR terus menggenjot pembangunan infrastruktur agar salah satu butir NAWACITA yaitu membangun Indonesia dari pinggiran bisa terpenuhi. Fokus pembangunan saat ini adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan pengendalian angka inflasi, penuntasan kemiskinan dan penurunan angka pengangguran. Inilah tantangan yang masih harus dihadapi, terutama adalah disparitas yaitu kesenjangan antar pulau di Indonesia.

 

Basuki juga menuturkan tentang inovasi cara kerja di Kementerian PUPR dengan sistem kerja selama 7 hari, yang dibagi dalam 3 shift per hari. Hal ini merupakan solusi agar bisa melayani masyarakat dengan baik.


Ia berpesan kepada para mahasiswa/I baru tersebut, "Selamat belajar, belajar dan belajar. Smart is a must, but not sufficient. Artinya, pintar saja tidak cukup, karena saya yakin mahasiswa/I sekarang bagus kualitasnya, tetapi harus selalu dibekali dengan akhlak yang baik, yakni dimana keberadaan kita di tengah masyarakat mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan manfaat," jelasnya. (dro KompuSDA)

16 September 2017 Selengkapnya

Danau Rawa Pening Jadi Arena Lomba Dayung POPNAS XIV
Danau Rawa Pening Jadi Arena Lomba Dayung POPNAS XIV

 

Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV Tahun 2017 resmi dibuka pada 12 September 2017 di kawasan Simpang Lima, Semarang. Multi-event dua tahunan antar pelajar se-Indonesia ini mempertandingkan 21 cabang olahraga (cabor) diantaranya, angkat besi, atletik, basket, badminton, dayung, gulat, judo, karate, panahan, pencak silat, renang, senam, sepak bola, sepak takraw, taekwondo, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, tinju, voli indoor,dan voli pasir. Selain itu, terdapat empat cabor yang berstatus eksebisi yakni sepatu roda, anggar, panjat tebing, dan wushu.

 

Untuk mensukseskan event tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun ambil bagian. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) menyiapkan arena untuk lomba dayung POPNAS, yaitu Danau Rawa Pening. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) pun mendukung penuh kontribusi yang diberikan oleh Ditjen SDA.

 

Rawa Pening merupakan danau alam yang terletak di Kabupaten Semarang, Propinsi Jawa Tengah, kurang lebih 40 km ke arah Selatan dari Kota Semarang. Danau yang mempunyai Daerah Pengaliran Sungai seluas 250,79 km2 ini merupakan danau multi fungsi, dan pernah menjadi sumber tenaga listrik andalan Jawa Tengah bagian Utara sejak dioperasikannya PLTA Jelok dan Timo sekitar tahun 1938 sampai pada terbangunnya Jaringan Listrik Sistem Jawa Bali pada awal Pelita II.

 

Dalam mempersiapkan Danau Rawa Pening sebagai arena lomba dayung, BBWS Pemali Juana telah membersihkan enceng gondok yang ada di area danau tersebut. Kegiatan yang dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya tenaga manual, berky, truxor, dredger, exca. long arm, exca. short arm, dan dump truck ini telah dilaksanakan sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan POPNAS XIV Tahun 2017.

 

Bukan hanya menyediakan arena lomba dayung, sebagai bentuk dukungannya kepada semangat para generasi muda, Menteri PUPR Basuki Hadilmuljono pun hadir pada penyelenggaraan lomba tersebut yang sekaligus meninjau kegiatan BBWS Pemali Juana di Danau Rawa Pening pada 14 September 2017. Dalam kunjungannya, Basuki juga berkesempatan memberikan medali kepada pemenang Lomba Dayung untuk kategori Single Scul Putri yang dimenangkan oleh Melani Putri dari Jawa Barat.

 

Kepala BBWS Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno yang mendampingi kunjungan Menteri PUPR Basuki, menyampaikan bahwa ada beberapa pemanfaatan Danau Rawa Pening selain untuk kegiatan olahraga dan pariwisata, diantaranya sebagai sumber air untuk Daerah Irigasi (DI) Tuntang Jelok (374 Ha), DI Glapan Barat (10.113 Ha), DI Glapan Timur (8.671 Ha) dan suplesi di Playaran Buyaran (909 Ha); sumber air baku untuk sumber air muncul (500 liter/detik) dan kanal tuntang (250 liter/detik); sumber tenaga listrik untuk PLTA Timo dan PLTA Jelok; pengendali banjir yaitu mereduksi debit banjir yang melanda Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak melalui pintu pengatur Bendung Tutang; pemanfaatan gambut untuk kompos dan bahan-bahan home industry kerajinan rakyat; juga sebagai tempat budidaya ikan air tawar.

 

Selain Kepala BBWS Pemali Juana, kunjungan Menteri PUPR Basuki di Danau Rawa Pening juga didampingi oleh Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra Atmawidjaja dan Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA Ni Made Sumiarsih. (dro/tin KompuSDA) 

 

15 September 2017 Selengkapnya

PUPR Edukasi Generasi Muda Mengenai Perubahan Iklim Melalui Taman Pintar
PUPR Edukasi Generasi Muda Mengenai Perubahan Iklim Melalui Taman Pintar

 

Pameran perubahan iklim terbesar di Indonesia, Indonesia Climate Change Forum & Expo (ICCFE) 2017, kembali digelar untuk ketujuh kalinya di Jakarta Convention Center (JCC) mulai tanggal 7-10 September 2017. ICCFE 2017 merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim) Republik Indonesia. Acara ini juga didukung oleh The Climate Reality Project Indonesia.

 

Tema yang diusung pada penyelenggaraan ICCFE tahun ini adalah “Youth and Sustainable Lifestyle”. Acara ini dibuka secara resmi pada hari Kamis, 7 September 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa diselenggarakannya ICCFE 2017 memiliki tujuan untuk menginformasikan masyarakat, khususnya generasi muda, bahwa kekhawatiran terhadap dampak pemanasan global juga sudah terasa di Indonesia.

 

Lebih lanjut Bambang menambahkan bahwa pemanasan global telah menjadi perhatian masyarakat dunia. Kekhawatiran terhadap dampak pemanasan global juga terasa di Indonesia, ditandai dengan adanya bencana alam dan ekologis seperti frekuensi kejadian banjir, longsor, dan angin ribut yang semakin sering. Selain bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai perubahan iklim, penyelenggaraan ICCFE 2017 merupakan suatu bentuk langkah awal dari persiapan menghadapi Conference of Parties (COP) 23 yang akan diselenggarakan di Bonn, Jerman pada tanggal 6-17 November 2017 mendatang.

 

Mensukseskan event ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun ambil bagian. Melalui stand Taman Pintar, Kementerian PUPR menampilkan berbagai inovasi yang ramah lingkungan dalam membangun infrastruktur untuk Indonesia.  Saat ini, Indonesia memiliki target untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% hingga 41% pada tahun 2030.

 

Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan kemampuan sendiri (unconditional) dan sampai dengan 41% dengan dukungan internasional (conditional) pada tahun 2030. Target conditional tersebut akan dicapai melalui penurunan emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan, energi, pertanian, industri, dan limbah.

 

Melalui penyelenggaraan event ini, Bambang berharap dapat mendorong kesadaran generasi muda di Indonesia terhadap perubahan iklim dan para generasi muda tersebut dapat menjadi agen bagi perubahan iklim. Selain itu, ia juga berharap bahwa masyarakat Indonesia dapat turut menyelamatkan bumi dan dapat memenuhi amanat Undang Undang Dasar (UUD) 1945, dimana setiap warga negara Indonesia berhak untuk memperoleh lingkungan yang baik dan sehat. (dro KompuSDA)

12 September 2017 Selengkapnya

BWS Papua Barat Bangun SPAM Regional Kota Sorong
BWS Papua Barat Bangun SPAM Regional Kota Sorong

Satuan kerja PJPA pada PPK Air Tanah dan Air Baku (ATAB) Balai Wilayah Sungai Papua Barat, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya melaksanakan pembangunan Sistem Air Baku (SPAM Regional) Kota dan Kabupaten Sorong di Papua Barat.

Pembangunan dilaksanakan dengan sumber dana APBN-P dan dilakukan secara 4 tahap yang dimulai sejak tahun 2014. Dilanjutkan tahap II di tahun 2015, tahap III di tahun 2016 dan tahap IV di tahun 2017 dimana saat ini telah mencapai progress senilai 74, 80 %.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, PPK Air Tanah dan Air Baku BWS Papua Barat, Wempi Nauw, mengatakan terdapat tahapan-tahapan yang dilakukan antara lain pekerjaan fasilitas umum (tauld penahan stabilitas tanah, pagar dan pintu gerbang, jembatan, rumah pompa, rumah jaga dan rumah genset), pekerjaan pipa transmisi (pipa dan jembatan pelintas pipa), jaringan listrik sepanjang 10,30 km.

Lebih rinci ia katakan dalam pelaksanaan  sempat terjadi kendala antara lain terjadinya  pemalangan di area intake terkait perebutan hak Ulayat antara Marga Malibela Ginala dan Malibela Klasmala, belum siapnya AMDAL untuk paket pekerjaan ini serta curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan akses mask menuju intake cenderung sulit.

“Untuk mengatasi terjadinya pemalangan kami memanggil kedua belah pihak mengadakan rapat agar memberi izin pada kami melanjutkan pekerjaan dengan memenuhi kesepakatan, selain itu juga mengagendakan rapat bersama pihak pemerintah daerah guna membahas tuntutan tersebut,”

Rencananya SPAM Regional ini akan memiliki debit outcome sebesar 280 liter/detik untuk mengaliri Kota Sorong dan Kabupaten Sorong dengan total panjang pekerjaan pipa 13.860 meter, setiap pompa yang memiliki kapasitas 70 liter/detik.

11 September 2017 Selengkapnya

PIT XXXIV Bahas Tantangan dan Solusi Pengelolaan Sumber Daya Air
PIT XXXIV Bahas Tantangan dan Solusi Pengelolaan Sumber Daya Air

 

Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) kembali menggelar Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) di Papua pada 8-10 September 2017. Pertemuan Ilmiah Tahunan ini merupakan pertemuan ke-34 bagi para pengelola infrastruktur bidang sumber daya air. Tahun ini, tema yang dipilih adalah “Tantangan Pengelolaan Sumber Daya Air Dalam Menghadapi Perubahan Iklim Untuk Mendukung Ketahanan Air, Pangan dan Energi”. Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi tanah air saat ini, di mana masyarakat Indonesia membutuhkan ketahanan air untuk menjawab tantangan kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia hadir pada acara tahunan ini.

 

Indonesia memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar yakni mencapai 3,9 triliun m3/tahun dengan potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 75.000 MegaWatt (MW) yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Dari jumlah potensi tersebut, Papua merupakan salah satu provinsi yang memiliki sumber daya air terbesar. "Papua ini potensi airnya paling besar dari seluruh wilayah Indonesia karena curah hujannya cukup tinggi. Jadi, pengelolaanya harus tepat waktu dan tempatnya,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso dalam laporannya sebagai Ketua Umum HATHI pada pembukaan PIT ke 34 di Auditorium Universitas Cenderawasih, Papua.

 

Dalam laporannya, Imam menyebutkan tujuan diselenggarakannya pertemuan ilmiah HATHI di Universitas adalah untuk mengenalkan organisasi profesi sehingga meningkatkan kontribusi para akademisi dalam pengembangan bidang keahlian profesi. “Kerjasama penelitian dibidang pengelolaan air dengan pihak akademisi dan swasta, nantinya dapat menghasilkan produk penelitian berdaya guna di masyarakat,” ujarnya.

 

Imam juga mengingatkan kepada anggota HATHI yang belum bersertifikat untuk segera mengikuti sertifikasi profesi sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme. "Sebagai organisasi yang mempunyai wewenang untuk memberikan sertifikasi, kami juga akan terus meningkatkan kemudahan dalam pengajuan proses sertifikasi keahlian profesi dengan tetap memperhatikan standar kualitas yang ditetapkan," ucapnya. 

 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang hadir membuka acara tersebut, mengutarakan dalam sambutannya bahwa sektor pangan, air dan energi akan menjadi panglima pembangunan nasional ke depan, sekaligus ujung tombak persaingan antar negara. “Ketiga bidang tersebut  menjadi tanggung jawab yang digeluti seluruh anggota HATHI untuk dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan," ujar Basuki.

 

Ia juga menambahkan, Papua memang memiliki potensi air yang sangat besar namun jumlah penduduknya masih sedikit. Untuk itu, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya air akan memprioritaskan pengelolaan sumber daya air di Papua yaitu pembangunan jaringan irigasi kecil yang akan mendukung pertanian. Kedepannya seiring pertumbuhan penduduk maka akan ditingkatkan pula pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berskala besar.

 

Terkait pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), Menteri Basuki mengungkapkan saat ini Rancangan Undang-Undang SDA telah masuk dalam Prolegnas DPR RI dan diharapkan dapat segera dituntaskan dalam waktu 4 bulan ke depan. Menurutnya, UU SDA bukan milik golongan tertentu namun merupakan milik seluruh rakyat Indonesia. Ia berharap agar HATHI bisa mengawal dan memberikan masukan sehingga nilai-nilai Pancasila menjadi roh dalam UU SDA untuk menciptakan keadilan bagi rakyat Indonesia.

 

Turut hadir dalam PIT ke 34 ini, antara lain Rektor Universitas Cendrawasih Apolo Safanpo, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Danis H. Sumadilaga, Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA Ni Made Sumiarsih, Direktur Operasi & Pemeliharaan SDA Agung Djuhartono, Direktur BPSDA Agus Suprapto, Direktur Sungai dan Pantai Hari Suprayogi, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Happy Mulia, dan Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerjasama Luar Negeri Widiarto. (dro/nan KompuSDA)

 

09 September 2017 Selengkapnya

Pengamanan Pantai Pulau Mansinam Bantu Lestarikan Situs Sejarah
Pengamanan Pantai Pulau Mansinam Bantu Lestarikan Situs Sejarah

 

Manokwari - Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Papua Barat membangun Pengamanan Pesisir Pantai Pulau Mansinam untuk melindungi wilayah tersebut dari abrasi. Bangunan itu juga turut melestarikan Pulau Mansinam sebagai situs sejarah di Papua Barat.

"Saat ini lokasi yang menjadi situs sejarah bagi masyarakat Papua dan penduduk yang berada di Pulau Mansinam sebagian sudah terabrasi. Oleh karenanya, kami melakukan secara bertahap dan merehabilitasi kembali fungsi dari situs sejarah yang menjadi keyakinan bagi masyarakat Papua pada umumnya. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2013 dan selesai tahun 2015 dengan dana APBN murni. " ujar Stap,  PPK Sungai dan Pantai I, Satker PJSA, BWS Papua Barat.

Lebih lanjut dikatakannya, total panjamg pantai yang diamankan adalah 400 meter dengan jenis bangunan revertnent 300 meter dan ofshore breakwater 100 meter.

Pulau Mansinam sendiri terletak di sebelah tenggara Kota Manokwari. Pulau ini memiliki arti paling historis bagi masyarakat Papua karena di Pulau ini terdapat situs sejarah yaitu tempat masuknya Kitab Injil pertama kali di Tanah Papua oleh dua orang misionaris Jerman, Otto dan Geislher.

Hingga saat ini, Pulau Mansinam merupakan salah satu destinasi wisata di Manokwari, Papua Barat dimana di sana terdapat bermacam wisata seperti wisata religi wisata bahari serta wisata alam. (KompuSDA)

 

07 September 2017 Selengkapnya

Ditjen SDA Genjot Pembangunan Pengamanan Pantai di Jakarta
Ditjen SDA Genjot Pembangunan Pengamanan Pantai di Jakarta

Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Pengamanan Pantai Di Jakarta dilakukan karena saat ini DKI Jakarta terancam banjir akibat pasang surut air laut (rob) dan luapan air sungai terutama di wilayah DKI Jakarta bagian utara. Kondisi ancaman tersebut diperparah dengan dengan kondisi penurunan muka tanah atau Land Subsidence yang mengakibatkan peningkatan resiko banjir secara signifikan untuk Kota Jakarta. Penurunan muka tanah berkisar rata-rata 7,5 cm per tahun dan kondisi saat ini Wilayah Jakarta bagian utara sudah berada pada 2 meter sampai 3 meter dibawah permukaan laut. Berdasarkan data survey lapangan pada tahun 2013 yang dijabarkan pada Master Plan National Capital Integrated Coastal Development, lebih dari 40 % pengaman pantai tidak mampu menahan muka air laut tertinggi. Oleh karena itu upaya perlindungan pengamanan pantai sangat mendesak untuk segera dilaksanakan sebagai bentuk penyediaan public safety oleh Pemerintah terhadap banjir beserta dampak negatif terhadap kegiatan sosial dan ekonomi seluruh masyarakat Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane melakukan Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Pengamanan Pantai Di Jakarta dengan maksud dan tujuan sebagai upaya perlindungan terhadap ancaman banjir rob yang meningkat, akibat penurunan permukaan tanah (land subsidence) dan kenaikan muka air laut melalui perkuatan dan peninggian tanggul laut dan tanggul muara sungai serta penataan kawasan pesisir pantai utara DKI Jakarta dan sekitarnya. Manfaatnya untuk menahan air laut akibat gelombang pasang air laut atau banjir rob, mengurangi kerugian ekonomi dan kerugian secara sosial akibat banjir rob dan sebagai batas jelas pengembangan daratan di kawasan pesisir. Pelaksanaan pekerjaan “Pembangunan Pengaman Pantai di Jakarta” merupakan rangkaian kegiatan dari program Pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (PTPIN) atau dikenal juga sebagai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang menjadi kegiatan proyek strategis nasional, pengertiannya dalam pelaksanaan, fungsinya dan manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

 

“Pekerjaan Pelaksanaan Pembangunan Pengamanan Pantai Di Jakarta Tahap 2 Paket 1 yang berlokasi di Kelurahan Muara Baru (Pluit), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2300 meter, yang sebelumnya tanggul sudah dikerjakan sepanjang 75 meter pada tahun 2014. Kontraktor PT. Waskita Karya dengan PT Adhi Karya KSO dan Konsultan Supervisi PT Yodya Karya dengan PT Innako Internasional Konsulindo KSO. Progres Paket 1 sampai dengan bulan Agustus 2017 sudah mencapai 59,68 persen dengan tanggul yang sudah dikerjakan mencapai 1.384 meter,” tutur Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Iskandar pada rekan-rekan media saat melakukan press tour di lokasi pembangunan pengamanan pantai pada 5 September 2017.

 

Ia menambahkan, pekerjaan Paket 2 berlokasi di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara dengan panjang tanggul 2200 meter, Kontraktor PT. Wijaya Karya dengan PT. Sac Nusantara KSO dan Konsultan Supervisi PT Yodya Karya dengan PT Innako International Konsulindo KSO. Progres Paket 2 sampai dengan bulan Agustus 2017 sudah  mencapai  57,89 persen  dengan  tanggul  yang  sudah  dikerjakan mencapai 1.436 meter.

 

Pelaksanaan Pembangunan Pengamanan Pantai DKI Jakarta Tahap 2 Paket 1 dan Paket 2 dimulai bulan November 2015 sampai dengan April 2018 dengan total biaya menggunakan APBN dengan Multiyears Contract.

 

Pembangunan Pengamanan Pantai Di Jakarta Tahap 2 menggunakan spun pile (bulat) berdiameter 1,2 meter panjang 24 meter yang akan di pancang menggunakan metode inner boring dengan trace kearah laut ± 10 meter s/d 20 meter dari garis pantai, nantinya di atas tanggul akan dibuat untuk pejalan kaki, jalur sepeda, jalan inspeksi dan dermaga untuk parkir nelayan serta penataan lingkungan diwilayah sekitarnya. (dro KompuSDA)

06 September 2017 Selengkapnya

Tanggulangi Banjir Jakarta, Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan
Tanggulangi Banjir Jakarta, Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan

JAKARTA - Pekerjaan Normalisasi Kali Ciliwung yang mulai dikerjakan pada tahun 2013 hingga tahun 2016 dan diperpanjang 1 tahun untuk paket 1 dan 2 hingga tahun 2017 dengan menggunakan dana APBN sebesar 1,18 triliun.


Normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 19 km ini dibagi dalam empat paket  yaitu  Paket 1 dengan panjang 4,4 km dimulai dari Pintu Air Manggarai sampai Jembatan Kampung Melayu dengan progres 56,55 persen dengan panjang tanggul terbangun 4,95 km (kanan dan kiri sungai) yang dilaksanakan dari tahun 2013 s/d Agustus 2017.


Paket 2 dengan panjang 5,7 km dimulai dari Jembatan Kampung Melayu sampai Jembatan Kalibata dengan progres 41,18 persen dengan panjang tanggul terbangun 4,67 km (kanan dan kiri sungai) yang dilaksanakan dari tahun 2013 s/d April 2017.


Paket 3 dengan panjang 5,1 km dimulai dari Jembatan Kalibata sampai Jembatan Satu Condet dengan progres 28,10 persen dengan panjang tanggul terbangun 3,19 km (kanan dan kiri sungai) yang dilaksanakan dari tahun 2013 s/d 2016.


Paket 4 dengan panjang 4,8 km dimulai dari Jembatan Satu Condet hingga Tol JORR TB Simatupang dengan progres 35,44 persen dengan panjang tanggul terbangun 3,84 km (kanan dan kiri sungai) yang dilaksanakan dari tahun 2013 s/d 2016.


Kepala BBWS Ciliwung Cisadane Iskandar yang hadir mendampingi rekan-rekan media saat press tour pada 5 September 2017 mengatakan bahwa normalisasi kali ini bertujuan untuk mengembalikan kondisi lebar Sungai Ciliwung menjadi kondisi normal, yaitu 35 – 50 meter, perkuatan tebing, pembangunan tanggul, jalan inspeksi dengan lebar 6 – 8 meter di sepanjang sisi Kali Ciliwung, meningkatkan kapasitas tampung alir dari 200 m³/det menjadi 570 m³/det serta menata kawasan di sekitar Kali Ciliwung. Normalisasi dimaksudkan untuk menanggulangi masalah banjir yang sering terjadi di DKI Jakarta.


Pekerjaan Normalisasi Kali Ciliwung yang saat ini sedang berjalan yaitu paket 1 di Kelurahan Bukit Duri yang dapat dilaksanakan sepanjang 700 meter. Dimulai dari Jembatan Tongtek sampai Perumahan Garuda. Secara umum, kendala pekerjaan Normalisasi Kali Ciliwung belum dapat diselesaikan karena belum bebasnya semua lahan yang dibutuhkan untuk normalisasi kali yang terdiri atas pemancangan sheet pile, pembangunan jalan inspeksi dan pengerukan (pelebaran dan pendalaman) sungai. (dro KompuSDA)

06 September 2017 Selengkapnya