© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Raker 2017: Ditjen SDA Raih Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran Terbaik
Raker 2017: Ditjen SDA Raih Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran Terbaik

Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 telah menetapkan 245 Proyek Strategis Nasional (PSN), yang 151 diantaranya merupakan proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Salah satu syarat PSN adalah proyek tersebut harus sudah dimulai konstruksinya tahun 2018. Bila tidak, akan dikeluarkan dari daftar PSN,” tegas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, saat berbicara dihadapan para pejabat tinggi madya, pratama, para kepala balai dan kepala satuan kerja yang berjumlah sekitar 300 orang, pada acara Rapat Kerja (Raker) Kementerian PUPR, di Gedung Auditorium PUPR, Jakarta (29/8).    

Menteri Basuki juga menginstruksikan agar dilakukan pengalihan alokasi anggaran proyek infrastruktur yang belum lelang tahun 2017 untuk menambah pendanaan proyek infrastruktur yang dibiayai secara tahun jamak (multiyears) sehingga mempercepat penyelesaiannya, sekaligus mengurangi kebutuhan pendanaan proyek tersebut pada tahun 2018.

“Infrastruktur yang dibangun tidak hanya cepat tapi juga berkualitas. Selain itu semua Satker dan PPK harus benar-benar memperhatikan tertib waktu, tertib biaya, tertib administrasi dan tertib mutu,” tambahnya.

Dari jumlah PSN, beberapa infrastruktur sumber daya air masuk di dalamnya, yaitu Bendungan Teritip di Kalimantan Timur yang sudah selesai pembangunannya, Bendungan Gondang di Jawa Timur, Bendungan Karian di Banten dan Bendungan Lolak di Sulawesi Utara dalam tahap kontruksi. Sebagian PSN lainnya sudah selesai namun tidak masuk dalam lingkup Perpres 58/2017 antara lain 6 bendungan  yaitu Rajui, Bajulmati, Nipah, Payaseunara, Titab, dan Jatigede.

Berdasarkan hasil evaluasi, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) meraih nilai terbaik dalam penilaian kinerja pelaksanaan anggaran semester I tahun 2017 dengan nilai sebesar 76,93. Penilaian ini dilakukan pada 4 Unit Eselon I di Kementerian PUPR dengan Kategori Satker yang dinilai adalah Satker yang memiliki pagu anggaran lebih dari 50 miliar sampai dengan semester I tahun 2017.

Hasil nilai tersebut didapat melalui 5 Satuan Kerja (Satker) yaitu: Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Nusa Tenggara I dengan nilai 95,14, Dinas PU SDA dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah dengan nilai 94,26, OP SDA Maluku nilai 92,11, OP SDA Bali-Penida sebesar 90,02 dan OP SDA Ciliwung Cisadane dengan nilai 88,68.

Raker yang dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Anita Firmanti ini mengangkat tema “Satu Hati, Satu Pikiran Dan Satu Langkah Mempercepat Pembangunan Infrastruktur PUPR Untuk Negeri". Disamping melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2017 dan persiapan tahun 2018, dalam Raker tersebut juga diberikan pembekalan untuk memberikan motivasi untuk bekerja dengan hati. 

Turut hadir sebagai narasumber dalam Raker tersebut yakni Founder and Chairman of Markplus, Inc, Hermawan Kertajaya dengan materi WOW Leadership and Branding Dalam Pembangunan Infrastruktur, Dalam pesannya, Hermawan mengatakan dalam rangka meningkatkan kepuasan masyarakat, tak hanya cukup dengan melaksanakan standar operasi prosedur (SOP) namun diperkuat dengan nilai-nilai yang menjadi corporate culture PUPR.

Selain itu, Raker ini juga menghadirkan sebagai narasumber yaitu  Kepala Bareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto, yang membawakan materi pembangunan Infrastruktur PUPR Dalam Prespektif Bareskrim Polri, serta Direktur Pelaksanaan Anggaran Kementerian Keuangan, Didik Choiroel, dengan materi Kinerja Pelaksanaan Anggaran Kementerian PUPR. (arg/ech/Iwn)

30 Agustus 2017 Selengkapnya

Pra Raker Ditjen SDA Percepat Pembangunan Infrastruktur Negeri
Pra Raker Ditjen SDA Percepat Pembangunan Infrastruktur Negeri

Direktur Jenderal SDA memberikan arahan kepada para peserta Pra Rapat Kerja Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan tema Satu Hati, Pikiran dan Langkah Mempercepat Pembangunan Infrastruktur SDA untuk Negeri

28 Agustus 2017 Selengkapnya

262 Peserta Unjuk Gigi Pada KEJURNAS Dayung di Palu
262 Peserta Unjuk Gigi Pada KEJURNAS Dayung di Palu

 

Presiden Joko Widodo menekankan agar semua anak bangsa harus bekerja keras untuk kemajuan bangsa, terutama dalam mengukir prestasi di tingkat internasional. Seiring dengan seruan semangat tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga terus berbenah dalam membina para atlet yang akan menjadi wakil Indonesia di kancah Internasional. Pembinaan ini pun turut digenjot kepada para atlet muda yang nantinya akan jadi penerus kebanggaan Indonesia.

 

Sejalan dengan target capaian ini, Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Pemerintah Daerah dan Dinas Pemuda & Olahraga seluruh Indonesia pun membentuk sentra-sentra pembinaan atlet pelajar dan mahasiswa berbakat dan berprestasi yaitu PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar), PPLPD (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah), dan SKO (Sekolah Keberbakatan Olahraga). Dari hasil sentra-sentra tersebut diharapkan bisa menghasilkan kualitas sumber daya manusia dibidang olahraga yang berdaya saing, berkarakter, dan berprestasi. Sebagai ajang tolak ukur bagi para atlet, berbagai kompetisi pun diselenggarakan agar mereka semakin siap secara fisik dan mental. Salah satunya Kejuaraan Nasional (KEJURNAS) Dayung Tingkat PPLP, PPLPD, dan SKO yang diselenggarakan di Palu, Sulawesi Tengah pada 23-28 Agustus 2017.

 

“Pembangunan olahraga menjadi sangat penting untuk terus dilaksanakan, salah satunya melalui peningkatan indeks pembangunan olahraga (sport development index) yaitu tersedianya ruang publik yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai untuk berolahraga,” tutur Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola pada saat membuka Kejuaraan Nasional (KEJURNAS) Dayung Tingkat PPLP, PPLPD, dan SKO di Anjungan Nusantara, Kota Palu pada 23 Agustus 2017. Ia juga menambahkan, peningkatan indeks pembangunan olahraga juga harus didukung oleh ketersediaan sumber daya ketenagaolahragaan yang berkualitas agar pencapaian prestasi olahraga bisa terus meningkat, sehingga budaya berolahraga pun semakin berkembang ditengah masyarakat.

 

Dirjen SDA Imam Santoso selaku Ketua Umum PB PODSI yang hadir mewakili Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang juga merupakan Ketua Umum PB PODSI menyampaikan bahwa Kementerian PUPR mendukung penuh penyelenggaraan event tersebut dengan menyiapkan seluruh peralatan lomba dan wasit. “Event ini merupakan bentuk dukungan terhadap semangat para atlet muda agar terus mau berbenah diri sehingga bisa menjadi atlet nasional yang berprestasi ditingkat internasional kedepannya. Kami akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mengutamakan kebersamaan untuk maju dan menciptakan prestasi untuk Indonesia,” papar Imam Santoso dalam sambutannya.

 

Ada tiga kategori yang diperlombakan pada KEJURNAS Dayung tahun ini, yaitu kategori kayak, canoeing dan rowing yang akan memperebutkan total 24 medali emas, 24 medali perak, dan 24 medali perunggu. Disamping itu, Juara Umum I akan mendapatkan Piala Tetap Menteri PUPR, Juara Umum II akan memperoleh Piala Tetap Gubernur Suawesi Tengah, sedangkan untuk Juara Umum III dan IV akan mendapatkan Piala Tetap Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR dan Piala Tetap Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah.

 

KEJURNAS ini bisa memberikan kesan yang baik dan prestasi yang membanggakan bagi masing-masing daerah dan masyarakat untuk terus menjunjung tinggi sportifitas dalam pencapaian prestasi. “Dayung Indonesia, Jaya,” seru Imam Santoso diakhir sambutannya. (dro/dnd KompuSDA)

 

24 Agustus 2017 Selengkapnya

Wujudkan Target Nawacita, Ditjen SDA Kurangi Disparitas
Wujudkan Target Nawacita, Ditjen SDA Kurangi Disparitas

 

Rabu, 23 Agustus 2017 Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso hadir menyaksikan penandatangan paket pekerjaan pembangunan jaringan irigasi untuk Daerah Irigasi (DI) Malunda di kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Palu. Penandatangan kontrak tersebut turut dihadiri oleh Kepala BWS Sulawesi III Yusuf M. Tambing, penyedia jasa dan para pegawai di lingkungan BWS Sulawesi III.

 

Dalam sambutannya, Imam menyampaikan bahwa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air punya target membangun 1 juta hektar dan rehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi sampai dengan 2019 nanti. Hal ini merupakan bagian dari program Nawacita yaitu untuk mewujudkan kedaulatan pangan. “Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menunjang peningkatkan produksi pertanian adalah dengan meningkatkan pembangunan infrastruktur irigasi sebagaimana layaknya irigasi teknis dalam suatu DI yang terdiri dari bendung sebagai sumber air dan jaringan irigasi sebagai penyuplai air ke sawah, serta bangunan pelengkap lainnya. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)/Balai Wilayah Sungai (BWS), pekerjaan untuk pembangunan dan rehabilitasi ini pun terus digenjot,” tutur Imam menjelaskan.

 

Bendung pada Daerah Irigasi Malunda telah dibangun sejak tahun 2013 dan selesai pada 2016. Untuk memenuhi syarat irigasi teknis maka perlu dibangun pula jaringan irigasi dan bangunan pelengkap lainnya. Dalam penjelasannya, Kepala BWS Sulawesi III Yusuf M. Tambing menambahkan, Daerah Irigasi Malunda merupakan kewenangan Pemerintah Daerah karena luasan area cakupannya hanya 1.121 hektar, namun atas permintaan Pemerintah Daerah yang disampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, akhirnya pekerjaan pembangunan ini pun diambil alih oleh BWS Sulawesi III sebagai bentuk sinergisitas antara Pemeritah Pusat dan Pemerintah Daerah.

 

Lokasi kegiatan pekerjaan pembangunan jaringan irigasi DI Malunda secara administrasi terletak di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Sumber air untuk DI Malunda berasal dari sungai Malunda dengan luas DAS 361,72 km2 dan panjang sungai utama 42, 62 km. Sementara untuk lokasi bendungnya terletak di Desa Kayuangin dengan tipe bendung yaitu OGEE yang memiliki lebar bendung 83 m.

 

Pembangunan jaringan irigasi DI Malunda ini bermanfaat untuk mengairi 1.121 hektar areal persawahan dengan sistem padi-padi-palawija yang nantinya diharapkan bisa menaikkan indeks tanam sebesar 150% dan peningkatan produksi pertanian dari 3 ton/ha menjadi 6 ton/ha, sehingga program peningkatan produksi swasembada pangan nasional bisa tercapai. Di akhir sambutan, Imam menekankan bahwa pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan secara merata di seluruh Indonesia. Hal ini untuk mengurangi angka disparitas (ketimpangan pembangunan). (dro/dnd KompuSDA)

 

24 Agustus 2017 Selengkapnya

Sosialisasi NDC: Peranan Daerah Dalam Pemenuhan Target NDC
Sosialisasi NDC: Peranan Daerah Dalam Pemenuhan Target NDC

Direktur Bina Penatagunaan SDA memberikan paparan mengenai Peran Daerah Dalam Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air dan Adaptasi Perubahan Iklim di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

24 Agustus 2017 Selengkapnya

Rawa Pening Bersiap Selenggarakan Lomba Dayung Tingkat Nasional
Rawa Pening Bersiap Selenggarakan Lomba Dayung Tingkat Nasional

Danau Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah sedang bersiap untuk pelaksanaan lomba dayung tingkat nasional pada bulan September mendatang, sebagaimana disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Imam Santoso di Semarang (14/5).

 

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah membebaskan danau alami ini dari enceng gondok. “Danau rawa pening berbeda dengan danau lainnya, karena enceng gondoknya amat banyak. Sehingga kita kemudian sejak tahun kemarin mendatangkan beberapa alat berat,” jelas Dirjen SDA.

 

“Enceng gondok menjadi masalah di rawa pening, solusinya adalah setiap hari kita keruk, ditarik, di-harvest. Lama-lama akan habis. Sekarang sudah mulai bersih, kita lakukan pematokan, masyarakat juga sudah mulai tahu kalau ini sudah mulai bersih,” tambah Dirjen SDA.

 

Saat ini dari luasan 1.800 hektar, sekitar 1.200 hektar sudah bebas dari enceng gondok. Pembersihan masif dilakukan sejak awal tahun 2017, menyusul ditetapkannya Danau Rawa Pening sebagai tempat lomba dayung nasional pada bulan September 2017. Menurut Imam Santoso, lomba dayung membutuhkan lahan yang amat luas, dan bersih dari gulma. Lahan kosong minimal harus tersedia 2.200 meter. Oleh karenanya, satuan kerja akan terus bekerja memenuhi persyaratan itu.

 

“Minimal syarat luasan, kan, 2.200 meter. Rawa pening ini seperti di Jakabaring Sport Center, di sini sedang disiapkan 2.200 meter untuk lintasan lomba dan saat ini sudah hampir selesai” tambah Imam Santoso.

 

Selain persiapan pelaksanaan lomba, revitalisasi Rawa Pening, sambung Dirjen SDA, utamanya adalah untuk mengembalikan fungsi dari danau itu sendiri sebagai tampungan air.

Sebagaimana diketahui, Danau Rawa Pening termasuk ke dalam lima belas danau dengan status kritis, seperti halnya Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Limboto di Gorontalo dan Danau Temoe di Sulawesi Selatan.

 

Danau Rawa Pening memiliki beberapa fungsi, yakni sebagai suplai Daerah Irigasi Tuntang Jelok, DI Glapan Timur dan DI Glapan Barat, serta suplesi DI Pelayaran Buaran, dengan total area layanan seluas 20.067 Hektar.

 

Kemudian Danau Rawa Pening juga merupakan menyediakan air baku untuk area Sumber Air Muncul sebesar 500 liter per detik dan Kanal Tuntang sebesar 250 liter per detik. Lalu sebagai sumber energi untuk PLTA Jelok dan PLTA Timo dengan daya maksimum sebesar 20,5 MW. Rawa Pening juga dapat mereduksi debit banjir yang melanda Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak melalui pintu pengatur Bendung Tuntang.

 

Selain itu, Rawa Pening juga dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu tempat wisata air dan yang tengah digalakkan sebagai lokasi pelaksanaan olah raga air. Dengan berbagai fungsi yang dimiliki Danau Rawa Pening, sudah selayaknya operasi dan pemeliharaan dilaksanakan secara berkelanjutan, seraya mengingatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian air demi kesejahteraan bersama. (kty/ech/arg KompuSDA)

16 Agustus 2017 Selengkapnya

Bendungan Sindang Heula Solusi Penyediaan Air Kota Serang
Bendungan Sindang Heula Solusi Penyediaan Air Kota Serang

Pembangunan Bendungan Sindang Heula merupakan salah satu proyek strategis nasional yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Bendungan ini dibangun pada alur sungai Cibanten dengan volume tampungan total sebesar 9,26 juta meter kubik dengan lupa genangan sebesar 128,50 ha.

 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian, Tris Raditian, dalam acara Pengalihan Aliran Sungai Cibanten Proyek Pembangunan Bendungan Sindang Heula, 15 Agustus 2017, Serang, Banten. Tutut hadir dalam acara tersebut Kepala Pusat Bendungan, Ni Made Sumiarsih, Kepala Subdit. Wilayah Barat Pusat Bendungan, Airlangga Marjono, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banten, Hadi Sulistyo, dan Pemerintah Daerah Banten.

 

Dalam sambutan Direktur Jenderal SDA yang dibacakan oleh Kepala Pusat Bendungan. Ni Made Sumiarsih, mengadakan bahwa Bendungan Sindang Heula diharapkan mampu menjadi salah satu solusi pemeliharaan air baku di Kota Serang dan Kabupaten Serang serta sebagai sarana pengendalian banjir pada wilayah tersebut.

 

"Manfaat Bendungan Sindang Heula adalah untuk menyediakan air baku rumah, kantor dan industri di Kabupaten Serang dan Kota Serang sebesar 800 liter/detik; suolai air irigasi sebesar 800 liter/detik untuk Daerah Irigasi Cibanten; pengendalian banjir 50 m3/detik di Kota Serang dan Kabupaten Serang; penyediaan potensi pembangkit listrik tenaga air (mini hidro) sebesar 400 kw dan sebagai destinasi wisata air dan konservasi alam di Kota Serang dan Kabupaten Serang," jelas Ni Made Sumiarsih.

 

Lanjut Kepala Pusat Bendungan, pengalihan sungai ini adalah salah satu proses utk mengurug bangunan inti. " Dan sebelum dibangun harus ada sertifikasi design terlebih dahulu. Sebelum penggenangan pun juga harus melalui proses sertifikasi dahulu karena ini termasuk bangunan yang high riisk (bangunan dengan resiko tinggi). Untuk itu kami menyampaikan apresiasi yg sebesar besarnya kepada pihak terkait baik dari BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, pemerintah daerah maupun pemerintah Kabupaten/Kota," kata Ni Made Sumiarsih.

 

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Banten, Hadi Sulistyo, mengatakan bahwa peran infrastruktur sangat penting, karena juga mendukung pertumbuhan ekonomi     terutama di Banten. "Di Banten akan ada dua bendungan besar yaitu Bendungan Karian dan Bendungan Sindang Heula, maka di setiap penyelenggaraan pembangunan diharapkan dapat menambah pendapatan masyarakat serta harus memperhatikan daya dukung lingkungan. Pengelolaan sumber daya airnya juga harus memberikan manfaat sebesar besarnya kepada masyarakat. Bendungan ini merupakan solusi bagi penyediaan air baku masyarakat selain mendukung ketahanan air dan ketahanan pangan," ungkap Hadi.

 

Berkenan dengan kualitas air dan lingkungan, Ni Made Sumiarsih berpesan agar Bendungan Sindang Heula ketikan selesai pembangunan nya pada akhir tahun 2018 dapat dijaga dengan baik." Jangan sampai digunakan untuk budidaya keramba, karena nanti akan merusak kualitas sumber daya air yang ada sehingga ketika air tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari hari, air tersebut sudah tercemar. Jadi kepada semua pihak agar dapat menjaga dan memelihara bendungan ini dengan baik," pesen Ni Made Sumiarsih.

 

Senada dengan Ni Made Sumiarsih, Kepala BBWS Cidanau Ciujung Cidurian, Trus Raditian, mengatakan akan selalu be kerjasama dengan pemerintah daerah dan pemerintah Kabupaten/kota untuk memberikan edukasi dan penjelasan akan pentingnya menjaga kelestarian air dan bendungan.

 

Bendungan Sindang Heula menggunakan biaya APBN sebesar Rp. 427.320.000.000,- dan merupakan kerjasama antara BBWS Cidanau Ciujung Cidurian dan PP-Hutama Konsorsium sebagai pelaksana kegiatan konstruksi dan PT. Tri Tunggal Pratyaksa (JO) sebagai konsultan supervisi. (tin kompuSDA)

15 Agustus 2017 Selengkapnya

Yunitta Chandra Sari, Doktor Wanita Pertama bidang Sumber Daya Air
Yunitta Chandra Sari, Doktor Wanita Pertama bidang Sumber Daya Air

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air patut berbangga, pasalnya salah satu pejabat di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Yunitta Chandra Sari, berhasil mendapatkan gelar Doktor dengan nilai cumlaude setelah menyelesaikan program studi Teknik Sipil di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah (14/8).


Gelar ini menjadikan Yunitta Chandra sebagai doktor wanita pertama bidang sumber daya air di Kementerian PUPR khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.


Hadir sebagai salah satu penguji, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa dalam beberapa kali menjadi penguji, disertasi Yunitta Chandra yang berjudul "Pendugaan Limpasan Permukaan Dengan Modifikasi Parameter Metode Soil Conservation Service-Curve Number (SCS-CN)" ini termasuk hasil penelitian yang terbaik. "Dilihat dari kesederhanaan metodologi, tujuan dan manfaatnya bagi penerapan ilmu di Kementerian PUPR ke depannya", jelas Basuki.


Sementara itu, Yunitta Chandra menegaskan hasil penelitiannya dapat diterapkan pada perencanaan pembangunan bendungan di wilayah Indonesia. "Metode ini juga bermanfaat untuk memudahkan mengetahui berapa biaya, desain dan keamanan bendungan," ujar wanita yang kini bergelar Dr. Yunitta Chandra Sari, SE, ST., MT. itu. (ech/kty/arg KompuSDA)

15 Agustus 2017 Selengkapnya

Sambut HUT RI ke 72, Ditjen SDA Gelar Lomba Dayung
Sambut HUT RI ke 72, Ditjen SDA Gelar Lomba Dayung

 

Dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia yang ke 72 dan Hari Jadi Kota Sambas ke 386, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) berkolaborasi dengan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) dan Pemerintah Kabupaten Sambas menyelenggarakan Lomba Dayung Dragon Boat dan Bidar Race di Sungai Sambas, Kalimantan Barat pada 12-13 Agustus 2017.

 

Lomba ini diselenggarakan sebagai bentuk gotong royong yang digambarkan oleh kerjasama antara pemerintah, panitia dan masyarakat untuk menerapkan semangat “kerja bersama, bersama kerja”. Dari hasil seleksi administrasi, ada 24 tim Dragon Boat yang lolos untuk berkompetisi memperebutkan Piala Tetap Menteri PUPR, sedangkan untuk Bidar Race yang memperebutkan Piala tetap PODSI Provinsi Kalimantan Barat diikuti oleh 39 tim. Tidak hanya menyelenggarakan Lomba Dayung Dragon Boat dan Bidar Race, panitia juga menggelar Festival Besurong Saprah untuk pertama kalinya yang diikuti oleh 19 tim.

 

Muhammad Arsadi selaku Sekretaris Dewan Sumber Daya Air Nasional yang hadir menyampaikan sambutan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono selaku Ketua PB PODSI Pusat, mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak sungai, namun masih banyak sungai yang kurang dikenal dan jauh tertinggal pengelolaannya dibandingkan negara lain, terutama dalam mengemas sungai sebagai objek wisata dan menjadikan sungai sebagai sarana olahraga bergengsi. “Alih-alih menjadikan sungai sebagai tujuan wisata, masih banyak sungai di Indonesia yang kurang terurus dan banyak sampah. Padahal sungai merupakan bagian dari kehidupan bagi sebagian masyarakat Indonesia,” terang Arsadi.

 

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak sungai dan sungai yang terpanjang di Indonesia ada di Kalimantan Barat yaitu Sungai Kapuas. Sungai tersebut melintasi Pontianak dan beberapa kabupaten yang menjadikannya sebagai salah satu jalur transportasi serta sumber kehidupan bagi masyarakat provinsi Kalimantan Barat. Mengingat potensi yang ada tersebut, pengelolaan dan pengembangan sektor pariwisata seperti olahraga air bisa menjadi perhatian serius oleh pemerintah setempat untuk mendongkrak jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara.  

 

Adrianus Asia Sidot selaku Ketua PODSI Provinsi Kalimantan Barat yang juga hadir dalam acara tersebut menambahkan bahwa lomba ini menjadi momentum untuk meningkatkan silaturahmi dan semangat gotong royong masyarakat dalam melestarikan sungai dan budaya Kabupaten Sambas. “Selain itu, diharapkan akan lahir para atlet dayung baru yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional nantinya,” tutur Adrianus.

 

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso telah mengerahkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I untuk mendukung penuh kegiatan ini guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian sumber air dan sungai. Menurutnya, sungai yang dikelola dengan serius dan profesional akan mendatangkan banyak manfaat bagi masyarakat sekitarnya. (dro KompuSDA)

 

13 Agustus 2017 Selengkapnya