© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Penandatanganan KSB SPAM Regional Gorontalo Raya
Penandatanganan KSB SPAM Regional Gorontalo Raya

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) pada hari Selasa ini (14/5) melakukan penandatangan KSB Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Gorontalo Raya yang dilaksanakan di Jakarta. Direktur Jenderal SDA Hari Suprayogi mengatakan bahwa penandatanganan kesepakatan ini merupakan persiapan dalam rangka SPAM Regional Gorontalo Raya.

"Dalam hal ini saya sampaikan dalam rangka Pengelolaan SPAM Regional yang membutuhkan 2.200 liter/detik dibutuhkan persiapan. Sumber perlu kita cari untuk memenuhi kebutuhan tersebut antara lain mengharapkan dari pembangunan Bendungan Boalemo Ulu," ujarnya. Sementara Bendungan Boelamu Ulu sendiri saat ini masih dalam tahap persiapan pembangunan, direncanakan Bendungan tersebut nantinya dapat menampung 117 juta meter kubik. Disana diperuntukkan antara lain untuk irigasi seluas 4.200 ha dan untuk air baku yang sudah dibahas dengan Komisi Keamanan Bendung sebelumnya yakni 1.160 meter kubik/detik.

Pun begitu, Dirjen SDA tetap optimis dapat memenuhi kebutuhan SPAM di Gorontalo melalui upaya lainnya, seperti melakukan sinkronisasi program bersama Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengutarakan ucapan terima kasih kepada Ditjen SDA dan Ditjen Cipta Karya atas terwujudnya penyelenggaraan SPAM Regional Gorontalo Raya ini. "Sesuai dengan data yang ada bahwa di Provinsi Gorontalo capaian air minum baru mencapai 79,20% dan kita mengharapkan sesuai target SDG’s goals yaitu 100% air minum tahun 2030, sehingga dengan adanya SPAM Regional Gorontalo Raya dapat mempercepat pelaksanaan target SDG’s ini, " tutur Idris.

Dikatakannya lagi bahwa jika pelaksanaan ini dilaksanakan hanya dari dana APBD akan terasa berat sehingga Provinsi Gorontalo sangat mengapresiasi bahwa dengan adanya SPAM Regional Gorontalo ini secara keseluruhan capaian air minum Provinsi Gorontalo dapat cepat terpenuhi, minimal dalam kurun waktu 3 - 4 tahun ke depan capaiannya sudah mencapai 90%. SPAM Regional Gorontalo Raya direncanakan akan melayani 3 wilayah yaitu Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.

Ke depannya, Pemerintah Gorontalo juga berharap daerah Gorontalo Utara, Boalemo dan Pohuwato dapat segera menyusul. Penandatanganan kesepakatan ini turut dihadiri oleh Direktur Pengembangan SPAM Ditjen Cipta Karya Agus Ahyar, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Adenan Rasyid, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, dan Wali Kota Gorontalo Marten Taha. (kompusda-ech/dnd/ams)

14 Mei 2019 Selengkapnya

Rayakan Puncak Hari Air Dunia XXVII Ditjen SDA Gelar Beragam Kegiatan di Situ Lido
Rayakan Puncak Hari Air Dunia XXVII Ditjen SDA Gelar Beragam Kegiatan di Situ Lido

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merayakan Puncak Hari Air Dunia (HAD) XXVII, di Situ Lido Bogor Jawa Barat. Turut hadir dalam acara ini segenap insan Ditjen SDA, Pemerintah Daerah Jawa Barat maupun Bogor, Organisasi masyarakat peduli air, serta perwakilan dunia pendidikan dari TK hingga Perguruan Tinggi. Turut hadir Penasehat DWP Kementerian PUPR, Kartika Basuki Hadimuljono.

 

Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan upaya pihaknya untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya ketersediaan serta akses terhadap air bersih. Tahun ini perayaan HAD mengusung tema 'Semua Harus Mendapatkan Akses Air'.

 

"HAD telah diperingati selama 27 tahun sejak ditetapkan pada Sidang Umum PBB tanggal 22 Maret tahun 1992. Pada tahun ini tema yang diangkat adalah 'Semua Harus Mendapatkan Akses Air' yang diadopsi dari tema international 'Water for All: Leaving No One Behind' yang mengandung pengertian air untuk semua tanpa terkecuali," kata dia, dalam sambutan, Selasa (30/4).

 

Dia pun menjelaskan, berdasarkan data UN-WATER, secara global, masih terdapat 2,1 miliar orang yang belum mendapatkan akses terhadap air bersih. Secara global pula, masih terdapat 80 persen penduduk yang tinggal di area pedesaan masih menggunakan air dari sumber yang tidak laik.

 

"Selain itu, tidak kurang dari 68,5 juta orang berada di pengungsian karena bencana alam, peperangan maupun konflik sosial politik dan mengalami kendala akses air," lanjut dia.

 

"Demikian pula, kelompok masyarakat seperti perempuan, penyandang disabilitas, pekerja, anak-anak, pelajar, masyarakat adat dan Iainnya masih mengalami krisis kebutuhan air," imbuhnya.

 

Di Indonesia, air dan salah satu penyediaannya juga menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), tidak ada provinsi di Indonesia yang memiliki akses terhadap sumber air yang layak hingga 100 persen.

 

"Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) melakukan konservasi, revitalisasi dan digitalisasi terhadap pembangunan infrastruktur sumber daya air di Indonesia untuk mencapai pembangunan yang lebih tepat sasaran berdasarkan skala prioritas dan manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat," tegas dia.

 

Sementara Ketua Pelaksana Harian Perayaan Hari Air Dunia XXVII, Muhammad Arsyadi mengatakan, dalam rangka peringatan HAD XXVII tahun 2019, telah dilaksanakan rangkaian kegiatan yang di Pusat dan Balai-Balai Wilayah Sungai di seluruh Indonesia

 

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada Balai Besar dan Bala Wilayah Sungai antara lain, meliputi kegiatan bersih-bersih sungai sepanjang 88.258 Km, bersih-bersih lingkungan, serta penanaman pohon.

 

"Ada kegiatan donor darah, tournament Gatebal, pembuatan Biopori, penebaran benih ikan, lomba mewarnai, menggambar, tari dan paduan suara, sosialisasi cuci tangan yang benar menggunakan sabun, serta pemanenan air hujan," jelas dia.

 

Selanjutnya, juga dilaksanakan kuliah umum, seminar dan sarasehan yang terkait dengan SDA dan akses air. "Seluruh kegiatan di BWS/BWS tersebut dilaksanakan bersama-sama dengan Pemerintah Daerah dan instansi terkait serta dengan melibatkan organisasi masyarakat peduli air dan sekolah-sekolah dari tingkat TK sampai dengan Perguruan Tinggi," imbuhnya.

 

Sementara rangkaian kegiatan di pusat Kementerian PUPR, meliputi kegiatan publikasi dilaksanakan sejak minggu pertama bulan Maret melalui spanduk dan Umbul-Umbul, Poster, Balon Udara, Website, koran dan majalah. Di samping itu juga dilakukan melalui media online, media sosial serta pemasangan sticker pada bus-bus.

 

Pencanangan HAD XVI Tahun 2019, kata dia, dilaksanakan di Kampus PUPR pada tanggal 2 Maret 2019 dengan pelepasan 27 Merpati, bersih-bersih lingkungan Kampus, demo teknologi pompa air tenagah hidro, penyerahan bantuan alat pembuatan biopori dan pemberian pupuk organik padat pada sekolah-sekolah atau kampus dan kelurahan dibsekitar Lingkungan Kampus PUPR.

 

"Juga dilakukan friendly match gateball tournament, Water Day Fest yang meliputi lomba duta air, paduan suara dan tari tradisional untuk tingkat SMA/SMK, kegiatan donor darah yang dilakukan pada tanggal 26 Maret 2019 dan tanggal 2 April 2019," jelas dia.

 

"Lomba menggambar dan mewarnai untuk Siswa SD se-Jabodetabek yang berkerjasama dengan UNESCO, lomba karya ilmiah tingkat SMA/SMK se-Indonesia yang dilaksanakan oleh Puslitbang SDA, dan dialog nasional dengan topik 'Penyediaan Air Bersih Bagi Seluruh Masyarakat'," lanjut dia.

 

Pada puncak acara hari ini telah dilaksanakan penebaran 150.000 benih ikan nila dan ikan baung yang merupakan dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) penanaman 200 Pohon jenis cemara Norfolk, Glodakan Tiang, Eucalyptus Jabon dan Mahoni dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

 

"Serta sosialisasi Program Cuci Tangan pakai sabun oleh anak-anak TK Pertiwi Cigombong," tandasnya.

(kty/dnd-KompuSDA)

30 April 2019 Selengkapnya

Kementerian PUPR Ajak Masyarakat Peduli Akses Air Bersih
Kementerian PUPR Ajak Masyarakat Peduli Akses Air Bersih

Dalam rangka Hari Air Dunia ke-XXVII tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Dialog Nasional dengan mengangkat tema “Penyediaan Air Bersih bagi Seluruh Masyarakat”, Senin (29/4) di Jakarta. 

Acara dibuka oleh Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Lukman Hakim mewakili Menteri PUPR. Ia menyampaikan, tema yang diangkat pada tahun ini juga berkaitan dengan air bersih dan sanitasi yang layak serta menjamin akses air dan pengolahan sumber daya air yang berkelanjutan bagi semua orang. 

Lukman mengatakan, banyak sekali tantangan besar yang dihadapi dalam pemenuhan kebutuhan air, pangan, dan energi yang semakin meningkat. "Melihat penduduk Indonesia yang semakin meningkat dan gaya hidup dan pola konsumsi yang semua itu akan memberi tekanan besar bagi penyediaan air ke depan," ujarnya. 

Tema ini, katanya, sesuai dengan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan air minum dan sanitasi seratus persen bagi seluruh masyarakat Indonesia pada tahun 2019, atau dikenal dengan universal access. Melalui kegiatan dialog nasional ini juga diharapkan dapat menghasilkan ide kreatif dan inovasi, serta menghasilkan kesepakatan yang dapat dilaksanakan bersama dalam pengelolaan sumber daya air. 

"Selain itu, saya ingin memberi apresiasi yang tinggi dan semangat khsusnya pada adik-adik generasi muda untuk terus mengembangkan ide dan inovasi kreatif dalam bidang pengelolaan sumber daya air," tutupnya.

Sementara itu, Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR sekaligus Ketua Panitia Dialog Nasional, Fauzi Idris menyampaikan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk menularkan penyediaan akses air dari lokasi ke lokasi lain, meningkatkan peran masyarakat dalam penyediaan air bersih, serta guna meningkatkan kepeduliaan pemerintah daerah dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Acara ini mengundang narasumber dari beberapa kelompok masyarakat yang bergerak di bidang penyediaan air minum dan pemerintah daerah yang berhasil mencapai target Universal Access dan PDAM yang memiliki kinerja baik.

Selain Dialog Nasional pada hari ini juga telah diselenggarakan Lomba Karya Ilmiah Bidang Sumber Daya Air untuk SMA/SMK/MS tingkat nasional yang dimulai dari tanggal 14 Februari hingga 27 April 2019. Berikut daftar pemenangnya:

Juara I : MA Al Irsyad, Bali. Judul Makalah: Teknologi Mesin Air Minum Portabel Dalam Kebencanaan

Juara II : SMAN 1 Kediri, Jawa Timur. Judul Makalah: Pemanfaatan Ekstraksi Kitosan Pada Tepung Larva Lalat Hitam (Hermetia Illucens) sebagai Absorben Logam Pb dan Cu

Juara III : SMK BPI Bandung, Jawa Barat. Judul Makalah: e-CAI Versi 2.0 Inovasi Sistem Penyediaan Air Minum “Easy Cash Zero Waste” di Lingkungan Sekolah

(ech/din-Kompu SDA)

 

29 April 2019 Selengkapnya

KNIBB Kunjungi  Bendungan Sindang Heula
KNIBB Kunjungi Bendungan Sindang Heula

Seminar Nasional Bendungan Besar Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar pada Sabtu kemarin (27/4) mengunjungi pembangunan Bendungan Sindang Heula di Kabupaten Serang dalam rangka kunjungan lapangan rangkaian kegiatan KNIBB yang dilaksanakan pada 26 – 28 April 2019.

Field Trip ini merupakan rangkaian kegiatan Seminar Nasional Bendungan Besar Tahun 2019, pertama ada Focus Group Discussion (FGD), kedua Kegiatan Seminar dan Pameran dan sekarang kunjungan lapangan. Tujuannya  adalah untuk menampung pemikiran-pemikiran dan inovasi-inovasi dari para intelektual sehingga akan bisa memelihara dan membangun bendundungan besar efektif efisien dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Field trip kali ini mengenalkan kepada para peserta bahwa di Provinsi Banten ada pembangunan Sindang Heula, nanti di sini termasuk para pe-makalah bisa berdiskusi langsung dengan teman-teman pelaksana di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau-Ciujung-Cidurian. Ini memerlukan proses yang panjang salah satunya membangun bendungan, me-manage catchment area di wialayah sungai, pemerintah membangun bendungan jika tidak dibarengi oleh pemanfaatan wajah mustahil bisa tercapai,” ujar Direktur Sungai Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Jarot Widyoko.  

Di lain tempat, Kepala BBWS C3 Tris Raditian mengatakan Bendungan Sindang Heula ini bermandaar untuk mensuplai air baku ke Kabupaten/Kota Serang dan Kabupaten Cilegon sebesar 0,80 m3/detik, dan suplai air irigasi sebesar 0,80 m3/detik serta pengendalian banjir, tampungan air sebesar 9.257.948 m3 dengan luas genangan 129,5 ha.

“Ada juga potensi untuk PLTA walau kecil, tapi untuk membiayai proyek ini jika dipakai bisa mengurangi biaya listriknya, belum lagi potensi pariwisata yang otomatis nanti akan ada jika bendungan ini jadi. Orang senang berkreasi berpariwisata, perekonomian tumbuh,” ujarnya. (kompusda)

 

28 April 2019 Selengkapnya

Seminar Nasional KNIBB untuk Inovasi Bendungan
Seminar Nasional KNIBB untuk Inovasi Bendungan

Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar (KNI-BB) dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hari ini (27/4) mengadakan Seminar Nasional Bendungan Besar 2019 dengan tema "Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan untuk Mencapai Visium 2030" sebagai rangkaian dari kegiatan KNI-BB 26 – 28 April 2019 ini. Diikuti oleh lebih dari 600 profesional dan ahli bendungan, seminar ini mempresentasikan 48 makalah sebagai rekomendasi peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta inovasi sistem cerdas bendungan untuk ketahanan air yang berkelanjutan di Indonesia.

Tantangan yang dihadapi saat ini adalah jumlah bendungan yang ada di Indonesia hanya mampu mengairi 11% lahan pertanian dari total 7,3 juta hektar di seluruh Indonesia. “Target 65 bendungan baru di Indonesia harus terpenuhi agar persentase lahan pertanian yang mendapat jaminan air dari bendungan dapat meningkat hingga 20%. Ini memaksimalkan aktivitas pertanian, karena dengan adanya bendungan, proses menanam bisa berlangsung lebih dari 2x setahun. Sementara tanpa bendungan, hanya 1x saja mengandalkan curah hujan,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Sementara itu Direktur Jenderal SDA Hari Suprayogi mengatakan untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan peningkatan SDM, inovasi, serta program terencana dengan arah yang jelas. Apalagi, saat ini angka di Indonesia hanya mencapai 50m3 per kapita per tahun, angka ini masih jauh di bawah Thailand yang sudah mencapai 1,200 m3 per kapita per tahun. Sejalan dengan target visium 2030, Indonesia harus memenuhi kapasitas tampung 1,200 m3 per kapita per tahun di tahun 2030.

Selain penerapan teknologi, untuk mitigasi bencana alam, saat ini Ditjen SDA juga terintegrasi dengan Badan Meterorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Tujuannya, saat terjadi resiko bencana atau cuaca buruk, penindaklanjutan bendungan akan berlangsung saat itu juga. Termasuk saat musim kemarau, data jumlah kebutuhan air akan langsung terintegrasi dengan BMKG, sehingga lahan yang mengalami kekeringan akan cepat mendapatkan irigasi dari waduk.(kompusda)

27 April 2019 Selengkapnya

Kesempatan Belajar dari Pembangunan 65 Bendungan
Kesempatan Belajar dari Pembangunan 65 Bendungan

"Dengan pembangunan 65 bendungan besar yang harus diselesaikan seperti saat ini, saya berharap generasi muda penerus memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan ini. Karena belum tentu diulang di tahun-tahun berikutnya," begitu penjelasan yang disampaikan oleh Menteri PUPR di Jakarta (26/4).
 
"Saya kira ini merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan (bagi para generasi muda) sehingga kita punya expert bidang bendungan besar di kemudian hari," imbuh Menteri PUPR.
 
Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri PUPR ketika membuka acara Seminar Nasional Bendungan Besar tahun 2019 dengan tema Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan untuk Pencapaian Visium 2030, yang berlangsung di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta (26/4).
 
Disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) Hari Suprayogi selaku Ketua Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar (KNI-BB), salah satu Visium 2030 yang dicanangkan adalah pembangunan bendungan atau tampungan air multifungsi yang dapat memenuhi kapitas sebesar 120 meter kubik per kapita per tahun. Di mana kapasitas tampungan Indonesia saat ini sebesar 50 meter kubik per tahun. 
 
"Ini adalah tugas berat dan besar. Sehingga untuk mencapai hal tersebut diperlukan peningkatan sumber daya manusia, iptek, kerja keras, dan inovasi melalui program dan proses yg terencana, serta nemiliki arah dan tujuan yang jelas untuk diselesaikan," jelas Dirjen SDA.
 
Guna mendukung visium tersebut KNI-BB telah berkembang, hingga saat ini KNI-BB memiliki anggota sebanyak 1.858 orang. Dari jumlah ini sebanysk 1.014 orang atau 54% telah memiliki SKA.
 
"KNI-BB juga mendukung penerbitan sertifikat elektronik bersama LPJK dan menyelenggarakan bintek bekerja sama dengan BPSDM Kementerian PUPR dan beberapa universitas ternama," imbuh Dirjen SDA sebagai salah saru cara melahirkan expert bidang bendungan besar di Indonesia.
 
Pada kesempatan yang baik ini, KNI-BB juga memberikan penghargaan kepada para senior yang tanpa kenal lelah berkontribusi terhadap pembangunan bendungan besar dan juga terhadap pengembangan KNI-BB dari masa ke masa. Beberapa di antaranya yang mendapatkan penghargaan adalah Basuki Hadimuljono, Suryono Sosrodarsono, Djoko Kirmanto, RM Sedyatmo, dan Masduki Umar.
 
Seminar Nasional Bendungan Besar kali ini akan berlangsung sejak 26 April sampai dengan 28 April 2019, diisi dengan focus group discussion pada 26 April yang diikuti oleh 150 peserta dan pemakalah dari K-Water Korea Selatan.
 
Pada 27 April acara akan dilanjutkan dengan Seminar Bendungan Besar dimana 48 makalah akan dipresentasikan dan dihadiri oleh 600-700 peserta. "Semua makalah yang masuk akan dijadikan buku dan diajukan ke Perpustakaan Nasional untuk mendapatkan ISBN," ujar Jarot Widiyoko, Direktur Sungai dan Pantai yang bertindak selaku Ketua Panitia Penyelenggara.
 
Di hari terakhir, para peserta akan mengikuti field trip ke Bendungan Sindangheula, salah satu bendungan besar di Provinsi Banten yang termasuk kedalam rencana pembangunan 65 bendungan.
 
Acara diselenggarakan berkat kerja sama antara Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan Komite Nasional Indonesia Bendungan Besar, Forum Perencana Pelaksana Pengelola Bendungan Besar, juga Balai Bendungan, BBWS Ciliwung Cisadane dan BBWS Cidanau Ciujung Cidurian.
(KompuSDA)

27 April 2019 Selengkapnya

FGD Bersama K Water Untuk Pembangunan Bendungan Lebih Berkualitas
FGD Bersama K Water Untuk Pembangunan Bendungan Lebih Berkualitas

Indonesia saat ini memiliki 231 bendungan yang merupakan infrastruktur sumber daya air dengan nilai investasi tinggi dan mempunyai fungsi vital bagi keidupan masyarakat serta memiliki potensi risiko yang sangat tinggi juga. Dari 231 bendungan tersebut sebanyak 198 bendungan merupakan milik Kementerian PUPR baik yang dikelola oleh PUPR langsung maupun BUMN sedangkan lainnya dimiliki dan dikelola oleh swasta. 
 
Sehubungan dengan pembangunan 65 bendungan baru yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, disampaikan bahwa hingga saat ini terdapat 14 bendungan yang sudah selesai pembangunannya dari target 29 bendungan (2014 – 2019) yang dapat menambah kapasitas tampungan sebesar 1.096,49 juta m3. 
 
“Sisanya sebanyak 36 bendungan dibangun target tahun 2020 hingga 2023. Dengan demikian pembangunan 65 bendungan ini nantinya akan menambah kapasitas tampungan sebesar 4.93 miliar m3,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR saat membuka acara  Direktur Jenderal Sumber Daya Air dalam Forum Group Discussion dengan tema Innovation of Technology in Dam Operating, Maintenance And Upgrading kemarin di Jakarta (26/4).
 
Perlu diingat bahwa keberhasilan suatu pembangunan infrastruktur sangat tergantung dari outcome yang akan dicapai. Oleh karena itu penting untuk mempertahankan dan meningkatkan pengelolaan khususnya operasi dan pemeliharaan yang baik dan benar dari pembangunan bendungan-bendungan tersebut di Indonesia.
 
Dalam rangka peningkatan kulalitas pembangunan peningkatan rehabiitasi serta operasi dan pemeliharaan bendungan baik bendungan yang baru dibangun mapun bendungan eksisting maka pada kesempatan tersebut, Direktorat Jenderal SDA mengundang perwakilan dari Korea Selatan yaitu dari pihak Korea Water Resources Corporation (K-Water) sebagai salah satu negara yang telah menerapkan pembangunan dan pengelolaan bendungan yang baik. Dari kegiatan FGD ini diharapkan kedua belah pihak dapat saling bekerja sama dalam pembangunan bendungan-bendungan nanti di masa depan di Indonesia.
 
Hadir sebagai perwakilan adalah Mr. Cho Wanhee selaku senio researcher, Mr. Nih Junwu selaku Chief Researcher dan Park Dongsun dari K-Water. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Ditjen SDA Muhammad Arsyadi, Direktur Sungai dan Pantai Jarot Widyoko, Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan Agung Djuhartono, dan Direktur BPSDA Fauzi Idris. (kompusda)

26 April 2019 Selengkapnya

DWP Kementerian PUPR dan Sinar Mas Salurkan 1000 Al Quran Regular dan 35 Paket Al Quran Braille
DWP Kementerian PUPR dan Sinar Mas Salurkan 1000 Al Quran Regular dan 35 Paket Al Quran Braille

DWP kementerian PUPR melaksanakan pemberian secara simbolis kegiatan pembagian Al Quran dan Al Quran Braille sebagai salah satu bagian dari program kerja tahunan DWP Kementerian PUPR.  Adapun kerja sama pembagian Al Quran ini dilaksanakan bersama PT. Sinar Mas, yang sudah berlangsung selama tiga tahun yakni sejak tahun 2017.   

Untuk tahun ini dibagikan sebanyak 1000 AlQuran regular dan 35 paket AlQuran braille.  Untuk Al Quran Braille dibagikan sebanyak 34 paket kepada Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) dan 1 paket kepada Pertuni Semarang, hal ini karena sebelumnya ada permohonan dari pengurus Pertuni Semarang. 

“Di tahun sebelumnya Al Quran braille mendapat hanya 8 paket dan Alhamdulillah tahun ini bisa mendapat 35 paket dari Sinar Mas.  Untuk diketahui Al Quran Braille ini harganya cukup mahal.  Untuk itu kita bersyukur dapat menyalurkannya.  Mudah-mudahan dengan bisa ikut membantu menyalurkan Al Quran Braille itu akan semakin banyak tuna netra yang dapat membaca AlQuran” , penasihat DWP Kementerian PUPR, Ibu Kartika Basuki Hadimuljono. 

Sementara itu, untuk distribusi 1000 buah AlQuran akan disalurkan ke masjid, musholla yang telah dipilih se-Indonesia melalui ibu-ibu DWP Kementerian PUPR yang ada di Balai Besar Wilayah Sungai/ Balai Wilayah Sungai.  (kompusda)

26 April 2019 Selengkapnya

MoU Penyediaan Pertambakan PUPR dan KKP Tingkatkan Budidaya Tambak
MoU Penyediaan Pertambakan PUPR dan KKP Tingkatkan Budidaya Tambak

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) hari ini (12/4) melaksanakan Penandatanganan Kerjasama Penyediaan Infrastruktur Pertambakan dengan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan di Gedung Ditjen SDA, Jakarta.

Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara 2 Kementerian yang merupakan upaya mewujudkan percepatan pembangunan dan nilai tambah hasil produksi kelautan dan perikanan melalui kegiatan pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur bidang Sumber Daya Air pada Kawasan Produksi Budidaya Perikanan dan SKPT.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal SDA mengatakan bahwa sebelum adanya PKS ini, kerja sama di antara dua Kementerian telah berjalan. “Tujuan dari PKS ini kan meningkatkan nilai tambah, peningkatan budi daya, berkelanjutan bagaimana sistem tambak perikanan dapat lebih tertata dengan baik,” ujar Hari Suprayogi.

Selama kurun waktu 5 tahun sejak 2015 hingga 2019, implementasi sinkronisasi program yang dilakukan oleh kedua Kementerian telah menghasilkan sejumlah 150 Daerah Irigasi Tambak (DIT) yang tersebar di 89 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, dari jumlah tersebut 25 DIT  dibangun di tahun 2019 ini di 19 Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengakui bahwa peranan Ditjen SDA sangatlah besar dalam kerja sama ini. “Melalui kerja sama ini, dalam irigasi pertambakan udang, kita ingin me-revitalisasi pertambakan udang, ini sudah mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun 2010 hingga 2017,” jelasnya.

Misalnya saja di tahun 2010 panen udang sebesar 379.000 ton dan di tahun 2017 meningkat menjadi 1.150.000 ton. “Karena tergantung dari kualitas sumber daya air, dengan adanya perbaikan irigasi, dibersihkan , kualitas air jadi makin bagus, ditambah lagi ada instalasi pengolah limbah dimana semua produksi tidak boleh mencemari lingkungan harus ada izin AMDAL,” kata Slamet.

Selain dari peningkatan jumlah panen, hasil dari kerja sama ini juga meningkatkan daya serap tenaga kerja yang memberikan efek peningkatan pula pada pendapatan para budidaya tambak dari yang awalnya Rp2.800.000/bulan kini meningkat menjadi Rp 3.300.000/ bulan

Adapun sinergitas kegiatan antara Ditjen SDA dan Ditjen Perikanan Budidaya yang diharapkan dalam perjanjian kerjasama ini yaitu penyampaian baseline data dan informasi terkait rencana kerja tahunan, renstra, serta hasil penetapan lokasi pembangunan serta melakukan sinkronisasi program di kawasan produksi perikanan budidaya dan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT); Penyusunan detail desain jaringan tambak dan menyusun kebijakan dan strategi serta operasional termasuk tim pelaksana agar tercapai koordinasi dan keterpaduan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur perikanan budidaya; serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi, dan operasi dan pemeliharaan serta pengelolaan infrastruktur yang dibangun. (dnd/ams-kompusda)

12 April 2019 Selengkapnya

Kurangi Disparitas, Ditjen SDA Bekerja Cerdas
Kurangi Disparitas, Ditjen SDA Bekerja Cerdas

 

Sinergitas Pemerintahan adalah satu solusi yang terus ditingkatkan oleh pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya cuma satu, agar pertumbuhan Indonesia yang inklusif bisa semakin naik. Berbagai gerakan dilakukan, mulai dari peningkatan pembangunan sarana dan prasarana yang terintegrasi, pun peningkatan kualitas sumber saya manusianya.

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun infrastruktur diseluruh penjuru negeri secara merata. Program ini bertujuan untuk menghilangkan disparitas (kesenjangan) pembangunan diberbagai daerah, dengan harapan : kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia. Sebagai contoh, Sulawesi Selatan. Provinsi yang berkembang cukup pesat ini terus didampingi oleh Kementerian PUPR, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) agar sarana dan prasarana airnya bisa menunjang pertumbuhan daerahnya ke arah yang lebih baik.

 

Di Sulawesi Selatan, ada Danau Tempe yang volume sedimentasinya semakin parah sehingga berpengaruh buruk terhadap kualitas airnya. Ditjen SDA melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang sedang melakukan penelitian untuk membangun tanggul dan pintu pengatur keluar masuknya sedimentasi ke danau. Tidak itu saja, Ditjen SDA akan semakin gencar melakukan reboisasi dan konservasi terhadap hulu sungai-sungai di Sulawesi Selatan agar tetap lestari, dan yang terpenting agar tidak menimbulkan bencana banjir ketika hujan tiba.

 

Berbagai program lainnya terkait sumber daya air juga dipaparkan Direktur Jenderal SDA Hari Suprayogi, yang hadir mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (MUSRENBANG RKPD) Provinsi Sulawesi Selatan pada Kamis, 11 April 2019, diantaranya pembangunan Bendungan Pamukkulu, Bendungan Karaloe, Bendungan Jenelata, dan pembangunan & rehabilitasi beberapa jaringan irigasi yang akan mendukung Sulawesi Selatan menjadi salah satu Lumbung Padi Nasional, juga program mitigasi bencana yang terus digalakkan.

 

Terkait program PUPR secara umum, Hari Suprayogi juga menambahkan bahwa Kementerian PUPR akan mengembangkan sistem konektivitas dengan membangun jalan nasional lainnya, pengembangan daerah-daerah pariwisata seperti Tana Toraja, juga program pengembangan air bersih yang terus digenjot pelaksanaannya. Berbagai rencana kerja tersebut tentunya akan disesuaikan dengan potensi dan kondisi topografi yang ada di Sulawesi Selatan. Melalui program pembangunan berbagai infrastruktur ini, diharapkan provinsi yang memiliki motto Todo Poli yang berarti Teguh Dalam Keyakinan tersebut bisa semakin membawa Indonesia mendunia. (sandro kompuSDA)

 

12 April 2019 Selengkapnya

Seminar Nasional Keandalan Infrastruktur PUPR
Seminar Nasional Keandalan Infrastruktur PUPR

Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo menggelar Seminar Nasional Keandalan Infrastruktur Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Bagi Kemajuan Bangsa, Sabtu (06/04/2019). Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi tanah air saat ini, dimana Indonesia membutuhkan infrastruktur untuk melanjutkan kehidupan.
 
Seminar ini menghadirkan pembicara Ir. Dodi Krispratmadi, M.Env E mewakili bapak Menteri yang mempresentasikan tentang Keandalan Infrastruktur PUPR Bagi Kemajuan Bangsa, Ir. SR Eko Yunianto, Sp mewakili Bapak Gubernur yang mempresentasikan tentang Kebijakan
Infrastruktur Irigasi dalam Mempertahankan Swasembada Beras, Dr. Ir. Hari Suprayogi, M.Eng selaku Direktur Jenderal SDA yang mempresentasikan Tata Kelola Dalam Peningkatan Kinerja Infrastruktur Sumber Daya Air dan Dr. Ir. Sriyana, M.Si selaku Dosen Universitas Diponegoro
yang mempresentasikan Tata Kelola Dalam Peningkatan Kinerja Infrastruktur Sumber Daya Air.
 
Seminar ini dihadiri oleh para pejabat dilingkungan PUPR, akademisi, peneliti, praktisi, penyedia jasa dan masyarakat umum. “Ide-ide inovasi kerap kali muncul dalam sebuah seminar yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan yang dapat diimplementasikan dalam
pengelolaan sumber daya iar” Kata Hari Suprayogi dalam peresentasinya.
 
Hari Suprayogi juga menyampaikan dalam rangka penyadaran kelestarian air harus memperhatikan 3 aspek yaitu konservasi air dan sumbernya, bagaimana memanfaatkan pendayagunaan air dan pengendalian daya rusak air itu sendiri.

06 April 2019 Selengkapnya

Lomba Menggambar dan Mewarnai Dalam Rangka HAD Tahun 2019
Lomba Menggambar dan Mewarnai Dalam Rangka HAD Tahun 2019

Masih dalam rangkaian acara Peringatan Hari Air Dunia ke-XXVII Tahun 2019, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar lomba menggambar dan mewarnai Tingkat Sekolah dasar Se-Jabodetabek yang diadakan di Ruang Serbaguna Lantai 8. Acara dihadiri oleh Direktur Jenderal Sda Hari Suprayogi didampingi oleh Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, Ketua Harian Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman, dan Para Pengurus Dharma Wanita Persatuan Ditjen SDA.

Ni Made Sumiarsih selaku Koordinator Bidang Lomba Karya Peringatan HAD XXVII Tahun 2019 dengan resmi membuka acara Lomba Menggambar Dan Mewarnai tersebut. Dalam sambutannya, dirinya mengatakan bahwa kegiatan Lomba Mewarnai dan Menggambar Tingkat SD se-Jabodetabek ini merupakan bentuk partisipasi Kementerian PUPR dalam Hari Air Dunia Tahun 2019 serta sebagai usaha i untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam hal ini khususnya adik-adik peserta lomba akan pentingnya ketersedian air bersih.

“Ini merupakan suatu peringatan untuk meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat akan pentingnya air bersih melalui pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Melalui seni, kami harapkan adik-adik sekalian dapat menyampaikan pesan-pesan kepada dunia melalui karya seni yang akan adik-adik sekalian hasilkan hari ini..Adik-adik jugalah yang akan meneruskan pengelolaan  sumber daya air kita kedepan,ujar Ni Made di Jakarta (5/4).

Sementara itu Arief Rachman mengatakan bahwa kegiatan lomba seperti ini telah dilaksanakan sejak tahun 2006                 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dilaksanakan sejak tahun 2006. “Dengan lomba ini untuk menyadarkan kita bahwa semua harus mendapatkan air bersih, dan dengan diadakannya perlombaan ini agar kita tidak boleh mencemari air bersih, supaya semuanya mempunyai air bersih,” ujarnya.

Lomba menggambar dan mewarnai ini dimeriahkan oleh kehadiran Pemenang Duta Hari Air 2019, Firhan Salim dan Salsa Kania. Hasil lomba dinilai oleh para juri yang berasal dari Kepala Galeri Nasional Indonesia Drs.Pustanto selaku Ketua Tim Juri, Drs.Tubagus Sukmana M.Ikom dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Ibu Rinawati Edy Juharsyah dari Dharma Wanita Persatuan Ditjen SDA, Ibu Yanti Yulianti dari Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO, serta  Adi Rusman dari perwakilan Ditjen SDA. Adapun hasil penjurian adalah sebagai berikut : Juara I - Azzahrawan dari SDN Pisangan Timur; Juara II - Syafinatun Naja dari SD Muhammadiyah 24; Juara III - Salma Safina dari SD Al Azhar Pusat; Juara Harapan I - Anastasia Tetria S.N dari SDN  Selong 4 pagi; Juara Harapan II - M.Hanif dari SDN Menteng 03; Juara Harapan III - Ghania Khanza dari SDN Menteng 03 serta untuk Karya favorit : Niekayla Fifa dari SDN Gunung, Malika Alya dari SDN Rajawali 08 Pagi, Yuwanisa Gladies dari SDN Gunung 05

(ams/dnd-kompusda)

05 April 2019 Selengkapnya