© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Pre Award Meeting PAM Bendungan Lolak Paket 2
Pre Award Meeting PAM Bendungan Lolak Paket 2

Pre Award Meeting PAM Bendungan Lolak Paket 2 bertempat di Lantai 7 Pusat Bendungan

14 Juli 2017 Selengkapnya

HALAL BIHALAL ERATKAN SILATURAHMI DWP DITJEN SDA
HALAL BIHALAL ERATKAN SILATURAHMI DWP DITJEN SDA

JAKARTA - Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen-SDA) hari ini (11/7) mengadakan acara Halal Bihalal dengan Direktur Jenderal SDA, seluruh pengurus DWP Ditjen SDA dan  paguyuban ibu-ibu di seluruh Balai.  

 

Direktur Jenderal SDA Imam Santoso turut menjelaskan halal bihalal merupakan sebuah tradisi sejak dulu. Selain itu dia juga menambahkan bahwa ibadah yang telah dijalankan selama Bulan Ramadhan tidak berhenti, termasuk mendukung karier suami. “Halal bihalal merupakan tradisi saling memaafkan, saling menjunjung dan berkasih sayang. Khusus kepada ibu-ibu, ibadah tidak berkurang diantaranya mengurus rumah tangga dan juga tidak kalah penting untuk mendukung suami dalam menjalankan pekerjaannya,”

 

Senada dengan Dirjen SDA, Ketua DWP Ditjen SDA Ibu Amidawati H. Suprayogi mengatakan bahwa hari di bulan Syawal ini merupakan hari yang baik untuk kegiatan halal bihalal ini. “Kita dapat bermaaf-maafan dan bersilaturahmi bersama-sama.” tuturnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Ibu Amidawati turut memperkenalkan para pengurus baru DWP Ditjen SDA periode 2017 – 2019.

 

Acara halal bihalal ini dimeriahkan dengan siraman rohani oleh Ustadzah Astri Ivo, penampilan Kecapi dari Paguyuban BBWS Pomprengan Jeneberang, penampilan dari BBWS bengawan Solo dan BWS Papua serta turut dihadiri oleh Ibu Kartika Basuki Hadimuldjono, Ibu Djoko Kirmanto dan para pejabat inti pratama. (dnd-KOmpuSDA)

11 Juli 2017 Selengkapnya

Character Building Bantu Pengembangan Karakter Pegawai Setditjen SDA
Character Building Bantu Pengembangan Karakter Pegawai Setditjen SDA

BOGOR – Sekretariat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Setditjen-SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana (Ortala)  melaksanakan kegiatan Character Building dalam rangka Pengembangan Karakter Pegawai di lingkungan Setditjen SDA.

“Setditjen ini merupakan keluarga SDA. Saya berterima kasih atas kehadirannya, kita tiga hari berada di outbond ini, nanti dalam keluarga besar ini tolong saling mengenal dan memahami. Yang penting, kita membangun teamwork dan kerjasama yang makin solid,” ujar Sekretaris Ditjen SDA, Lolly Martina Martief.

Sementara dalam laporannya, Kepala Bagian Kepegawaian dan Ortala Setditjen SDA, Sri Sudjarwati mengatakan Character Building dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme dan menggali potensi pada setiap pegawai. “Nilai-nilai Sapta Taruna dalam slogan Bekerja Keras, Bergerak Cepat dan Bertindak Tepat yang dilandasi oleh profesionalisme dalam bekerja merupakan hal yang sangat vital guna mewujudkan pelayanan teknis dan administratif yang handal untuk menjang terselenggaranya pengelolaan SDA yang terpadu dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kegiatan Character Building dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 7-9 Juli 2017 di Megamendung, Bogor. Dihadiri oleh 138 orang dari total undangan 150 peserta yang berasal dari pejabat administrator, pejabat pengawas, serta pelaksana di lingkungan Setditjen SDA. Sebelumnya para pegawai Sesditjen SDA telah melaksanakan tes Stiffin melalui scan 10 (sepuluh) ujung jari untuk.memetakan 5 bakat kecerdasan. Tes ini berguna untuk mengetahui potensi dan bakat para pegawai di Setditjen SDA. Dari tes tersebut dibagi 5 kelompok, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Instinct. Menurut narasumber Pakar Komunikasi Hery Margono, hasil tersebut dapat membantu cara berkomunikasi yang benar agar menghasilkan tim yang dapat bekerja sama dengan baik.

Selama tiga hari para peserta disuguhkan oleh materi membangun teknik komunikasi, motivasi bekerja menggunakan media angklung, outing fun games dan final project games, malam keakraban serta hiburan musik.(dnd-KOMPUSDA)

 

 

10 Juli 2017 Selengkapnya

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mengucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H" mohon maaf lahir dan batin.

09 Juli 2017 Selengkapnya

Jawa Timur Juarai Lomba P3A Tingkat Nasional
Jawa Timur Juarai Lomba P3A Tingkat Nasional

 

Bravo Jawa Timur. Ungkapan selamat ini layak diberikan kepada HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) Sido Makmur Desa Cindogo Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso Propinsi Jawa Timur yang berhasil menjuarai Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Tingkat Nasional 2017 yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Jawa Timur berhasil mengungguli empat nominasi lainnya, setelah tim juri membuka kotak penilaian lapangan pada Kamis, 6 Juli 2017 di Gedung SDA, Kementerian PUPR.

 

Lomba P3A Tingkat Nasional Tahun 2017 merupakan ajang yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan partisipasi P3A dalam pengelolaan irigasi; mendorong peningkatan kompetensi dalam hal teknik keirigasian, teknik pertanian, kelembagaan, sosial-ekonomi dan finansial; sekaligus mendorong peningkatan kinerja dengan memberikan apresiasi pada P3A yang mempunyai kinerja terbaik. Kasubdit OP Irigasi & Rawa yang mewakili Direktur Jenderal Sumber Daya Air menyatakan bahwa lomba seperti ini tidak hanya mengedepankan pada kompetisi, namun juga merupakan sebuah proses pembelajaran. “Rangkaian acara lomba P3A ini mempertemukan P3A dari Sabang sampai Merauke agar dapat saling bertukar wawasan, pengetahuan, kemampuan dan pengalaman di tingkat irigasi tersier,” jelas Suparji selaku Kasubdit OP Irigasi & Rawa.

 

Lomba ini telah dilaksanakan dalam 2 tahap yaitu presentasi profil dan penilaian lapangan. Tahap pertama yang berkontribusi sebanyak 40% terhadap keseluruhan nilai telah dilaksanakan pada bulan Mei yang berhasil memilih lima nominasi yaitu P3A Triguna Tirta (Yogyakarta), HIPPA Sido Makmur (Jawa Timur), P3A Tirta Rahayu (Jawa Tengah), P3A Mattenang (Sulawesi Selatan) dan P3A Usaha Bersama Air Sagu (NTT). Kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu penilaian lapangan oleh tim juri pada bulan Juni, tahap ini menyumbang 60% untuk total nilai yang akan dikumpulkan para nominasi.

 

Dari hasil akumulasi nilai tahap pertama dan kedua, terpilih HIPPA Sido Makmur menjadi Juara I yang diikuti oleh P3A Triguna Tirta sebagai Juara II, Juara III draih oleh P3A Tirta Rahayu, kemudian diikuti oleh P3A Mattenang dan P3A Usaha Bersama Air Sagu sebagai Harapan I dan II. Lomba yang diikuti oleh 17 propinsi ini merupakan upaya DirektoratJenderal Sumber Daya Air dalam mengapresiasi peran petani untuk mendukung keberlanjutan pengelolan sistem irigasi demi mewujudkan ketahanan pangan nasional. Petani merupakan ujung tombak irigasi partisipatif dalam keseluruhan tahapnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan, operasi, pemeliharan, sampai dengan rehabilitasi. (dro/ech KompuSDA)

 

07 Juli 2017 Selengkapnya

Halal Bihalal PUPR Sambut Semangat Baru
Halal Bihalal PUPR Sambut Semangat Baru

Dalam rangka peningkatan komunikasi antar pegawai, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan acara halal bihalal di Lapangan Kementerian PUPR, pada Senin (3 Juli 2017). Acara halal bihalal ini merupakan silaturahmi dalam rangka Idul Fitri 1438 H untuk saling memaafkan atas kesalahan baik lahir dan batin. Dengan semakin meningkatnya komunikasi dan kerjasama antar pegawai, diharapkan bisa memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja dalam membangun infrastruktur bidang PUPR.

 

Turut hadir dalam acara halal bihalal ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang didampingi Ibu Kartika, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso, para pejabat eselon I, II dan seluruh pegawai di lingkungan Kementerian PUPR. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diawali dengan bersalaman tangan dengan Menteri PUPR dan jajarannya, yang kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah. (dro KompuSDA)

 

03 Juli 2017 Selengkapnya

P3A Tirtarahayu Cilacap terdepan di Jawa Tengah
P3A Tirtarahayu Cilacap terdepan di Jawa Tengah

Visitasi terakhir dalam Lomba OP Irigasi P3A Partisipatif dilaksanakan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Adalah P3A Tirtarahayu yang masuk ke dalam nominasi lima besar Lomba Tingkat Nasional yang baru pertama kali diadakan ini.

P3A yang sudah berdiri sejak tahun 1985 dan memiliki kurang lebih 2.117 anggota ini, memang dinilai paling terdepan di Jawa Tengah dalam hal pengelolaan air irigasi, sebagaimana diutarakan oleh Bupati Cilacap, Tato Suwarto Pamuji, dalam sambutannya saat tim penilai bertandang ke Kabupaten Cilacap (16/6). “P3A Tirtarahayu dari Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungreja, yang diikutsertakan dalam Lomba OP Irigasi P3A Partisipatif memang dinilai yang paling terdepan di Jawa Tengah sampai saat ini,” jelas Bupati Cilacap.

Senada dengan Bupati Tato Suwarto Pamuji, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Jawa Tengah Prasetyo Budie Yuwono, menyatakan bahwa P3A Tirtarahayu unggul dalam aspek kemandirian dari sisi kelembagaan dan pengelolaan organisasi dengan baik. “Contohnya iuran pengelolaan air itu masih ada, menuju kemandirian P3A. Kata-kata partisipatif dapat dibuktikan karena mereka ikut bertanggung jawab mengelola jaringan irigasi tidak hanya tersier yang jadi kewenangannya namun juga di sekunder,” imbuh Prasetyo Budie Yuwono.

Kepala Dinas PU Jawa Tengah tersebut juga meyakinkan P3A Tirtarahayu dapat menjadi juara. Ke depannya Jawa Tengah akan mengoptimalkan kegiatan Cinta Operasi dan Pemeliharaan (CINOP), sehingga kegiatan yang dilaksanakan P3A Tirtarahayu nantinya dapat menular kepada kelompok P3A lainnya.

Sambutan dari perwakilan tim juri, Bapak Sigit Supadmo, semua tim juri berdiri mandiri dan bertindak secara independen.  Cilacap adalah kabupaten terakhir yang dikunjungi, ada 17 peserta yang ikut dalam Lomba OP Irigasi P3A Partisipatif, dan nantinya bertujuan untuk menciptakan sinergi antara kelompok tani dengan P3A.  Hal lainnya adalah performa kelima peserta lomba P3A ini menunjukkan tanda-tanda peningkatan pertanian di Indonesia setiap tahunnya. 

Untuk P3A Tirtarahayu, tediri dari 8 peta/block, dengan pelaksana yang ada di tiap dusun, di masing-masing dusun ada petugas dari P3A.  Setelah terkumpul di ketua blok, lalu diberikan kepada bendahara.  Sementara ini untuk ternak, P3A Tirta Rahayu turut membudidayakan ternak sapi, dan permbudidayaan ternak sapi ini baru dilaksanakan selama 6 bulan terakhir.

Tidak hanya menang dan menjadi juara yang menjadi motivasi P3A Tirtarahayu, Wasimon sebagai Ketua P3A menyatakan bahwa terdapat harapan yang lebih besar dari sekedar memenangi lomba. “Kami termotivasi ingin memajukan DI Manganti dan produk padi yang dihasilkan oleh P3A di sini agar memiliki ciri khas dan lebih dikenal dibanding sekarang,” sebut Wasimon. (nan/kty KompuSDA)

19 Juni 2017 Selengkapnya

Yogyakarta Siap Bersaing di Lima Besar Lomba P3A Tingkat Nasional
Yogyakarta Siap Bersaing di Lima Besar Lomba P3A Tingkat Nasional

Kulonprogo - Lomba Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air ini telah memasuki penilaian ke-4 dari total 5 penilaian nominasi terbaik seluruh Indonesia. 

Hari ini (15/6), penilaian dilakukan terhadap P3A Triguna Tirta di Desa Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Bupati Kulon Progo, Hastho Wardoyo dalam sambutannya mengatakan bahwa masyarakat Desa Srikayangan merupakan warga yang memiliki kreativitas tinggi sehingga kehidupan masyarakat relatif lebih sejahtera dan menjadi wilayah percontohan di Kabupaten Kulon Progo. "P3A Triguna Tirta bahkan pernah dikunjungi National Irigation dari Filipina terkait pengelolaan irigasi parsitipatif sebagai studi banding. Kiprahnya telah ikut berpartisipasi dalam melaksanakan program Nawacita meskipun masih berskala lokal," tuturnya. 

Sementara itu ketua tim penilai, Djito menuturkan  bahwa lomba ini adalah yang pertama kali dilaksanakan di tahun 2017 dan berdasarkan penilaian yang telah dilakukan sebelumnya pada tanggal 21 - 24 Mei di Serpong, Kulon Progo terpilih menjadi salah satu dari 5 nominasi dengan nilai tertinggi di tingkat nasional. "Penilaian sebelumnya baru 40 persen dan sisanya adalah hasil penilaian dari lapangan sekarang. Mudah-mudahan apa yang nanti dinilai juri sesuai harapan bersama yang ada di sini,” tuturnya.

Lebih lanjut ia katakan, alasan menonjolkan lomba di bidang Operasi dan Pemeliharaan Irigasi tak lain untuk meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. "Dari potret kami, kita tonjolkan ke OP Irigasi karena banyak daerah yang memiliki kewenangan irigasi namun tidak melaksanakan. Padahal pelayanan pada petani itu apabila irigasi ada di oP. Supaya airnya bisa sampao ke lahan, produksi meningkat untuk kesejahteraan masyarakat petani." katanya. 

Ketua P3A Triguna Tirta, Surandal berharap P3A Kulon Progo akan meraih kemenangan di lomba ini. "Jika menang, kami berharap ada penambahan jaringan untuk memenuhi ribuan saluran tanah lainnya, karena kami masih kekurangan bangunan fisik," ujarnya semangat.

Sebagaimana diketahui tujuan diselenggarakan lomba ini adalah untuk meningkatkan kemandirian dan partisipasi P3A dalam pengelolaan irigasi; mendorong peningkatan kompetensi dalam hal teknik keirigasian, teknik pertanian, kelembagaan, sosial-ekonomi dan finansial; sekaligus mendorong peningkatan kinerja dengan memberikan apresiasi pada P3A yang mempunyai kinerja terbaik. 

Pada lomba, terdapat 4 aspek yang dinilai antara lain bukti akurat di lapangan, kelembagaan, teknis keirigasian, teknis pertanian serta pembiayaan atau keuangan. Adapun juri yang menilai P3A Triguna Tirta yaitu Sigit Supadmo Arif, Abi Prabowo, Nico Darismanto dan Hardi Prijono. 

Dijadwalkan usai penilaian di Kulon Progo, rombongan tim penilai lomba akan melanjutkan perjalanan ke Cilacap sebagai tempat terakhir yang dinilai. Nantinya pembukaan kotak hasil penilaian akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2017. (dnd/ech-KompuSDA)

16 Juni 2017 Selengkapnya

Reformasi Manajemen Keuangan Negara Harus Relevan, Handal dan Akuntabel
Reformasi Manajemen Keuangan Negara Harus Relevan, Handal dan Akuntabel

Reformasi manajemen keuangan negara di bidang pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan, mencakup masalah penatausahaan yang harus dilakukan secara relevan, handal dan akuntabel. “Hal tersebut dimaksudkan agar keuangan negara berdasarkan beban APBN merupakan salah satu unsur penting dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan masyarakat yang harus dikelola dengan baik dan benar. Amanat UU Nomor 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, menyebutkan bahwa Bendahara dan Pejabat Penandatanganan SPM adalah Pejabat Perbendaharaan yang memiliki tugas dan wewenang serta tanggung jawab yang berbeda untuk pengujian terhadap tagihan dan perintah pembayaran belanja negara,”jelas Sekretaris Direktorat Jenderal SDA, Lolly Martina Martief, dalam acara pembekalan Pejabat Perbendaharaan Dalam Rangka Pengelolaan Keuangan Negara Pada Satker Dilingkungan Ditjen Sumber Daya Air Tahun Anggaran 2017. Turut dihadiri oleh Kepala Bagian Keuangan dan Umum, Wawan Hernawan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, dan perwakilan satker di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Lanjut Lolly, Bendahara dan Pejabat Penandatanganan SPM harus memiliki kecakapan dan integritas sebagai seorang pejabat penentu atas semua pengelolaan keuangan negara. Untuk diangkat sebagai Pejabat Perbendaharaan diwajibkan memiliki serifikat Pengadaan Barang dan Jasa (PPK), sertifikat yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan (Satker Pengelola APBN dan Bendahara) dan pejabat penandatanganan SPM lebih diarahkan mengikuti Diklat Pejabat Inti Satuan Kerja (PISK).

“Saya berharap agar pembekalan ini dapat meningkatkan kinerja satker kita sehingga ketika kembali bertugas sudah memiliki kemampuan dan konsistensi tata kelola keuangan yang baik dan benar,” imbuh Lplly Martina Martief.

Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pembekalan terhadap para bendahara dan pejabat penandatanganan SPM pada Satker di lingkungan Direktorat Jenderal SDA dalam rangka pengelolaan keuangan negara, terutama yang menyangkut pemahaman tugas dan fungsi pejabat perbendaharaan serta berbagai permasalahan dalam Pengelolaan Keuangan Negara terkait Pemeriksaan baik internal maupun eksternal.

Kegiatan ini terdiri dari tiga gelombang, untuk gelombang pertama diadakan 15-16 Juni 2017, gelombang kedua dan ketiga dijadwalkan setelah Hari Raya Idul Fitri pada bulan Juli dan bertempat di Surabaya  dan Malang. Para peserta yang merupakan perwakilan dari 60 satker juga mengikuti Pre-Test dan Pro-Test sebagai output dari pelaksanaan kegiatan ini. (kompuSDA)

 

16 Juni 2017 Selengkapnya

LMAN Turut Berperan Dalam Proyek Strategis Nasional
LMAN Turut Berperan Dalam Proyek Strategis Nasional

Pembangunan infrastruktur bidang PUPR diyakini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara signifikan, seperti bendungan, yang merupakan program prioritas nasional, dapat meningkatkan ketahanan pangan dan energi melalui peningkatan produksi pertanian, peningkatan penyediaan air baku, peningkatan pengendalian banjir, peningkatan potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA), peningkatan produksi perikanan dan objek pariwisata.

 

"Target sampai dengan tahun 2019 adalah pembangunan 65 bendungan dan hingga tahun 2017 sudah dilaksanakan pembangunan 39 bendungan dimana 7 diantaranya selesai pada tahun 2015-2016 dan 3 bendungan ditargetkan selesai pada tahun 2017. Kebutuhan anggaran untuk penyelesaian target tersebut sangat besar dengan kendala kondisi pembangunan infrastruktur yang simultan dan hal tersebut menjadi isu sentral di setiap tahapan pembangunan infrastruktur terutama anggaran untuk pengadaan tanah," jelas Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Penggunaan Dana Badan Usaha Terlebih Dahulu Untuk Pengadaan Tanah Tahun 2017 Antara Kementerian Keuangan dan Badan Usaha, di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta (14/06/17).

 

Lanjut Basuki, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 102 tahun 2016 mengamanatkan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) berperan dalam penyediaan dana pengadaan tanah untuk pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. "Pada tahun 2017 tersedia alokasi anggaran pengadaan tanah untuk infrastruktur sebesar Rp. 20 Triliun yang terdiri atas anggaran pengadaan tanah untuk proyek jalan tol dan bendungan. Pengadaan tanah untuk proyek bendungan sebesar Rp. 2,378 Triliun sementara kebutuhan pengadaan tanah untuk proyek bendungan masih terdapat kekurangan sekitar Rp. 1,502 Triliun, sehingga diharapkan sisa kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan anggaran pemerintah pada APBN-P TA 2017," jelas Basuki Hadimoeljono.

 

Untuk itu sesuai dengan Perpres Nomor 102 tahun 2016, penggunaan dana badan usaha terlebih dahulu untuk pengadaan tanah pada proyek strategis nasional diperlukan Nota Kesepahaman antara Kementerian Keuangan sebagai penyedia anggaran, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai instansi yang memerlukan tanah dan Badan Usaha sebagai instansi yang akan mendanai pengadaan tanah terlebih dahulu.

 

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara ketiga pihak tersebut melibatkan 32 badan usaha pelaksana proyek jalan tol dan 6 badan usaha untuk 17 proyek bendungan dengan total sebesar Rp. 15.586 Triliun dimana sebesar Rp. 2,3 Triliun untuk proyek bendungan.

 

"Saya berharap agar penandatanganan ini menjadi awal momentum yang penting dalam menyelesaikan target pembangunan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat khususnya target pembangunan 1000 km jalan tol dan pelaksanaan pembangunan 65 bendungan," imbuh Menteri PUPR.

 

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Direktur LMAN Rahayu Puspasari, para Pejabat Eselon 1 Kementerian PUPR, para Pejabat Eselon 1 Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, para Pimpinan Badan Usaha Jalan Tol dan Pelaksanaan Proyek Pembangunan Bendungan. (KompuSDA)

15 Juni 2017 Selengkapnya

Jawa Timur Optimis Jadi P3A Percontohan Nasional
Jawa Timur Optimis Jadi P3A Percontohan Nasional

 

Selasa, 13 Juni 2017, tim juri Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Tingkat Nasional 2017 yang dipimpin oleh Djito tiba di Desa Cindogo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso untuk melakukan visitasi lapangan ke HIPPA Sido Makmur yang masuk dalam 5 nominasi. Kedatangan tim juri ini disambut baik oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso Hidayat, Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bondowoso Karna Suswandi, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

 

Lomba P3A Tingkat Nasional Tahun 2017 merupakan suatu ajang yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan dengan tujuan untuk meningkatkan kemandirian dan partisipasi P3A dalam pengelolaan irigasi; mendorong peningkatan kompetensi dalam hal teknik keirigasian, teknik pertanian, kelembagaan, sosial-ekonomi dan finansial; sekaligus mendorong peningkatan kinerja dengan memberikan apresiasi pada P3A yang mempunyai kinerja terbaik.

 

Karna Suswandi dalam sambutannya menyampaikan dasar dari pendirian HIPPA (Himpunan Petani Pemakai Air) Sido Makmur adalah Perda Propinsi Jawa Timur No.16 Tahun 1980 tentang HIPPA; Perda Kabupaten Bondowoso No.13 Tahun 2008 tentang Irigasi; dan Peraturan Menteri Pertanian No.79 Tahun 2012 tentang Pedoman Pembinaan dan Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). “Bagi saya bukan perbedaan nama HIPPA atau P3A-nya tetapi bagaimana kreatifitas dan inovasi dari HIPPA atau P3A yang ada di daerah mampu memberikan kontribusi yang positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat yang ada disekitarnya,” ujar Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kabupaten Bondowoso ini semangat.

 

Karna menambahkan sampai saat ini sudah ada beberapa inovasi yang dilakukan HIPPA Sido Makmur diantaranya menanam padi gorontalo dengan sistem blok yang dilakukan bersama Direktorat Jenderal Indutri Agro Kementerian Perindustrian dan menghasilkan 19,5 ton beras. Pola tanam dengan sistem blok ini juga telah dicoba untuk jenis padi lainnya seperti padi hibrida P05 dengan hasil 12 ton, padi hibrida PP3 yang menghasilkan 11,2 ton dan beras merah dengan hasil 12,7 ton. “Di samping itu, HIPPA Sido Makmur juga telah berhasil menjadi Juara 1 Kategori Kepala UPTD Tingkat Nasional Tahun 2015 dan Juara 1 Lomba OP Tingkat Nasional 2016 untuk Kategori Juru Pengairan. Kami optimis bisa menjadi P3A Model Tingkat Nasional di tahun ini,” tutur Karna.

 

Djito juga memaparkan beberapa sistem penilaian dalam visitasi lapangan tersebut yang nantinya menyumbang bobot nilai sebesar 60% dari keseluruhan total nilai Lomba P3A Tingkat Nasional. “Pada tahap visitasi lapangan ini, aspek yang akan dinilai adalah pembiayaan, kelembagaan, teknis irigasi, dan teknis pengairan. Poin-poin tersebut yang harus dibuktikan kebenarannya oleh HIPPA Sido Makmur sesuai dengan presentasi yang telah dijabarkan pada tahap seleksi pertama,” jelasnya. (dro KompuSDA)

 

13 Juni 2017 Selengkapnya