© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Dukung Pengelolaan Irigasi Berkelanjutan, Ditjen SDA Apresiasi Petani Melalui Lomba
Dukung Pengelolaan Irigasi Berkelanjutan, Ditjen SDA Apresiasi Petani Melalui Lomba

Dalam rangka meningkatkan kinerja jaringan irigasi permukaan serta peningkatan indeks pertanaman yang berkelanjutan dalam Pengelolaan Jaringan Irigasi, terutama di tingkat Tersier dirasa perlu melakukan evaluasi dan monitoring kinerja Operasi dan Pemeliharaan secara berkesinambungan. Untuk itu diperlukan kegiatan untuk membangkitkan kesadaran petugas dan pembina terhadap kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

 

Menanggapi hal tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan menyelenggarakan Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A Tingkat Nasional Tahun 2017. Kegiatan yang diselenggarakan pada 21-24 Mei 2017 di Tangerang, Banten ini merupakan pemilihan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang memiliki kinerja operasi dan pemeliharaan terbaik di tingkat jaringan tersier. Para pemenang terpilih nantinya akan diberikan apresiasi dan dibina agar pengelolaan sistem irigasi bisa terus berlanjut dan berinovasi. Selain itu, ajang ini merupakan wadah pembelajaran bersama untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan antar peserta P3A seluruh Indonesia.

 

Lomba yang baru pertama kali diselenggarakan ini, diikuti oleh seluruh P3A d Indonesia yang telah memenuhi persyaratan sebagai berikut yaitu sekurang-kurangnya telah terbentuk selama satu tahun; status telah berbadan hukum (SK Bupati/WK dan/ atau terdaftar di Pengadilan/ Kemenkumham); mempunyai wilayah kerja P3A minimal 50 ha; peserta diajukan resmi oleh Gubernur/Sekretaris Daerah atau pejabat yang ditunjuk atas nama Gubernur/Sekretaris Daerah Propinsi; peserta merupakan hasil seleksi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Provinsi yang bersangkutan; dan peserta wajib didampingi oleh petugas pendamping yang ditunjuk oleh Dinas PU/SDA/Pengairan atau BBWS/BWS.

 

Peserta yang mengikuti lomba ini berasal dari berbagai provinsi, diantaranya dari Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua. Acara tahap pertama ini akan memilih lima nominasi P3A terbaik melalui penilaian profil P3A yang dipresentasikan oleh peserta. Setelah itu akan dilanjutkan dengan visitasi atau penilaian lapangan ke lima nominasi terpilih untuk menentukan pemenang yang akan diumumkan pada 17 Agustus 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Kementerian PUPR, Jakarta. (dro/kty KompuSDA)

23 Mei 2017 Selengkapnya

Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A Dorong Petani Inovatif
Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A Dorong Petani Inovatif

Keberlanjutan pengelolan sistem irigasi demi mewujudkan ketahanan pangan nasional baiknya mengutamakan peran masyarakat petani. Karena tidak dapat dipungkiri, bahwa petani merupakan ujung tombak irigasi partisipatif dalam keseluruhan tahapnya, mulai dari perencanaan, pelaksanaan pembangunan, operasi, pemeliharan, sampai dengan rehabilitasi. Pesan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal SDA Lolly Martina Martief dalam acara Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A Tingkat Nasional Tahun 2017 yang diselenggarakan di Tangerang, Banten.

 

Lomba yang baru pertama kali diselenggarakan ini, merupakan wujud apresiasi yang dilakukan Pemerintah terhadap para petani, terutama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Agar para petani tersebut tetap semangat dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan jaringan irigasi tersier yang menjadi tanggung jawabnya."Kegiatan ini juga berguna untuk meningkatkan rasa memiliki para petani P3A terhadap jaringan irigasi tersier yang digarapnya," terang Lolly dalam sambutannya.

 

Selain itu, lomba ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan partisipasi P3A dalam pengelolaan irigasi; mendorong peningkatan kompetensi dalam hal teknik keirigasian, teknik pertanian, kelembagaan, sosial-ekonomi dan finansial; sekaligus mendorong peningkatan kinerja dengan memberikan apresiasi pada P3A yang mempunyai kinerja terbaik.

 

Diikuti oleh P3A dari tujuh belas provinsi, di antaranya dari Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua, Lomba OP Irigasi Partisipatif P3A tahap pertama ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 21 sampai dengan 24 Mei 2017. Acara tahap pertama ini akan menentukan lima nominasi P3A terbaik yang kemudian akan dilanjutkan dengan visitasi atau penilaian lapangan ke masing-masing wilayah. (kty/dro KompuSDA)

22 Mei 2017 Selengkapnya

Bangkit dan Bergegaslah Indonesiaku
Bangkit dan Bergegaslah Indonesiaku

 

Semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Semangat ini sudah tercetus sejak 109 tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, namun sampai saat ini semangat itu tak pernah memudar. Hal inilah yang menjadi pemikiran utama dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 22 Mei 2017 di halaman Kementerian PUPR.

 

Upacara bendera yang dilaksanakan sejak pukul 07.00 pagi ini seakan menjadi simbol semangat orang-orang Kementerian PUPR dalam bekerjasama mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur di Indonesia sesuai dengan pencanangan Presiden Joko Widodo yang dikenal dengan program Nawacita. Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso dan dihadiri oleh para pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian PUPR.

 

“Program Nawacita yang fokus pada pemerataan pembangunan antar wilayah akan diwujudkan dengan menggalakkan pembangunan dari pinggiran dan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Apalagi Kementerian PUPR diberikan amanah mengelola anggaran yang cukup besar dalam membangun infrastruktur. Kita harus bergegas”, tutur Imam Santoso dalam sambutannya yang sekaligus menyampaikan pidato Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

 

Dalam pidato tersebut, Presdien Joko Widodo juga berpesan agar masing-masing aparat penyelenggara negara bekerja keras dengan melakukan berbagai langkah yang multidimensi untuk menurunkan indeks kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaaan penduduk (nisbah gini atau gini ratio) yang sampai awal tahun 2017 masih sekitar 40%. Kementerian PUPR punya tanggung jawab yang besar dalam pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pemerataan ekonomi dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. (arg/dro KompuSDA)

 

22 Mei 2017 Selengkapnya

Hollow Cone Valves Bendungan Jatiluhur Raih Penghargaan MURI
Hollow Cone Valves Bendungan Jatiluhur Raih Penghargaan MURI

Hollow Cone Valves (HCV) yang berfungsi sebagai pengatur debit air dari bendungan ke bagian hilir, digunakan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan infrastruktur Bendungan Jatiluhur.

Pada 26 April 2017 lalu, tepatnya di acara puncak Hari Air Dunia yang bertepatan dengan pembukaan Pameran Hari Air Dunia di Jakarta, dua unit HCV yang digunakan pada Bendungan Jatiluhur tersebut berhasil mendapatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai alat hydromechanical terbesar di dunia, dengan diameter mencapai 3,85 meter.

Rencananya, HCV tersebut akan digunakan di aliran sungai Citarum yang aliran airnya berasal dari tiga bendungan yaitu Bendungan Saguling, yang kemudian dialirkan ke Bendungan Cirata dan diteruskan ke Bendungan Jatiluhur.

Data Teknis:

-          Diameter Valve         : 3.850 mm

-          Jumlah                          : 2 unit

-          Kapasitas                     : 195 m3/detik (pada elevasi muka air +107 meter/kondisi normal dan bukaan penuh)

-          Berat per unit            : 31.000 kg

-          Material                       : 100% baja stainless steel (anti karat)

-          Penggerak Katup     : Penggerak lama (existing)

-          Machining                   : PT. Barata Indonesia dan Texmaco Subang

-          Desain Asli                  : Perancis

-          Gambar Kerja            : digambar ulang oleh PT. Barata Indonesia

-          Posisi pada Spillway : 70 m dari puncak Morning Glory

-          Alat angkat bantu    : - Tipe: Balance Cantilever Crane

-          Didesain: PT. Barata Indonesia dan LAPI_ITB

-          Langkah buka/tutup penuh: 1.374 mm

 

(kty/ KompuSDA & Biro Kompu PUPR)

18 Mei 2017 Selengkapnya

Seminar Nasional Bendungan Besar 2017, Menteri Basuki: PUPR Optimis Capai Target
Seminar Nasional Bendungan Besar 2017, Menteri Basuki: PUPR Optimis Capai Target

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air punya target untuk meningkatkan ketahanan air, kedaulatan pangan dan energi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah melalui pembangunan 65 bendungan (49 bendungan baru dan 16 bendugan lanjutan) pada periode 2015-2019. Sejalan dengan upaya tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air berkolaborasi dengan Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) pun menyelenggarakan Seminar Nasional Bendungan Besar 2017 pada 16-18 Mei 2017 yang bertempat di Padang, Sumatera Barat.

 

Menteri PUPR Basuki yang hadir pada acara tersebut menyatakan bahwa segenap orang PUPR akan terus bekerjasama untuk mencapai target yang telah diamanahkan oleh Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla. “Dari 65 bendungan besar yang direncanakan, 7 bendungan sudah selesai tahun 2015, 2 bendungan pada 2016. Sejak tahun 2015 kita mulai mengerjakan 13 bendungan baru, 2016 ada 8 bendungan baru dan 2017 akan ada 9 bendungan baru,” terang Basuki dalam sambutannya.

 

Kerjasama yang dilakukan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dengan KNI-BB semakin meyakinkan Basuki untuk optimis akan target Kementerian PUPR tersebut. Ia yakin bahwa Komisi Keamanan Bendungan akan terus mendukung program pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air yang berkelanjutan.

 

Melalui seminar dengan tema “Bendungan sebagai Infrastruktur Pengendali Banjir dan Kekeringan” ini diharapkan akan semakin banyak tenaga ahli bendungan yang bisa terlibat untuk mendukung program pembangunan bendungan yang disertai dengan berbagai inovasi baru baik dibidang teknologi maupun manajemen. Saat ini, Indonesia telah memiliki 231 bendungan. Dengan 49 bendungan besar baru, maka jumlah bendungan yang dimiliki Indonesia sejumlah 280 bendungan. Target ini, tentunya sangat membutuhkan pengelolaan yang profesional.

 

Direktur Jendral Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Imam Santoso yang juga hadir di acara tersebut menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air juga sedang serius menangani waduk-waduk alam seperti danau rawa pening, tempe, dan limboto. “Karena danau secara alami pasti akan mati, yang kita lakukan adalah memperpanjang umur danau,” terang Imam.

 

Imam juga menambahkan bahwa Seminar Nasional Bendungan Besar ini menjadi wadah untuk menjalin komunikasi dengan teman-teman di Universitas, sehingga para profesional bisa banyak belajar dari pengalaman para senior di bidang bendungan. Mereka juga bisa saling bertukar informasi, pikiran, pengalaman, dan ilmu yang diharapkan bisa berguna untuk pembangunan dan pengelolaan bendungan. Seminar yang berlangsung selama tiga hari dan dihadiri oleh lebih dari 500 peserta dari seluruh Indonesia ini diharapkan mampu melahirkan tenaga-tenaga baru yang tersertifikasi di bidang bendungan. (dro kompuSDA)

 

18 Mei 2017 Selengkapnya

Kementerian PUPR ikut serta dalam IndoConsTech
Kementerian PUPR ikut serta dalam IndoConsTech

Kementerian PUPR ikut serta dalam pelaksanaan pameran Indonesia Construction Technology Expo (IndoConsTech) yang berlangsung selama lima hari pada tanggal 17 sampai dengan 21 Mei 2017 di ICE, Tangerang Selatan.

IndoConsTech Expo merupakan pameran yang diperuntukkan bagi pengembangan konstruksi dan infrastruktur. Diprakarsai untuk mendukung rencana pembangunan di seluruh negeri, IndoConsTech adalah sebuah acara yang bertujuan mengumpulkan pemain kunci dalam bidang konstruksi dan infrastruktur.

Sebagai motor penggerak ekonomi nasional, sektor konstruksi memainkan peran utama dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur publik yang membutuhkan dukungan semua pemangku kepentingan (stakeholders) yang ada. Oleh karena itulah pameran ini dirancang sebagai platform terpadu untuk mengumpulkan semua pemangku kepentingan utama industri konstruksi dan infrastruktur.

Selaras dengan upaya untuk memperbaiki dan mempercepat aktualisasi pembangunan infrastruktur publik melalui skema kemitraan dengan perusahaan swasta, IndoConsTech diselenggarakan berdampingan dengan IndoBuildTech, sebagai solusi ganda untuk pembangunan di Indonesia.

Dengan hadirnya IndoConsTech dan IndoBuildTech, pameran ini tidak hanya fokus kepada ekshibisi pengembangan infrastruktur di Indonesia serta bahan baku dan teknologi konstruksi, tetapi juga menitikberatkan kepada aktivitas trading dan networking yang diharapkan terjadi antara produsen dengan konsumen maupun end user.

Dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Pedagangan RI Arlinda, IndoConsTech dan IndoBuildTech diikuti oleh kurang lebih 590 peserta yang di antaranya terdiri dari 240 peserta dalam negeri, 20 negara asing, 20 perguruan tinggi dan beberapa asosiasi arsitek, lansekap, pengusaha konstruksi dan asosiasi konstruksi, arsitek, lansekap dalam negeri maupun luar negeri.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional dalam pembukaannya berpesan bahwa Indonesia harus mampu mengisi permintaan bahan baku maupun tenaga kerja dari pasar properti dan infrastruktur dalam negeri dengan melibatkan produsen lokal agar tercapai pemerataan ekonomi. Penguatan produsen bahan baku dan tenaga kerja lokal merupakan salah satu upaya untuk menembus peluang pasar properti dan infrastruktur global. (kty/ech/dro KompuSDA)

18 Mei 2017 Selengkapnya

DWP PUPR Sambut Ramadhan Dengan Bazar
DWP PUPR Sambut Ramadhan Dengan Bazar

 

Selasa, 16 Mei 2017 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan bazar untuk menyambut Bulan Ramadhan 1438 H yang bertempat di Ruang Pendopo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dalam bazar ini, terdapat banyak stan yang terdiri dari sembako, fashion dan souvenir yang merupakan hasil kreatifitas DWP Kementerian PUPR.

 

Bazar ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan kesadaran DWP Kementerian PUPR dalam mendukung kreatifitas para ibu di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat agar terus produktif. Bazar yang ramai dikunjungi ini juga menyediakan sembako murah yang bisa didapatkan oleh para pegawai Kementerian PUPR dengan menukarkan kupon bazar yang telah dibagikan. Melalui bazar ini, DWP berharap rasa kekeluargaan dan gotong royong di lingkungan Kementerian PUPR bisa terus terjaga. (dro kompuSDA)

 

17 Mei 2017 Selengkapnya

Penanaman Pohon Dharma Wanita Persatuan Kementerian PUPR Tanam Pohon di Bendung Pamarayan Baru, Serang, Banten
Penanaman Pohon Dharma Wanita Persatuan Kementerian PUPR Tanam Pohon di Bendung Pamarayan Baru, Serang, Banten

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Air Dunia XXV tahun 2017, Dharma  Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bersama-sama melakukan penanaman pohon sebagai dukungan terhdap upaya konservasi untuk kelestarian air.  Ibu Kartika Basuki Hadimoeljono, sebagai penasihat DWP Kementerian PUPR, turut didampingi oleh ibu Erna Danis Sumadilaga, ibu Arie Setiadi Moerwanto, Amida Hari Suprayogi, ibu Trisyanti Widiarto, ibu Edwina Widianto beserta para ibu anggota Dharma Wanita Persatuan lainnya turut menanam berbagai tanaman, seperti eucalyptus, manga, petai, rambutan dan sukun.

 “Kami harapkan tanaman-tanaman ini tumbuh indah dan berbuah.  Mohon bila ada tanaman yang mati agar segera diganti dengan tanaman baru lainnya”, demikian pesan Ibu Kartika Basuki.  Dalam kesempatan selanjutnya, para ibu juga melakukan kegiatan kunjungan ke TK Putra di Serang dan Pandeglang. (nan/ket)

09 Mei 2017 Selengkapnya

Ditjen SDA Tandatangani Kerjasama Penggunaan Dana Pengadaan Tanah
Ditjen SDA Tandatangani Kerjasama Penggunaan Dana Pengadaan Tanah

 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) menandatangani Perjanjian Kerjasama Penggunaan Dana Badan Usaha Pengadaan Tanah pada Senin, 8 Mei 2017 yang bertempat di Gedung SDA, Jakarta. Acara yang disaksikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Lolly Martina Martief ini turut dihadiri oleh Direktur Pengembangan Jaringan Sumber Daya Air Tri Sasongko Widianto, Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih, para Kepala Satuan Kerja dan para Penyedia Jasa serta undangan terkait lainnya.

 

Perjanjian kerjasama ini dimaksudkan untuk mendukung Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dalam pelaksanaan pembayaran dana pengadaan tanah yang telah dibayarkan pihak kedua cost of fund sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban Pemerintah mengembalikan seluruh dana pihak kedua yang telah digunakan terlebih dahulu untuk membiayai pengadaan tanah bagi pembangunan kepentingan umum dalam rangka Proyek Strategis Nasional yang didasarkan pada Laporan Hasil Verifikasi BPKP.

 

Berikut adalah daftar proyek yang perjanjian kerjasama penggunaan dana pengadaan tanahnya sudah ditandatangani, diantaranya Pembangunan Bendungan Way Sekampung di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung; Pembangunan Bendungan Karian di Provinsi Banten; Pembangunan Bendungan Sukamahi di Provinsi Jawa Barat; Pembangunan Bendungan Cipanas di Provinsi Jawa Barat; Pembangunan Bendungan Kuningan di Provinsi Jawa Barat; Pembangunan Bendungan Leuwikeris di Provinsi Jawa Barat; Pembangunan Bedungan Bendo di Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur; Pembangunan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah; Pembangunan Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur; Pembangunan Bendungan Lolak di Kabupaten Boolang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara; Pembangunan Bedungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara dan Pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Lolly dalam arahannya menyampaikan bahwa untuk progres pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dipantau oleh pejabat yang berwenang. Untuk itu, perlu koordinasi yang baik antara penyedia jasa dan pengguna jasa agar manfaat pembangunan infrastruktur sumber daya air bisa dirasakan oleh masyarakat. (dro kompuSDA)

 

09 Mei 2017 Selengkapnya

Peringati HAD, Ditjen SDA Edukasi Masyarakat Akan Pentingnya Air
Peringati HAD, Ditjen SDA Edukasi Masyarakat Akan Pentingnya Air

 

Hari Air Dunia (HAD) atau World Water Day adalah perayaan tahunan yang ditujukan untuk mengedukasi masyarakat dunia akan pentingnya air bagi kehidupan dan pengelolaan air yang berkelanjutan. Tahun 2017, yang merupakan tahun peringatan Hari Air Dunia ke-25 memiliki tema “Air dan Air Limbah”. Melalui tema ini, setiap orang diberikan kesempatan untuk berperan menyelamatkan air dari limbah industri dan rumah tangga sebagai upaya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

 

Dalam peringatan HAD ke-25 tahun 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah menyelenggarakan berbagai aksi yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Berbagai aksi tersebut meliputi bersih-bersih sungai, susur sungai, lomba angkat lumpur dan sampah, lomba kesenian, edukasi dalam bentuk workshop daur ulang limbah dan sekolah sungai, penanaman pohon dan kampanye publik. Kegiatan ini bertujuan untuk menyebarkan semangat positif dalam menyelamatkan air bagi kehidupan. Memasuki acara puncak peringatan Hari Air Dunia ke-25, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air juga menyelenggarakan beberapa kegiatan diantaranya, Donor Darah, Lomba Karya Ilmiah SMA/SMK/MA Tingkat Nasional, Lomba Menggambar dan Mewarnai Anak, Pertandingan Gateball, dan Pameran Hari Air Dunia yang bertempat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta. Acara puncak ini digelar dari 26-28 April 2017.

Dalam arahannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengingatkan bahwa kita adalah manusia dan khalifah Tuhan di dunia yang ditugasi dan berperan menjaga kelestarian lingkungan. "Dengan peringatan Hari Air Dunia tahun 2017 yang bertema Air dan Air Limbah, saya mengajak kita semua untuk introspeksi pada diri kita masing-masing apakah kita sudah berperilaku dan beretika dengan baik terhadap lingkungan baik flora dan fauna. Ini bukan soal teknologi, ataupun sarana dan prasarananya. Tetapi tentang perilaku kita terhadap lingkungan dan air," ujar Menteri Basuki.

Pada peringatan Hari Air Dunia ke-25, Kementerian PUPR bekerja sama dengan Kementerian/Lembaga terkait, Pemerintah Daerah, komunitas sungai, komunitas danau dan komunitas situ agar bersama-sama menyelamatkan air untuk kehidupan. Menteri Basuki menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi pada komunitas-komunitas tersebut karena upaya yang tak pernah lelah dalam merawat lingkungan dengan berbagai aksi nyata pada kawasan sekitar situ, sungai dan danau.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Hari Air Dunia ke-25 Lolly Martina Martief menjelaskan bahwa tagline yang diusung pada peringatan Hari Air Dunia tahun ini adalah “Bersama Kita Selamatkan Air Untuk Kehidupan”, dengan harapan bahwa tradisi gotong royong yang telah mendarah daging di Indonesia dapat pula diterapkan dalam pemecahan permasalahan terkait kuantitas dan kualitas air. (dro kompuSDA)

 

27 April 2017 Selengkapnya

Lindungi Sumber Air Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Lindungi Sumber Air Untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat

Air merupakan sumber daya alam yang sangat esensial yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup dan lingkungan. Manusia memerlukan air tidak hanya untuk dapat hidup tetapi juga untuk penghidupan atau aktivitasnya. Apabila sumber daya air musnah maka musnah pula makhluk hidup dan lingkungannya serta semua aktivitas manusia.

 

Peringatan Hari Air Dunia yang selalu diperingati setiap tahunnya tetap membutuhkan solusi dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan air. "Saat ini ada lebih dari 663 juta orang di dunia yang hidup tanpa ketersediaan air minum dan bamyak yang menghabiskan waktunya untuk antre berjam jam guna mendapatkan air atau mencari sumber air yang jaraknya jauh. Dan secara global lebih dari 80% air limbah yang dihasilkan masyarakat baik yang berasal dari rumah, kawasan perkotaan, industri maupun pertanian mengalir kembali ke alam tanpa diolah," jelas Lolly Martina Martief, Sekretaris Direktorat Jenderal SDA yang juga selaku Ketua Umum Pelaksana  Hari Air Dunia Tahun 2017, mewakili Direktur Jenderal SDA pada acara Dialog Nasional Hari Air Dunia ke-25 Tahun 2017, di Jakarta (270417).

 

Tema Hari Air Dunia tahun 2017,  Air dan Air Limbah, adalah untuk mendukung tercapainya Sustainable Development Goal, khususnya dalam meningkatkan kualitas air dengan cara mengurangi pencemaran. “Termasuk dengan tidak membuang bahan kimia berbahaya yang dapat mencemari sumber air, mengurangi separuh proporsi air limbah yang tidak terolah dan melakukan daur ulang serta menggunakan kembali air limbah secara aman,” imbuh Lolly.

 

Lanjut Lolly secara global, lebih dari 80% air limbah yang dihasilkan masyarakat, baik yang berasal dari rumah, kawasan perkotaan, industri dan pertanian, mengalir kembali ke alam tanpa diolah atau digunakan kembali, dan dapat mencemari sumber air kita. “Tindakan kita mengurangi, melakukan pengolahan dengan memadai, serta menggunakan kembali air limbah dengan aman, merupakan salah satu upaya untuk melindungi sumber air kita dan tentunya akan berdampak besar terhadap tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Lolly.

 

Pengelolaan air limbah yang baik tidak hanya dipahami bertujuan untuk mencegah dampak buruk pencemaran air terhadap kesehatan manusia, namun juga mata rantai penting untuk mendukung pembangunan manusia dan ekosistem yang berkelanjutan. Lolly berharap kedepannya kita harus melihat air limbah sebagai suatu sumber daya yang jika dilakukan pengolahan yang aman dan memadai, tentunya dapat menjadi alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk beberapa jenis penggunaan.

 

Dialog Nasional ini turut dihadiri oleh para pejabat dan BBWS/BWS di lingkungan Direktorat Jenderal SDA dan terdiri dari dua sesi yang menghadirkan moderator dari kalangan artis yaitu Shahnaz Haque dan Tina Talisa serta para narasumber pemerhati bidang sumber daya air. (kompuSDA)

 

27 April 2017 Selengkapnya

Workshop Peningkatan Kinerja PPNS
Workshop Peningkatan Kinerja PPNS

Sekretariat Jenderal Sumber Daya Air melalui Sub Bagian Advokasi Hukum mengadakan “Workshop Strategi Peningkatan Kinerja PPNS Direktorat Jenderal Sumber Daya Air” di Balikpapan (19/04).

Kegiatan Pembinaan PPNS ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan ilmu pengetahuan di bidang ilmu hukum bagi para PPNS di lingkungan Ditjen Sumber Daya Air. Serta meningkatkan pemahaman PPNS terhadap kewenangan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas di kemudian hari.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil atau PPNS adalah pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang berdasarkan peraturan perundang-undangan ditunjuk selaku penyidik dan mempunyai wewenang untuk melakukan penyidikan tindak pidana dalam lingkup undang-undang yang menjadi dasar hukumnya masing-masing.

Berdasarkan UU no. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian, Penyidik Pegawai Negeri Sipil adalah salah satu pengemban fungsi kepolisian yang membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia dan melaksanakan kewenangan berdasarkan Undang Undang masing-masing. PPNS Menjalankan penyidikan berdasarkan KUHAP tetapi berdasarkan kewenangan yang diberikan Undang Undang spesifik masing-masing.

PPNS bidang Sumber Daya Air (SDA) memiliki peran penting karena secara geografis Negara RI didominasi oleh air dan air sendiri memiliki nilai ekonomis. Sehingga PPNS Ditjen SDAberfungsi sebagai fasilitator dan regulator bidang SDA. Terlebih dengan adanya pembatalan UU Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air oleh Mahkamah Konstitusi,  maka PPNS Ditjen SDA diharapkan menjadi ujung tombak dalam menjalankan tugas pengawasan, pengamatan dan penegakkan hukum bidang SDA melalui koordinasi dengan Penyidik Polri. Hingga saat ini PPNS dalam bidang SDA mencapai 89 orang yang tersebar di seluruh BBWS/BWS.

Dengan diberlakukan kembali UU Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan, maka ketentuan pidana yang diatur dalam pasal 15 terbagi atas kejahatan (sengaja) dan pelanggaran (kelalaian) dengan unsur perbuatan pidana a. pengusahaan air dan atau sumber-sumber air yang tidak berdasarkan perencanaan dan perencanaan teknis tata pengaturan air dan tata pengairan serta pembangunan pengairan; b. pengusahaan air dana tau sumber-sumber air tanpa izin dari Pemerintah dan c. sudah memperoleh izin dari Pemerintah untuk pengusahaan air dan atau sumber-sumber air tetapi tidak melakukan atau tidak ikut membantu dalam usaha-usaha menyelamatkan tanah, air, sumber-sumber dan bangunan pengairan.

Acara yang berlangsung pada tanggal 19-21 April 2017 ini menyajikan paparan beberapa materi diantaranya Pola Pengembangan Kelembagaan dan Eksistensi PPNS dalam Upaya Penegakan Hukum oleh Mohamad Fajar dari Direktorat Pidana Ditjen Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan HAM, Rencana Kerja Biro Korwas PPNS oleh Brigjen Nasib Simbolon dari Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polisi Republik Indonesia dan Strategi Peningkatan Kinerja PPNS Ditjen SDA oleh Hartanto. Lalu esok hari ada Laporan Pelaksanaan Kegiatan PPNS Ditjen SDA TA 2016 dan Rencana Kerja TA 2017 dan Pembahasan SOP Prosedur Pengawasan dan Pengamatan PPNS Ditjen SDA dengan narasumber Kepala Bagian Hukum dan Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal SDA.

20 April 2017 Selengkapnya