Pengumuman ( 5):

Kategori Berita SDA


DPR RI Tinjau Pengendali Erosi di Banjarmasin

Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja untuk meninjau infrastruktur Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Provinsi Kalimantan Selatan pada 28 Februari 2017. Kunjungan kerja ini merupakan salah satu program kerja Komisi V DPR RI pada reses masa persidangan III Tahun 2016-2017. Rombongan Komisi V DPR RI ini dipimpin oleh Lasarus, S.Sos, M.Si yang didampingi oleh Direktur Sungai dan Pantai Hari Suprayogi dan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Wahyu Nugroho. Infrastruktur yang ditinjau dalam kunjungan kerja tersebut adalah pengendali erosi dan proteksi sungai Martapura di Banjarmasin.

Gunakan Tiga Pilar SDA Untuk Kebutuhan Infrastruktur Daerah

"Khusus untuk bidang sumber daya air, sebenarnya kita mempunyai 3 pilar yaitu konservasi, pendayagunaan dan pengendalian daya rusak air, dan karena Sumatera Barat termasuk dalam daerah yang rawan bencana, maka untuk pilar pengendalian daya rusak air harus lebih dikuatkan. Contohnya program pengendalian banjir di sungai- sungai. Kemudian program ketahanan pangan yaitu program irigasi dan air baku," jelas Dwi Sugianto, Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku, dalam acara Kunjungan Kerja Komi V DPR RI, 27-28 Februari 2017, di Sumatera Barat. Turut dihadiri oleh para anggota Komisi V DPR RI, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, Kepala BWS Sumatera V, Faliansyah, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga, A. Gani dan Kepala BPJN III Padang, I.K.G Syaiful.

Imam Santoso Terpilih Jadi Presiden NARBO

Menanggapi permasalahan tersebut, pemerintah Indonesia terus berbenah diri dalam membangun infrastruktur sumber daya air. Agar insfrastruktur yang akan dan sedang dibangun tersebut bisa tepat guna secara manfaat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pun proaktif mengambil peran di berbagai organisasi yang ada kaitannya dengan sumber daya air, salah satunya adalah Network of Asian River Basin Organizations yang disingkat dengan NARBO. NARBO merupakan organisasi negara Asia yang menjadi wadah untuk bertukar pikiran tentang isu sumber daya air. Organisasi ini resmi didirikan pada Februari 2004 oleh Basuki Hadimuljono yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Saat itu, NARBO masih beranggotakan 9 negara. Tahun ini, tepatnya pada 22-24 Februari 2017 NARBO kembali menyelenggarakan The 6th NARBO General Meeting yang bertempat di Jakarta, Indonesia. Acara ini dihadiri oleh 72 delegasi dari 19 negara anggota.

KERJA BAKTI MASSAL KEMENTERIAN PUPR

Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2017 yang dilaksanakan pada tanggal 16-26 Februari 2017, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan kerja bakti massal, di Kampus Kementerian PUPR, Jakarta (24-02-17).

NARBO, Wadah Tukar Pikiran Bagi Pengelola Air di Asia

Network of Asian River Basin Organizations atau yang dikenal dengan singkatan NARBO merupakan organisasi negara Asia yang menjadi tempat bertukar pikiran untuk isu sumber daya air. NARBO secara resmi didirikan pada Februari 2004 yang bertujuan untuk membantu mencapai pengelolaan sumber daya air terpadu di Daerah Aliran Sungai (DAS) di seluruh Asia. Selain itu, NARBO juga bertujuan untuk memperkuat kapasitas dan efektifitas organisasi yang menangani DAS (RBO, River Basin Organization) dalam mempromosikan pengelolaan sumber daya air terpadu (Integrated Water Resources Management) dan meningkatkan tata kelola air, melalui pelatihan, pertukaran informasi dan pengalaman antara RBO dan badan-badan sektor air terkait juga organisasi mitra pengetahuan.

Peran Penting Unsur Kesekretariatan

Keberhasilan pelayanan yang dilakukan oleh ASN, yang identik dengan keberhasilan institusi tempat ASN tersebut bernaung, tidak bisa lepas dari sejauh mana institusi tersebut mampu memberdayakan peran kesekretariatan secara optimal.

Tanggap Darurat Banjir Jakarta

Hujan deras yang mengguyur daerah Jakarta dan sekitarnya mebuat beberapa titik banjir kembali muncul di sejumlah tempat di Jakarta. Berdasarkan hasil pantauan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, salah satu titik banjir tertinggi terdapat di Kelurahan Cipinang, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Banjir setinggi 50 cm sampai dengan 100 cm terjadi akibat luapan Kali Sunter.

Ibu Negara Lakukan Konservasi di Waduk Gondang

Dalam rangka mendukung visi “Mewujudkan Indonesia Berkarakter, Damai dan Sejahtera”, OASE KK menyelenggarakan serangkaian kegiatan di provinsi Jawa Tengah, salah satunya adalah kegiatan konservasi melalui penanaman 250 (dua ratus lima puluh) bibit pohon buah durian lokal (durian bawor, durian petruk, durian montong) di Waduk Gondang, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 21 Februari 2017. Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla, para Ibu pengurus OASE KK, para Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan sejumlah tamu undangan.

Jaringan Irigasi Air Tanah Lampung Selatan Diresmikan

Pentingnya irigasi dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan dalam pembangunan pengairan, yang diikuti dengan perluasan jaringan irigasi melalui peningkatan penyediaan air tanah untuk memelihara fungsinya sumber air dan jaringan irigasi bagi pertanian.

Menteri Basuki Meninjau Pengamanan Pantai Kota Ambon

Dalam kunjungan tersebut Menteri Basuki mengatakan gelombang laut tinggi mengakibatkan Pantai Rumah Tiga, Kota Ambon memiliki potensi abrasi yang tinggi. Untuk itu diperlukan penanganan pengendalian daya rusak air yang menyeluruh. Disamping itu, masyarakat juga melakukan pengambilan material yang mengakibatkan kondisi pantai menjadi rusak. Adanya pengaman pantai menjadi pengendali daya rusak air yang diakibatkan abrasi dan erosi pantai yang terjadi terus menerus. Selain itu juga melindungi pemukiman warga yang berdomisili disekitar Pantai Rumah Tiga. Pendanaannya menggunakan APBN Tahun 2015 sebesar Rp 9 milyar.

Dirjen SDA Tinjau Pembangunan Bendungan Karalloe

Dirjen SDA, Imam Santoso bersama Kepala Pusat Bendungan, Ni Made Sumarsih, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Agus Setiawan, beserta rombongan meninjau proyek pembangunan Bendungan Karalloe, Jumat (27/1). Secara administratif, Bendungan Karallloe terletak di wilayah Kabupaten Gowa, Kecamatan Tompobulu/Biring Bulu tepatnya di dua Desa yaitu Desa Garing dan Desa Taring. Daerah genangan dan daerah aliran sungai terletak di Kab. Gowa, sedangkan jaringan irigasi dan daerah irigasinya terletak di Kabupaten Jeneponto.

Kerjasama Trilateral antara Indonesia, Belanda dan Korea pada Program NCICD

Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia, merupakan magnet besar dan terus menerus dianggap sebagai tanah yang menjanjikan dan kota harapan bagi orang-orang dari seluruh Indonesia untuk mengejar kesempatan dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Namun, Jakarta juga memiliki banyak masalah, diantaranya adalah banjir dari sisi laut dan sungai. Selain itu, masalah penurunan tanah di Jakarta juga terjadi pada pesisir pantai dan sungai. Saat ini, beberapa bagian di Jakarta Utara telah turun sebanyak 7,5 cm/tahun sementara permukaan air laut naik sebanyak 6 mm/tahun. Apabila tidak dilakukan upaya penanganan maka pada tahun 2030, 80% dari Jakarta Utara akan berada 5 m di bawah permukaan laut. Oleh karena itu, perlu dilakukan perlindungan terhadap pesisir pantai.