© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Dirjen SDA Serahkan Penghargaan Petugas O&P, Petugas UPB dan Komunitas Peduli Sungai
Dirjen SDA Serahkan Penghargaan Petugas O&P, Petugas UPB dan Komunitas Peduli Sungai

Sabtu, 3 Desember 2016, dalam rangka memperingati Hari Bakti PU yang ke-71, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), menyelenggarakan Acara Penyerahan Penghargaan Pemilihan Petugas O&P Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan, Komunitas Peduli Sungai, Pemilihan Petugas Unit Pengelola Bendungan dan Petugas OP Bendungan Teladan. Acara yang diselenggarakan di Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso dan Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Lolly Martina Martief.

 

Imam dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan petugas O&P ini dilaksanakan dalam rangka upaya meningkatkan kinerja O&P prasarana Sumber Daya Air khususnya para petugas O&P Jaringan Irigasi Permukaan, Jaringan Irigasi Rawa, dan Unit Pengelola Bendungan dalam menjalankan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan pelayanan Irigasi Permukaan, Irigasi Rawa dan Bendungan kepada masyarakat pemakai air serta untuk memberikan apresiasi/penghargaan kepada Komunitas Peduli Sungai.

 

Setelah melalui dua tahap seleksi yaitu presentasi yang dilaksanakan di Banjarmasin pada 1 s/d 5 Agustus 2016 dan visitasi (penilaian lapangan) oleh tim juri yang dilaksanakan sejak 22 Agustus s/d 8 November 2016, berikut daftar pemenang untuk pemilihan pada masing-masing kategori:

 

Petugas O&P Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional Tahun 2016, yaitu:

Setingkat Pengamat/UPTD Irigasi dibagi dua kelompok meliputi:

  1. Kelompok Irigasi I, terpilih pemenang sebagai berikut:

Juara I Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Jawa Tengah

Juara II Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi NTB

Juara III Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Sulawesi Tengah

Harapan I Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Lampung

Harapan II Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Jawa Barat

  1. Kelompok Irigasi II, terpilih pemenang sebagai berikut:

Juara I Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Sulawesi Utara

Juara II Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Sumatera Barat

Juara III Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Sulawesi Tenggara

Harapan I Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Gorontalo

Harapan II Pengamat/UPTD Irigasi : Provinsi Riau

Setingkat Juru/Mantri Irigasi meliputi:

  1. Kelompok Irigasi I, terpilih pemenang sebagai berikut:

Juara I Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Jawa Timur

Juara II Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Jawa Tengah

Juara III Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Sulawesi Tengah

Harapan I Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Jawa Barat

Harapan II Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Lampung

  1. Kelompok Irigasi II, terpilih pemenang sebagai berikut:

Juara I Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Maluku

Juara II Juru/Mantri Irigasi : Provinsi NTB

Juara III Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Papua

Harapan I Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Gorontalo

Harapan II Juru/Mantri Irigasi : Provinsi Bali

Setingkat Pengamat/UPTD Rawa, terpilih pemenang sebagai berikut:

Juara I Pengamat/UPTD Rawa : Provinsi Sulawesi Tengah

Juara II Pengamat/UPTD Rawa : Provinsi Sulawesi Tenggara

Juara III Pengamat/UPTD Rawa : Provinsi Lampung

Harapan I Pengamat/UPTD Rawa : Provinsi Papua

Harapan II Pengamat/UPTD Rawa : Provinsi Kalimantan Selatan

Setingkat Juru/Mantri Rawa, terpilih pemenang sebagai berikut:

Juara I Juru/Mantri Rawa : Provinsi Sumatera Selatan

Juara II Juru/Mantri Rawa : Provinsi Sulawesi Tengah

Juara III Juru/Mantri Rawa : Provinsi Papua

Harapan I Juru/Mantri Rawa : Provinsi Lampung

Harapan II Juru/Mantri Rawa : Provinsi Kalimantan Selatan

 

 

Hasil Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Teladan Tingkat Nasional Tahun 2016, terpilih enam pemenang, yaitu:

Juara I Komunitas Masyarakat Peduli Sungai (MELINGAI) dari Provinsi Kalimantan Selatan

Juara II Komunitas Forum Komunikasi Winongo Asri dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Juara III Komunitas Paguyuban Pengendali dan Penanganan Air Pasang Panggung Lor (P5L) dari Provinsi Jawa Tengah

Harapan I Komunitas EKOLINK dari Provinsi Jawa Barat

Harapan II Komunitas Santri Jogo Kali dari Provinsi Jawa Timur

Harapan III Komunitas Peduli Sungai Batu Bulan dari Provinsi Maluku

 

Hasil Pemilihan Petugas UPB/OP Bendungan Tingkat Nasional Tahun 2016, yaitu:

Kategori I UPB, terpilih 3 pemenang sebagai berikut:

Juara I UPB BWS Nusa Tenggara I

Juara II UPB BBWS Cimanuk Cisanggarung

Juara III UPB BWS Kalimantan III

Kategori II (Bendungan dengan volume di atas 20 juta m3), terpilih 3 pemenang sebagai berikut:

Juara I Petugas OP Bendungan BBWS Pemali Juana

Juara II Petugas OP Bendungan BBWS Cimanuk Cisanggarung

Juara III Petugas OP Bendungan BBWS Pompengan Jeneberang

Kategori III (Bendungan dengan volume antara 2 juta m3 – 20 juta m3), terpilih 3 pemenang sebagai berikut:

Juara I Petugas OP Bendungan BBWS Bengawan Solo

Juara II Petugas OP Bendungan BWS Nusa Tenggara I

Juara III Petugas OP Bendungan BWS Kalimantan III

Kategori IV (Bendungan dengan volume di bawah 2 juta m3), terpilih tiga pemenang sebagai berikut:

Juara I Petugas OP Bendungan BWS Bali Penida

Juara II Petugas OP Bendungan BBWS Pemali Juana

Juara III Petugas OP Bendungan BBWS Bengawan Solo

 

Imam mengucapkan selamat kepada para pemenang dan berharap agar para pemenang terus meningkatkan kinerja dalam mengemban tugas utamanya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (dro kompuSDA)

04 Desember 2016 Selengkapnya

PUPR Berbakti Membangun Negeri
PUPR Berbakti Membangun Negeri

Sabtu, 3 Desember 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperingati Hari Bakti PU yang ke-71. Peringatan tersebut ditandai dengan Upacara Bendera yang diselenggarakan di Lapangan Sapta Taruna, Kampus PUPR. Bertindak sebagai Pemimpin Upacara, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Inspektur Upacara yaitu Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso. Upacara tersebut tutut dihadiri oleh para pejabat Eselon I, II, dan segenap pegawai di lingkungan PUPR.

 

Basuki dalam sambutannya menyampaikan bahwa 3 Desember tepat 71 tahun yang lalu merupakan tonggak sejarah bukti dari semangat berbakti yang ditandai denga gugurnya tujuh orang pegawai PU dalam mempertahankan Kantor Pusat Departemen Perhubungan dan Pekerjaan Umum, yang saat itu berlokasi di Gedung Sate, Bandung. Tujuh pemuda pejuang tersebut adalah Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono.

 

Berbagai hasil pembangunan di bidang insfrastruktur telah banyak mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Presiden Indonesia, Dunia Usaha, Masyarakat bahkan Lembaga di tingkat Internasional. Pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian PUPR tersebut turut mendukung pertumbuhan ekonomi negara Indonesia dan juga menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang cukup besar.

 

“Berbagai pekerjaan fisik akan terus dipercepat pembangunannya agar dapat mencapai sasaran RPJMN 2014-2019. Kita juga harus siap menyusun berbagai peraturan perundangannya agar mampu memberikan kepastian pelayanan terhadap masyarakat,” tutur Basuki. PUPR juga siap untuk melaksanakan amanat Negara Indonesia melalui tagline bekerja keras, bergerak cepat dan bertindak tepat.

 

Bekerja keras untuk mencapai target pembangunan infrastruktur PUPR yang demikian besar dan memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bergerak cepat untuk mengejar percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia guna menggerakkan perekonomian daerah tertinggal dan mempercepat pemerataan kesejahteraan khususnya ke wilayah perbatasan dan terisolir. Bertindak tepat sesuai dengan tujuan dan sasaran serta memperhatikan kaidah-kaidah teknis (norma, standar, prosedur dan manual) yang berlaku. “Semangat berbakti dan berjiwa seni harus terus kita pelihara untuk keselarasan dalam membangun negeri,” tambah Basuki. (dro kompuSDA)

03 Desember 2016 Selengkapnya

Ditjen SDA Raih Juara 2 Lomba Poco Poco Nusantara
Ditjen SDA Raih Juara 2 Lomba Poco Poco Nusantara

Dalam rangka memperingati Hari Bakti PUPR ke-71 pada 3 Desember 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan kegiatan senam pagi yang dilanjutkan dengan Lomba Poco-Poco Nusantara. Acara yang digelar pada Jumat, 2 Desember 2016 ini turut dihadiri oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beserta Ibu Kartika Basuki Hadimuljono, para Pejabat Eselon I, II dan segenap pegawai di lingkungan Kementerian PUPR.

 

Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa senam bersama ini dilakukan untuk meningkatkan semangat pegawai PUPR agar semakin peduli dengan kesehatan mereka. Sementara itu, Lomba Poco-Poco Nusantara diikuti oleh 13 tim, yaitu 11 tim dari unit eselon I, 1 tim mewakili Darma Wanita Persatuan Kementerian PUPR, dan 1 tim lagi berasal dari Bapetarum.

 

Setelah melalui persaingan yang cukup ketat, akhirnya panitia mengumumkan pemenang Lomba Poco-Poco Nusantara. Juara 1 diraih oleh Tim Sekretariat Jenderal, Juara 2 dimenangkan oleh Tim Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Juara 3 adalah Tim Dharma Wanita Persatuan, dan Juara Harapan I didapatkan oleh Tim Bapetarum. Dan kategori tim terheboh dimenangkan oleh Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Setelah melaksanakan senam bersama dan Lomba Poco-Poco Nusantara, Menteri PUPR beserta Ibu dan para pejabat eselon I, II, juga para pegawai pun menikmati hiburan dan gelaran makanan rakyat di Kampus PUPR. (dro kompuSDA)

02 Desember 2016 Selengkapnya

Ditjen SDA Berjuang di Babak Final Kompetisi Pelayanan Publik PUPR 2016
Ditjen SDA Berjuang di Babak Final Kompetisi Pelayanan Publik PUPR 2016

Dalam rangka memperingati Hari Bakti PUPR ke-71 pada 3 Desember 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelenggarakan Kompetisi Pelayanan Publik sebagai salah satu rangkaian acara. Kompetisi yang melibatkan seluruh unit organisasi di lingkungan PUPR ini telah dimulai sejak September 2016 yang merupakan tahap awal pengisian formulir lembar evaluasi mandiri oleh masing-masing unit Oorganisasi, hingga memasuki tahap presentasi finalis yang diselenggarakan pada Kamis, 1 Desember 2016 di Jakarta.

 

Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak sipil setiap warga negara atas barang, jasa, dan pelayanan administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik menjadi salah satu tonggak penting perlindungan dan jaminan hak warga negara dan penduduk Indonesia dalam mendapatkan pelayanan publik yang baik. Lembaga negara yang memiliki fungsi mengawasi penyelenggaraan Pelayanan Publik adalah Ombudsman Republik Indonesia (ORI).

 

Sebagai upaya perbaikan kualitas demi mewujudkan pelayanan publik yang prima, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) turut serta mengambil peran dalam Kompetisi Pelayanan Publik PUPR 2016. Setelah melalui tahap penjurian, Ditjen SDA berhasil terpilih menjadi finalis untuk dua kategori yaitu kategori generik yang terdiri dari website, kebersihan, pojok informasi, respon pengaduan dan absensi; dan kategori spesifik pusat yang terkait dengan produk layanan perizinan sumber daya air (diwakili oleh Direktorat Bina PSDA).

 

Mewakili Ditjen SDA untuk kategori generik, Kepala Sub Direktorat Data dan Informasi Ismail Widadi menyampaikan dalam presentasinya bahwa Ditjen SDA terus berupaya meningkatkan pelayanan publik yang menjadi tuntutan demi peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi. (dro kompuSDA)

01 Desember 2016 Selengkapnya

Penanaman Pohon Sadarkan Masyarakat Pentingnya Hutan,Tanah dan Air
Penanaman Pohon Sadarkan Masyarakat Pentingnya Hutan,Tanah dan Air

Dalam rangka Hari Bakti PU ke-71 dan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang jatuh pada tanggal

28 November 2016 serta sebagai komitmen Kementerian    Kementerian PUPR dalam mensukseskan revitalisasi GNKPA, Kementerian PUPR  melaksanakan penanaman pohon secara serentak, 30 November 2016, di 34 provinsi.

 

"Gerakan penanaman pohon merupakan salah satu aksi konkrit dan upaya nyata di 34 provinsi untuk memulihkan kondisi daerah aliran sungai, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk lebih aktif menanam pohon dan merawatnya. Penanaman pohon juga akan meningkatkan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau sebagai fungsi  esensial ekologis dan ruang kehidupan kita yang lebih berkualitas," jelas Sekretaris Direktorat Jenderal SDA, Lolly Martina Martief, membacakan sambutan Menteri PUPR, dalam acara Penanaman Pohon dengan tema Penyelamatan Hutan, Tanah dan Air, 30 November 2016, di Kupang, NTT.

 

Lanjut Lolly, kegiatan menanam pohon dapat dijadikan momentum strategis dalam upaya untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim global, degradasi dan deforestasi hutan dan lahan serta sebagai bagian dari upaya konservasi sumber daya air. "Dan untuk menginisiasi para pihak terkait,pemerintah merevitalisasi Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA) yang disepakati oleh 8 kementerian yaitu Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, pada tanggal 9 Mei 2015," kata Sekretaris Direktirat Jenderal SDA.

 

Kesepakatan untuk merevitalisasi GNKPA merupakan langkah awal dalam memadukan kebijakan dan program aksi pada masing masing kementerian dalam rangka penyelamatan air. Komitmen dan partisipasi dari seluruh stakeholders merupakan kunci utama suksesnya GNKPA.

 

Menanggapi hal tersebut,Wakil Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung program ini demi kelestarian lingkungan. “Kami akan selalu mendukung program pemerintah terutama yang sangat bermanfaat bagi rakyat terlebih lagi provinsi ini merupakan provinsi yang jarang dapat hujan dan kekurangan air. Saya menginginkan agar Kementerian PUPR akan selalu membantu dan mendukung program pemerintah daerah yaitu Provinsi NTT. Kegiatan ini juga dapat dijadikan pelajaran bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk lebih pemanfaatan sumber air yang ada dan terbatas serta pemanfaatan penanaman pohon ini sebagian salah satu solusinya,” jelas Wakil Gubernur NTT, Benny A. Litelnoni.

 

Berkaitan dengan lokasi penanaman pohon, Kepala Balai Wilayah Sungai NT II mengatakan bahwa pemilihan lokasi penanaman pohon yaitu di area greenbelt Bendungan Tilong karena area bendungan ini sangat luas. “Selain luas,area ini juga sudah mulai tidak bagus lagi,sudah mulai berkurang pohonnya,jadi dengan adanya penanaman pohon ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan,tanah dan air. Dan saat ini BWS NT II menanam sebanyak 200 pohon, seperti pohon mahoni dan jati lokal,” ujar Kepala Balai Wilayah Sungai NT II, Deppi Cipta Jatnika.

 

Pohon yang ditanam oleh Kementerian PUPR tahun 2016 sebanyak 361.202 pohon dan hingga bulan Oktober 2016 telah ditanam sebanyak 160.195 pohon dan pada bulan November - Desember 2016 akan ditanam sebanyak 201.007 pohon. Acara ini turut dihadiri oleh para pegawai BWS NT II, BAPPEDA NTT, Dinas PU NTT dan masyarakat setempat. (tin kompuSDA)

01 Desember 2016 Selengkapnya

Orang PUPR Sambut Hari Bakti Dengan Fun Bike dan Fun Walk
Orang PUPR Sambut Hari Bakti Dengan Fun Bike dan Fun Walk

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan merayakan Ulang Tahun yang ke-71 pada 3 Desember 2016 nanti. Berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan untuk memupuk rasa kebersamaan dan meningkatkan solidaritas di antara orang PUPR. Minggu, 27 November 2016, Menteri PUPR Basuki Hadilmujono mengikuti kegiatan fun bike dan fun walk. Acara ini juga diikuti oleh sejumlah pejabat eselon I dan II serta segenap orang PUPR.

 

Para peserta fun bike dan fun walk telah memadati garis start yang berada di depan Gedung Sapta Taruna sejak pukul 06.00 WIB. Acara tersebut diawali dengan fun bike yang dilepas oleh Inspektur Jenderal Kementerian PUPR Rildo Ananda Anwar pada pukul 06.30 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan fun walk pada pukul 07.00 WIB yang dipimpin oleh Ibu Kartika Basuki Hadimuljono dan dilepas oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso.

 

Fun Bike yang diikuti 150 orang termasuk Menteri Basuki Hadimuljono ini memiliki jarak tempuh 10 km, dengan rute Kampus PUPR ­- Jalan Pattimura - Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Sisingamangaraja - Jalan Asia Afrika - Jalan Hang Tuah - Kampus PUPR. Sementara untuk fun walk diikuti oleh 150 orang dengan jarak tempuh 4 km yakni Kampus PUPR ­- Jalan Pattimura - Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Sisingamangaraja - Kampus PUPR. Sekembalinya di Kampus PUPR, para peserta fun bike dan fun walk pun dihibur oleh pertunjukan musik yang meriah. (dro kompuSDA)

28 November 2016 Selengkapnya

Ditjen SDA Siap Kelola Air Secara Cerdas, Terintegrasi dan Berkelanjutan
Ditjen SDA Siap Kelola Air Secara Cerdas, Terintegrasi dan Berkelanjutan

Himpunan Ahli Teknik Hidraulika Indonesia (HATHI) menggelar Program Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXXIII dan Kongres XII di Semarang pada 25-27 November 2016. Tema yang diambil dalam penyelenggaraan PIT XXXIII dan Kongres XII ini adalah “HATHI Menjawab Tantangan Perubahan Iklim Untuk Mewujudkan Ketahanan Air Nasional”. Tema tersebut sangat relevan dengan kondisi tanah air saat ini, di mana masyarakat Indonesia membutuhkan ketahanan air untuk menjawab tantangan kebutuhan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang terus meningkat.

 

Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HATHI merupakan agenda rutin para ahli teknik hidraulik Indonesia. Forum ini merupakan media komunikasi profesi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan tanggung jawab keilmuan untuk menghadapi tantangan saat ini dan masa datang. Acara yang dihadiri oleh tiga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terdahulu, tujuh Direktur Jenderal Sumber Daya Air terdahulu, dan 300 peserta ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran dalam penyelesaian permasalahan bencana akibat daya rusak air di Indonesia, sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim dalam mewujudkan ketahanan air nasional.

 

Dalam sambutannya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa beberapa dekade terakhir, dunia mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat dan urbanisasi cukup besar yang berdampak antara lain pada peningkatan kebutuhan infrastruktur yang memadai untuk mengakses air dan berakibat pada pencemaran air. Selain kebutuhan air meningkat, kebutuhan pangan pun meningkat. Dengan demikian, pada tahun-tahun mendatang, kita akan berhadapan dengan tantangan berupa masalah krisis air dan kekurangan pangan. Untuk menjawab tantangan itu, Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan, disamping ketahanan energi. Implementasi kebijakan tersebut sampai dengan tahun 2019 diwujudkan melalui berbagai program pembangunan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di bidang sumber daya air, yaitu pembangunan 65 bendungan baru.

 

“Saat ini, Kementerian PUPR masih memiliki tantangan untuk segera menyelesaikan Standard Operation Procedure (SOP) for Reservoir Operation dari 3 reservoir (waduk) yaitu Cirata, Saguling dan Jatiluhur. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan ketahanan air melalui waduk yang nantinya berguna untuk penyediaan air minum, pembangkit tenaga listrik, mengairi daerah irigasi untuk pertanian dan pengendalian banjir. Khusus untuk pertanian, dengan adanya pembangunan 65 waduk baru, diharapkan bisa meningkatkan jaminan air untuk irigasi dari 11% menjadi 19%,” jelas Basuki.

 

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso menambahkan peran Ditjen SDA dalam menjaga kecukupan air akan mendukung target pencapaian program Nawacita yaitu swasembada pangan. Dengan kecukupan air yang berkelanjutan tentunya akan meningkatkan intensitas tanam sehingga produksi pangan akan naik. Selain itu, pembangunan bendungan yang gencar dilakukan Ditjen SDA bertujuan untuk menampung curah hujan yang terus meningkat di musim penghujan yang nantinya akan mengurangi bencana banjir yang semakin sering terjadi di Indonesia.

 

“Tidak itu saja, Ditjen SDA memiliki 33 Balai Wilayah Sungai yang tersebar di seluruh Indonesia yang siap siaga melakukan penanganan darurat sementara apabila terjadi bencana banjir. Kami telah meyediakan posko yang siaga selama 24 jam, melakukan pemeriksaan rutin terhadap peralatan seperti pompa dan menyediakan pasokan karung dan bronjong yang memadai. Setelah dilakukan penanganan darurat sementara, baru akan dikaji untuk dilakukan penanganan permanen seperti pembangunan atau perbaikan tanggul yang rusak”, tambah Imam. (dro kompuSDA)

27 November 2016 Selengkapnya

Ditjen SDA Bangun 3 Bendungan Baru untuk Dukung Nawacita
Ditjen SDA Bangun 3 Bendungan Baru untuk Dukung Nawacita

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) kembali menandatangani kontrak paket pekerjaan konstruksi dan supervisi untuk 3 bendungan yaitu Bendungan Ciawi (Cipayung), Bendungan Cipanas, dan Bendungan Leuwikeris. Penandatanganan kontrak paket pekerjaan tersebut dilakukan pada Rabu, 23 November 2016 yang bertempat di Gedung SDA, Jakarta. Acara yang disaksikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Imam Santoso ini turut dihadiri oleh para Pejabat Eselon II, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Kepala BBWS Citanduy, Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, dan pejabat lainnya di lingkungan Ditjen SDA.

 

Bendungan Leuwikeris yang terletak di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat merupakan bendungan yang akan dibangun dengan tipe zonal dengan inti lempung tegak. Tinggi maksimal bendungan ini adalah 83,50 m (di atas dasar galian) dengan tinggi puncak 388,00 m. Sementera lebar puncaknya adalah 14,50 m. Bendungan Leuwikeris memiliki manfaat yaitu sebagai sarana penyedia air irigasi untuk areal sawah di D.I Lakbok Utara seluas 6.600 Ha dan D.I Manganti seluas 4.616 Ha; sarana penyedia air baku di Kota Banjar, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis sebesar 845 liter/detik; sebagai pengendali banjir yang mampu mereduksi banjir periode 25 tahunan dari 509,7 m3/det menjadi 450,02 m3/det atau sekitar 11,7 %; sarana Pembangkit Listrik Tenaga Air sebesar 2x10 MW.

 

Sementara pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung) dilaksanakan sebagai upaya optimasi pengendalian banjir yang selalu terjadi di Jakarta apabila musim hujan. Bendungan ini akan dibangun dengan tipe urugan zonal random dengan volume tampungan maksimal waduk mencapai 6,45x106 (m3). Rencana pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung) terletak di bagian hulu sungai Ciliwung di Kecamatan Megamendung mencakup Desa Cipayung, Desa Gadog, Desa Sukakarya, dan Kecamatan Cisarua yang mencakup Desa Kopo, yang secara administratif berada di wilayah kabupaten Bogor.

 

Kemudian ada pembangunan Bendungan Cipanas yang merupakan salah satu upaya Ditjen SDA melalui BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk mengatasi permasalahan terkait kebutuhan air yang semakin meningkat di wilayah Pantura. Secara administrasi, Bendungan Cipanas berada di Sungai Cipanas, Desa Cibuluh, Kecamatan Sumedang dan Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Bendungan Cipanas akan dibangun dengan tipe urugan batu dengan inti tegak dengan panjang puncak 326 m, lebar puncak 12 m, elevasi puncak EL.136 m, dan tinggi bendungan dari galian 74 m. Bendungan Cipanas memiliki manfaat yaitu sebagai sarana untuk mengalirkan air baku sebanyak 0.85 m3/detik, sarana penyedia irigasi untuk wilayah Sumedang dan Indramayu seluas ± 8.089 Ha, sarana penghasil tenaga listrik sebesar 3.00 MW dan untuk mereduksi banjir di daerah Pantura Kabupaten Indramayu.

 

Imam dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk mensukseskan pembangunan bendungan di Indonesia, perlu koordinasi yang baik antar Lembaga Pemerintah terkait dalam hal pendanaan, penyediaan lahan dan penyelesaian dampak sosial, seperti Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan tentunya Pemerintah Daerah yang perannya sangat besar terhadap program pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air dalam mendukung program Nawacita. Progres pembangunan ketiga bendungan tersebut akan segera dipantau oleh Kepala Pusat Bendungan Ditjen SDA dalam sebulan ke depan. Imam menambahkan, agar seluruh penyedia dan pengguna jasa bisa berkoordinasi dengan baik agar pembangunan bendungan bisa selesai tepat waktu sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat. (dro kompuSDA)

24 November 2016 Selengkapnya

Pra Raker Direktorat Jenderal SDA
Pra Raker Direktorat Jenderal SDA

“Progres fisik dan keuangan Direktorat Jenderal SDA TA 2016 yaitu sebesar 74,76% untuk fisik dan 65,85% untuk keuangan. Hal ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2015 dimana status 17 November tahun lalu untuk fisik sebesar 66,31% dan keuangan 62,40%. Sementara untuk Kementerian PUPR realisasi fisik sebesar 70,78% dan keuangan sebesar 63,21%. Oleh karena itu kita harus lebih ditingkatkan lagi kinerjanya, sehingga dapat sesuai dengan target yang ingin dicapai yaitu untuk fisik targetnya 90,13% dan target untuk keuangan sebesar 89,65%,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Imam Santoso, dalam acara Pra Raker Direktorat Jenderal SDA , di Jakarta (181116). Turut dihadiri oleh para pejabat dan BBWS/BWS di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Arahan penyelesaian pekerjaan TA 2016 yaitu BBWS/BWS agar melakukan update data dalam sistem e-monitoring, mempercepat proses penyerapan keuangan, mempercepat pelaksanaan kegiatan di lapangan dan dokumen Laporan Akuntabilitas KInerja (LAKIP) TA 2016 harus diselesaikan paling lambat akhir Januari 2017. “Selain 5 hal tersebut, saya juga mengingatkan agar semua temuan inspektorat segera dituntaskan, BBWS/BWS agar mengantisipasi cuaca ekstrim akhir tahun (seperti curah hujan tinggi dan banjir), usulan program yang akan dibiayai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) segera diselesaikan dan untuk rencana pembangunan bendungan, bila diperlukan review design sesuai kondisi lapangan, agar segera dilakukan,” lanjut Imam Santoso.

Sementara untuk TA 2017, Imam memberikan arahan agar anggaran negara harus berorientasi pada rakyat, agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat dan kegiatan yang dilaksanakan harus masif, terstruktur, tuntas dan nomenklaturnya jelas. “ Agar kedua hal tersebut dapat terlaksana dengan baik maka kepada teman-teman BBWS/BWS di lapangan harus melakukan inventarisasi potensi masalah, kendala dan hambatan dalam pelaksanaan terutama yang berkaitan dengan masalah sosial, pembebasan lahan dan lingkungan. Selanjutnya selalu update progres fisik dan keuangan serta foto lapangan. Jangan lupa juga untuk melakukan dokumentasi dalam bentuk film dengan menampilkan pembangunan infrastruktur bidang SDA di setiap tahapnya seperti tahap awal pembangunan (0%), tahap perkembangan pembangunan (50%) dan tahap selesai pembangunan (100%),” kata Direktur Jenderal SDA.

Menurut Imam Santoso, BBWS/BWS harus mampu membuat inovasi dalam bentuk aplikasi terkakit dengan bidang SDA yang dikoordinasikan dengan Subdit SISDA sehingga semua jajaran organisasi ini mengetahui progres setiap kegiatan terutama kegiatan pembangunan infrastruktur SDA. “Dan demi tercapainya target Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) tahun 2016, diharapkan Direktorat/Pusat dapat melengkapi bahan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan,” ujar Imam.

Dalam Kebijakan Satu Peta (KSP) untuk target capaian peta bidang SDA yaitu Peta Sebaran Lokasi Bendungan target 2016 adalah 13 provinsi; Daerah Irigasi Permukaan target 2016 adalah 16 provinsi dan tahun 2017 yaitu 18 provinsi; Sebaran Lokasi Sabo DAM target tahun 2016 sebanyak 5 provinsi; Sebaran Lokasi Pengaman Pantai target 2016 sebanyak 16 provinsi dan 2017 yaitu 6 provinsi; Air Tanah target tahun 2016 sebanyak 6 provinsi, 2017 yaitu 14 provinsi dan tahun 2018 adalah 14 provinsi; dan Ketersediaan Air target tahun 2016 adalah 6 provinsi, tahun 2017 yaitu 14 provinsi dan tahun 2018 sebanyak 14 provinsi.

Khusus untuk pelelangan, Beliau berpesan agar mempercepat proses pelelangan paket-paket yang belum terkontrak dimana progres lelang status 18 November 2016 untuk paket yang belum lelang masih 69 paket senilai Rp. 245, 18 miliar dan proses lelang 70 paket senilai Rp. 596,53 miliar. “ Untuk proses pelaksanaan lelang dini kegiatan TA 2017 agar dipercepat khususnya paket-paket yang telah memenuhi readiness criteria,” ungkap Imam Santoso.(kompuSDA)

20 November 2016 Selengkapnya

Serah Terima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal SDA
Serah Terima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Direktorat Jenderal SDA

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pimpinan Tinggi Pratama, 18 November 2016, di Gedung Ditjen SDA, Kementerian PUPR, Jakarta. Serah terima jabatan dilakukan oleh Widiarto, mantan Sekretaris Direktorat Jenderal SDA yang saat ini sebagai Kepala Biro Perencanaan Anggaran dan Kerjasama Luar Negeri, Sekretariat Jenderal, kepada Lolly Martina Martief, Sekretaris Direktorat Jenderal SDA yang  baru dimana semula merupakan Direktur Bina OP dan Imam Santoso, Direktur Jenderal SDA kepada Ni Made Sumiarsih sebagai Kepala Pusat Bendungan yang baru dan semula merupakan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Direktur Jenderal SDA, Imam Santoso mengatakan bahwa mutasi dan rotasi di lingkungan Direktorat Jenderal SDA merupakan bagian dari kegiatan organisasi demi mewujudkan pemantapan dan kualitas SDM. “ Untuk itu, meskipun mutasi dan rotasi adalah suatu hal yang biasa, hendaknya oleh semua pihak dimaknai sebagai penyegaran dan peningkatan kinerja serta sebagai bagian dari pola pembinaan karier pegawai,” jelas Imam Santoso.

Imam Santoso mengucapkan terima kasih kepada Widiarto atas dedikasi dan kinerja yang dicapai selama ini dan selamat bertugas di tempat yang baru. “Saya yakin di tempat tugas yang baru, Bapak Widiarto akan memberikan kinerja yang terbaik bagi peningkatan dan kemajuan organisasi. Dan kepada Ibu Lolly dan Ibu Made, semoga dapat memberikan kinerja yang terbaik bagi perkembangan dan peningkatan kualitas kinerja organisasi Ditjen SDA,” imbuh Direktur Jenderal SDA.

Imam berharap agar kepada semua jajaran Direktorat Jenderal SDA tetap memberikan ide-ide yang menarik dan inovatif serta selalu berkoordinasi dan bekerja sama demi kinerja organisasi yang lebih baik lagi.

Acara ini turut dihadiri oleh para pejabat dan BBWS/BWS di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR.(kompuSDA)

19 November 2016 Selengkapnya

PUPR Tingkatkan Kinerja dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi
PUPR Tingkatkan Kinerja dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) menyelenggarakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) EXPO 2016 yang bertempat di Gedung Sapta Taruna, Jakarta. Acara yang diselenggarakan selama dua hari ini yaitu 17-18 November 2016 dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti, dan turut dihadiri oleh Kepala Badan Sandi Negara, Perwakilan Menteri Komunikasi dan Informatika, para Staf Ahli Menteri PUPR dan undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Anita menyampaikan bahwa TIX EXPO ini bertujuan untuk memberikan peluang dalam pengelolaan data dan informasi yang cepat, akurat yang membantu efektivitas, efisiensi, dan transparansi dengan melihat antusiasme penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di dalam semua aktivitas di lingkungan Kementerian PUPR sehingga mampu memberikan informasi yang cepat kepada masyarakat. Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi di lingkungan Kementerian PUPR diharapkan mampu memberikan manfaat dan kerjasama dalam mengkoordinasikan kebutuhan data dan informasi yang berkaitan dengan berbagai program Kementerian PUPR.

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.17/PRT/M/2016 yang menugaskan PUSDATIN (Pusat Data dan Teknologi Informasi) untuk memberikan bimbingan, binaan, pengelolaan dan penyediaan teknologi informasi, serta penyelenggaraan sistem informasi untuk mendukung program Kementerian PUPR dengan menangani 250 aplikasi dan permintaan virtual server dari seluruh unit organisasi. Berbagai prestasi dan penghargaan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi telah diraih Kementerian PUPR, diantaranya Peringkat lima besar dalam empat tahun terakhir pada pemeringkatan e-Government Indonesia (PeGI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika; Penghargaan e-Procurement Award kategori Leadership dalam e-Government yang diselenggarakan oleh LKPP; Penghargaan Inovasi  Layanan TIK untuk Layanan Virtual Private Server yang diselenggarakan oleh majalah Open Gov Singapura tahun 2014; Penghargaan Bhumandala Award atas prestasi penerapan Simpul Jaringan Terbaik kategori Kementerian/Lembaga tahun 2016 yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial; dan Penghargaan National Procurement Award 2016 kategori Kementerian/Lembaga yang diselenggarakan oleh LKPP. Dalam TIK EXPO ini, Kementerian PUPR juga menggelar pameran dari masing-masing unit organisasi yang telah menghasilkan berbagai inovasi terhadap program Kementerian PUPR di bidang Teknologi dan Informasi. (dro kompuSDA)

17 November 2016 Selengkapnya

Banjir Landa Wilayah OKI dan Muaraenim, Warga Diminta Waspada
Banjir Landa Wilayah OKI dan Muaraenim, Warga Diminta Waspada

PALEMBANG, KOMPAS.com

 

- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan mengimbau warga untuk mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor yang mulai melanda sejumlah daerah karena intensitas curah hujan akhir-akhir ini cukup tinggi.

"Banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Muaraenim dalam dua hari ini diprediksi akan terus mengancam masyarakat di provinsi ini, sehingga semua pihak perlu meningkatkan kewaspadaan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Kenten BMKG Sumsel Indra Purna di Palembang, Selasa (15/11/2016).

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan untuk meminimalisasi korban harta benda dan jiwa. Sejumlah institusi, seperti Dinas Sosial, perlu menyiapkan stok bantuan bahan pangan dan sandang sehingga tidak terjadi permasalahan sosial berkepanjangan di lokasi bencana.

Dia menjelaskan, sekarang ini, intensitas curah hujan cukup tinggi mencapai hingga 400 milimeter sehingga berpotensi mengakibatkan banjir dan longsor.

Guyuran hujan dengan intensitas curah hujan yang tergolong tinggi di wilayah provinsi memiliki 17 kabupaten dan kota itu, berpotensi terjadi pada sore dan malam hari, kata Indra.

Menurut dia, menghadapi musim hujan November ini, beberapa daerah dianggap rawan banjir. Daerah-daerah itu meliputi Kota Palembang, Kabupaten Lahat, dan Musirawas, Banyuasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin.

Sementara itu, daerah tergolong rawan longsor adalah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Kabupaten Empat Lawang, dan Kota Pagaralam.

15 November 2016 Selengkapnya