Pengumuman ( 5):

Kategori Berita SDA


Lestarikan Alam untuk Air

Saat ini masih banyak tantangan yang harus kita hadapi dalam pengelolaan sumber daya air, diantaranya kelangkaan kelangkaan air bersih yang sudah berdampak pada 1,9 milyar orang di seluruh dunia, dimana pertumbuhan penduduk sangat cepat dan kebutuhan akan air bertambah sepertiganya pada tahun 2050.

Program Sertifikasi SDEW Akan Selamatkan Kelestarian Sumber Air di Indonesia

Sertifikat menjadikan batas situ, danau, embung, dan waduk menjadi lebih jelas. Selain itu, kejelasan status kepemilikan menjadi sangat penting dari sisi hukum sehingga mencegah munculnya bangunan liar. Tahun 2018, Kementerian PUPR memprogramkan pendataan administratif terhadap 100 SDEW di Indonesia yang tersebar di 11 Provinsi. Sementara tahun 2017, telah diterbitkan sertifikat bagi 4 situ yakni Situ Pagam, Situ Cogreg, Situ Tlanjung Udik di Kabupaten Bogor dan Situ Rawa Lumbu di Kabupaten Bekasi. Dirjen SDA Imam Santoso yakin dengan kolaborasi dari semua elemen masyarakat baik komunitas dan akademisi target pendataan tersebut dapat tercapai. Diantara 100 SDEW yang akan dilakukan sertifikasi adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau di Sumatera Barat, Danau Tempe di Sulawesi Selatan, Danau Tondano di Sulawesi Utara, Danau Limboto di Gorontalo, dan Danau Rawa Pening di Jawa Tengah.

Jaga Infrastruktur SDA untuk Alam

Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-26 Tahun 2018, Dharma Wanita Persatuan Unit Organisasi Direktorat Jenderal SDA, mengadakan kegiatan penanaman pohon dan tabur benih ikan di Waduk Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah (060418). Turut dihadiri oleh Ibu Juhriati Ari Setiadi, mewakili DWP Kementerian PUPR, Ibu Agustina Arsyadi, Dharma Wanita Unit Direktorat Jenderal SDA, Paguyuban Ibu-ibu BBWS Pemali Juana dan Perwakilan Paguyuban Ibu-Ibu BBPJN VII Semarang.

BWS Sumatera VI Gandeng Komunitas dan Masyarakat Untuk Lestarikan Sumber Air

22 Maret yang merupakan peringatan Hari Air Dunia (HAD), adalah sebuah upaya yang ditujukan untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Saat ini, banyak tantangan yang dihadapi dalam permasalahan air, diantaranya masalah kelangkaan air bersih yang sudah berdampak pada sekitar 1,9 milyar orang di seluruh dunia dimana pertumbuhan populasi penduduk sangat cepat dan kebutuhan air akan bertambah sepertiganya pada kurun waktu 2050.

Revitalisasi Situ untuk Selamatkan Situ

Di Indonesia, salah satu permasalahan sumber daya air adalah berkurangnya sarana tampungan air seperti situ, danau, embung dan waduk. Padahal, SDEW sebagai bagian dari sistem daerah aliran sungai memiliki multi fungsi yaitu sebagai tempat penampungan air, konservasi air tanah, sarana pengendalian banjir, tempat wisata dan sarana olahraga.

Cegah Abrasi, Selamatkan Budaya dan Pariwisata

Akan tetapi, belum banyak yang tahu bahwa meningkatnya wisatawan yang datang ke Bali juga berdampak pada jumlah orang yang menetap di pulau ini. Faktor manusia ini, selain gelombang dan badai menjadi salah satu penyumbang rusaknya dan erosi yang terjadi di pesisir Pantai Bali. Abrasi yang terjadi akibat aktivitas gelombang dan manusia semakin lama semakin merusak pesisir pantai. Bukan hanya akan mempengaruhi sektor pariwisata, tapi juga berdampak pada religi yang dianut oleh masyarakat Hindu di Bali. Bagi agama Hindu, pantai merupakan hal penting bagi kepercayaan umatnya. Mereka melakukan beberapa ritual keagamaan yang mereka percayai di tempat ini.

Situ Butuh Dukungan Komunitas dan Pemerintah

“Situ memiliki peranan strategis sebagai daerah observasi air dan berfungsi untuk memastikan bahwa cadangan air dapat terjaga pada saat musim kemarau. Namun saat ini ada beberapa situ khususnya di Jabodetabek mengalami penurunan fungsi diantaranya Situ Bahar di Depok yang sudah tercemar limbah industri dan rumah tangga dan Situ Bojong di Tangerang mengalami alih fungsi lahan menjadi perumahan sehingga tampungan berkurang dan sedimentasi. Dan untuk memulihkan kondisi situ Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA melakukan kerjasama dengan Ditjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah dan Ditjen Pengadaan Tanah Kementerian ATR/BPN serta Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri untuk menerbitkan sertifikat lahan situ, dimana peran dari Kementerian PUPR adalah mendapatkan data dan informasi terkait administrasi pertanahan dan penataan ruang SDEW serta sumber air permukaan lainnya, mendapatkan dukungan terkait pelaksanaan progres pencatatan dalam buku tanah, dan/atau pendaftaran pertanahan SDEW serta sumber air permukaan lainnya dan mendapatkan dokumen administrasi pertanahan SDEW serta sumber air lainnya,” jelas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Jarot Widyoko, dalam acara Press Tour dan Bincang Santai di Situ Pengasinan dan sekaligus memperingati Hari Air Dunia 2018, 12 Maret 2018, di Depok, Jawa Barat.

Bendungan Sei Gong Jadi Solusi Untuk Cegah Krisis Air di Batam

Bendungan Sei Gong dibangun pada lahan seluas ± 355,99 ha dengan total tampungan waduk ± 11,80 juta m3 dan volume tampungan efektif ± 8,90 juta m3 yang berpotensi menyuplai air baku sebesar 400 liter per detik. Bendungan yang dibangun dengan tipe urugan tanah dengan material kedap air ini akan menampung aliran Sungai Gong, yang airnya akan diolah di instalasi pengolahan air di Kota Batam. Sementara untuk pembangunan saluran air akan menggunakan dana BP Batam dan Pemerintah Daerah, yang juga akan dibantu oleh Kementerian PUPR melalui APBN apabila dana pembangunan tersebut tidak mencukupi.

BBWS Sumatera 8 Segera Rampungkan Bendungan Tigadihaji

Bendungan Tigadihaji ini merupakan Proyek Strategis Nasional dari Presiden Republik Indonesia yang pasti merupakan prioritas utama infrastruktur nasional dan termasuk Program Nawacita. BBWS Sumatera VIII yang menangani langsung pembangunan proyek ini yang bekerja sama dengan Pemerintahan Kabupaten OKU Selatan.

Bendungan Sindang Heula dan Karian Dua Proyek Strategis Nasional di Banten

Bendungan Sindang Heula dan Bendungan Karian merupakan dua proyek strategis nasional di Banten. Untuk itu Gubernur Banten, Wahidin Chalid , mengatakan akan terus membantu Kementerian PUPR dalam hal penyediaan air terutama untuk irigasi. “Saat ini masyarakat sangat menantikan adanya pasokan air yang rapat menjamin kebutuhan hidup sehari hari, jadi kami, jajaran pemerintah daerah Banten akan bekerja sama dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terutama melalui BBWS Cidanau Ciujung Cidurian Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR,” kata Gubernur Banten, dalam Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI, 19 Februari 2018, di Serang, Banten.

BBWS Pompengan Jeneberang Berdayakan Petani Gowa Melalui Padat Karya Tunai

Dalam Kementerian PUPR, ada beberapa program padat karya tunai yang sedang dijalankan yaitu irigasi, jalan produksi, bantuan stimulan rumah swadaya, dan pemeliharaan jalan nasional. Untuk padat karya tunai irigasi di tahun 2017 ada 3000 lokasi dan pada tahun 2018 tersebar pada 5000 lokasi di seluruh Indonesia. Inilah yang dilakukan Ditjen SDA untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan petani di Indonesia yaitu dengan memberdayakan mereka untuk ikut terlibat langsung dalam pemeliharaan saluran irigasi tersier.

Partisipasi Aktif Kata Kunci Pengelolaan Irigasi

Pengelolaan sumber daya air dan jaringan irigasi memegang peranan yang sangat penting dalam mendorong peningkatan produksi beras nasional. Namun saat ini hanya 55% jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik. Ada lebih dari sepertiga jaringan irigasi pertanian dalam kondisi rusak dan perlu direhabilitasi. Dampaknya jaminan ketersediaan air untuk pertanian tidak dapat terpenuhi dengan baik. Sementara itu efisiensi penggunaan air juga belum tercapai. Sistem pengaturan air belum berfungsi secara optimal.

SINERGI PROGRAM IRIGASI RAWA DENGAN KEMENTERIAN LAIN

Penyusunan dan pelaksanaan program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi dan rawa yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus bersinergi dengan kementerian/lembaga lain yang juga memiliki kepentingan akan akses penyediaan dan pengelolaan sumber daya air.

DPR RI Tinjau Rencana Pembangunan Pintu Air Demangan Baru

Kepala BBWS Bengawan Solo Charisal menyampaikan bahwa pintu air Demangan sangat penting untuk pengendalian banjir Kali Pepe maupun dalam sistem pengendalian banjir Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta, baik dalam hal pengaturan ketinggian muka air maupun penampungan air sementara di saat banjir. Seiring dengan perkembangan jaman dan tingkat kepadatan penduduk yang semakin besar menyebabkan debit Kali Pepe dan Sungai Bengawan Solo juga semakin besar. Umur struktur bangunan pintu air Demangan lama telah mencapai 100 tahun (dibangun tahun 1918) dan kemampuan pompa lama sudah berkurang kinerjanya. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi pintu air Demangan, termasuk menambah kapasitas tampungan sementara berupa long storage sebesar 300.000 m3 melalui kegiatan “Pembangunan Pintu Air Demangan Baru di Kota Surakarta”.

  • Tentang Ditjen SDA

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Bantuan


    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Gd. Ditjen Sumber Daya Air 
    Kementerian PUPR
    JL. Pattimura 20, Kebayoran Baru 
    Jakarta - Indonesia - 12110 
    Phone/Fax: (021)-7396616 (Hunting)
    Email: kompusda[at]pu.go.id atau kompu.sda[at]gmail.com

  • Publikasi

  • Media Sosial Kami