Pengumuman ( 5):

Kategori Berita SDA


KNI BB Dukung Ditjen SDA Dalam Pembangunan Bendungan

“Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) akan selalu ikut berperan serta dalam pengembangan ilmu dan peningkatan mutu keahlian dan tanggung jawab para anggotanya dalam penguasaan dan pemanfaatan keahlian teknologi bendungan besar. Hal ini bertujuan agar para anggota KNI-BB termotivasi untuk menguasai, mengembangkan dan meningkatkan profesi bidang perancangan, pembangunan dan pengoperasian dan pemeliharaan bendungan besar serta proaktif melakukan alih teknologi,” jelas Hari Suprayogi selaku Ketua Umum KNI-BB dalam wawancaranya dengan majalah GATRA, di Jakarta (151015).

Bendungan Sei Gong Segera Hadir Di Batam

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama BP Batam dan pemerintah daerah setempat bekerjasama untuk mengatasi krisis air baku dengan membangun Bendungan Sei Gong yang terletak di Desa Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Bendungan Tapin Akan Dibangun di Kalimantan Selatan

“Bendungan Tapin sangat diperlukan dalam rangka pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan nasional, pengendalian banjir dan penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Tapin,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono, dalam acara Penandatanganan Kontrak Bendungan Tapin, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan dan Bendungan Sei Gong, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, di Jakarta (131015).

Normalisasi Sungai Ciliwung Diharapkan Atasi Masalah Banjir DKI Jakarta

Sungai Ciliwung mempunyai panjang 120 km dan alirannya di Jakarta bercabang dua di daerah Manggarai. Aliran pertama, melalui tengah kota yaitu sepanjang daerah Gunung Sahari dan aliran kedua melalui Tanah Abang. Saat ini sungai Ciliwung sudah tercemar, karena banyaknya sampah dan pemukiman warga. Untuk itu Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR melakukan pekerjaan Normalisasi Sungai Ciliwung yang mulai dukerjakan pada tahun 2013, diharapkan selesai Desember tahun 2016 dengan menggunakan dana APBN sekitar Rp 1,18 triliun.

Sudetan Kali Ciliwung Ke Kanal Banjir Timur Dioperasikan Tahun 2017

Pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk mengatasi banjir di DKI Jakarta. Salah satunya adalah dengan melakukan pembangunan Sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) yaitu membuat sudetan yang menghubungkan kawasan Kali Ciliwung menuju Kanal banjir Timur. “Kegiatan pembangunan sudetan sudah dilakukan mulai 19 Desember 2013, kini sudah mencapai sekitar 54,37%. Panjang sudetan yang hingga kini sudah diselesaikan mencapai 564 meter (line 1 dan line 2) dari 1,27 km panjang sudetan yang direncanakan. Untuk itu diharapkan kegiatan ini selesai pada Desember tahun 2016,” jelas Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono, ketika melakukan kunjungan lapangan ke arriving shaft pembangunan terowongan pengendalian banjir (sudetan) Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di jl. Otista III, Jatinegara dan Normalisasi Kali Ciliwung di Kampung Pulo (121015).

Implikasi Batalnya UU SDA Bersifat Retroaktif dan Prospektif

Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan No. 85/PUU-XI/2013 yang berisi tentang pembatalan UU No. 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air, dikarenakan dalam pelaksanaannya belum menjamin terwujudnya amanat konstitusi tentang hak penguasaan negara atas air. Dan peraturan perundangan turunan dari UU Sumber Daya Air juga belum memenuhi 6 prinsip dasar pembatasan pengelolaan sumber daya air seperti PP No. 16/2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, PP No. 20/2006 tentang Irigasi, PP No. 42/2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, PP No. 43/2008 tentang Air Tanah, PP No. 38/2011 tentang Sungai dan PP No. 73/2013 tentang Rawa.

Bendungan Tilong Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Air Baku

Pembangunan Bendungan Tilong dilaksanakan tahun 1998 dan selesai pada tahun 2001 dan berlokasi di Desa Oel Nasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Luas areal irigasi yang dialiri oleh Bendungan Tilong seluas 1.484 ha yang terdiri dari areal eksisting sebesar 540 ha dan areal pengembangan sebesar 9393 ha, dan untuk melayani kebutuhan air baku untuk air bersih Kota Kupang dan sekitarnya sebesar 150 liter per detik dan penduduk sekitar bendungan 2,50 liter/detik.

Bendungan Tilong Bantu Masyarakat Penuhi Kebutuhan Air Baku

Pembangunan Bendungan Tilong dilaksanakan tahun 1998 dan selesai pada tahun 2001 dan berlokasi di Desa Oel Nasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Luas areal irigasi yang dialiri oleh Bendungan Tilong seluas 1.484 ha yang terdiri dari areal eksisting sebesar 540 ha dan areal pengembangan sebesar 9393 ha, dan untuk melayani kebutuhan air baku untuk air bersih Kota Kupang dan sekitarnya sebesar 150 liter per detik dan penduduk sekitar bendungan 2,50 liter/detik.

Ayo Kita Peduli Bendungan

Ayo Kita Peduli Bendungan Jumlah bendungan yang dikelola menurut Permen PUPR No. 27/PRT/M/2015 ada 178 bendungan dan dikategorikan menurut usia bendungan seperti bendungan Batutegi berusia 13 tahun, bendungan Jatiluhur berusia 48 tahun dan bendungan Kedung Ombo berusia 31 tahun. Dan jika disumsikan usia layanan bendungan rata-rata adalah 30-50 tahun maka jumlah bendungan yang sudah mengalami pendangkalan ada sekitar 98 bendungan atau lebih dari separuh bendungan yang ada (55%).

Ditjen SDA Sosialisasikan Peraturan Bidang SDA Pasca Batalnya UU Nomor 7 Tahun 2004

Berkaitan dengan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XI/2013 Tanggal 18 Februari 2015 yang membatalkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 Tentang Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Bagian Hukum dan Komunikasi Publik menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Bidang Sumber Daya Air Tahun 2015 di Makassar (5/10). Acara dihadiri oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang; para Kepala Dinas PU/SDA/Kimpraswil Provinsi se-Sulawesi, Maluku, dan Papua; para Kepala Bappeda Provinsi se-Sulawesi, Maluku, dan Papua; para Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi se-Sulawesi, Maluku, dan Papua; serta para Kepala BBWS/BWS se-Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Pengeboran Sudetan Kali Ciliwung 24 Jam dan 2 Shift Per Hari

Pekerjaan pengeboran sudetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur akan terus dilaksanakan 24 jam dengan dua shift dalam satu hari. Pembangunan terowongan sudetan Kali Ciliwung Ke Kanal Banjir Timur (KBT) sepanjang 1.270 meter dengan 2 jalur terowongan yang masing-masing pipa berdiameter 3,5 meter, berfungsi untuk mengalirkan sebagian debit banjir Kali Ciliwung sebesar 60 meter kubik perdetik. Lokasi pekerjaan inlet sudetan dari Kali Ciliwung Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur sampai dengan outlet sudetan di Kali Cipinang, atau Kanal Banjir Timur Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur.

Ditjen SDA Targetkan Akhir 2015 Terlelang 2103 Paket

“Pada akhir tahun 2015 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan paket pekerjaan yang terlelang sebanyak 2103 paket dari total 3100 paket. Nilainya sebesar Rp 10,84 triliun dari total Rp 11,66 triliun. Tahun 2016 ini kita harus bisa mempercepat (pengerjaan) dan salah satu strateginya adalah lelang dini biasanya kita lakukan November, sekarang dipercepat jadi September," ujar Dirjen SDA, Mudjiadi saat memberikan keterangan kepada media massa di Jakarta (30/9).

Ditjen SDA Adakan Lelang Dini dan Pembangunan 8 Bendungan TA 2016

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki Pagu Anggaran untuk TA 2016 sebesar Rp. 29.713.420.000.000, dimana Belanja Modal untuk kegiatan konstruksi adalah sejumlah Rp. 22.557.075.351.000. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal SDA, Mudjiadi, dalam jumpa pers dengan media massa, di Gedung Utama Kementerian PUPR, Jakarta (300915). Turut dihadiri oleh Direktur Bina OP, Direktur Sungai dan Pantai, Direktur Irigasi dan Rawa, Direktur Pengembangan Jaringan SDA dan Kepala Pusat Bendungan.

Maluku Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Kedaulatan pangan merupakan upaya pemenuhan hak atas pangan yang berkualitas gizi baik, sesuai dengan budaya setempat dan diproduksi dengan suatu mekanisme pertanian yang berkelanjutan. Upaya pencapaian kedaulatan pangan di Maluku memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait dengan karakteristik Maluku sebagai provinsi yang bercirikan kepulauan, dimana 92,4% wilayahnya berupa lautan dan 7,6% adalah daratan yang tersebar dalam bentuk pulau-pulau sebanyak 1340 buah, dan saat ini hanya Pulau Seram dan Pulau Buru yang dikembangkan sebagai sentra produksi pertanian.