Pengumuman ( 5):

Kategori Berita SDA


Pelantikan Pengurus HATHI Provinsi Lampung

HATHI Provinsi Lampung mengaktifkan kembali kepengurusannya dengan melaksanakan pelantikan Pengurus HATHI, Lampung (21/11) yang diketuai oleh Yudha Mediawan, yang merupakan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung, serta melaksanakan Seminar HATHI bertema “Strategi pengelolaan Sumber Daya Air dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan”. Pengaktifan kembali kepengurusan HATHI cabang provinsi Lampung diapresiasi positif oleh Ketua Umum HATHI. Hingga saat ini telah tercatat keanggotaan HATHI provinsi Lampung sebanyak 219 orang, dengan 128 anggota telah bersertifikasi.

Ketahanan Air, Pangan Dan Energi Memerlukan Dukungan Semua Pihak

Indonesia memiliki potensi sumber daya air terbesar kelima di dunia yaitu sebesar 3.900 milyar m3/tahun, dan dari jumlah tersebut yang sudah dimanfaatkan sebesar 175 milyar m3/tahun yaitu 80,5% untuk irigasi, 19,5% untuk rumah tangga dan industri dan sisanya mengalir ke laut. “Dengan potensi sumber daya air tersebut, kita juga harus menghadapi beberapa tantangan yang dihadapi dalam bidang sumber daya air adalah adanya konflik kepentingan ruang antara manusia dan air.

Program Pengendalian Banjir Butuh Dukungan Semua Pihak

Musim hujan terjadi setiap tahun, masyarakat harus tetap siaga dalam menghadapi banjir. Kondisi Jakarta yang daratannya sudah lebih rendah dari permukaan laut mengharuskan setiap wilayah penopang Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi harus diperhatikan. Dan yang tidak kalah penting adalah koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Hal tersebut terungkap dalam Dialog Interaktif Ada Apa Berita Jak TV (261114) dengan narasumber Imam Santoso, Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU dan PERA, dan Yayat Supriyatna, Pengamat Tata Kota.

Penandatanganan Kontrak Bendungan Raknamo dan Bendungan Pidekso

Dengan meningkatnya jumlah penduduk di Nusa Tenggara Timur (NTT) kebutuhan akan air bersih terus meningkat. Hal tersebut tidak seimbang dengan ketersediaan sumber air atau mata air alami atau buatan, sehingga bangunan tampungan air hujan dengan kapasitas tampung besar yaitu bendungan sangat dibutuhkan. Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PERA) melaksanakan pembangunan Bendungan Raknamo yang direncanakan mempunyai kapasitas tampung sebanyak 14,09 juta m3 air.

Tingkatkan Kualitas Pelaporan Menuju Predikat WTP

Penyelenggaraan dana APBN telah diatur melalui peraturan perundangan yang berlaku antara lain UU RI No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Benas dari KKN, UU RI No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU RI no. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, surat edaran Menteri PU No.06/SE/M/2013 tentang perubahan SE Menteri PU No.07/SE/M/2012 tentang pelaksanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik (e-procurement).

Menjaga Sungai Untuk Antisipasi Banjir

Musim hujan di Jakarta diperkirakan akan tinggi pada minggu ketiga bulan Januari tahun 2015 dan Jakarta masih rawan banjir. Bencana banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh beberapa faktor yaitu laju pertumbuhan urbanisasi yang semakin meningkat, adanya alih fungsi lahan, adanya tempat tinggal di bantaran sungai, penurunan muka tanah, dan sampah pada drainase dan sungai sehingga dapat mengancam keberadaan dan keberlanjutan sungai.

NCICD Dapat Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup

Kegiatan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memecahkan permasalahan, memulihkan dan meningkatkan ketahanan lingkungan Ibukota Negara Republik Indonesia secara terintegrasi. “Saat ini kegiatan awal NCICD yaitu kegiatan phase A yang berupa kegiatan pembuatan tanggul laut sepanjang 32 km, revitalisasi waduk-waduk atau kolam retensi banjir dan pompa-pompa tampungan banjir serta peningkatan kapasitas sungai dan perbaikan muara-muara sungai,” jelas Arie Setiadi Moewanto, Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, dalam wawancaranya dengan Metro TV, di Jakarta (131114).

Pro dan Kontra Pembangunan Bendung Batang Asai

Dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur tentu saja terjadi kendala-kendala, seperti permasalahan sosial terkait pembebasan lahan dan lainnya. Pro dan Kontra juga merupakan hal yang biasa, contohnya proyek Bendung Batang Asai di sungai Batang Asai. Proyek pembangunan bendung tersebut mengalami penundaan pembangunan selama 2 tahun. Hal ini dikarenakan masih tidak ada kesepakatan antara masyarakat setempat dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam dialog bersama warga Dusun Benso, Kabupaten Sarolangun, (12/11), Jambi.

Peran Bendungan Bagi Masyarakat

Indonesia memiliki potensi sumber daya air sebesar 3,9 triliun m3/tahun dan dapat dimanfaatkan sebesar 691,3 milyar m3/tahun, yang sudah dimanfaatkan sebesar 175,1 milyar m3/tahun (25,3%) dan yang belum dimanfaatkan sebesar 516,2 milyar m3/tahun (74,7%) dan sebagian besar air dimanfaatkan untuk irigasi yaitu 141 milyar m3/tahun (80,5%) dan untuk rumah tangga dan industri sebesar 34,1 milyar m3/tahun (19,5%). Maka dapat diartikan bahwa masih banyak potensi sumber daya air yang terbuang ke laut, dan hal ini dikarenakan kurangnya tampungan-tampungan sumber daya air yang ada di Indonesia.

Sudetan Ciliwung Terkendala Pembebasan Lahan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, T. Iskandar mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pekerjaan Sudetan Ciliwung rampung diakhir tahun 2015. “Semula ditargetkan selesai di bulan Maret 2015, namun karena kendala pembebasan lahan yang berada di lokasi outlet sudetan di daerah Kebon Nanas maka target pun mundur menjadi akhir 2015.

Progres Fisik Waduk Jatigede 99,420 Persen

Kementerian PU dan Perumahan Rakyat menggelar Pameran Konstruksi Indonesia , 5-7 November 2014, di JHCC, Jakarta. Pada pameran tersebut Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menampilkan Bendungan Jatigede dan Bendungan Jatibarang. Pameran ini diadakan agar para stakeholder, shareholder dan public untuk berbagi informasi dan teknologi serta dapat membuka kesempatan bisnis baru.

Irigasi Dukung Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Dalam hal tersebut Direktorat Jenderal Sumber Daya Air berperan dalam penyediaan fasilitas irigasi untuk memproduksi salah satu tanaman pangan yaitu padi. “Dalam PP No 20 Tahun 2006 tentang Irigasi pasal 2 ketahanan pangan diwujudkan dengan melakukan pengembangan melalui pembangunan dan peningkatan irigasi dan pengelolaan melalui operasi , pemeliharaan dan rehabilitasi irigasi.

Atasi Banjir Jakarta Dengan Semua Pihak

Indonesia mempunyai potensi sumber daya air yang sangat banyak, 3,906 milyar m3/tahun, terbanyak ke-5 didunia . Namun setiap tahunnya juga dilanda banjir dan kekeringan. Ketika banjir air sangatlah melimpah dan ketika kekeringan air sangatlah sedikit. Dalam mengatasi banjir, terutama di Jakarta diperlukan koordinasi dari semua pihak, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Untuk itu organisasi di bidang sumber daya air, Masyarakat Hidrologi Indonesia (MHI) bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane mengadakan seminar sehari dengan tema Solusi Mengatasi Banjir Jakarta, di Hotel Century Jakarta (301014). Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi, Ketua Umum MHI, Moh. Hasan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmaja, Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, Iskandar, BPPT, LIPI, BMKG, Dinas PU DKI Jakarta, BNPB dan PT Indra Karya.

Revolusi Mental Wujudkan Kemajuan Bangsa

Hari Sumpah Pemuda merupakan heroisme tanpa kenal lelah dari para pemuda dan pemudi Indonesia untuk mewujudkan gagasan perjuangan dan ide cemerlang tentang Indonesia, tekad bulat untuk mewujudkan satu bangsa, satu tanah air dan menjunjung bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia. Dalam Sumpah Pemuda para pemuda dan pemudi Indonesia membulatkan tekad dan semangat seluruh anak bangsa untuk tetap berjuang dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai upaya rongrongan terhadap disintegrasi bangsa.

Efisiensi Penggunaan Air Solusi Kekeringan

Kondisi ketersediaan air di 16 Waduk utama di Indonesia, tercatat 11 diantaranya dalam kondisi normal, 4 dalam kondisi defisit dan 1 waduk dalam kondisi kering. Waduk yang dalam kondisi normal adalah Djuanda/Jatiluhur (Jawa Barat), Kedungombo, Sempor dan Wadaslintang (Jawa Tengah), Sermo (D.I. Yogyakarta), Sutami, Lahor, Selorejo, Bening dan Wonorejo (Jawa Timur) dan Bili-Bili (Sulawesi Selatan). Waduk yang dalam kondisi defisit adalah Keuliling (NAD), Batutegi (Lampung) serta Saguling dan Cirata (Jawa Barat). Sedangkan yang kering adalah Waduk Wonogiri (Jawa Tengah), kondisi tersebut berdasarkan status 13 Oktober 2014.