Pengumuman ( 5):

Kategori Berita SDA


MENGELOLA KORIDOR SUNGAI

Sungai menjadi saksi sejarah panjang perkembangan peradaban manusia. Dahulu sungai menjadi koridor depan, gerbang awal perkembangan sejarah manusia, hal ini dikarenakan sungai menjadi transportasi utama mobilitas social. Namun kini wajah sungai pun berubah, sungai menjadi tempat pembuangan akhir, nuansa kotor, jorok, dan tidak terawat Nampak di setiap sungai. Adalah sekelompok masyarakat yang berkumpul dan peduli terhadap lingkungan sungainya tergabung dalam Komunitas Sungai Code, Komunitas sungai Sungai Gadjah Wong, Komunitas Sungai Winongo, serta Komunitas Sungai Tambakbayan yang seluruhnya melintas di kawasan perkotaan di Yogyakarta mengadakan dialog dengan Gubernur Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tema restorasi sungai Indonesia, mengelola koridor sungai berbasis masyarakat. Acara dialog tersebut berlokasi di area pinggir sungai Gadjah Wong dihadiri oleh Gubernur DIY, Para pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Yogyakarta, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, akademisi dari UGM, UIN Sunan Kalijaga, serta anggota 4 (empat) komunitas Sungai di Yogyakarta.(28/5)

Kolokium Sumber Daya Air 2015: Inovasi Kaum Muda Dibutuhkan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air

Pusat Litbang Bidang Sumber Daya Air menggelar kegiatan Kolokium hasil Litbang Sumber Daya Air tahun 2015 yang bertema “Peran Litbang Sumber Daya Air dalam menunjang Pembangunan Berkelanjutan menuju Kedaulatan Pangan dan Energi” yang digelar pada tanggal 18-21 Mei 2015 di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan kolokium ini juga dilakukan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-23 yang bertema “Air dan Pembangunan Berkelanjutan”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia dalam menyebarluaskan hasil litbang kepada masyarakat luas, serta ajang bertukar pikiran antar para peneliti, pengambil kebijakan, akademisi dan praktisi dalam rangka pengelolaan sumber daya air.

Perubahan Iklim Mempengaruhi Usia Layanan Bendungan

"Sesuai dengan tema Hari Air Dunia tahun 2015, Air dan Pembangunan Berkelanjutan, Bendungan Jatibarang adalah salah satu contoh infrastruktur sumber daya air yang ada di Jawa Tengah yang dijaga keberadaannya., Bendungan ini dapat menampung 20,4 juta meter kubik dan bermanfaat untuk mengurangi debit banjir sebesar 170 meter3/detik, menyediakan air baku sebesar 1.050 liter/detik serta pembangkit listrik tenaga mini hidro sebesar 1,5MW. Namun perubahan iklim global, perubahan tata guna lahan, berkurangnya daerah resapan air, kurang tepatnya rencana pengelolaan dan tingginya laju sedimentasi dapat mengakibatkan berkurangnya umur layanan bendungan. untuk itu salah satu faktor yang harus dipenuhi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah memperbaiki kualitas lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi, budaya dan keadilan sosial," jelas Dirjen Sumber Daya Air,Mudjiadi pada acara Sosialisasi Peringatan HAD XXIII Provinsi Jawa Tengah dan Operasionalisasi Waduk Jatibarang di Semarang, (11/5).

Silaturahmi DWP Unit Ditjen SDA

Air merupakan kebutuhan dasar umat manusia yang digunakan setiap hari untuk kelangsungan hidup, maka sebagai pengguna air harus menjaga kelestarian air sehingga mendapatkan kualitas dan kuantitas air yang baik untuk anak cucu kita kedepannya. Dalam rangka Hari Air Dunia (HAD) ke XXIII oleh seluruh lapisan masyarakat, Dharma Wanita Persatuan Unit Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang turut serta dalam pameran HAD, yang dilaksanakan pada 9-10 Mei di Pluit, Jakarta. Selain ikut serta dalam pameran HAD, juga diadakan silaturahmi DWP Ditjen SDA Pusat dan Paguyuban Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) yang bertujuan menjaga komunikasi sehingga terjaga tali silaturahmi yang baik, di Jakarta, (10/5).

Kembalinya UU No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan

Keberadaan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA) yang digugat salah satunya oleh PP Muhammadiyah beserta beberapa lembaga swadaya masyarat, akhirnya dianulir oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Hal tersebut diangkat dalam program Economic Challenge di MetroTV yang menghadirkan narasumber mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris, ahli tata air Firdaus Ali, Rahmat Hidayat dari Forum Komunikasi Lintas Asosiasi, serta Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mudjiadi (10/03).

Sosialisasi Rencana Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji

Dalam rangka memenuhi kebutuhan air untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi dan ketahanan air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat merencanakan pembangunan tampungan air berupa bendungan dengan jumlah 65 buah. Dari 65 buah bendungan tersebut, 16 diantaranya dalam status on going, sementara 49 bendungan dalam status pembangunan baru. Salah satu dari 49 bendungan baru tersebut berlokasi di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu pembangunan Bendungan Komering II/Bendungan Tiga Dihaji.

Presiden RI Resmikan Bendungan Keureuto

Pembangunan merupakan salah satu target untuk pemerintahan kita selama 5 tahun kedepan karena dengan adanya bendungan dapat meningkatkan produksi padi, mengingat air yang tersedia untuk mengairi irigasi berasal dari bendungan. Salah satunya adalah bendungan yang akan dibangun di Kabupaten Aceh Utara ini yaitu bendungan Keureuto. Bendungan ini dapat memberikan sumber air yang banyak bagi masyarakat, dan merupakan bukti nyata komitmen dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Presiden RI, Joko Widodo, dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bendungan Keureuto, di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi NAD (090315).

Masalah Sosial Masih Jadi Kendala Pembangunan Infrastruktur SDA

Perkembangan progress fisik dan keuangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PU-PR) periode 2008 – 2014 untuk fisik mencapai 95,15 persen dan keuangan 93,68 persen. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Strategis (Renstra) capaian Ditjen SDA untuk ketahanan pangan kegiatan irigasi dan rawa dapat memproduksi beras secara nasional sebanyak surplus 6,5 juta ton, untuk pengendalian daya rusak air seperti pelaksanaan pengendalian banjir Kualanamo, sabo dam merapi dan Bawakaraeng, Kanal Banjir Timur, dan pengamanan pulau terluar Kepulauan Riau.

Penandatanganan Kontrak Pembangunan Bendungan Keureuto

“Dalam membangun bendungan ada dua hal yang harus diperhatikan, pertama, dana, membangun bendungan berarti kita membelanjakan uang negara, dan dalam membelanjakan uang negara semuanya harus efektif dan efisien sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. Kedua, membangun bendungan berarti menginvestasi bencana, jadi apabila terjadi kesalahan akan mengakibatkan bencana bagi semua pihak dan masyaraat sekitar. Untuk itu kepada pihak satker dan kontraktor serta konsultan harus berhati-hati dimulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya. Satker harus bertanggung jawab penuh jangan hanya mengandalkan konsultan dan kontraktor saja,” jelas Basuki Hadimoeljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam acara Penandatanganan Kontrak Pembangunan Bendungan Keureuto, di Gedung Sumber Daya Air dan Penataan Ruang, Jakarta (060314).

Raker Ditjen SDA Wadah Komunikasi dan Koordinasi

Adanya berbagai perubahan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mendorong Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk meningkatkan kinerja dan mengembangkan SDM ke arah yang lebih baik lagi. Hal tersebut diungkapkan oleh Mudjiadi, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, dalam acara Rapat Kerja Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, di Gedung Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (050315).

Pengelolaan SDA Merujuk Pada UU Pengairan

Undang-undang (UU) No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dinyatakan bertentangan dengan Undang-undang Dasar 1945, dan tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat sehingga mengakibatkan UU No. 7 tahun 2004 sudah tidak diberlakukan dan kembali ke UU No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. “Hal tersebut didasari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berpendapat permohonan uji materi dapat diterima oleh MK karena peraturan pelaksanaan UU SDA tidak mengikuti penafsiran MK dalam uji materi pertama melalui putusan MK,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), Basuki Hadimuljono, dalam temu wartawan, Jakarta, (26/2).

Penandatanganan Kontrak Bendungan Lolak

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi I melaksanakan penandatanganan kontrak pembangunan Bendungan Lolak, di Jakarta, (24/2). Proses desain Bendungan Lolak dilaksanakan tahun 2006, sedangkan untuk detail desain di laksanakan pada tahun 2009, dilanjutkan dengan sertifikasi desain pada 22 Januari 2015. Pembangunan Bendungan Lolak, sudah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan perihal Multi Year Contract.

Menteri PU PR Meresmian Situ II Jatinangor

Lebih dari 2 milar orang atau sekitar 30 persen penduduk dunia yang tersebar di 40 negara mengalami kekurangan air, khususnya di Asia dan Afrika. Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) melaksanakan pembangunan, Situ II Jatinangor, di lingkungan Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Jatinangor.

Perbanyak Lahan Untuk Resapan Air

Beberapa lokasi banjir yang ditangani langsung oleh Pemerintah Pusat adalah DKI Jakarta dan sekitarnya, daerah Bale Endah di Bandung, Jawa Barat, lalu sungai Ciujung (kabupaten Serang, Banten), sungai Lamong (kabupaten Gresik, Jawa Timur, sungai Siak yang terletak di kota Pekanbarau, provinsi Riau, dan sungai Batang Serangan di kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

  • Tentang Ditjen SDA

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Bantuan

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Gd. Ditjen Sumber Daya Air 
    Kementerian PUPR
    JL. Pattimura 20, Kebayoran Baru 
    Jakarta - Indonesia - 12110 
    Phone/Fax: (021)-7396616 (Hunting)
    Email: kompusda[at]pu.go.id atau kompu.sda[at]gmail.com

  • Publikasi

  • Media Sosial Kami