© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Bersinergi Melalui Revolusi Pengelolaan Sungai di Jawa Tengah
Bersinergi Melalui Revolusi Pengelolaan Sungai di Jawa Tengah

Peringatan Hari Air Dunia ke-24 juga diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah sebagai wujud kontribusi terhadap agenda 21 yang dicetuskan pada UN Conference on Environment and Development pada tahun 1992 di Rio de Janeiro atau yang lebih dikenal dengan The Earth Summit. Pada sidang umum PBB tersebut, ditetapkan bahwa pelaksanaan Hari Air Dunia atau World Water Day wajib diperingati oleh setiap negara anggota PBB pada tanggal 22 Maret mulai tahun 1993.

 

Puncak Penyelenggaraan Peringatan Hari Air Dunia ke-24 Tingkat Provinsi Jawa Tengah ini diselenggarakan pada 22 Mei 2016 di Bendung Gerak Serayu, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Kegiatan yang dipusatkan di Sungai Serayu ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali akan maklumat Serayu sebagai hasil Kongres Sungai Indonesia pertama yang dilaksanakan di Banjarnegara pada bulan Agustus 2015 yang lalu dan menjadi gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat maupun dunia usaha agar tercipta sinergitas dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air terpadu dan berkelanjutan.

 

Direktur Bina Operasi dan Pemeliharaan, Ir. Lolly Martina Martief, MT yang hadir menyampaikan sambutan Direktur Jenderal Sumber Daya Air mengatakan bahwa air merupakan sumber daya alam yang sangat esensial yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup dan lingkungan. Manusia memerlukan air tidak hanya untuk dapat hidup tetapi juga untuk penghidupan atau aktivitasnya. Musnahnya sumber daya air akan mengakibatkan musnahnya semua makhluk hidup serta lingkungannya dan semua aktivitas manusia.

 

Air dan Lapangan Pekerjaan sangat terkait baik dari sisi ekonomi, lingkungan ataupun sosial. Berdasarkan laporan World Water Development edisi 2016, setengah dari seluruh tenaga kerja yaitu satu setengah miliar orang di seluruh dunia bekerja di delapan bidang industri yang sangat bergantung pada air dan sumber daya alam. Air erat hubungannya dengan lapangan pekerjaan. Dengan kuantitas dan kualitas air yang lebih baik maka akan terbuka jalan menuju pekerjaan yang lebih baik pula. Selain itu, terlepas dari jenis profesi apapun yang kita lakukan, kita dapat pula berkontribusi dalam melestarikan dan meningkatkan potensi dan daya guna sumber daya air. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan dan kelestarian sumber daya air menjadi tanggung jawab kita bersama. Berawal dari hal kecil seperti tidak membuang sampah ke sungai dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi kelangsungan sungai-sungai dan demi mewujudkan sungai yang bersih, sehat dan produktif. Terlebih lagi apabila kegiatan itu dilakukan secara bersama-sama maka kita akan mendapatkan hasil signifikan bagi kelestarian air yang berkelanjutan dan terjamin kelangsungannya untuk semua lapisan masyarakat, lanjut Lolly dalam sambutannya. 

 

Turut hadir dalam Penyelenggaraan Peringatan Hari Air Dunia ke-24 Tingkat Provinsi Jawa Tengah adalah Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bupati Wonosobo, Bupati Banyumas, Bupati Barjarnegara, Bupati Purbalingga, Bupati Cilacap, Perum Jasa Tirta, BUMN, BUMD, BBWS, SKPD, Perguruan Tinggi, Komunitas Peduli Sungai, dan para tokoh masyarakat. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 500 orang ini merupakan puncak acara dari rangkaian kegiatan Peringatan Hari Air Dunia ke-24 Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan deklarasi Revolusi Sungai Serayu oleh Bupati yang daerahnya dialiri sungai Serayu yaitu Wonosobo, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap dan diketuai oleh Gubernur Jawa Tengah.

 

Penandatanganan deklarasi ini merupakan wujud komitmen bersama untuk melaksanakan revolusi pengelolaan kawasan dan sungai Serayu secara bersama-sama. Dengan komitmen tersebut, diharapkan kualitas dan kuantitas sumber daya air menjadi lebih baik dan bisa meningkatkan potensi ekonomi dan pariwisata di Provinsi Jawa Tengah. (dro/kompuSDA)

23 Mei 2016 Selengkapnya

PUPR Siap Wujudkan Indonesia Yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter
PUPR Siap Wujudkan Indonesia Yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter

Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-108 tahun 2016, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan Upacara Bendera yang bertempat di Lapangan Sapta Taruna, Jumat (20/5). Dalam upacara tersebut, Yusid Toyib selaku Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR bertindak sebagai Inspektur Upacara. Tema dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-108 ini adalah “Mengukir Makna Kebangkitan Nasional Dengan Mewujudkan Indonesia Yang Bekerja Nyata, mandiri dan Berkarakter”.

 

Yusid yang menyampaikan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika mengatakan, bahwa ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak pernah surut walaupun sudah lama berdiri sebagai bangsa, apalagi dengan kemajuan teknologi digital saat ini, ancaman radikalisme dan terorisme, misalnya, mendapat medium baru untuk penyebaran paham dan prakteknya. “Kita juga menghadapi permasalahan ketahanan bangsa secara kultural. Kekerasan dan pornografi yang berkembang melalui teknologi digital semakin memprihatinkan bangsa ini,” ujar Yusid dalam sambutan tersebut.

 

Menurutnya, berbagai tantangan baru yang muncul harus diantisipasi dengan sikap yang benar agar NKRI tidak kedodoran. Tantangan tersebut harus dijawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter. Dalam penyelenggaraan upacara tersebut bertindak selaku Komandan Upacara Rachman Arief Dienaputra Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan, Ditjen Bina Kontruksi, Pembaca Pancasila Kimron Manik Sub Direktorat Teknologi Kontruksi dan Produksi Dalam Negeri Direktorat Bina Kelembagaan dan Sumber Daya  Jasa Kontruksi Ditjen Bina Kontruksi, Pembaca Pembukaan UUD 1945 Darwis Daraba Sub Direktorat Pasar Infrastruktur Direktorat Bina Investasi Infrastruktur Ditjen Bina Kontruksi, Pembaca Panca Prasetya Korpri  Aditya Anwar Kepala Seksi Penjamin Mutu Direktorat Kerjasama dan Pemberdayaan Ditjen Bina Kontruksi, dan Pembaca Doa Eddy Erwanto Kepala Seksi Penyelenggara Pelatihan Penelitian Kontruksi dan  Peralatan Jakarta, Ditjen Bina Kontruksi. (dro/kompuSDA)

20 Mei 2016 Selengkapnya

Program IPDMIP Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian Beririgasi
Program IPDMIP Untuk Meningkatkan Produksi Pertanian Beririgasi

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 mengemban tugas terkait irigasi, yaitu dengan membangun 1 juta ha irigasi baru dengan merehabilitasi 3 juta ha irigasi dan membangun 49 waduk baru. Selain RPJMN, Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk mencapai target Rencana Kegiatan Pemerintah (RKP) pada tahun 2016, yaitu untuk membangun 0,3 juta ha, merehabilitasi 0,7 juta ha serta indikatif membangun 29 waduk.

 

“Untuk mencapai target tersebut pemerintah membutuhkan dana yang besar baik dari Rupiah Murni maupun Pinjaman Luar Negeri,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air, yang diwakili oleh Direktur Pengembangan Jaringan SDA Widiarto, dalam acara Workshop Integrated Participatory Development and Management Irrigation Project (IPDMIP), Bandung (18/5/2016). Kegiatan IPDMIP merupakan suatu program Integrasi Partisipasi Pertanian yang turut melibatkan Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan yang bekerjasama dengan masyarakat petani dan semua pihak yang terkait baik di dalam dan sekitar daerah Irigasi.

 

Sejak tahun 2014 yang lalu Ditjen SDA dengan bantuan dana hibah dari ADB telah menyusun program IPDMIP, dengan fokus pada peningkatan produktivitas pertanian beririgasi meliputi sekitar 1.800 daerah irigasi dengan luas lebih kurang 330.000 ha berlokasi di 16 provinsi dan 74 kabupaten. Program ini diharapkan akan mulai efektif dilaksanakan pada tahun 2016 hingga 2021 dengan dana pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) dan the International Fund for Agricultural Development (IFAD). Widiarto mengatakan pembiayaan kegiatan IPDMIP direncanakan melalui pinjaman dari ADB sebesar 600 juta US $, IFAD sebesar 98.5 US $.

 

“Pemilihan lokasi 16 provinsi dan 74 kabupaten didasarkan pada hasil audit teknis yang dilakukan pada tahun 2014 pada daerah irigasi yang berpotensi besar sebagai lumbung pangan namun memiliki kondisi yang rusak sedang hingga berat lebih besar dari 40%,” jelas Widiarto. Kegiatan IPDMIP ini diharapkan bisa memberikan manfaat pada peningkatan nilai dan keberlanjutan irigasi pertanian sehingga dapat mencapai sasaran, yaitu peningkatan ketahanan pangan dan pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Bupati Minahasa Selatan, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sumsel, Kabupaten Kubu Utara Kalimantan Barat, Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Barito Utara Kalimantan Selatan, Kabupaten Sidenreng Rapang, Kabupaten Bone, Kabupaten Serang, Kebumen, Banjarnegera, Pati, Purworejo, Banyumas, dan Cilacap. (dro kompuSDA/subdit kerjasama)

18 Mei 2016 Selengkapnya

Kejuaraan Gateball Ditjen SDA Meriahkan Peringatan Hari Air Dunia 2016
Kejuaraan Gateball Ditjen SDA Meriahkan Peringatan Hari Air Dunia 2016

Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-24 tahun 2016 yang memiliki tema “Water and Jobs”, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan Kejuaraan Gateball untuk memperebutkan Piala Bergilir Direktur Jenderal Sumber Daya Air. Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air ini merupakan kejuaraan dengan peserta grup terbanyak, sehingga dapat dikatakan memecahkan rekor penyelenggaraan Kejuaraan Gateball di Indonesia. Penutupan Kejuaraan Gateball ini diselenggarakan pada 13 Mei 2016 yang bertempat di Lapangan Gateball Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta.

Gateball merupakan olahraga yang dikembangkan di Jepang sejak tahun 1947, dan merupakan hasil modifikasi dari permainan sejenis di Eropa yang bernama Croquet, dan terus berkembang ke lebih dari 40 negara termasuk Indonesia serta telah dimainkan oleh lebih dari 10 juta orang. Ir. Taufik Widjoyono, M.Sc selaku Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR yang hadir dalam penutupan tersebut menambahkan, di tingkat Nasional Gateball bernaung di bawah KONI Pusat sekaligus FORMI Nasional, dan telah menjadi peserta eksibisi PON XIX yang akan diselenggarakan pada bulan September tahun 2016 di Jawa Barat. Pada kegiatan TAFISA (The Association For International Sport for All) ke-6 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Oktober tahun ini, PERGATSI (Persatuan Gateball Seluruh Indonesia) akan menjadi tuan rumah International Gateball Tournament.

Pada penutupan Kejuaraan Gateball ini, Taufik Widjoyono memberikan trophy kepada BWS Sulawesi IV (Kendari) dan BBWS Pompengan Jeneberang (Makasar) yang berhasil menjadi Juara I dan II di divisi I (kategori pria). Sedangkan untuk divisi II yaitu kategori wanita, juara I berhasil diraih BBWS Pompengan Jeneberang (Makasar) dan BBWS Bengawan Solo berhasil menjadi Juara II. Melalui penyelenggaraan Kejuaraan Gateball ini diharapkan kemampuan dan strategi insan PUPR khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air semakin meningkat dalam rangka peningkatan kinerja Kementerian PUPR. (dro/kompuSDA)

17 Mei 2016 Selengkapnya

Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu untuk Mengatasi Krisis Air
Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu untuk Mengatasi Krisis Air

Praktek pengelolaan air di masa lalu dan saat ini di dunia telah menyebabkan biaya yang tinggi untuk mengelola ketersediaan air yang berkelanjutan. Permintaan akan sumber daya air terus meningkat, untuk itu sumber baru air harus terus terpelihara agar bisa memenuhi kebutuhan akan air tersebut. Praktek pengelolaan air yang tidak baik akan menyebabkan langkanya ketersediaan air.

Konsep Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu telah dibahas sejak konferensi air di PBB pada tahun 1977. Hasilnya menyebutkan bahwa Pemerintah masing-masing negara akan berkomitmen untuk menggunakan pendekatan pengelolaan sumber daya air terpadu. Pelaksanaan pengelolaan sumber daya air terpadu saat ini memiliki banyak tantangan, perlu adanya pemahaman konsep dan pembelajaran dari pengalaman penerapan konsep pengelolaan sumber daya air terpadu di berbagai sektor, tutur Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi yang hadir menyampaikan opening remarks untuk IsDB-ICBA Joint Knowledge Seminar on Integrated Water Resources Management, pada Senin, 16 Mei 2016 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta.

Turut hadir dalam sesi panel pada seminar tersebut, Direktur Bina Pengelolaan Sumber Daya Air, Ir. Agus Suprapto, M.Eng, PhD. Agus menyebutkan bahwa dalam penerapan pengelolaan sumber daya air terpadu perlu ditingkatkan pengembangan komunitas. Pengembangan komunitas khususnya di Indonesia menjadi salah satu faktor penting untuk memelihara ketersediaan sumber daya air. Melalui seminar ini, diharapkan ada banyak pembelajaran dari berbagai ahli yang berasal dari berbagai negara demi terwujudnya keamanan sumber air melalui penerapan pengelolaan sumber daya air terpadu. (dro/kompuSDA)

16 Mei 2016 Selengkapnya

Mewujudkan Sungai yang Bersih, Sehat dan Produktif
Mewujudkan Sungai yang Bersih, Sehat dan Produktif

Air dan Lapangan Pekerjaan merupakan tema nasional untuk peringatan Hari Air Dunia ke-24 tahun 2016. Air merupakan sumber daya alam yang sangat esensial yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup dan lingkungan. Manusia memerlukan air tidak hanya untuk dapat hidup tetapi juga untuk penghidupan atau aktivitasnya. Musnahnya sumber daya air akan mengakibatkan musnahnya semua makhluk hidup beserta lingkungannya dan semua aktivitas manusia. Air dan lapangan pekerjaan sangat terkait baik dari sisi ekonomi, lingkungan ataupun sosial.

 

“Berdasarkan Laporan World Water Development edisi 2016 tercatat bahwa setengah dari seluruh tenaga kerja di dunia yaitu sekitar 1,5 miliar orang bekerja di delapan bidang industri yang amat bergantung pada air dan sumber daya alam. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan dan kelestarian sumber daya air menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi dalam acara Sarasehan Sehari dan Forum Air Indonesia dengan tema Mewujudkan Sungai yang Bersih, Sehat dan Produktif, 12 Mei 2016, di ruang Pertemuan Lantai 8 Gedung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Jakarta. Sarasehan tersebut menghadirkan para narasumber yang berperan aktif dalam organisasi dan kegiatan kelestarian sumber daya air yakni Slamet Rahardjo (Budayawan/Duta Sungai), Felicia Hwang (Puteri Indonesia Lingkungan 2016), Prof. M. Maksum Machfoedz (Pengurus PBNU/Ulama), Sujatmiko (Forum Merapi Merbabu Hijau), Endang Rohjiani (Komunitas Penggiat Sungai Yogya), Shahnaz Haque (Artis), Prof. DR. Emil Salim dan Prof. DR. Arief Rahman. Acara ini turut dihadiri oleh para pejabat eselon II, III, Kepala BBWS/BWS di lingkungan Direktorat Jenderal SDA dan para komunitas bidang sumber daya air.

Lanjut Mudjiadi, saat ini telah banyak masyarakat dari berbagai profesi yang melakukan kegiatan untuk melestarikan dan meningkatkan potensi daya guna sumber daya air. Seringkali kegiatan tersebut hanya bersifat lokal namun semangat dan ide-idenya dapat ditularkan atau disebarluaskan sehingga mampu menginspirasi masyarakat di daerah lain sehingga akan berdampak signifikan bagi kondisi sumber daya air di Indonesia.

Penyelenggaraan kegiatan Sarasehan Sehari dan Forum Air Indonesia ini sangat berarti bagi upaya untuk menyebarluaskan ide-ide dan semangat para narasumber di masing-masing profesi.  Dirjen SDA mengharapkan agar di waktu mendatang kegiatan positif yang dilakukan tiap kelompok masyarakat dalam upaya melestarikan air dapat ditularkan baik semangat dan ide-ide kreatifnya ke daerah-daerah lain, sehingga tidak hanya bersifat lokal saja, seperti yang selama ini  terjadi.

Dalam pembahasannya, seniman Slamet Rahardjo mengatakan bahwa melestarikan sungai harus mengedepankan sisi kultural, akar budaya, dan rasa memiliki.  Sementara itu, Felicia Hwang, Putri Indonesia Lingkungan 2016, mengatakan bahwa dirinya sangat berminat akan sekolah alam dan mencoba mengubah perspektif akan pengelolaan sampah menjadi sebuah bank sampah, sehingga pengelolaan sampah dilaksanakan dengan sistem yang jelas dan pasti, ada keuntungan yang dapat dirasakan langsung oleh tiap masyarakat.     

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para stakeholder sumber daya air dari berbagai wilayah dan profesi di Indonesia serta sebagai wahana untuk bertukar pengalaman terkait peran sertanya dalam pengelolaan sumber daya air agar mampu memberikan inspirasi bagi stakeholder lainnya. Prof. DR. Emil Salim menambahkan bahwa agar dapat mewujudkan Gerakan Nasional Sungai Bersih maka masing-masing stakeholder perlu bersinergi. (nan/dro/kompuSDA)

16 Mei 2016 Selengkapnya

Penimbunan Main Dam Bendungan Raknamo
Penimbunan Main Dam Bendungan Raknamo

Dengan meningkatnya kebutuhan akan air baku dan air irigasi di wilayah Nusa Tenggara Timur maka Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II, yang merupakan perpanjangan tangan dari  Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan pembangunan Bendungan Raknamo yang terletak di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefoto Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kedepannya Bendungan Raknamo diprediksi dapat memenuhi kebutuhan air baku sebesar 100 liter/detik untuk wilayah Kupang dan sekitarnya, untuk mengairi irigasi seluas 1.250 Ha, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro (PLTM) sebesar 0.22 MW, dan pengendali banjir daerah hilir Kota Kupang.

“Sampai dengan 15 Mei 2016 progres pembangunan Bendungan Raknamo sudah mencapai 45,72%. Hal tersebut karena Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meminta untuk mempercepat proses pembangunan Bendungan Raknamo sehingga dapat selesai pada tahun 2017,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andreas Wellem Koreh dalam acara Ceremonial Penimbunan Main Dam Bendungan Raknamo, Kupang, (14/5).

Andreas menambahkan permasalahan sosial yang terjadi di Bendungan Raknamo hampir tidak ada karena baiknya koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti warga dan Lembaga Sosial Masyarakat. Sedangkan untuk penanganan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan pada areal hulu dan hilir perlu perencanaan yang baik dalam proses dan penanganan DAS kedepannya.

Kepala Bidang Bendungan Wilayah Timur Mochamad Mazid menyampaikan bahwa Bendungan Raknamo merupakan salah satu dari 25 bendungan on going yang memiliki deviasi positif tertinggi secara nasional, sehingga patut diberikan apresiasi.

Bendungan Raknamo memiliki tipe urugan zonal inti tegak dengan elevasi puncak +110.00 dengan panjang puncak 449.5. Sedangkan untuk pelimpah (spill way) tipenya adalah pelimpah samping (side channel) dengan lebar ambang 40 m, dan elevasi ambang + 104.00. (BWS NT II/kompu sda)

16 Mei 2016 Selengkapnya

SDM Keahlian Bendungan Untuk Dukung Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan
SDM Keahlian Bendungan Untuk Dukung Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan

Indonesia memiliki potensi sumber daya air yang sangat besar, 3.221 miliar m3/tahun dan yang termanfaatkan hanya sekitar 691 miliar m3/tahun. Namun distribusi air tidak merata seperti wilayah barat lebih esar dibandingkan dengan wilayah timur. Fenomena alam berupa curah hujan tinggi yang terjadi di tanah air perlu mendapat perhatian yang serius agar dapat menjadi faktor pendorong dan penguat dalam rangka pemanfaatan sumber daya air untuk berbagai kebutuhan seperti irigasi, air baku dan pembangkit listrik.

Untuk itu diperlukan pembangunan bendungan di seluruh wilayah di Indonesia sehingga ketersediaan air dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pertanian, air minum dan pembangkit energi khususnya energi listrik. Hal inilah yang mendorong Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI BB) mengadakan Seminar Nasional Bendungan Besar 2016 dan Rapat Anggota Tahunan KNI-BB dengan tema Peran Teknologi dan Kompetensi Tenaga Ahli KNI-BB Dalam Mendukung Akselerasi Pembangunan Bendungan, 11 Mei 2016, di Bandung, Jawa Barat. Acara ini dihadiri oleh Direktur Jenderal SDA, Mudjiadi, mewakili Menteri PUPR, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (persero), Nasri Sebayang,  Direktur Sungai dan Pantai yang juga selaku Ketua Umum KNI BB, Hari Suprayogi, para kepala BBWS/BWS, para anggota HATHI dan PLN.

Dalam sambutan Menteri PUPR yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air, pembangunan dan pengelolaan bendungan diharapkan dapat memberikan keuntungan sepenuhnya bagi masyarakat di sekitar waduk, khususnya dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan ketahanan air yang akan mempengaruhi ketahanan energi dan ketahanan pangan secara nasional.

“Untuk itu pembangunan dan pengelolaan bendungan di Indonesia membutuhkan SDM yang handal dan kompeten agar dapat menguasai teknologi yang bermanfaat bagi pencapaian strategi pengelolaan bendungan besar yang semakin aman dan efisien,” ujar Mudjiadi.

Mengenai hal tersebut, Ketua Umum KNI BB mengatakan bahwa sampai dengan  Mei 2016, jumlah pemegang sertifikat keahlian bendungan besar adalah 502 orang yang terdiri dari 237 ahli muda, 199 ahli madya dan 66 ahli utama, adapun di luar jumlah tersebut, masih terdapat 46 ahli pemula dan yang masih dalam proses sertifikasi sebanyak 77 orang.

“Salah satu program kerja KNI BB yang penting untuk diteruskan dan ditingkatkan adalah setifikasi keahlian bendungan besar dengan menyelenggarakan sosialisasi, pembekalan sertifikasi dan percepatan penerbitan sertifikasi keahlian. Hal ini dimaksud untuk meningkatkan pelayanan KNI BB dalam rangka pembentukan dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia pada bidang pembangunan dan pengelolaan bendungan besar di Indonesia,” kata Hari Suprayogi.

Pada kesempatan yang sama Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah, Nasri Sebayang, mewakili Direktur Utama PLN (persero), saat ini pemerintah telah mentargetkan penambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW. Program kelistrikan ini menjadi program strategis nasional yang dikukuhkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. “dari 35.000 MW tambahan kapasitas pembangkit listrik tersebut, 2350 MW diantaranya direncanakan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), yang dalam akselerasi pembangunannya akan membutuhkan banyak tenaga ahli bendungan,” jelas Nasri Sebayang.

Pemerintah melalui PLN dan dengan dukungan pengembang swasta, merencanakan sampai dengan 2025 akan terus membangun PLTA hingga mencapai total 14300 MW. Beberapa PLTA yang sedang dalam proses perencanaan dan pembangunan diantaranya adalah Bendungan PLTA Peusangan 1 dan 2 (86 MW) di Sumatera, Bendungan Serba Guna an PLTA Jatigede (110 MW) di Jawa Barat, Bendungan PLTA Poso (195 MW) di Sulawesi dan Bendungan PLTA Genyem (20 MW) di Papua.

“Saya berharap agar SDM ahli bendungan semakin bertambah dan dapat bekerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia agar dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan pengembangan sumber daya manusia di bidang keahlian bendungan serta untuk mendukung pembangunan dan pengelolaan bendungan,” imbuh Direktur Jenderal SDA, Mudjiadi. (tin/nan kompuSDA)

 

12 Mei 2016 Selengkapnya

Pameran HAD 2016
Pameran HAD 2016

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengadakan Pameran Hari Air Dunia (HAD) yang diadakan di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Selasa (10/3). Acara yang digelar selama 3 hari ini, diisi oleh 166 peserta yang berasal dari Sabang-Merauke.

“Setiap memperingati Hari Air Dunia, kita harus evaluasi apa yang sudah dilakukan sebagai khalifah di bumi. Tugas kita adalah menjaga bumi bukan merusak, dengan mempertahankan keberlanjutan air menciptakan lapangan kerja,” ujar Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat membuka pameran HAD.

"Program-program Sumber Daya Air (SDA) di Kementerian PUPR maupun di lembaga/kementerian lain yang berhubungan dengan air akan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit, hal tersebut akan berkontribusi pada pengurangan kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia. Basuki menambahkan, persoalan air merupakan masalah yang serius. Pasalnya, air menjadi kebutuhan utama bagi setiap manusia", tutur Basuki.

Dalam sambutannya Sekretaris Harian Dewan SDA Nasional, Untung Budi Santosa mengatakan pameran ini bertujuan untuk menyajikan informasi secara lebih dekat dan memberi pemahaman pada masyarakat atas apa saja yang diprogramkan oleh pemerintah dan peran kelompok masyarakat dalam SDA.

"Harapan kami, dari acara ini bisa berlangsung interaksi positif dan terpaut sinergi antar stakeholder," jelas Untung.

Kegiatan ini diikuti oleh unit kerja Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai (BWS) di lingkungan Direktorat SDA, badan usaha milik negara (BUMN), swasta, organisasi profesi, perguruan tinggi, dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM). (arg/KOMPUSDA)

11 Mei 2016 Selengkapnya

Kunjungan Kerja DPR RI ke Pantai Lasiana Kupang
Kunjungan Kerja DPR RI ke Pantai Lasiana Kupang

Dalam masa reses Tim Komisi V DPR RI yang berjumlah 17 orang melakukan kunjungan kerja ke Pantai Lasiana. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi Fary Djemi Francis melakukan kunjungan kerja dengan meninjau pembangunan pengaman (breakwater) Pantai Lasiana di Kecamatan Kelapa Lima Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (3/5). 

Breakwater sepanjang 500 m dengan  lebar 3 m dan elevasi puncak 3.5 m ini sangat penting pembangunannya mengingat tingginya gelombang pasang terlebih pada cuaca buruk yang mengancam eksosistem pinggir pantai dan masyarakat. Turut mendampingi rombongan Walikota Kupang Jonas Salean dan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Depi Cipta.

Farry Francis, menyatakan kunjungan kerja komisi tersebut salah satunya melakukan  peninjauan lokasi wisata di Kota Kupang yang berpotensi ekonomi, sehingga perlu di dukung proses pembangunannya dalam hal ini pembangunan pengaman Pantai Lasiana.

Menurut Fary sebuah obyek wisata harus memperhatikan penataan lingkungan permukiman secara baik. Penataan obyek wisata itu sendiri harus memberikan kontribusi dan penataan sumber-sumber potensi yang ada disekitar lokasi obyek wisata tersebut.

"Penataan obyek wisata, penataan terhadap lingkungan dan permukiman, obyek wisata tersebut memberikan  kontribusi dan pengembangan potensi yang ada di sekitar lokasi obyek wisata,” lanjut Fary.

Dalam kesempatan yang sama, Jonas Salean, mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan breakwater pantai Lasiana ini. “Atas nama Pemkot Kupang dan masyarakat saya mengucapkan terima kasih atas semua bantuan yang diberikan, agar Kota kupang tetap memiliki obyek wisata yang baik dan bisa terhindar dari ancaman bencana bagi masyarakat pesisir pantai,” tutup Jonas. (arg/kompuSDA)

10 Mei 2016 Selengkapnya

Gerakan Donor Darah untuk Memperingati Hari Air Dunia ke XXIV Tahun 2016
Gerakan Donor Darah untuk Memperingati Hari Air Dunia ke XXIV Tahun 2016

Hari Air Dunia yang telah mulai diperingati sejak tahun 1993 merupakan peringatan yang ditujukan untuk mengingat pentingnya arti air bagi kehidupan serta untuk melindungi sumber daya air. Di samping itu, peringatan Hari Air Dunia juga merupakan kesempatan untuk dapat belajar lebih banyak tentang berbagai kegiatan yang terkait dengan air, termasuk untuk menginspirasi orang lain untuk bertindak dan membuat perubahan untuk menuju kebaikan dalam pengelolaan sumber daya air. Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-XXIV Tahun 2016, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan, salah satunya adalah Gerakan Donor Darah yang dikuti antusias oleh pegawai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kegiatan donor darah tersebut diselenggarakan di Lobby Gedung SDA, 4 Mei 2016.

 

Turut hadir dalam Gerakan Donor Darah tersebut Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Ir. Mudjiadi, M.Sc. Mudjiadi mengatakan bahwa keberadaan dan kelestarian air menjadi tanggung jawab kita bersama agar ketersediaan air bersih terus terpelihara. Air bersih adalah salah pendukung kesehatan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan mengkonsumsi air bersih yang cukup maka kestabilan darah dalam tubuh bisa terjaga.

 

Gerakan Donor Darah tersebut merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Melalui kegiatan ini, diharapakan akan semakin banyak pegawai di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang peduli akan kesehatan mereka. (dro/kompusda)

10 Mei 2016 Selengkapnya

Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur SDA di Medan
Komisi V DPR RI Tinjau Infrastruktur SDA di Medan

Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja untuk meninjau infrastruktur Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Provinsi Sumatera Utara pada 2-4 Mei 2016. Kunjungan kerja ini merupakan salah satu program kerja Komisi V DPR RI pada masa reses persidangan ke IV. Rombongan yang terdiri dari 18 anggota dan dipimpin oleh H Muhidin M Said tersebut didampingi oleh Hari Suprayogi selaku Direktur Sungai dan Pantai, dan Barru Panjaitan yang merupakan Kepala BWS Sumatera II. Infrastruktur yang ditinjau dalam kunjungan kerja tersebut adalah penanggulangan banjir kota Medan pada pekerjaan perkuatan tebing Sungai Deli.

 

Barru menyampaikan bahwa sungai Deli adalah sungai yang mengalir membelah kota Medan yang merupakan bagian dari Wilayah Sungai Belawan Ular Padang (BUP) yang terkategori sebagai Wilayah Sungai Strategis Nasional yang merupakan kewenangan pusat. Luas DAS Deli adalah sebesar 367,02 km2 (6,05%) dari total DAS Belawan Ular Padang sebesar 6.065,86 km2 dengan panjang sungai ± 73 km.

 

Pengendalian Banjir Kota Medan pada mulanya direncanakan dan dilaksanakan dengan menangani daerah hilir Sungai Deli, yaitu mulai dari pertemuan Sungai Deli dengan Sungai Babura hingga ke arah hilir (termasuk anak sungainya). Kapasitas alir air sungai tersebut ditingkatkan untuk dapat menampung dan mengalirkan debit air dengan periode ulang 10-15 tahunan. Menurut Barru, perlu adanya peran serta pemerintah provinsi dalam pembebasan lahan untuk mendukung pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan dalam pengendalian banjir Kota Medan dan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitar bantaran sungai dengan tidak membuat bangunan-bangunan liar di sekitar Sungai Deli yang telah diselesaikan pelaksanaan konstruksinya dan tidak membuang sampah sembarangan ke sungai.

 

Barru juga menambahkan, dengan perubahan dan perkembangan kota Medan, maka rencana pengendalian banjir disesuaikan hingga mencapai periode ulang 50 tahunan. Hal ini terkait dengan pemenuhan kebutuhan air untuk penduduk kota Medan yang menjadi hal yang sangat penting. (dro/kompusda)

09 Mei 2016 Selengkapnya