Pengumuman ( 5):

Kategori Berita SDA


Penandatanganan Kontrak Pembangunan Jaringan Air Baku kawasan Bregas Tahap III Tuk Sunarsih

Penandatangan kontrak antara Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) melalui Balai besar Wilayah (BBWS) Sungai Pemali-Juana dengan penyedia jasa PT. Wijaya Karya(Persero), Tbk. Dengan konsultan supervisi konstruksi PT. Vitraha Consindotama dilaksanakan dengan dihadiri Direktur Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA) dan para Direktur di lingkungan Ditjen SDA (01/12). Yang menandatangani mewakili Ditjen SDA adalah Agnes Yustikarini, dan mewakili Wijaya Kaya adalah Tariman Prasetyo.

Peran Young Engineer Bagi Pembangunan Bendungan

Komisi Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) kembali melaksanakan Rapat Anggota Tahunan KNI-BB sekaligus Lokakarya Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan 2014 dan Rapat Anggota Tahunan KNI-BB (27/11), untuk menyampaikan hasil-hasil capaian kepengurusan sebelumnya dan menyampaikan hasil pelaksanaan Pertemuan Tahunan ICOLD ke-82 yang berlangsung di Bali bulan Juni silam. Nasri Sebayang, Direktur Konstruksi dan Energi Baru Terbarukan Perusahaan Listrik Negara (PLN), mengatakan bahwa bendungan untuk pembangkit listrik tenaga air ini perlu didukung karena selain dapat membantu PLN untuk menyediakan pasokan listrik bagi masyarakat, juga dapat membantu diversifikasi energi, mengurangi ketergantungan penggunaan energi dari bahan fosil, serta mampu mengurangi biaya energi listrik pada masyarakat. Hal lainnya adalah karena biaya operasional rata-rata untuk pembangkit listrik tenaga air lebih rendah daripada pembangkit listrik lainnya.

Persiapan Kementerian PUPR Dalam Menghadapi Banjir

Memasuki musim hujan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah menyiapkan berbagai hal untuk mengantisipasi datangnya banjir di Indonesia khususnya di Ibu Kota Jakarta. “Saya mengingatkan kepada semua petugas PU di balai-balai wilayah sungai seluruh Indonesia untuk menyiapkan alat-alat berat di daerah rawan banjir seperti pompa-pompa, perahu karet dan membuat posko-posko banjir di seluruh wilayah sungai serta melakukan walkthrough untuk prasarana banjir,” jelas Menteri PU-PERA, Basoeki Hadimoeljono pada acara penutupan Indonesia Water Learning Week (IWLW) 2014 di Jakarta, (26/11).

Target Kegiatan Ditjen SDA Tahun 2015

“Saat ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melaksanakan pembangunan 50 waduk, 1 juta ha jaringan irigasi baru, 3 juta ha rehabilitasi jaringan irigasi, 200 ribu ha pengamanan kawasan rawan banjir, 3 ribu km normalisasi sungai, dan 500 km pengamanan pantai serta 300 buah pengendali sedimen lahar gunung berapi,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono dalam acara Media Gathering, di Megamendung, Bogor, (27/11).

Pelantikan Pengurus HATHI Provinsi Lampung

HATHI Provinsi Lampung mengaktifkan kembali kepengurusannya dengan melaksanakan pelantikan Pengurus HATHI, Lampung (21/11) yang diketuai oleh Yudha Mediawan, yang merupakan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji-Sekampung, serta melaksanakan Seminar HATHI bertema “Strategi pengelolaan Sumber Daya Air dalam Rangka Mewujudkan Ketahanan Pangan”. Pengaktifan kembali kepengurusan HATHI cabang provinsi Lampung diapresiasi positif oleh Ketua Umum HATHI. Hingga saat ini telah tercatat keanggotaan HATHI provinsi Lampung sebanyak 219 orang, dengan 128 anggota telah bersertifikasi.

Ketahanan Air, Pangan Dan Energi Memerlukan Dukungan Semua Pihak

Indonesia memiliki potensi sumber daya air terbesar kelima di dunia yaitu sebesar 3.900 milyar m3/tahun, dan dari jumlah tersebut yang sudah dimanfaatkan sebesar 175 milyar m3/tahun yaitu 80,5% untuk irigasi, 19,5% untuk rumah tangga dan industri dan sisanya mengalir ke laut. “Dengan potensi sumber daya air tersebut, kita juga harus menghadapi beberapa tantangan yang dihadapi dalam bidang sumber daya air adalah adanya konflik kepentingan ruang antara manusia dan air.

Program Pengendalian Banjir Butuh Dukungan Semua Pihak

Musim hujan terjadi setiap tahun, masyarakat harus tetap siaga dalam menghadapi banjir. Kondisi Jakarta yang daratannya sudah lebih rendah dari permukaan laut mengharuskan setiap wilayah penopang Jakarta seperti Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi harus diperhatikan. Dan yang tidak kalah penting adalah koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Hal tersebut terungkap dalam Dialog Interaktif Ada Apa Berita Jak TV (261114) dengan narasumber Imam Santoso, Direktur Sungai dan Pantai, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU dan PERA, dan Yayat Supriyatna, Pengamat Tata Kota.

Penandatanganan Kontrak Bendungan Raknamo dan Bendungan Pidekso

Dengan meningkatnya jumlah penduduk di Nusa Tenggara Timur (NTT) kebutuhan akan air bersih terus meningkat. Hal tersebut tidak seimbang dengan ketersediaan sumber air atau mata air alami atau buatan, sehingga bangunan tampungan air hujan dengan kapasitas tampung besar yaitu bendungan sangat dibutuhkan. Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU-PERA) melaksanakan pembangunan Bendungan Raknamo yang direncanakan mempunyai kapasitas tampung sebanyak 14,09 juta m3 air.

Tingkatkan Kualitas Pelaporan Menuju Predikat WTP

Penyelenggaraan dana APBN telah diatur melalui peraturan perundangan yang berlaku antara lain UU RI No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Benas dari KKN, UU RI No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, UU RI no. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU RI No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, surat edaran Menteri PU No.06/SE/M/2013 tentang perubahan SE Menteri PU No.07/SE/M/2012 tentang pelaksanaan Pemilihan Penyedia Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik (e-procurement).

Menjaga Sungai Untuk Antisipasi Banjir

Musim hujan di Jakarta diperkirakan akan tinggi pada minggu ketiga bulan Januari tahun 2015 dan Jakarta masih rawan banjir. Bencana banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan oleh beberapa faktor yaitu laju pertumbuhan urbanisasi yang semakin meningkat, adanya alih fungsi lahan, adanya tempat tinggal di bantaran sungai, penurunan muka tanah, dan sampah pada drainase dan sungai sehingga dapat mengancam keberadaan dan keberlanjutan sungai.

NCICD Dapat Tingkatkan Kualitas Lingkungan Hidup

Kegiatan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memecahkan permasalahan, memulihkan dan meningkatkan ketahanan lingkungan Ibukota Negara Republik Indonesia secara terintegrasi. “Saat ini kegiatan awal NCICD yaitu kegiatan phase A yang berupa kegiatan pembuatan tanggul laut sepanjang 32 km, revitalisasi waduk-waduk atau kolam retensi banjir dan pompa-pompa tampungan banjir serta peningkatan kapasitas sungai dan perbaikan muara-muara sungai,” jelas Arie Setiadi Moewanto, Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, dalam wawancaranya dengan Metro TV, di Jakarta (131114).

Pro dan Kontra Pembangunan Bendung Batang Asai

Dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur tentu saja terjadi kendala-kendala, seperti permasalahan sosial terkait pembebasan lahan dan lainnya. Pro dan Kontra juga merupakan hal yang biasa, contohnya proyek Bendung Batang Asai di sungai Batang Asai. Proyek pembangunan bendung tersebut mengalami penundaan pembangunan selama 2 tahun. Hal ini dikarenakan masih tidak ada kesepakatan antara masyarakat setempat dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dalam dialog bersama warga Dusun Benso, Kabupaten Sarolangun, (12/11), Jambi.

Peran Bendungan Bagi Masyarakat

Indonesia memiliki potensi sumber daya air sebesar 3,9 triliun m3/tahun dan dapat dimanfaatkan sebesar 691,3 milyar m3/tahun, yang sudah dimanfaatkan sebesar 175,1 milyar m3/tahun (25,3%) dan yang belum dimanfaatkan sebesar 516,2 milyar m3/tahun (74,7%) dan sebagian besar air dimanfaatkan untuk irigasi yaitu 141 milyar m3/tahun (80,5%) dan untuk rumah tangga dan industri sebesar 34,1 milyar m3/tahun (19,5%). Maka dapat diartikan bahwa masih banyak potensi sumber daya air yang terbuang ke laut, dan hal ini dikarenakan kurangnya tampungan-tampungan sumber daya air yang ada di Indonesia.

Sudetan Ciliwung Terkendala Pembebasan Lahan

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, T. Iskandar mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan pekerjaan Sudetan Ciliwung rampung diakhir tahun 2015. “Semula ditargetkan selesai di bulan Maret 2015, namun karena kendala pembebasan lahan yang berada di lokasi outlet sudetan di daerah Kebon Nanas maka target pun mundur menjadi akhir 2015.

Progres Fisik Waduk Jatigede 99,420 Persen

Kementerian PU dan Perumahan Rakyat menggelar Pameran Konstruksi Indonesia , 5-7 November 2014, di JHCC, Jakarta. Pada pameran tersebut Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menampilkan Bendungan Jatigede dan Bendungan Jatibarang. Pameran ini diadakan agar para stakeholder, shareholder dan public untuk berbagi informasi dan teknologi serta dapat membuka kesempatan bisnis baru.

  • Tentang Ditjen SDA

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Bantuan


    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Gd. Ditjen Sumber Daya Air 
    Kementerian PUPR
    JL. Pattimura 20, Kebayoran Baru 
    Jakarta - Indonesia - 12110 
    Phone/Fax: (021)-7396616 (Hunting)
    Email: kompusda[at]pu.go.id atau kompu.sda[at]gmail.com

  • Publikasi

  • Media Sosial Kami