© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

TUSI DITJEN SDA
TUSI DITJEN SDA

“Tahun 2015 ini harus mempercepat upaya penyerapan dan untuk tahun 2016 harus sudah mengetahui berapa persen dari total paket yang ditender dari bulan Agustus sampai dengan akhir tahun ini,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi dalam acara Sosialisasi Tusi Organisasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air terkait Pelaksanaan Kegiatan Tahun Anggaran 2015 di Jakarta, (27/7).

Tugas dan fungsi utama Ditjen SDA adalah Pengelolaan SDA yang terpadu yang meliputi peningkatan kapasitas air baku, pengelolaan air baku dan air tanah, peningkatan pelayanan jaringan irigasi dan rawa,

pengendalian daya rusak air dan konservasi, operasi dan pemeliharaan serta menterpadukan

perencanaan dan pengelolaan SDA.

Pada struktur program tahun 2010-2014 terdapat 13 kegiatan diantaranya pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya, pengendalian banjir, lahar gunung berapi dan pengamanan pantai , pengelolaan dan konservasi embung sedangkan untuk kegiatan program 2015-2019 diantaranya pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan, rawa dan tambak, peningkatan tata kelola pengelolaan SDA Terpadu , Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana SDA, Pengelolaan Bendungan, Embung, dan Bangunan Penampung Air Lainnya.

Dalam melaksanakan program kerja tersebut harus merata di semua level, sehingga pekerjaan akan selesai tepat waktu dan tepat mutu.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan para pejabat Eselon II dan III.

02 September 2015 Selengkapnya

Menteri PUPR Basuki Lantik 452 Pejabat Struktural
Menteri PUPR Basuki Lantik 452 Pejabat Struktural

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono melantik 452 pejabat struktural eselon II B, IIIA dan III B (10/7). Seluruh pejabat yang dilantik tersebut terdiri dari 266 pejabat di Pusat dan 188 di lingkungan Balai atau Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Mewakili penandatanganan dari pejabat beragama Islam adalah Kepala Bagian Kepegawaian dan Ortala Sekretariat Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Etty Winarni, mewakili pejabat beragama Kristen Kepala BBWS Sumatera VIII Ditjen SDA Bistok Simanjuntak, mewakili pejabat beragama Katollik Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri Biro PKLN Fransisca Dini Ambarsari dan mewakili pejabat beragama Hindu kepala BBPJN III Ditjen Bina Marga I Ketut Dharma Wahana.

Di awal sambutannya, Menteri PUPR menyampaikan pesan dari Presiden pada saat melakukan pertemuan dengan dunia usaha, yang mengatakan bahwa dirinya sebagai Presiden sangat mengedepankan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang berada di bawah tanggung jawab Kementerian PUPR dapat dilaksanakan sebaik-baiknya

“Laksanakan tugas sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa. Pejabat yang dilantik adalah tumpuan pembangunan saat ini, di mana saat ini Kabinet yang berada di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan masyarakat meletakkan harapan besar pada Kementerian PUPR, demikian pesan Menteri PUPR.

Basuki mengungkapkan, saat ini total anggaran Kementerian PUPR untuk tahun 2015 dari Rp 118 triliun sudah terserap sekitar Rp 18 triliun, masih ada sekitar Rp 100 triliun yang harus diserap.

“Artinya setiap bulan harus kita serap minimal Rp 15 triliun per bulan, dan kita semua yang di dalam ruangan ini menjadi ujung tombaknya.Khususnya para Kepala Balai Besar dan UPTD, itulah ujung tombak kami ujung tombak kita,”tegas Basuki.

Menteri Basuki mengatakan bahwa Indonesia saat ini berada dalam situasi yang unik, saat pertumbuhan ekonomi ingin mencapai di atas 5 persen dan terdapat tiga hal yang bisa menopang pertumbuhan tersebut.

Pertama, adalah konsumsi yang biasa dilakukan sehari-hari, kedua adalah ekspor dan impor yang saat ini sangat dipengaruhi oleh turunnya kegiatan ekonomi di Tiongkok.

Satu-satunya yang bisa menopang petumbuhan adalah investasi, sedangkan investasi swatsa kita sedang melambat, yang diharapkan sekarang adalah investasi pemerintah, dan anggaran terbesar adalah Kementerian PUPR, itulah sebabnya PUPR menjadi tumpuan bagi masyarakat. Oleh karena itu saya harapkan agar kita semua berhati-hati, jangan takut dan maju terus ,” tutup Menteri PUPR.

 

02 September 2015 Selengkapnya

Ditjen SDA Lakukan Upaya Penanggulangan Kekeringan Secara Komprehensif
Ditjen SDA Lakukan Upaya Penanggulangan Kekeringan Secara Komprehensif

Dari 147 waduk yang diamati tinggi muka airnya, terdapat 16 waduk utama yang terdiri dari 9 kondisi normal yaitu Jatiluhur, Cirata, Sermo, dan Sutami. lima dalam kondisi defisit antara lain Keuliling, Batu Tegi, Saguling, Wonogiri dan Bening. Kondisi kering ada dua waduk yaitu Wadas Lintang dan Sempor. Waduk Kedungombo merupakan salah satu sumber utama dalam kondisi normal dari segi ketersediaan airnya. Hal ini dilihat dari ketinggian muka air normal dimana elevasinya sekitar +90.00 dengan in flow rata-rata 723 juta meter kubik. Penggunaan air di Waduk Kedungombo lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan irigasi dan air baku.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi dalam jumpa pers tentang penanganan kekeringan, di Waduk Kedungombo, Jawa Tengah (01/08). 

Upaya penanganan kekeringan yang dilakukan secara komprehensif oleh Ditjen SDA Kementerian PUPR adalah melakukan penanganan secara rutin dan berkelanjutan berupa program pembangunan 65 bendungan, pembuatan tampungan kecil berupa embung, melakukan kegiatan operasi dan pemeliharaan untuk meminimalisir kebocoran sepanjang jaringan irigasi, melakukan kaji ulang pola tanam dan efisiensi penggunaan air irigasi secara bergilir, pemantauan muka air waduk per minggu serta memberikan penyuluhan kepada petani bagaimana memanfaatkan air secara efisien, serta SOP penggunaan air tahunan.

Sebenarnya penyebab terjadinya kekeringan tidak hanya disebabkan berkurangnya perubahan musim tetapi juga disebabkan oleh pelanggaran pola tanam yang dilakukan petani. Seharusnya padi-palawija-padi tetapi kebanyakan petani menggunakan pola tanam padi-padi-padi. Jadi ketaatan petani pada pola tanam dan penggunaan air sangat berpengaruh pada kekeringan.


02 September 2015 Selengkapnya

Daerah Irigasi P4ISDA Tahun 2015 menjadi 1.500
Daerah Irigasi P4ISDA Tahun 2015 menjadi 1.500

Daerah Irigasi P4-ISDA Tahun 2015 menjadi 1500

 

"Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (P4-ISDA) merupakan salah satu program pro rakyat yang dilakukan oleh Ditjen SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). Hal ini dikarenakan dana langsung diterima dan digunakan oleh petani guna meningkatkan daya beli masyarakat," tutur Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi saat rapat Persiapan Pelaksanaan P4-ISDA, di Jakarta, (28/7).

Program P4-ISDA sudah dimulai dari tahun 2013 dan diperuntukkan untuk daerah irigasi atau jaringan irigasi bukan desa. Rencana tahun 2015 terdapat 1.500 DI dan lokasi disesuaikan dengan juknis yang ditetapkan. Untuk beberapa balai mengalami kenaikan D.I yang harus dilaksanakan salah satu diantaranya adalah BWS Sumatera 1 yang semula 30 menjadi 38, BBWS Brantas dari 80 menjadi 100.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan dan partisipasi masyarakat petani pemakai air dalam kegiatan teknis perbaikan jaringan irigasi dan perbaikan jaringan irigasi sehingga dapat mengembalikan kondisi dan fungsi saluran irigasi.

 

Memasuki musim kemarau, Mudjiadi berharap agar cepat tanggap dan berperan serta sesuai dengan tupoksi dan koordinasi dengan instansi terkait, serta dapat mengklasifikasi kekeringan apakah disebabkan oleh kesalahan manusia atau bukan dan juga  tanggap darurat.

"Akhir bulan ini diperlukan kerja keras agar dapat terlaksana dengan baik sesuai output dan outcome yang diharapkan," tambahnya.

Turut hadir Direktur Pengawasan dan Distribusi BPKP, Direktur Bina OP, dan BBWS dan BWS.

02 September 2015 Selengkapnya

Pentingnya Komunikasi Antar Lembaga
Pentingnya Komunikasi Antar Lembaga

Sungai adalah alur atau wadah air alami dan buatan berupa jaringan pengaliran air beserta air di dalamnya, mulai dari hulu sampai muara, dengan dibatasi kanan dan kiri oleh garis sempadan. Seiring berjalannya waktu air sungai saat ini sudah tidak sejernih dahulu karena banyaknya pencemaran yang dilakukan oleh manusia, padahal air merupakan kebutuhan seluruh makhluk hidup di bumi.

“Keberadaan air di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan karena Indonesia sedang dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Kepedulian antar sesama manusia sangat diperlukan,” ujar Direktur Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Agus Suprapto dalam menerima kunjungan Komunitas Solo Rescue unit, Jakarta, (31/7).

Solo Rescue Unit merupakan komunitas yang berbasis di Solo yang bergerak pada penanggulangan bencana seperti banjir. “Kedatangan kami ingin berdiskusi mengenai pengelolaan sumber daya air dan mendapatkan saran,” ujar Dian Kurniadi selaku Ketua Solo Rescue Unit

Agus Suprato mengatakan sebelumnya harus mengkoordinasikan ke wilayah sungai terkait, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo agar dapat tergabung dalam Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air sehingga dapat mengetahui informasi dari BBWS Bengawan Solo.

Forum komunitas sungai sangat penting diadakan guna menampung ide dan aspirasi dan menjadi penyeimbang antara masyarakat dan pemerintah agar tidak ada tumpang tindih. Salah satu contohnya adalah komunitas sungai di Yogyakarta, seperti Komunitas Sungai Gajah Wong.

02 September 2015 Selengkapnya

Empat Organisasi Profesi Mendukung Sumber Daya Air
Empat Organisasi Profesi Mendukung Sumber Daya Air

“Empat organisasi profesi ini mempunyai tujuan yang sama, sama-sama mendukung sumber daya air, dimana KNI-BB mengenai bendungan, KNI-ICID untuk kedaulatan pangan, MHI merupakan dasar dari semua kegiatan sumber daya air sedangkan HATHI mengelola SDA di dalam wilayah sungai tersebut. Untuk itu saya harapkan partisipasi setiap anggota dari beberapa organisasi profesi bidang sumber daya air tersebut dapat berperan dalam membangun infrastruktur sumber daya air,” tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basoeki Hadimoeljono saat acara Silahturahmi empat organisasi profesi di Jakarta, (4/8). Kebersamaan 4 organisasi profesi yang mendukung sumber daya air perlu lebih ditingkatkan terutama pada saat mengatur kegiatan yang lebih permanen.

 

Basoeki menambahkan terkait dengan El nino, fenomena alam, ada 16 waduk utama dimana ada 2 waduk yang kering dan sisanya defisit dan normal. Defisit maksudnya adalah tinggi muka air sedikit dibawah tinggi rencana.

 

Senada dengan Basoeki, perwakilan dari asosiasi organisasi profesi sekaligus mantan Direktur Jenderal Sumber Daya Air periode 2012-2014, Moch.Hasan mengatakan kondisi sungai pada akhir Juni khususnya di Jawa seperti Bengawan Solo mengalami low flow tapi semua masih diatas rata-rata. Waduk-waduk besar rata-rata masih dalam kondisi aman dari Jatiluhur sampai Bili-Bili. Yang paling rawan adalah waduk-waduk kecil.

 

“Kita bisa menghemat air di waduk-waduk dengan pola kering sekali, menggunakan air sesuai dengan kebutuhan. Kementerian PUPR sudah merencanakan pembangunan 65 waduk, sehingga harus dipilih lokasi yang tepat dan dapat memberikan kontribusi layanan irigasi, karena irigasi memerlukan air yang banyak, kita harus bisa menggunakan air secara efisien agar di musim kering seperti sekarang ini masih tersedia kebutuhan akan air,” tambah Moch. Hasan.

 

Turut hadir Direktur Jenderal Sumber Daya Air, para pejabat Eselon II dan BWS/BBWS di lingkungan Ditjen SDA, dan semua pengurus dari empat organisasi profesi yaitu HATHI, KNI-BB, KNI-ICID, dan MHI.

02 September 2015 Selengkapnya

Kerjasama Antar Negara ASEAN Dalam Mengatasi Banjir
Kerjasama Antar Negara ASEAN Dalam Mengatasi Banjir

Kementerian pekerjaan umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan asean melaksanakan Workshop on Risks and Impacts on Flood from Extreme Events in Asean Countries, di Bali (5/8).


Kegiatan ini dilandaskan terutama pada terjadinya berbagai bencana, terutama banjir, selama 10 tahun terakhir ini di hampir seluruh negara-negara di wilayah asia tenggara. Di Indonesia, untuk tahun 2014 saja tlah terjadi bencana yang berdampak pada lebih dari 200 kabupaten, menghancurkan sekitar 7000 rumah, terlebih lagi berdampak negatif pada perekonomian negara.


Kejadian banjir di Indonesia terhitung terjadi sekitar 46% dari seluruh kejadian bencana di tahun 2014 di Indonesia, yakni 351 kejadian dari total 763 bencana. awal tahun ini saja, di ibukota negara Indonesia, Jakarta juga telah terjadi bencana banjir.

Untuk meningkatkan kepedulian dan kesiapan masyarakat dalam meminimalisir dampak dari bencana, dibutuhkan tukar informasi antar negara yang nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam mengantisipasi perhitungan pada pra dan pasca bencana, adaptasi terhadap bencana, mitigasi bencana.

 

Workshop ke 15 ini merupakan kelanjutan dari hasil-hasil rekomendasi yang telah dicapai dalam pertemuan ke 14 yang berlangsung tahun lalu di Seam Reap, Cambodia, dalam kegiatan Asean Working Group on Water Resources Management.

02 September 2015 Selengkapnya

BBWS Ciliwung Cisadane Dukung Kerjasama Ditjen SDA dan K Water
BBWS Ciliwung Cisadane Dukung Kerjasama Ditjen SDA dan K Water

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerjasama dengan Korea Water Resources Corporation (K-Water), salah satu BUMN Korea Selatan yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya air. Kerjasama ini terdiri dari beberapa bidang yaitu fasilitas infrastruktur sumber daya air termasuk bendungan, pembangkit listrik tenaga air, pengendalian banjir, irigasi, keamanan air termasuk pasokan air dan kualitas air, teknik sumber daya air, pedoman, manual dan metode konstruksi, fasilitas informasi sumber daya air dan sistem operasi, konservasi air termasuk iklim air dan ekosistem serta tata air.

Salah satu hasil kerja (output) dari kerjasama ini adalah Pembangunan Ruang Pusat Pemantauan Bendungan dan Bangunan Pengendali Banjir (Control Operation Room) yang akan dapat diimplementasikan pada akhir tahun 2016. Untuk itu akan dilakukan kunjungan lapangan ke beberapa tempat oleh tim K-Water dan Direktorat Jenderal SDA.

Kunjungan lapangan yang pertama ke Situ Gintung dan Bendung Katulampa telah dilakukan untuk mengecek sistem monitoring dari masing-masing bendung dan SOP pengoperasian hingga pelaporan serta alat pengoperasiannya (050815). Kepala Balai Besar Ciliwung Cisadane, Iskandar mengatakan bahwa pada dasarnya BBWS akan mendampingi dan memfasilitasi tim K-Water dalam rangka mendukung kerjasama Direktorat Jenderal SDA dengan K-Water. Beliau berharap agar kerjasama ini dapat menghasilkan solusi dalam pengelolaan sumber daya air dan pemanfaatan infrastruktur sumber daya air.

Lokasi kunjungan lapangan selanjutnya adalah Bendungan Jatiluhur, Bendungan Jatigede, Waduk Darma, Situ Patok/Waduk Malahayu, Bendungan Kedung Ombo, Bendungan Jatibarang, Bendungan Sutami/Karangkates dan Bendungan Wlingi. (datinSDA)

02 September 2015 Selengkapnya

Ditjen SDA Siap Hadapi Dampak El Nino
Ditjen SDA Siap Hadapi Dampak El Nino

El Nino adalah suatu gejala penyimpangan kondisi laut yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut (sea surface temperature-SST) di samudra Pasifik sekitar equator (equatorial pacific) khususnya di bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru). Karena lautan dan atmosfer adalah dua sistem yang saling terhubung, maka penyimpangan kondisi laut ini menyebabkan terjadinya penyimpangan pada kondisi atmosfer yang pada akhirnya berakibat pada terjadinya penyimpangan iklim. (Supari,(www.bmkg.go.id).
Fenomena El-Nino bukanlah kejadian yang terjadi secara tiba-tiba. Proses perubahan suhu permukaaan laut yang biasanya dingin kemudian menghangat bisa memakan waktu dalam hitungan minggu hingga bulan. Karena itu pengamatan suhu permukaan laut juga bisa bermanfaat dalam pembuatan prediksi atau prakiraan akan terjadinya El-Nino.

Dampak El- Nino di Indonesia, seperti yang terjadi di tahun 1997 terjadi bencana kekeringan yang luas. Pada tahun itu, kasus kebakaran hutan di Indonesia menjadi perhatian internasional karena asapnya menyebar ke negara-negara tetangga. Kebakaran hutan yang melanda banyak kawasan di Pulau Sumatera dan Kalimantan saat itu, memang bukan disebabkan oleh fenomena El-Nino secara langsung. Namun kondisi udara kering dan sedikitnya curah hujan telah membuat api menjadi mudah berkobar dan merambat dan juga sulit dikendalikan. Di sisi lain, kekeringan dan kemarau panjang juga menyebabkan banyak wilayah sentra pertanian mengalami gagal panen karena distribusi curah hujan yang tidak memenuhi kebutuhan tanaman.

Oleh karena itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) mengantisipasi dampak El Nino di musim kemarau ini terhadap ketersediaan air dan dampaknya terhadap ketahanan pangan nasional.

Hal ini diperkuat dengan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa musim kemarau akan berakhir pada Desember 2015, maka 16 waduk dapat memenuhi kebutuhan air irigasi untuk Masa Tanam I (Oktober 2015 s.d Januari 2016). Diinformasikan lebih lanjut bahwa, total luas sawah beririgasi yang bersumber dari waduk dan non waduk adalah 7.145.168 Ha.
Oleh karena itu, penanganan yang dilakukan dari sisi Kemen.PUPR dilihat dari dua hal, bila bersumber dari waduk ,maka upaya antisipasi kekeringan di waduk dengan cara pemantauan intensif terhadap ketersediaan air di waduk dan peninjauan kembali alokasi air, pengaturan pembagian dan pemberian air dan dengan status waduk utama dibawah elevasi rencana, diterapkan pola operasi waduk dengan mempertimbangkan pola rencana dan tata tanam cukup untuk sampai dengan musim tanam I mulai bulan Oktober 2015

Bila bersumber dari non-waduk diantaranya, identifikasi dan pemanfaatan debit sungai yang ada serta sumber –sumber air lainnya dan peninjauan kembali alokasi air, pengaturan dan pembagian pemberian air mengacu pada hasil kesepakatan Komisi Irigasi.

Solusi teknis lainnya yang dilakukan Ditjen SDA dalam meminimalisir dampak kekeringan, antara lain dengan melakukan pengelolaan air dan pemberdayaan kepada para petani dalam bentuk meminimalisir kebocoran air di sepanjang jaringan irigasi, efisiensi penggunaan air melalui sistem pergiliran dalam penggunaan air dan teknologi irigasi hemat air.

“Penyuluhan terhadap petani pemakai air (P3A, GP3A, IP3A) untuk menjelaskan bagaimana memanfaatkan air secara efisien dan efektif melalui Gerakan Hemat Air dan meningkatkan kesadaran terhadap pelestarian lingkungan, juga bagian dari solusi non-teknis yang dilakukan Ditjen SDA,” jelas Mudjiadi ketika melakukan kunjungan lapangan di Kedung Ombo.

02 September 2015 Selengkapnya

DWP Kementerian PUPR Berikan Beasiswa
DWP Kementerian PUPR Berikan Beasiswa

Dharma Wanita Persatuan (Kementerian) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan dana bantuan pendidikan kepada para putra putri karyawan Kementerian Pekerjaan Umum yang sudah diseleksi dari tiga satminkal, yaitu Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya.

“Beasiswa yang diberikan kepada putra putri ini dipilih melalui seleksi yang dilakukan oleh Bidang Pendidikan DWP Kementerian Pekerjaan Umum,” ujar Ikke Mudjiadi.

Diharapkan beasiswa Super Semar dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh putra dan putri yang menerima.

02 September 2015 Selengkapnya

Pelantikan Pejabat Eselon IV Ditjen SDA
Pelantikan Pejabat Eselon IV Ditjen SDA

Pembangunan infrastruktur akan mencerminkan pembangunan suatu bangsa ke depannya, karena infrastruktur dibangun oleh sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan bidangnya. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ingin mewujudkan amanat Nawacita dalam hal mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Agenda prioritas cita tersebut meliputi peningkatan ketahanan air, peningkatan kedaulatan pangan, peningkatan kedaulatan energi, melestarikan sumber daya alam, lingkungan hidup dan pengelolaan bencana.

”Untuk mengatasi hal-hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang sesuai dan kompeten dibidangnya,” jelas Mudjiadi, pada Pelantikan Pejabat Eselon IV, Jakarta(10/8).

Pelantikan pejabat adalah suatu hal biasa yang terus dilakukan dalam rangka kelengkapan, penyegaran dan regenerasi suatu organisasi. Namun, hal biasa tersebut harus melalui proses yang tidak biasa. Mudjiadi mengatakan bahwa kita harus memperhatikan tantangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang semakin besar di masa mendatang dan kriteria seleksi jabatan Pengawas akan semakin banyak.

"Percepatan pelaksanaan pekerjaan merupakan suatu tugas utama yang harus segera terlaksana dilapangan, harus menyamakan visi dan misi dan menyatukan hati sehingga pekerjaan yang ada dapat selesai tepat waktu," ujar Basuki Hadimuljono saat memberikan arahan kepada pejabat Eselon IV yang baru dilantik.

Diharapkan kedepannya para pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan baik, ikhlas dan sesuai dengan prosedur yang ada di lapangan. Adapun jumlah pejabat eselon IV yang dilantik berjumlah 285 pejabat dan yang dilantik adalah Amrizal, ST, MM sebagai Kepala Sub. Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku Wilayah Timur di Bidang Konservasi Air Tanah dan Air Baku, Budi Prasetyo, ST sebagai Kepala Seksi Program dan Evaluasi di Balai Bendungan, Yulianus Manuel Mambrasar, S. St, M. Si sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Wilayah Sungai Papua, Titi Kartika Sari, SH, M. Kn sebagai Kepala Sub Bagian Advokasi Hukum di bagian hukum dan Komunikasi Publik, dan Nina Handajani, ST, MT sebagai Kepala Sub Bagian Pengelolaan Barang Milik Negara Wilayah II serta Budi Prasetyo, ST sebagai Kepala Seksi Program dan Evaluasi di Balai Bendungan.

Turut dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimujono, Sekretaris Direktorat Jenderal Kementerian PUPR Taufik Widjoyono, dan para Direktur dan undangan dari beberapa Balai Besar Wilayah Sungai dan Balai Wilayah Sungai Ditjen SDA.

02 September 2015 Selengkapnya

Penanganan Sedimentasi Di Waduk Muara
Penanganan Sedimentasi Di Waduk Muara

Kebutuhan akan sumber daya air dirasakan meningkat, karena terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk dan industri. Khusus di provinsi bali yang pertumbuhan industri pariwisatanya meningkat tajam karena merupakan tujuan utama pariwisata dunia, sumber daya air sangat penting terutama di wilayah Bali Selatan.

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Waduk Muara yang terletak di muara Tukad Badung, tepat di hilir Jembatan By Pass Ngurah Rai, Suwung, Denpasar, bagi penyediaan air baku untuk air bersih. 

“Pembangunan Waduk Muara selesai pada tahun 1995/1996 dan telah dimanfaatkan untuk mensuplai air bersih di kawasan Nusa Dua dan Kuta sebesar 300/lt/dt yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Badung,” ujar Mudjiadi ketika melakukan kunjungan lapangan, Denpasar, (5/8).

Tujuan dibangunnya Waduk Muara adalah untuk memanfaatkan sumber daya air dalam pemenuhan air baku, dan upaya pengembangannya untuk optimalisasi pemenuhan kebutuhan air bersih, menampung limpasan air hujan dari daerah pengaliran kedua sungai yang terbuang ke laut setiap waktu sebagai pengendali banjir, dan mendorong peningkatan pariwisata lingkunga.

Mudjiadi mengatakan permasalahan yang dihadapi oleh Waduk Muara saat ini adalah permasalahan sedimentasi dan sampah karena letak Waduk Muara yang berada di badan sungai yaitu di bagian muara Tukad Badung, Waduk Muara Nusa Dua.

Untuk itu Balai Wilayah Sungai Bali Penida melakukan beberapa penanganan seperti mengoptimalkan kemampuan operasi Waduk Muara Nusa Dua dengan melakukan normalisasi tampungan waduk, optimalisasi kantong lumpur yang dilengkapi dengan pintu pembilas, dan perbaikan rip-rap tubuh bendungan.

02 September 2015 Selengkapnya