© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan 2015 dan Persiapan Tahun 2016: Harus Taati Rencana Pola Tanam
Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan 2015 dan Persiapan Tahun 2016: Harus Taati Rencana Pola Tanam

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melakukan koordinasi dengan beberapa instansi yang berwenang dalam melaksanakan mitigasi terhadap bencana kekeringan nasional, antara lain Kementerian Pertanian, Tentara Nasional Indonesia, para kepala Dinas PSDA, Kepala Dinas Pertanian, para Kepala BBWS/BWS.

Dalam pidato pembukaannya, Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono menyampaikan bahwa sangat diperlukan kondisi ketersediaan air melalui waduk untuk mengairi sawah.  Hal ini penting sekali untuk dilaksanakan karena kondisi bencana kekeringan jauh lebih berbahaya dari pada kondisi bencana banjir.

Dari total lahan irigasi seluas 7,1 juta hektar, tidak lebih dari 1 juta hektar yang baru terairi melalui waduk.  Kondisi ini juga menunjukkan bahwa lahan pertanian yang telah terairi air dari waduk sangat dijamin untuk terhindar dari bencana kekeringan, namun hal itu tentu tidak terjadi pada sawah yang belum terairi atau bahkan pada sawah tadah hujan.

Diingatkan Menteri PUPR bahwa sangat penting bagi petani dan kita semua untuk memperhatikan Rencana Pola Tanam yang telah disepakati olejPanitiaIrigasi. “Tanpa adanya ketaatan pada Rencana PolaTanam, mustahil pertanian kita bisa selamat dari kekeringan”, jelas Menteri PUPR.

Saat ini akibat musim kemarau dan El Nino, sudah ada sekitar 215.505 hektar sawah yang mengalami kekeringan, sedang dan tinggi. 

Basuki menjelaskan, musim kemarau tahun ini memang mengancam banyak lahan pertanian, tapi masih bisa aman tanam sampai September. Kementerian PUPR telah monitoring waduk dan akan mengusahakan irigasi sawah yang bersumber dari waduk lancar. “Kami yang bertanggung jawab mengelola bendungan. Kami yang  monitoring hasil waduk dan bendungan bisa aman sampai musim tanam ini. Sampai September aman. Belum ada bencana kekeringan tapi yang ada hanya kemarau," jelas Basuki Hadimoeljono.

Dalam Rakor ini, dilaksanakan juga diskusi desk per provinsi di mana masing-masing institusi yang berwenang membahas mitigasi kekeringan yang akan dilaksanakan tahun ini dan rencana tahun depan dengan saling mensinkronkan data, untuk secara tepat menghitung total kebutuhan biaya bukan total keinginan biaya, dengan sangat spesifik kasus per kasus, lokasi per lokasi

02 September 2015 Selengkapnya

Optimis Target Pembangunan Infrastruktur PUPR 93 persen Akhir Desember 2015
Optimis Target Pembangunan Infrastruktur PUPR 93 persen Akhir Desember 2015

“Tema nasional peringatan kemerdekaan ke-70 adalah “Ayo Kerja”. Tema tersebut sangat tepat bagi kita yang saat ini sedang berjuang mengejar ketertinggalan dalam mewujudkan infrastruktur yang lebih baik sehingga menjadikan Indonesia lebih makmur, aman, damai, adil, demokratis dan sejahtera dalam kerangka NKRI,” jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimoeljono, saat upacara bendera Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-70, di Jakarta (170815).

Basuki mengatakan bahwa memasuki 70 tahun usia kemerdekaan Repubik Indonesia, kita patut bersyukur atas kiprah Kementerian PUPR yang telah dapat dirasakan dampak dan manfaatnya secara nyata terutama saat menghadapi peningkatan kebutuhan layanan, khusus di bidang sumber daya air contohnya adalah Bendungan Raknamo, Bendungan Kreuto, dan kita harus mengawal terus semua proyek tersebut agar dapat diselesaikan dengan tepat waktu.

“Penanganan kekeringan berjalan relatif baik melalui pengaturan sistem tata air dan sistem tanam, penyediaan ratusan pompa air untuk membantu suplai air, penyediaan susmur-sumur dalam dengan pompa, penanganan kebocoran pada sistem irigasi dan suplai air bersih melalui mobil tanki dan hidran umum. Selain itu kita juga sedang mempercepat pembangunan 13 bendungan di 10 provinsi,” lanjut Basuki Hadimoeljono.

Tahun 2015 Kementerian PUPR mendapatkan porsi anggaran yang besar yaitu Rp 118,5 triliun, maka realisasi fisik dan penyerapan anggaran Kementerian PUPR menjadi sangat signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. “Penyerapan anggaran Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2015 hingga akhir Agustus 2015 ditargetkan mencapai 30%. Dengan sisa waktu tersebut, kita harus optimis dengan target pembangunan infrastruktur PUPR sebesar 93% masa akhir Desember 2015 dapat kita capai bersama melalui komitmen kerja yang tinggi, antara lain melalui langkah optimasi sistem kerja 7 hari dalam seminggu dengan 2 shift per hari,” ungkap Menteri PUPR.

Beliau mengucapkan selamat kepada para penerima tanda jasa sebagai bentuk penghargaan pemerintah atas jasa, karya dan pengabdiannya selama ini. “Saya berharap semangat dan ahkikat perjuangan para pahlawan terus dilaksanakan melalui pengabdian dalam membangun infrastruktur PUPR,” imbuh Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono.

02 September 2015 Selengkapnya

World Water Week 2015, Stockholm : Air untuk Pembangunan, Tahun untuk Mencapai Target MDGs
World Water Week 2015, Stockholm : Air untuk Pembangunan, Tahun untuk Mencapai Target MDGs

World Water Week (Pekan Air Sedunia) kembali diselenggarakan di Stockholm, Swedia, pada 23-28 Agutus 2015. Kegiatan ini dilaksanakan oleh SIWI (Stockholm International Water Institute) dan penyelenggaraan kali ini mengangkat tema Air untuk Pembangunan. Pada tahun 2014, lebih dari 3.000 orang dan 270 organisasi dari 143 negara berpartisipasi dalam Pekan Air Sedunia.

Pekan Air Sedunia adalah konferensi air global yang berfokus pada isu-isu besar dan solusi praktis. Tahun ini adalah tahun target untuk mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs). Meskipun beberapa kemajuan telah dibuat, tantangan tetap bagi masyarakat dunia untuk merumuskan, berkomitmen untuk dan untuk segera mengejar satu set baru Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (MDGs).

Para praktisi, experts, pengambil keputusan, inovator bisnis dan profesional muda dari berbagai sektor dan negara datang ke Stockholm untuk membuka dan memperluas jaringan, bertukar ide, pemikiran baru, untuk membina dan mengembangkan solusi menjawab berbagai tantangan yang berhubungan dengan air yang memang menjadi isu paling mendesak saat ini. Hal ini terjadi karena air dipercaya menjadi kunci untuk kemakmuran masa depan manusia, dan bahwa dengan bersama-sama, kita dapat menciptakan kesejahteraan dalam hal air dengan bijaksana.

Air adalah pusat tantangannya, karena ada kehidupan dan mata pencaharian, dan bahwa semua makhluk hidup lainnya, tergantung pada air. Tanpa itu kita tidak dapat mempertahankan ekonomi produktif, hidup sehat atau menghasilkan makanan, energi dan kebutuhan dasar lainnya dan komoditas.

Tahun 2015 adalah tahun target untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs). Meskipun kemajuan telah dibuat, target untuk mencapai peningkatan akses terhadap layanan dasar utama selama 15 tahun pertama abad ini tidak akan sepenuhnya tercapai. Sekitar satu miliar orang masih sulit memiliki akses ke air bersih bahkan sulit memiliki akses untuk sanitasi dasar, serta sekitar satu miliar orang masih akan hidup tanpa listrik, dan masih akan kelaparan.
Air adalah pusat tantangan ini. Kehidupan dan mata pencaharian kami, dan bahwa semua makhluk hidup lainnya, tergantung pada air. Tanpa itu kita tidak dapat mempertahankan ekonomi produktif, hidup sehat atau menghasilkan makanan, energi dan kebutuhan dasar lainnya dan komoditas.

Pekan Air Sedunia khusus mengundang para profesional muda untuk mengambil bagian memberi inspirasi, memotivasi dan memberdayakan orang-orang muda. Selain kegiatan konferensi, Pekan Air Sedunia ini juga menawarkan kunjungan lapangan untuk melihat berbagai contoh praktis pengelolaan air di sekitar Stockholm.

 

01 September 2015 Selengkapnya

Rehabilitasi Saluran Primer Raman Utara Lampung
Rehabilitasi Saluran Primer Raman Utara Lampung

Daerah Irigasi (DI) Raman Utara termasuk dalam DI Sekampung Sistem dibangun pada tahun 1959, dengan rencana luas sawah baku 6.304 ha dan luas sawah fungsional sebesar 4.207 ha, yang sumber airnya berasal dari Way Raman juga mendapat suplesi dari Way Sekampung melalui Bendung Argoruguh tampungan air buangan dari Punggur, dan Bunut serta ditambah suplesi dari KH.2.

DI Raman Utara terketak di Kabupaten Lampung Timur yang melewati tiga kecamatan Pekalongan, Batanghari Nuban dan Kecamatan Raman Utara dan juga dibangun dengan sistem bendung serta jaringan irigasi teknis dan pengendalian banjir dengan pintu penguras dan bangunan pelimpas atau mercu. DI Raman Utara termasuk daerah potensi penghasil padi dan termasuk kedalam daerah yang diandalkan untuk menyumbang produksi pangan Provinsi Lampung termasuk lumbung padi nasional. 

Pola tanam yang dilakukan oleh para petani disana adalah padi-padi-bera dengan intensitas tanam per tahun mencapai 172.73 persen dan lahan garapan terdiri dari sawah dan lahan dengan total luas rata-rata 1.15 ha per responden.

Ada beberapa permasalahan di DI Raman Utara, antara lain terjadi alih fungsi lahan yang umumnya menjadi pemukiman seperti tanaman karet, singkong, kelapa sawit sehingga mengakibatkan air tidak sampai ke areal persawahan karena air yang tersedia tidak mencukupi untuk mengaliri seluruh areal persawahan yang ada; dan harus segera melakakukan rehabilitasi saluran dan bangunan sudah banyak yang rusak agar pelayanan terhadap DI Raman Utara maksimal.

Adapun usulan untuk pekerjaan di tahun anggaran 2016 adalah melakukan rehabilitasi saluran primer Raman Utara dari BRU 10 sampai dengan BRU 19 sepanjang 12.147 m dan saluran sekunder dari BA.1 sampai dengan BA 9 sepanjang 8.286 m.

DI Raman Utara merupakan salah satu lokasi yang akan dikunjungi oleh beberapa anggota DPR Komisi V dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, dalam rangka peninjauan pembangunan infrastruktur bidang Bina Marga, SDA, dan Perumahan tanggal 19 – 20 Agustus, di Lampung.

01 September 2015 Selengkapnya

Pengisian Awal Bendungan Jatigede
Pengisian Awal Bendungan Jatigede

Bendungan Jatigede merupakan salah satu bendungan besar di Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat dengan membendung Sungai Cimanuk. Manfaat dari pembangunan Bendungan Jatigede adalah untuk mengairi lahan irigasi seluas 90.000 ha, penyediaan air baku di Kabupaten Cirebon, Indramayu, dan kawasan Balongan dengan kapasitas 3.500 lt/dt, dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 110 MW dengan produksi rata-rata 690 GWH/pertahun serta pengendalian banjir seluas 14.000 ha, dan sampai saat ini progress fisik sudah mencapai 99,76 persen dan progress keuangan 90,48 persen per 1 Agustus 2015.

Meskipun begitu masih ada beberapa kendala pembayaran ganti rugi yang dikeluhkan oleh penduduk, seperti penyesuaian harga lahan dan bangunan yang dibebaskan/mendapat ganti rugi, salah ukur dalam pembebasan/ganti rugi lahan, dan lahan dan bangunan milik masyarakat yang terlewat dan belum mendapat ganti rugi.

“Penduduk yang terkena dampak pembangunan Bendungan Jatigede, sejumlaj 10.924 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 2 kategori, yaitu kategori A sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 1975 ada 4.514 KK dan Kategori B Non Permendagri nomor 15 tahun 1975 sebanyak 6.410 KK,” ujar Mudjiadi dalam wawancara dengan majalah Gatra, Jakarta, (19/8).

Proses pembayaran dilaksanakan oleh tim fasilitasi yang diketuai oleh Asisten Pembangunan Pemerintah Kabupaten Sumedang sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR No. 204/KPTS/M/2015 yang dimulai sejak 26 Juni 2015. Kendala yang terjadi pada umumnya adalah dalam berkas yang diajukan warga belum lengkap.

Untuk pengisian Bendungan Jatigede dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pengosongan area genangan sebanyak 6.997 KK dari 10.920 KK yang dipindahkan atau sekitar 67 persen (status 14 Agustus 2015). “Tahap kedua dengan melakukan pembersihan lahan genangan, seperti tegakan di kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani ±1.389 ha progress saat ini sudah 90 persen; aset PLN Gardu listrik sebanyak 41 unit; dan rumah tidak yang berpenghuni dan bangunan lainnya, Tahap ketiga adalah pengisian Bendungan Jatigede,” jelas Mudjiadi.

Selain dilakukan pengosongan area genangan, juga dilakukan penyelamatan terhadap 48 situs yang berada di daerah genangan pembangunan Bendungan Jatigede dimana 33 situs telah selesai dipindahkan dan 15 situs belum dipindahkan. Kegiatan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bendungan yang dibangun oleh kontraktor Indonesia, yaitu Consorsium of Indonesian Contractors (CIC) terdiri dari PT. Wijaya Karya, PT. Waskita Karya, PT. Pembangunan Perumahan, dan PT Hutama Karya dan bekerjasama dengan pemerintah Cina oleh Sinohydro Corp., rencananya akan dilakukan pengisian bendungan tanggal 31 Agustus 2015.

01 September 2015 Selengkapnya

DWP Berikan Dana Bantuan Pendidikan
DWP Berikan Dana Bantuan Pendidikan

Berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 dikatakan bahwa kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah hal yang utama dan wajib dilakukan oleh setiap orang tua kepada anak. Anak merupakan calon penerus dan pemimpin bangsa sehingga harus mendapatkan pendidikan yang layak kedepannya.

Melalui Dharma Wanita Persatuan Unit Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan dana bantuan pendidikan yang setiap tahunnya selalu dilaksanakan dan selalu diberikan kepada para karyawan golongan I, II, dan honorer 80 anak setingkat SD, SMP, SMA/SMK.

“Para penerima Dana Bantuan Pendidikan sebanyak 80 anak terdiri dari Sekretariat Ditjen SDA, Direktorat Pengembangan Jaringan SDA, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Irigasi dan Rawa, Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Sungai dan Pantai, dan Dewan Sumber Daya Air Nasional,” jelas Ikke Mudjiadi selaku ketua DWP Unit Ditjen SDA, Jakarta, (21/8)

Sedangkan untuk anak-anak yang berada di balai sebanyak 111 anak dari seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan rincian, 40 anak dari BWS dan 71 anak dari BBWS. “Diharapkan dana bantuan pendidikan dapat dimanfaatkan dengan baik, guna memberikan pendidikan yang layak untuk anak kita kedepannya,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi.

01 September 2015 Selengkapnya

Sesditjen SDA Buka Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Teladan 2015 Secara Resmi
Sesditjen SDA Buka Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Teladan 2015 Secara Resmi

Ditjen SDA saat ini tengah memacu pengembangan jaringan irigasi dengan biaya yang cukup signifikan agar hasil pembangunan jaringan irigasi tersebut dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan surplus produksi padi untuk mencapai ketahanan pangan nasional.

Demi pengembangan jaringan irigasi secara berkelanjutan itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan memahami secara langsung mengenai irigasi dan perawatannya di masa mendatang sehingga Operasi dan Pemeliharaan (OP) akan irigasi tetap terjaga.

Sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi SDM tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui direktorat OP melaksanakan kegiatan Pemilihan Petugas OP Jaringan Origasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional dan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahin 2015, Yogyakarta, (24/8).

Lomba Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi dan Rawa diikuti oleh 84 peserta yang diikuti oleh 28 provinsi, sedangkan untuk lomba Pemilihan Komunitas Sungai terdiri dari 10 Wilayah Sungai.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kinerja dan mendorong peningkatan kompetensi para petugas OP jaringan irigasi dan rawa serta komunitas sungai yang baru pertama kali diadakan tahun ini," ujar Sekretaris Ditjen SDA, Hartanto.

Hartanto berharap nantinya para petugas pengamat pengairan dan juri mantri pengairan bisa mendapatkan pengalaman dan menambah ilmu baru sehingga ke depannya dapat tetap menjaga OP jaringan irigasi. Selain itu ia juga meminta agar komunitas sungai dapat mengikutsertakan masyarakat luas dalam menjaga ekosistem sungai.

01 September 2015 Selengkapnya

Ditjen SDA Selenggarakan Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Untuk Tingkatkan Kualitas SDM
Ditjen SDA Selenggarakan Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan (OP) jaringan irigasi diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Terdapat lima faktor penting dalam penyelenggaraan OP jaringan irigasi, yaitu kondisi prasarana irigasi, air irigasi, manajemen irigasi, dan kelembagaan pengelolaan irigasi serta sumber daya manusia (SDM).
Dari kelima faktor tersebut salah satunya menjadi kendala pengelolaan irigasi yaitu kurangnya jumlah SDM secara kualitas dan kuantitas. Hal ini disebabkan oleh  jamaknya SDM yang pensiun, mutasi atau promosi tanpa adanya rekrutmen kembali sehingga OP jaringan irigasi kurang dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien yang kemudian berdampak pada menurunnya kuantitas dan kualitas jaringan irigasi.
 
Berangkat dari hal tersebut, Direktorat Jenderal SDA melalui Direktorat Bina Operasi dsn Pemeliharaan melakukan Pemilihan Petugas OP Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Rawa di Yogyakarta (25/8). Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi Permukaan dan Jaringan Irigasi Rawa Tahun 2015 ini diikuti oleh berbagai petugas dan juru/mantri dari berbagai Daerah Irigasi (DI) Permukaan dan DI Rawa sebagai pengelola jaringan irigasi permukaan dan jaringan irigasi rawa tersebut.
 
“Dalam pemilihan ini tiap provinsi mengirimkan masing-masing satu peserta untuk kelompok irigasi permukaan dan satu peserta untuk kelompok irigasi rawa pada masing-masing kategori. Tiap peserta nantinya akan melakukan pemaparan di depan dewan juri mengenai kondisi lapangan di provinsinya masing-masing,” ujar Kasubdit OP Irigasi Djito selaku Ketua Panitia Penyelenggara.
 
Untuk mengikuti Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional kategori juru pengairan, tiap peserta harus memenuhi persyaratan sekurang-kurangnya lima tahun memegang posisi sebagai juru jaringan irigasi permukaan atau rawa dan sekurangnya dua tahun di wilayah kerja masing-masing.

01 September 2015 Selengkapnya

Apresiasi Pemeliharaan Sungai Oleh Masyarakat, Ditjen SDA Lakukan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai 2015
Apresiasi Pemeliharaan Sungai Oleh Masyarakat, Ditjen SDA Lakukan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai 2015

Sebagai bagian dari upaya mendorong, mengapresiasi dan memotivasi masyarakat dalam menjaga dan menata sungai, Ditjen SDA melalui Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahun 2015 di Yogyakarta (25/8). Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang pembelajaran dan unjuk kompetensi komunitas masyarakat peduli sungai dalam upaya terlaksananya operasi dan pemeliharaan sungai secara baik dan benar.

Dalam acara tersebut berbagai komunitas sungai memaparkan strategi dan solusi yang mereka lakukan dalam menangani permasalahan banjir, permukiman, sampah, kesehatan, konservasi dan ekonomi terkait dengan sungai. Kegiatan komunitas sungai ini sangat penting dalam memberikan efek perubahan terhadap perilaku dan pola pikir masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai. Perubahan ini sangat nyata dirasakan terutama dari aspek ekonomi dan konservasi.

 

Hadir antara lain Komunitas River Defender (Riau), Forum Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Way Kahuripan (Lampung), Mat Peci (DKI Jakarta), Komunitas Ekolink (Jawa Barat), Komunitas Paguyuban Ngrekso Lepen Mangku Keprabon (Jawa Tengah), Komunitas Pemerhati Kali Code (Yogyakarta), Komunitas Brantas Berdaya (Jawa Timur), Komunitas IBRA (NTB), Komunitas Peduli Sungai Kabupaten Gowa (Sulawesi Selatan), dan Komunitas HIROSI (Papua). Acara dijadwalkan berlangsung sampai tanggal 27 Agustus 2015.

01 September 2015 Selengkapnya

Sesditjen SDA Buka Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Teladan 2015 Secara Resmi   Featured
Sesditjen SDA Buka Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Teladan 2015 Secara Resmi Featured

Ditjen SDA saat ini tengah memacu pengembangan jaringan irigasi dengan biaya yang cukup signifikan agar hasil pembangunan jaringan irigasi tersebut dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan surplus produksi padi untuk mencapai ketahanan pangan nasional.

Demi pengembangan jaringan irigasi secara berkelanjutan itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan memahami secara langsung mengenai irigasi dan perawatannya di masa mendatang sehingga Operasi dan Pemeliharaan (OP) akan irigasi tetap terjaga.

Sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi SDM tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui direktorat OP melaksanakan kegiatan Pemilihan Petugas OP Jaringan Origasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional dan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahin 2015, Yogyakarta, (24/8).

Lomba Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi dan Rawa diikuti oleh 84 peserta yang diikuti oleh 28 provinsi, sedangkan untuk lomba Pemilihan Komunitas Sungai terdiri dari 10 Wilayah Sungai.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kinerja dan mendorong peningkatan kompetensi para petugas OP jaringan irigasi dan rawa serta komunitas sungai yang baru pertama kali diadakan tahun ini," ujar Sekretaris Ditjen SDA, Hartanto.

Hartanto berharap nantinya para petugas pengamat pengairan dan juri mantri pengairan bisa mendapatkan pengalaman dan menambah ilmu baru sehingga ke depannya dapat tetap menjaga OP jaringan irigasi. Selain itu ia juga meminta agar komunitas sungai dapat mengikutsertakan masyarakat luas dalam menjaga ekosistem sungai.

01 September 2015 Selengkapnya

Waduk Jatigede Infrastruktur SDA Terbesar Kedua Setelah Jatiluhur
Waduk Jatigede Infrastruktur SDA Terbesar Kedua Setelah Jatiluhur

Pembangunan Waduk Jatigede merupakan salah satu kegiatan pembangunan infrastruktur SDA dan saat ini progress fisik sebesar 99,76% dan progress keuangan 90,48%. Waduk ini akan menjadi waduk yang terbesar kedua setelah waduk Jatiluhur.

"Berkaitan dengan pengisian awal Waduk Jatigede, tahapan pengisian waduk Jatigede adalah pertama, pengosongan area genangan terdiri dari pemindahan penduduk (progress 67%, 6997 dari 10920 KK status 14 Agustus 2015), pemindahan satwa liar yang dilindungi dan penyelamatan benda bersejarah (progress 90%).Kedua, pembersihan lahan genangan terdiri dari tegakan di kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani + 1389 ha (progress 90%), asset PLN diantaranya gardu listrik (41 unit) dan sambungan rumah 3 kabel sepanjang 86,7 km dan rumah tidak berpenghuni dan bangunan lainnya. Ketiga, pengisian waduk yang akan dilaksanakan selama 219 hari denganasumsi mulai 31 Agustus 2015," jelas Imam Santoso, Kepala Pusat Bendungan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, dalam acara dialog interaktif I News, MNC Media, di Jakarta (270815).

 

Selain dilakukan pengosongan area genangan, pemerintah juga melakukan penyelamatan terhadap 48 situs yang berada di daerah genangan Waduk Jatigede dimana 33 situs telah selesai dipindahkan dan 15 situs belum dipindahkan. Kegiatan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

Manfaat Waduk Jatigede adalah untuk memenuhi kebutuhan air daerah irigasi seluas 90.000 ha, penyediaan air baku kapasitas 3,5 m3/det dengan target layanan adalah Kota Cirebon, Majalengka, Sumedang dan Indramayu, untukPLTA 110 MW dan pengendalian banjir seluas 14000 ha.

 

Menurut Edo Rahman, ahli di bidangpenangananinfrastruktur, mengatakan bahwa apabila Waduk Jatigede mempunyai banyak manfaat, hendaknya pemerintah mengkaji kembali bagaimana dampak sosial yang akan ditimbulkan di masyarakat setempat. Namun beliau berharap agar waduk ini dapat menyelesaikan permasalahan sumber daya air terutama ketika musim kemarau tiba. (bay, datinSDA)

01 September 2015 Selengkapnya

Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional 2015 Hasilkan Enam Nominator Terbaik
Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional 2015 Hasilkan Enam Nominator Terbaik

Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional 2015 yang dilaksanakan di Yogyakarta sejak 25 Agustus 2015 lalu telah memasuki tahapan pemilihan nominator terbaik. Dari total sepuluh komunitas sungai yang mengikuti lomba, terpilih enam nominator terbaik. Para komunitas yang dinominasikan tersebut yakni Komunitas Brantas Berdaya dari Jawa Timur, Komunitas IBRA dari Nusa Tenggara Barat, Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup (Matpeci) dari Jakarta, Komunitas Pemerti Kali Code dari Yogyakarta, Komunitas HIROSHI dari Papua, dan Yayasan Wakil Komunitas Peduli Sungai Kabupaten Gowa dari Sulawesi Selatan.
Widagdo selaku Ketua Tim Penjurian Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahun 2015 di depan para komunitas sungai yang hadir mengatakan sungai merupakan salah satu sumber air yang amat penting sehingga perlu dijaga dan dilestarikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Penetapan Wilayah Sungai. 
 
"Sebagai salah satu sumber air untuk kehidupan, sungai harus dijaga kelestariannya untuk menyeimbangkan kehidupan manusia di masa depan. Ketika kita merusak ekosistem sungai dengan membuang sampah sembarangan dan membangun bangunan di badan sungai, maka sungai juga akan melakukan hal yang sama dengan merusak lingkungan sekitar kita,” ujar Widagdo (26/8). "Karena itu keberadaan dan keterlibatan komunitas sungai ini sangat kami apresiasi demi terjaganya kelestarian sungai," tuturnya.
 
Lomba direncanakan akan memasuki tahapan penilaian berikutnya dimana tim dewan juri dan tim pelaksana kegiatan akan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi wilayah sungai tiap komunitas sungai yang dinominasikan. Dari hasil kunjungan tersebut dewan juri akan memberikan penilaian dan menentukan juara nasional 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3. 

01 September 2015 Selengkapnya