© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

DWP Berikan Dana Bantuan Pendidikan
DWP Berikan Dana Bantuan Pendidikan

Berdasarkan Undang-undang Dasar 1945 dikatakan bahwa kesejahteraan rakyat dan mencerdaskan kehidupan bangsa adalah hal yang utama dan wajib dilakukan oleh setiap orang tua kepada anak. Anak merupakan calon penerus dan pemimpin bangsa sehingga harus mendapatkan pendidikan yang layak kedepannya.

Melalui Dharma Wanita Persatuan Unit Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memberikan dana bantuan pendidikan yang setiap tahunnya selalu dilaksanakan dan selalu diberikan kepada para karyawan golongan I, II, dan honorer 80 anak setingkat SD, SMP, SMA/SMK.

“Para penerima Dana Bantuan Pendidikan sebanyak 80 anak terdiri dari Sekretariat Ditjen SDA, Direktorat Pengembangan Jaringan SDA, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Direktorat Jenderal Irigasi dan Rawa, Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air, Direktorat Sungai dan Pantai, dan Dewan Sumber Daya Air Nasional,” jelas Ikke Mudjiadi selaku ketua DWP Unit Ditjen SDA, Jakarta, (21/8)

Sedangkan untuk anak-anak yang berada di balai sebanyak 111 anak dari seluruh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan rincian, 40 anak dari BWS dan 71 anak dari BBWS. “Diharapkan dana bantuan pendidikan dapat dimanfaatkan dengan baik, guna memberikan pendidikan yang layak untuk anak kita kedepannya,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi.

01 September 2015 Selengkapnya

Sesditjen SDA Buka Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Teladan 2015 Secara Resmi
Sesditjen SDA Buka Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Teladan 2015 Secara Resmi

Ditjen SDA saat ini tengah memacu pengembangan jaringan irigasi dengan biaya yang cukup signifikan agar hasil pembangunan jaringan irigasi tersebut dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan surplus produksi padi untuk mencapai ketahanan pangan nasional.

Demi pengembangan jaringan irigasi secara berkelanjutan itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan memahami secara langsung mengenai irigasi dan perawatannya di masa mendatang sehingga Operasi dan Pemeliharaan (OP) akan irigasi tetap terjaga.

Sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi SDM tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui direktorat OP melaksanakan kegiatan Pemilihan Petugas OP Jaringan Origasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional dan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahin 2015, Yogyakarta, (24/8).

Lomba Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi dan Rawa diikuti oleh 84 peserta yang diikuti oleh 28 provinsi, sedangkan untuk lomba Pemilihan Komunitas Sungai terdiri dari 10 Wilayah Sungai.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kinerja dan mendorong peningkatan kompetensi para petugas OP jaringan irigasi dan rawa serta komunitas sungai yang baru pertama kali diadakan tahun ini," ujar Sekretaris Ditjen SDA, Hartanto.

Hartanto berharap nantinya para petugas pengamat pengairan dan juri mantri pengairan bisa mendapatkan pengalaman dan menambah ilmu baru sehingga ke depannya dapat tetap menjaga OP jaringan irigasi. Selain itu ia juga meminta agar komunitas sungai dapat mengikutsertakan masyarakat luas dalam menjaga ekosistem sungai.

01 September 2015 Selengkapnya

Ditjen SDA Selenggarakan Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Untuk Tingkatkan Kualitas SDM
Ditjen SDA Selenggarakan Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Untuk Tingkatkan Kualitas SDM

Penyelenggaraan Operasi dan Pemeliharaan (OP) jaringan irigasi diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan. Terdapat lima faktor penting dalam penyelenggaraan OP jaringan irigasi, yaitu kondisi prasarana irigasi, air irigasi, manajemen irigasi, dan kelembagaan pengelolaan irigasi serta sumber daya manusia (SDM).
Dari kelima faktor tersebut salah satunya menjadi kendala pengelolaan irigasi yaitu kurangnya jumlah SDM secara kualitas dan kuantitas. Hal ini disebabkan oleh  jamaknya SDM yang pensiun, mutasi atau promosi tanpa adanya rekrutmen kembali sehingga OP jaringan irigasi kurang dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien yang kemudian berdampak pada menurunnya kuantitas dan kualitas jaringan irigasi.
 
Berangkat dari hal tersebut, Direktorat Jenderal SDA melalui Direktorat Bina Operasi dsn Pemeliharaan melakukan Pemilihan Petugas OP Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Rawa di Yogyakarta (25/8). Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi Permukaan dan Jaringan Irigasi Rawa Tahun 2015 ini diikuti oleh berbagai petugas dan juru/mantri dari berbagai Daerah Irigasi (DI) Permukaan dan DI Rawa sebagai pengelola jaringan irigasi permukaan dan jaringan irigasi rawa tersebut.
 
“Dalam pemilihan ini tiap provinsi mengirimkan masing-masing satu peserta untuk kelompok irigasi permukaan dan satu peserta untuk kelompok irigasi rawa pada masing-masing kategori. Tiap peserta nantinya akan melakukan pemaparan di depan dewan juri mengenai kondisi lapangan di provinsinya masing-masing,” ujar Kasubdit OP Irigasi Djito selaku Ketua Panitia Penyelenggara.
 
Untuk mengikuti Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional kategori juru pengairan, tiap peserta harus memenuhi persyaratan sekurang-kurangnya lima tahun memegang posisi sebagai juru jaringan irigasi permukaan atau rawa dan sekurangnya dua tahun di wilayah kerja masing-masing.

01 September 2015 Selengkapnya

Apresiasi Pemeliharaan Sungai Oleh Masyarakat, Ditjen SDA Lakukan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai 2015
Apresiasi Pemeliharaan Sungai Oleh Masyarakat, Ditjen SDA Lakukan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai 2015

Sebagai bagian dari upaya mendorong, mengapresiasi dan memotivasi masyarakat dalam menjaga dan menata sungai, Ditjen SDA melalui Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan menyelenggarakan kegiatan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahun 2015 di Yogyakarta (25/8). Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang pembelajaran dan unjuk kompetensi komunitas masyarakat peduli sungai dalam upaya terlaksananya operasi dan pemeliharaan sungai secara baik dan benar.

Dalam acara tersebut berbagai komunitas sungai memaparkan strategi dan solusi yang mereka lakukan dalam menangani permasalahan banjir, permukiman, sampah, kesehatan, konservasi dan ekonomi terkait dengan sungai. Kegiatan komunitas sungai ini sangat penting dalam memberikan efek perubahan terhadap perilaku dan pola pikir masyarakat dalam menjaga lingkungan sungai. Perubahan ini sangat nyata dirasakan terutama dari aspek ekonomi dan konservasi.

 

Hadir antara lain Komunitas River Defender (Riau), Forum Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Way Kahuripan (Lampung), Mat Peci (DKI Jakarta), Komunitas Ekolink (Jawa Barat), Komunitas Paguyuban Ngrekso Lepen Mangku Keprabon (Jawa Tengah), Komunitas Pemerhati Kali Code (Yogyakarta), Komunitas Brantas Berdaya (Jawa Timur), Komunitas IBRA (NTB), Komunitas Peduli Sungai Kabupaten Gowa (Sulawesi Selatan), dan Komunitas HIROSI (Papua). Acara dijadwalkan berlangsung sampai tanggal 27 Agustus 2015.

01 September 2015 Selengkapnya

Sesditjen SDA Buka Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Teladan 2015 Secara Resmi   Featured
Sesditjen SDA Buka Pemilihan Petugas OP Irigasi dan Rawa Teladan 2015 Secara Resmi Featured

Ditjen SDA saat ini tengah memacu pengembangan jaringan irigasi dengan biaya yang cukup signifikan agar hasil pembangunan jaringan irigasi tersebut dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan surplus produksi padi untuk mencapai ketahanan pangan nasional.

Demi pengembangan jaringan irigasi secara berkelanjutan itu dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan memahami secara langsung mengenai irigasi dan perawatannya di masa mendatang sehingga Operasi dan Pemeliharaan (OP) akan irigasi tetap terjaga.

Sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi SDM tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui direktorat OP melaksanakan kegiatan Pemilihan Petugas OP Jaringan Origasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional dan Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahin 2015, Yogyakarta, (24/8).

Lomba Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi dan Rawa diikuti oleh 84 peserta yang diikuti oleh 28 provinsi, sedangkan untuk lomba Pemilihan Komunitas Sungai terdiri dari 10 Wilayah Sungai.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kinerja dan mendorong peningkatan kompetensi para petugas OP jaringan irigasi dan rawa serta komunitas sungai yang baru pertama kali diadakan tahun ini," ujar Sekretaris Ditjen SDA, Hartanto.

Hartanto berharap nantinya para petugas pengamat pengairan dan juri mantri pengairan bisa mendapatkan pengalaman dan menambah ilmu baru sehingga ke depannya dapat tetap menjaga OP jaringan irigasi. Selain itu ia juga meminta agar komunitas sungai dapat mengikutsertakan masyarakat luas dalam menjaga ekosistem sungai.

01 September 2015 Selengkapnya

Waduk Jatigede Infrastruktur SDA Terbesar Kedua Setelah Jatiluhur
Waduk Jatigede Infrastruktur SDA Terbesar Kedua Setelah Jatiluhur

Pembangunan Waduk Jatigede merupakan salah satu kegiatan pembangunan infrastruktur SDA dan saat ini progress fisik sebesar 99,76% dan progress keuangan 90,48%. Waduk ini akan menjadi waduk yang terbesar kedua setelah waduk Jatiluhur.

"Berkaitan dengan pengisian awal Waduk Jatigede, tahapan pengisian waduk Jatigede adalah pertama, pengosongan area genangan terdiri dari pemindahan penduduk (progress 67%, 6997 dari 10920 KK status 14 Agustus 2015), pemindahan satwa liar yang dilindungi dan penyelamatan benda bersejarah (progress 90%).Kedua, pembersihan lahan genangan terdiri dari tegakan di kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani + 1389 ha (progress 90%), asset PLN diantaranya gardu listrik (41 unit) dan sambungan rumah 3 kabel sepanjang 86,7 km dan rumah tidak berpenghuni dan bangunan lainnya. Ketiga, pengisian waduk yang akan dilaksanakan selama 219 hari denganasumsi mulai 31 Agustus 2015," jelas Imam Santoso, Kepala Pusat Bendungan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, dalam acara dialog interaktif I News, MNC Media, di Jakarta (270815).

 

Selain dilakukan pengosongan area genangan, pemerintah juga melakukan penyelamatan terhadap 48 situs yang berada di daerah genangan Waduk Jatigede dimana 33 situs telah selesai dipindahkan dan 15 situs belum dipindahkan. Kegiatan ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

 

Manfaat Waduk Jatigede adalah untuk memenuhi kebutuhan air daerah irigasi seluas 90.000 ha, penyediaan air baku kapasitas 3,5 m3/det dengan target layanan adalah Kota Cirebon, Majalengka, Sumedang dan Indramayu, untukPLTA 110 MW dan pengendalian banjir seluas 14000 ha.

 

Menurut Edo Rahman, ahli di bidangpenangananinfrastruktur, mengatakan bahwa apabila Waduk Jatigede mempunyai banyak manfaat, hendaknya pemerintah mengkaji kembali bagaimana dampak sosial yang akan ditimbulkan di masyarakat setempat. Namun beliau berharap agar waduk ini dapat menyelesaikan permasalahan sumber daya air terutama ketika musim kemarau tiba. (bay, datinSDA)

01 September 2015 Selengkapnya

Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional 2015 Hasilkan Enam Nominator Terbaik
Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional 2015 Hasilkan Enam Nominator Terbaik

Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional 2015 yang dilaksanakan di Yogyakarta sejak 25 Agustus 2015 lalu telah memasuki tahapan pemilihan nominator terbaik. Dari total sepuluh komunitas sungai yang mengikuti lomba, terpilih enam nominator terbaik. Para komunitas yang dinominasikan tersebut yakni Komunitas Brantas Berdaya dari Jawa Timur, Komunitas IBRA dari Nusa Tenggara Barat, Komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung dan Lingkungan Hidup (Matpeci) dari Jakarta, Komunitas Pemerti Kali Code dari Yogyakarta, Komunitas HIROSHI dari Papua, dan Yayasan Wakil Komunitas Peduli Sungai Kabupaten Gowa dari Sulawesi Selatan.
Widagdo selaku Ketua Tim Penjurian Pemilihan Komunitas Peduli Sungai Tingkat Nasional Tahun 2015 di depan para komunitas sungai yang hadir mengatakan sungai merupakan salah satu sumber air yang amat penting sehingga perlu dijaga dan dilestarikan sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Penetapan Wilayah Sungai. 
 
"Sebagai salah satu sumber air untuk kehidupan, sungai harus dijaga kelestariannya untuk menyeimbangkan kehidupan manusia di masa depan. Ketika kita merusak ekosistem sungai dengan membuang sampah sembarangan dan membangun bangunan di badan sungai, maka sungai juga akan melakukan hal yang sama dengan merusak lingkungan sekitar kita,” ujar Widagdo (26/8). "Karena itu keberadaan dan keterlibatan komunitas sungai ini sangat kami apresiasi demi terjaganya kelestarian sungai," tuturnya.
 
Lomba direncanakan akan memasuki tahapan penilaian berikutnya dimana tim dewan juri dan tim pelaksana kegiatan akan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi wilayah sungai tiap komunitas sungai yang dinominasikan. Dari hasil kunjungan tersebut dewan juri akan memberikan penilaian dan menentukan juara nasional 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3. 

01 September 2015 Selengkapnya

Pemilihan Petugas O&P Jaringan Irigasi Permukaan dan Irigasi Rawa Teladan Tingkat Nasional Tahun 2015 Masuki Tahapan Penilaian Pemaparan Kinerja Peserta
Pemilihan Petugas O&P Jaringan Irigasi Permukaan dan Irigasi Rawa Teladan Tingkat Nasional Tahun 2015 Masuki Tahapan Penilaian Pemaparan Kinerja Peserta

Hari ke-tiga pelaksanaan Pemilihan Petugas O&P Jaringan Irigasi Permukaan dan Irigasi Rawa Teladan Tingkat Nasional Tahun 2015 yang berlangsung di Yogyakarta sejak 24 Agustus 2015, memasuki tahapan penilaian masing-masing kategori. Ada empat kategori yang dilombakan yaitu kategori Pengamat/UPTD Jaringan Irigasi Permukaan Teladan, kategori Pengamat/UPTD Jaringan Irigasi Rawa Teladan, kategori Juru/Mantri Irigasi Permukaan Teladan, dan kategori Juru/Mantri Irigasi Rawa Teladan.

Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan Ditjen SDA selaku penyelenggara Pemilihan Petugas O&P Jaringan Irigasi Permukaan dan Irigasi Rawa Teladan membagi penilaian peserta menjadi dua kriteria, yaitu penilaian paparan /presentasi petugas O&P dengan bobot penilaian sebesar 40%, dan penilaian kinerja O&P di lapangan dengan bobot penilaian sebesar 60%.

Dalam kategori Pengamat/UPTD Jaringan Irigasi Permukaan dan Irigasi Rawa Teladan, masing-masing peserta melakukan pemaparan di depan dewan juri selama 20 menit. Dewan juri kemudian mengajukan pertanyaan dan melakukan penilaian terhadap pemaparan peserta yang meliputi lima indikator yakni kinerja sistem irigasi/rawa, upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja sistem irigasi/rawa, upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja sistem irigasi/rawa, kegiatan operasi dan kegiatan pemeliharaan.

Hadir sebagai peserta kategori Pengamat/UPTD Irigasi Permukaan antara lain perwakilan dari Provinsi NTT, NTB, Bali, Maluku, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan Lampung. Sementara dalam kategori Pengamat/UPTD Irigasi Rawa, hadir antara lain perwakilan dari Provinsi Papua, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Riau dan Bengkulu.

Acara dijadwalkan berlanjut hingga esok hari yang memasuki tahapan penilaian kinerja operasi dan pemeliharaan di lapangan.

01 September 2015 Selengkapnya

SODETAN KALI CILIWUNG MEMASUKI TAHAP PENGEBORAN
SODETAN KALI CILIWUNG MEMASUKI TAHAP PENGEBORAN

“Kondisi saat ini untuk lubang pertama sudah selesai sampai dengan arriving shaftdan lubang kedua sudah hampir 400 M dari 600 meter jarak outlet ke arriving shaft. Pengerjaan dari sisi inlet ke arriving shaft belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu pembebasan tanah oleh Pemprov DKI Jakarta. Dimana lahan tersebut akan digunakan untuk mobilisasi alat bor,” jelas Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, T.Iskandar saat meninjau pengerjaan proyek Sodetan Kali Ciliwung di Jakarta, (27/8).

Terkait hal tersebut Hartanto mengatakan agar proyek Sodetan Kali Ciliwung terus dipantau dan mengenai pembebasan lahan, jika sudah selesai maka pekerjaan harus segera dilanjutkan agar selesai tepat waktu.

 

Proyek Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Baratini merupakan bagian dari pelaksanaan program pengendalian banjir di Provinsi DKI Jakarta dan merupakan program Direktif Presiden yang bertujuan untuk mengurangi banjir dengan membuat saluran terowongan bawah tanah yang menghubungkan Kali Ciliwung dengan Kanal Banjir Timur (KBT) melalui Kali Cipinang, sehingga sebagian debit air pada saat banjir di Kali Ciliwung dapat dialihkan minimal sebesar 60 m³/detik, dengan kondisi elevasi muka air Kali Ciliwung di atas ±12.30 setelah dinormalisasi dan elevasi muka air normal di Kali Cipinang setelah dinormalisasi hingga Daerah Pengaliran Sungai (DPS) 3 KBT. Lokasi proyek tersebut berawal dari Kali Cilwung kelurahan Bidara Cina, dan akhir sodetan di Kali Cipinang atau Kanal Banjir Timur kelurahan Cipinang Besar Selatan.

Turut hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Hartanto, Direktur Pengembangan Jaringan SDA, Widiarto, Kepala BBWS Ciliwung Cisadane, Iskandar dan beberapa para pejabat lainnya di lingkungan Kementerian PUPR.

01 September 2015 Selengkapnya

Sesditjen SDA Tutup Pemilihan Petugas OP Irigasi Rawa dan Komunitas Sungai Teladan 2015 Secara Resmi
Sesditjen SDA Tutup Pemilihan Petugas OP Irigasi Rawa dan Komunitas Sungai Teladan 2015 Secara Resmi

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Hartanto menutup secara resmi acara Pemilihan Petugas Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan serta Pemilihan Komunitas Sungai Teladan Tingkat Nasional 2015 di Yogyakarta (28/8). Dalam pidato penutupan acara yang berlangsung sejak tanggal 25 Agustus 2015 lalu ini, Harto menyatakan harapannya tentang pelaksanaan acara.

"Saya mengharapkan di masa depan acara ini tidak menjadi sekedar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ajang berbagi pengalaman, ilmu, kemampian, dan motivasi antara sesama petugas operasi dan pemeliharaan khususnya, serta insan sumber daya air umumnya," ujar Hartanto.

Dalam acara penutupan tersebut panitia penyelenggara mengumumkan para nominasi terbaik dari enam kategori pemilihan. Dari kategori Pengamat/UPTD Irigasi Permukaan 1 terpilih wakil dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk kategori Pengamat/UPTD Irigasi Permukaan 2 terpilih wakil dari Provinsi Aceh, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Utara. Sementara untuk kategori Pengamat/UPTD Irigasi Rawa terpilih wakil dari Provinsi Kalimantan Selatan, Papua, dan Sulawesi Tengah.

Dalam kategori Juru/Mantri Irigasi Permukaan 1, peserta dari Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah terpilih sebagai nominasi. Untuk kategori Juru/Mantri Irigasi Permukaan 2 diisi oleh peserta dari Provinsi Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Banten. Sementara untuk kategori Juru/Mantri Irigasi Rawa, peserta dari Provinsi Papua, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan berhasil terpilih sebagai nominasi.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat dari panitia penyelenggara kepada peserta secara simbolis. Diharapkan di masa depan acara ini dapat diperbesar ruang lingkupnya menjadi sekelas jambore operasi dan pemeliharaan irigasi, untuk mendapatkan perhatian yang lebih baik dari masyarakat dan pemerintah.

01 September 2015 Selengkapnya

Presiden Jokowi Kunjungi Lokasi Pembangunan Bendungan Tugu
Presiden Jokowi Kunjungi Lokasi Pembangunan Bendungan Tugu

BRANTAS – Selasa (25/8) pada pukul 16.00 WIB Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi melakukan peninjauan lokasi pekerjaan pembangunan Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur (25/08/15). Turut dihadiri oleh Menteri PUPR, Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Hermanto Dardak, Kepala Pusat Bendungan, Imam Santoso, Bupati Trenggalek, Mulyadi WR, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas, Amir Hamzah, Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Pramono Anung Wibowo , Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dan istri, Nina Kirana Soekarwo.

Acara penyambutan sederhana dilanjutkan dengan pemaparan maket Bendungan Tugu serta laporan progres fisik dan keuangan yang dicapai sampai dengan 15 Agustus 2015. Pembangunan Bendungan Tugu ditargetkan selesai pada 2017 mendatang. Presiden RI, Joko Widodo juga menyempatkan diri turun ke lapangan untuk meninjau proses pekerjaan stocpile dan pekerjaan di daerah genangan.

"Saya ingin cek bahwa progres pekerjaan berjalan dan target 2017 selesai. Tahun ini dimulai dikerjakan meski baru 15% tidak apa-apa. Perkembangan di lapangan saya cek dan semua program ada perkembangannya," ujar Presiden Jokowi.

Jokowi menjelaskan, pembangunan Bendungan Tugu saat ini terus dilakukan untuk mencapai target yang diharapkan. Ia berharap, bila ada masalah dalam pembebasan, bupati dan kementerian terkait bisa menyelesaikan dengan baik.

"Kemarin masalahnya di pembebasan, setelah tidak ada masalah bisa dimulai. Nanti Pak Bupati yang mengurus untuk pembebasan," sambung Presiden Jokowi.

Dengan pembangunan waduk ini, kata Presiden Jokowi, pengelolaan air di kawasan Kabupaten Trenggalek dapat dilakukan dengan baik, terutama saat musim kemarau datang.

"Selain untuk listrik, bisa juga mengairi irigasi seluas 1.200 hektare. Bisa untuk wisata listrik dan juga air minum. Dengan melimpahnya air harus dapat tidak dikelola dan diatur dengan baik sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung," tambahnya.

Kepala BBWS Brantas Kementerian PUPR M. Amir Hamzah, mengatakan bahwa lahan yang dibebaskan untuk pembangunan waduk mencapai 104 hektare.

"Proses pembebasan lahan sampai dengan Juni 2015 yaitu 27,5 hektare dari 70 hektare dan akan terus dilakukan hingga 2016,dan proses alih fungsi hutan lindung 18 hektare, diproses oleh Perhutani dan baru dilakukan tukar guling setelah ada alih fungsi dari hutan lindung ke hutan produksi," kata Kepala BBWS Brantas.

Waduk Tugu, menurut M. Amir Hamzah, memiliki berbagai fungsi selain fungsi utamanya mengairi areal persawahan dan penanganan air di Trenggalek.

"Fungsi bendungan mengairi irigasi 1.200 hektare. Air baku berasal dari 3 desa dengan kecepatan 400 liter per detik, 8.000 jiwa. Ada potensi listrik tapi kecil, selain atasi banjir bisa juga digunakan untuk pariwisata," tambah Kepala BBWS Brantas.

Ir. M. Amir Hamzah, MM mengatakan, bendungan tersebut berukuran cukup tinggi, yakni 80 meter dari dasar sungai dan mempunyai ukuran fondasi seluas 105 meter. "Jadi kita akan gali sampai 20 meter, volume tampungan 9 juta meter kubik," imbuh dia.

Usai menguninjau Waduk, Jokowi membagikan 4 kartu sakti kepada ratusan warga Trenggalek di Balai Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Kartu sakti itu yakni Kartu‎ Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dan Kartu Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat (KASPDB).

01 September 2015 Selengkapnya

Menteri PUPR Lakukan Pengisian Awal Waduk Jatigede
Menteri PUPR Lakukan Pengisian Awal Waduk Jatigede

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono melakukan pengisian awal (initial impounding) Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat (31/8). Dengan luas catchment area mencapai 1.462 km2 dan volume efektif sebesar 877 juta m3, menjadikan Waduk Jatigede sebagai waduk terbesar ke-dua di Indonesia, setelah Waduk Jatiluhur. Pengisian awal itu ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti secara langsung oleh Basuki Hadimuljono.

Dalam kesempatan itu Basuki Hadimuljono menyampaikan apresiasi dan terimakasih pada semua pihak atas selesainya pembangunan Waduk Jatigede. "Pembangunan Waduk Jatigede ini sejatinya adalah upaya pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat. Karena itu atas segala upaya semua pihak untuk menanggulangi permasalahan yang ditemui sepanjang pembangunan Waduk Jatigede, saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya," tutur Basuki.

Terletak di Daerah Aliran Sungai Cimanuk, pembangunan Waduk Jatigede pertama kali digagas pada tahun 1963, yang diikuti dengan detail design pada tahun 1986 oleh Konsultan SMEC, Australia. Setelah direview kembali pada tahun 2004, Waduk Jatigede mendapatkan sertifikasi desain dari Menteri Pekerjaan Umum pada 23 Februari 2006. Pembangunan fisik Waduk Jatigede sendiri menghabiskan waktu normal 65 normal dengan nilai kontrak mencapai USD 467 juta.

Pembangunan Waduk Jatigede merupakan bagian dari rencana jangka panjang ketahanan pangan melalui peningkatan produksi padi dengan pemanfaatan jaringan irigasi yang telah ada semaksimal mungkin. Setelah beroperasi penuh, Waduk Jatigede diharapkan memberikan manfaat penyediaan air untuk daerah irigasi seluas 90 ribu hektar; penyediaan air baku bagi 100 ribu KK di Kabupaten Sumedang, Majalengka, Cirebon dan Indramayu; pembangkit listrik berkapasitas 110 Megawatt; pengendalian banjir; dan pariwisata di kawasan waduk.

Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua BPK RI, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung, para anggota Komisi V DPR RI, Bupati Sumedang, Bupati Majalengka, Bupati Cirebon, para senior Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan para pejabat terkait dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan kota.

01 September 2015 Selengkapnya