Pengumuman ( 5):

Kategori Berita SDA


Pembahasan MoU Pemkot Tangsel dan Ditjen SDA Diharapkan Dapat Menanggulangi Permasalahan Situ di Tangerang Selatan

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum bersama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan bekerjasama untuk mengatasi permasalahan situ yang ada di Tangerang Selatan. Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur Pasal 30 Ayat 8 mengatakan situ adalah suatu wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang airnya berasal dari tanah atau air permukaan sebagai siklus hidrologis yang merupakan salah satu bentuk kawasan lindung. “Beberapa situ di Tangerang Selatan masih berada di wilayah Sungai Ciliwung Cisadane yang merupakan kewenangan pusat. Belum ditetapkannya peraturan pemerintah tentang situ/rawa/danau menyebabkan pembagian kewenangan pengelolaan situ belum tersedia,” ujar Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam kunjungan kerja ke Kantor Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Jakarta, (27/6).

Normalisasi Sungai Upayakan Kurangi Resiko Banjir

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum melaksanakan normalisasi Sungai Ciliwung untuk mengurangi dampak banjir yang terjadi di Jakarta. Pelaksanaan kegiatan normalisasi sungai ini dilakukan untuk menanggulangi banjir yang terjadi hampir tiap tahunnya di Jakarta. Yang menjadi penyebab banjir di Jakarta adalah kurangnya ruang terbuka hijau, dan ±50 persen daerah di Jakarta merupakan dataran rendah seperti di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. “Lokasi pelaksanaan normalisasi Sungai Ciliwung dimulai dari Gunung Salak, Bogor, Depok, dan akan bermuara di Jakarta,” ujar Kepala BBWS Ciliwung Cisadane T. Iskandar dalam acara Public Corner Metro TV, Jakarta, (23/6).

Mengurangi Dampak Resiko Banjir di Perkotaan

Untuk menanggulangi bahaya banjir yang terjadi di Indonesia, khususnya daerah perkotaan pemerintah melakukan beberapa cara untuk mengurangi dampak resiko banjir diantaranya adalah dengan melakukan pengelolaan tata guna lahan di hulu dan melaksanakan pembangunan infrastruktur. “Pengelolaan tata guna lahan di hulu adalah dengan membuat delineasi zona resiko banjir dan merumuskan tata guna lahan yang sesuai dengan resiko banjir dalam zonasi,” ujar Bireun Drajana, Kepala Subdit Perencanaan Teknis Sungai dan Pantai mewakili Direktur Sungai dan Pantai dalam acara Workshop on Preparation of Design Guideline for River Engineering, Jakarta, (11/6).

More Than Half of the Total Reservoir in Indonesia are Located in Java Island

The Director General of Water Resources Ministry of Public Works, Mohamad Hasan, delivered his presentation titled “Overall Picture on The Dam Management and Development in Indonesia”, at 82nd Annual Meeting of ICOLD, in Bali (4/6). “Indonesia has enormous potential of water availability. Total rainfall falls through out is about 4,000 billion m3/year. However, the challenge remains on an unbalance distribution spatially as well as temporally,” he explained. He gave Java Island as an example which has only about 4.5 percent of total water potency. On the other hand, this country must serve 57.5 percent of the national population who live in Java Island.

Konsultasi Regional OP Sumber Daya Air

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) terus membangun dan merehabilitasi serta melakukan operasi dan pemeliharaan (OP) tampungantampungan air di seluruh Indonesia. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan air dan mengurangi krisis air, dimana kita berlimpah air di saat musim penghujan dan kesulitan air ketika musim kemarau. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Bina OP Sumber Daya Air, Hari Suprayogi, mewakili Direktur Jenderal Sumber Daya Air dalam acara Konsultasi Regional Operasi dan Pemeliharaan Sumber daya Air 2014, di Gorontalo (03014).

Kerjasama Kementerian PU dengan Pemprov DKI Jakarta

Dalam menangani masalah banjir di ibukota Jakarta, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum bekerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan. Salah satu hambatan dalam pekerjaan normalisasi Kali Pesanggrahan adalah pembebasan lahan. Berkaitan dengan hal tersebut dilakukan penandatanganan MOU antara Kementerian PU dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Lembaga Pendidikan POLRI. Penandatanganan MOU ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan normalisasi kali pesanggrahan yang melewati tanah POLRI di sekolah polisi wanita di pasar jumat. Sekolah polwan yang dibebaskan seluas 2.1 ha.

Kementerian PU dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Kelola Tata Air Tambak

Dalam meningkatkan taraf hidup nelayan sesuai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) dan meningkatkan komoditas non migas maka dilaksanakan pengembangan budidaya tambak pada kawasan minapolitan serta koordinasi dan sinkronisasi program/kegiatan baik di tingkat kementerian, provinsi maupun kabupaten/kota sehingga dapat mendukung tersedianya jaringan irigasi tambak yang handal bagi petambak. "Kerjasama pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi antara Kemen PU dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah terjalin lama. Setiap tahun telah dilakukan koordinasi dan sinkronisasi program/kegiatan antara Kemen PU dengan KKP terkait irigasi tambak,” jelas Staf Ahli Menteri PU bidang Pengembangan Keahlian dan Tenaga Fungsional, Imam Agus Nugroho dalam acara Workshop Sinkronisasi Program Tambak di Semarang, Jawa Tengah, (19/5).

Rawa Menunjang Produksi Beras

Luas rawa di Indonesia saat ini 33,4 juta Ha atau sekitar 17 persen dari luas daratan yang ada. Dari potensi luasan tersebut 1,8 juta ha sudah dikembangkan oleh pemerintah untuk kepentingan penyediaan pangan, namun produktivitasnya masih relatif rendah. “Hal tersebut terlihat dari kontribusi produksi beras yang dihasilkan oleh irigasi rawa yang baru mencapai 5 persen dari produksi beras di Indonesia. Kondisi tersebut menciptakan tantangan tersendiri untuk mencari upaya pengembangan lahan irigasi rawa dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air Moh. Hasan, dalam acara Seminar dan Sarasehan Irigasi dan Rawa dengan tema Strategi Pengelolaan Irigasi dan Rawa Berkelanjutan Mendukung Ketahan Pangan Nasional Dalam Perspektif Perubahan Iklim Global, di Palembang, (16/5/14).

Peran TKPSDA Dukung Pengelolaan SDA Terpadu

Dunia saat ini sedang dihadapkan pada tiga tantangan besar yaitu ketahanan air, ketahanan pangan dan ketersediaan energi. Hal tersebut diiringi dengan peningkatan jumlah populasi, dimana pada tahun 2011 jumlah penduduk bumi sudah mencapai 7 milyar jiwa dan akan terus meningkat menjadi 9 milyar jiwa pada tahun 2050 (united nation, 2011). Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, dalam acara Lokakarya Peranan tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Dalam Peningkatan Kinerja Pengelolaan SDA Dalam Rangka Peringatan Hari Air Dunia XXII Tahun 2014, di Jakarta (14014).

Pelantikan eselon I dan II Kementerian Pekerjaan Umum: Tahun 2014 Tantangan untuk Kerja Keras dan Optimalkan Anggaran

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, melantik pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (9/5). Dalam pelantikan tersebut, pejabat-pejabat di lingkungan Ditjen Sumber Daya Air (SDA) yang dilantik antara lain, Ir. Imam Santoso, M.Sc yang sebelumnya Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana menjadi DIrektur Sungai dan Pantai, menggantikan Pitoyo Subandrio yang telah memasuki masa purna bakti. Selanjutnya, Ir. Bobby Prabowo, CES yang sebelumnya menjabat Kepala Sub Direktorat Perencanaan Teknis Direktorat Irigasi, dilantik menjadi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana menggantikan Imam Santoso.

Pameran Hari Air Dunia VII 2014

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak membuka Pameran Hari Air Dunia XXII Tahun 2014 di Jakarta (080514). Pameran HAD dengan tema Air dan Energi akan dilaksanakan selama tiga hari sejak tanggal 8 – 10 Mei 2014. Hermanto Dardak, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, mewakili Menteri Pekerjaan Umum, mengatakan tema tersebut merupakan wujud ekspresi global dan bentuk keprihatinan bahwa kondisi ketersediaan air semakin menipis dan langka. “Air dan Energi merupakan fungsi air dalam menghasilkan energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air. Kita juga sudah melakukan pemanfaatan energi dari air. Saat ini pemanfaatan energi di seluruh Indonesia baru 4.000 Mw dari air dengan hydropower. Paling tidak sekitar 75.000 MW menjadi potensi energi terbarukan. Energi bersih akan menjadi target pemerintah selanjutnya agar masyarakat bisa merasakan tenaga listrik dari air ini,” jelasnya.

Kementerian PU Dukung Pembangunan Infrastruktur di Semua Wilayah

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu cara untuk mendorong perkembangan suatu wilayah, seperti pembangunan infrastruktur di bidang sumber daya air selain mampu meningkatkan ketahanan air dan ketahanan pangan tetapi juga dapat mengendalikan daya rusak sumber daya air yang ditimbulkan. "Meningkatkan ketahanan air tidak hanya dengan membangun tampungan air semata, yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana agar sumber daya air yang ada dapat terus lestari dan terjaga.

Gerakan Peduli Situ dan Sungai

“Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) yang berkelanjutan merupakan upaya dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi penyelenggaraan konservasi SDA, pendayagunaan SDA, dan pengendalian daya rusak air. ketiga kegiatan tersebut harus didukung oleh Sistem Informasi SDA dan Pemberdayaan Masyarakat,” ujar Djoko Kirmanto dalam acara Gerakan Peduli Situ dan Sungai, Situ Cipicung, Bogor, Jawa Barat, (7/5).

Selamatkan Air dan Energi

Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke-22 tahun 2014 dengan tema Air dan Energi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum bekerjasama dengan ikatan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyelenggarakan Festival Hari Air Dunia (World Water Festival) di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok (030514). Acara ini dihadiri oleh Widiarto, Sekretaris Dewan Sumber Daya Air Nasional, Ikatan Mahasiswa Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia, dan para peserta lomba. Festival Hari Air Dunia tahun ini diisi dengan lomba mewarnai (tingkat TK), lomba menggambar (tingkat SD), lomba poster ilmiah dan paduan suara (tingkat SMP), lomba penelitian ilmiah dan jingle (tingkat SMA). Peserta yang merupakan para pelajar TK, SD SMP dan SMA berasal dari sekolah di berbagai wilayah seperti Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor.

Pengisian Awal Waduk Jatibarang

"Pembangunan Waduk Jatibarang merupakan salah satu kegiatan pengembangan sarana dan prasarana dari Pekerjaan Umum, yang merupakan tugas pokok dan fungsi dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU)," ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam acara Impounding (pengisian awal waduk) Waduk Jatibarang, Semarang, (5/6). Pelaksanaan pembangunan Waduk Jatibarang berawal dari terjadinya bencana banjir besar di Kota Semarang pada tahun 1973, 1988, 1990, dan 1993. Setelah musibah banjir di tahun 1990 yang menelan korban jiwa sebanyak 47 orang, Pemerintah Indonesia mengajukan permintaan bantuan kepada Pemerintah Jepang dan kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan Master Plan & feasibility study oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) pada tahun 1992-1993.

  • Tentang Ditjen SDA

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Bantuan


    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Gd. Ditjen Sumber Daya Air 
    Kementerian PUPR
    JL. Pattimura 20, Kebayoran Baru 
    Jakarta - Indonesia - 12110 
    Phone/Fax: (021)-7396616 (Hunting)
    Email: kompusda[at]pu.go.id atau kompu.sda[at]gmail.com

  • Publikasi

  • Media Sosial Kami