© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Infrastruktur SDA Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan Riau
Infrastruktur SDA Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kepulauan Riau

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto meresmikan beberapa infrastruktur sumber daya air yaitu Tampungan Air Baku Kolong Enam, Kabupaten Bintan; Embung Pulau Nipa, Kota Batam dan Pengaman Pantai Pulau Laut, Kabupaten Natuna, di Batam, Kepulauan Riau (280914).

Proyeksi kebutuhan air baku Pulau Bintan pada tahun 2015 adalah sekitar 120 lt/det berbanding dengan air baku tersedia sebesar 97 lt/det sehingga terdapat defisit sebesar 231 lt/det, sehingga dilakukan peningkatan tampungan air baku Kolong Enam. Pekerjaan fisik konstruksi dilakukan dalam 2 (dua) tahun anggaran dengan biaya sebesar Rp. 7.976.087.000 pada tahun 2012 dan Rp. 8.128.304.000 pada tahun 2013.

 

Pembangunan Embung Pulau Nipa dilaksanakan dalam dua tahun anggaran yaitu 2012 dan 2013 dengan total biaya sebesar Rp. 8.328.503.000 dan memberikan manfaat untuk melayani kebutuhan air baku bagi seluruh personil penjaga perbatasan NKRI di Pulau Nipa sampai dengan maksimal sekitar 1000 orang (asumsi kebutuhan harian 100 lt/org. Pekerjaan Pengaman Pantai Pulau Laut merupakan bentuk komitmen dan perhatian Pemerintah Pusat terhadap pembangunan kawasan perbatasan dan telah dilaksanakan sejak tahun anggaran 2010 hingga 2014 dengan biaya Rp. 1,9 milyar yang berasal dari dana APBN.

 

“Saya mengharapkan agar proyek-proyek infrastruktur yang telah dibangun dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, melancarkan konektivitas dari satu daerah ke daerah lain, mendukung pemerataan pembangunan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepulauan Riau,” kata Djoko Kirmanto

 

Peresmian ini turut dihadiri oleh Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani, Anggota Komisi V DPR RI, Nusyirwan, Walikota Batam, Ahmad Dahlan, Direktur Jenderal SDA, Mudjiadi, Direktur Jenderal Bina Marga, Djoko Murjanto, Direktur Jenderal Penataan Ruang, Basoeki Hadimoeljono dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian PU, Djoko Mursito.

01 September 2014 Selengkapnya

Kunjungan Kerja Bupati Lombok Barat
Kunjungan Kerja Bupati Lombok Barat

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam rangka percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lombok Barat.


“Dibutuhkan banyak infrastruktur khususnya prasarana sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan multi sektor di Kabupaten Lombok Barat, baik sektor pangan, pariwisata, dan ketahanan air,” ujar Bupati Lombok Barat Zaini Arony dalam kunjungan kerja ke Kantor Ditjen SDA, Jakarta, (29/8).


Zaini mengatakan bahwa pemerintah kabupaten kota memiliki keterbatasan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga mengajukan beberapa program ke Ditjen SDA. Diantaranya adalah pembangunan delapan buah embung di kecamatan Batulayar, 10 embung di Kecamatan Sekotong, peningkatan atau perbaikan sungai dodokan dan babak, penanganan abrasi pantai di Kecamatan Sekotong dan Gerung, rehabilitasi Bendung Pelangan, dan penataan Bendung Keru.


“Tantangan pembangunan kedepannya juga akan bergeser tidak hanya ketahanan pangan, melainkan ketahanan energi dan ketahanan air. Hal-hal yang disampaikan Bupati Lombok Barat sudah sejalan dengan rencana Ditjen SDA, dan yang belum bisa terfasilitasi dapat dibicarakan terlebih dahulu secara teknis dengan teman-teman di BWS Nusa Tenggara 1 agar dapat dimasukkan kedalam program,” ujar Direktur Bina Program Widiarto.


Direktur Irigasi dan Rawa Eko Subekti mengapresiasi upaya Pemkab Lombok Barat untuk datang dan menyampaikan usulan program yang perlu dilaksanakan disana. “Yang perlu diingat, pembuatan program kegiatan tidak hanya tebatas dimasalah fisik pembangunan. Sebelum fisik pembangunan dilaksanakan perlu adanya kajian, baik sisi teknis maupun sosial dan proses ini tidak sebentar. Pemerintah Daerah disini berperan sangat besar pada pembebasan lahan dan masalah sosial yang akan timbul,” ujar Eko Subekti.


Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Para Kepala Dinas di Lingkungan Kabupaten Lombok Barat, Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat, Kasubdit Data dan Informasi SDA Abdul Muis, Kasubdit Program dan Anggaran Edy Juharsyah, dan Kasubdit Wilayah III Direktorat Sungai dan Pantai Agung DJ.

29 Agustus 2014 Selengkapnya

Presiden SBY Resmikan Infrastruktur SDA di Papua Barat
Presiden SBY Resmikan Infrastruktur SDA di Papua Barat

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan beberapa infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk didalamnya infrastruktur Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, di Manokwari, (25/8). Infrastruktur sumber daya air yang diresmikan diantaranya adalah pengaman Pantai Waisai Torang Cinta (WTC), Bangunan pengendali Sedimen dan Bendung Waroser daerah lrigasi (DI) Oransbari.  

Pengaman Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) di Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat bertujuan untuk pengamanan pesisir pantai yang mengalami erosi dan mengakibatkan abrasi pantai. Bangunan Pengendali Sedimen (chek dam) 4 buah di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama yang bertujuan untuk pencegahan sedimentasi dengan jumlah yang sangat besar d timbul akibat tanah longsor pada 4 sungai, yaitu Sungai Rado, Sungai Sanduay, Sungai Angris, dan Sungai Manggurai. Dan Pembangunan Bendung Waroser Daerah Ieigasi (DI) Oransbari, di Kabupaten Manokwari yang bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar dan mengoptimalisasi lahan potensial pertanian sawah.

 

“Peresmian infrastruktur ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Papua Barat agar kehidupan kedepannya lebih sejahtera dan sejajar dengan kota-kota besar lainnya dalam hal infrastruktur dan pertumbuhan elonomi,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono.


Mengenai anggaran untuk pembangunan infrastruktur, Susilo Bambang Yudhoyono menambahkan bahwa pemerintah sudah meningkatkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur setiap tahunnya bagi Papua Barat dan saat ini menjadi 2,5 triliun. “Saya mengharapkan dengan bertambahnya anggaran, Papua Barat menjadi semakin berkembang dan menjadi lebih baik seperti dalam hal pendidikan, ekonomi dan pariwisatanya. Selain itu, Papua Barat juga memiliki potensi untuk maju dalam bidang ekonomi, hal ini terbukti dengan dibangunnya Pabrik Semen pertama di Tanah Papua,” jelas Presiden Republik Indonesia


Sedangkan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengatakan infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum 100% sudah bisa digunakan oleh masyarakat dan diharapkan masyarakat juga menggunakannya  dengan bijak dan memelihara sarana dan prasarana dengan baik agar dapat terus merasakan manfaatnya lebih lama.


Selain meresmikan proyek infrastruktur ke Pu-an Presiden juga meresmikan Situs Pekabaran Injil Patung Yesus Kristus. Turut hadir dalam acara peresmian Menteri Perekonomian Chairul Tanjung,  Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pariwisata dan Ekonpmi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Perhubungan EE Mangipdaan, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

25 Agustus 2014 Selengkapnya

Pertemuan Ilmiah Tahunan HATHI Diharapkan Dapat Membentuk Tenaga Profesional di Bidang Sumber Daya Air Yang Berkualitas
Pertemuan Ilmiah Tahunan HATHI Diharapkan Dapat Membentuk Tenaga Profesional di Bidang Sumber Daya Air Yang Berkualitas

Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) kembali menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-31 di Padang (22/8). Kegiatan ini diadakan sebagai forum bagi anggota HATHI untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, menuangkan ide, gagasan dan kemampuannya dalam bidang sumber daya air serta menghimpun dan mempererat hubungan antara para ahli teknik sumber daya air Indonesia.

 Selain itu PIT ini juga bertujuan untuk mendapatkan masukan dan pemikiran dari anggota HATHI guna mengatasi dan menjawab tantangan berbagai persoalan sumber daya air yang terjadi di tanah air.

Kegiatan PIT HATHI ke-31 di Kota Padang yang mengusung tema “Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan Dalam Rangka Mitigasi Bencana” ini berlangsung selama tiga hari. Kegiatan yang dijadwalkan antara lain kunjungan ke proyek-proyek pengendalian banjir Kota Padang yaitu Kanal Banjir Kota Padang dan Pengendalian Banjir Batang Anai, seminar, Ladies Program berupa kunjungan ke Panti Asuhan Muhammadiyah Cabang Bayang Kabupaten Pesisir Selatan, serta Wisata Budaya Alam Minangkabau.

 

Kegiatan seminar dalam rangkaian kegiatan PIT diikuti oleh 64 pemakalah, yang dibagi menjadi empat subtema, yaitu inovasi teknologi sumber daya air berkelanjutan, peran serta masyarakat dalam mitigasi bencana, antisipasi dan penanganan pascabencana, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan sumber daya air.

 

Dalam pidato sambutannya di pembukaan PIT HATHI tersebut, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto yang diwakili Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi mengatakan pertemuan ini sangat penting untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan sumber daya air dewasa ini. “Peningkatan dan pengembangan kompetensi tenaga-tenaga ahli profesional di bidang sumber daya air merupakan tantangan yang dapat dijawab melalui pembinaan oleh organisasi profesi seperti HATHI ini,” tutur Mudjiadi. “Melalui kegiatan-kegiatan seperti seminar maupun pertemuan ilmiah tahunan ini, diharapkan dapat terbentuk tenaga profesional di bidang sumber daya air yang berkualitas di masa depan. Dengan semakin kompleksnya permasalahan di bidang sumber daya air, diperlukan penanganan yang bersifat multisektoral,” lanjutnya.

 

Mudjiadi juga menyampaikan pesan Menteri Pekerjaan Umum bahwa setiap tenaga profesional bidang sumber daya air harus dapat melihat permasalahan tidak hanya dari kacamata teknis, tetapi juga harus dapat mengkaji permasalahan dari segi sosial dan ekonomi supaya hasil pemikiraannya dapat bersifat implementatif.

 

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Direktur Jenderal Penataan Ruang Basuki Hadimuljono, jajaran pejabat eselon 2 di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, para rektor dan rektor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat, para senior HATHI dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, serta para pengurus HATHI tingkat pusat dan cabang se-Indonesia.

24 Agustus 2014 Selengkapnya

Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional Diharapkan Menjadi Agenda Rutin Tahunan
Pemilihan Petugas OP Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional Diharapkan Menjadi Agenda Rutin Tahunan

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi membuka secara resmi acara Pemilihan Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) Jaringan Irigasi dan Rawa Teladan Tingkat Nasional di Hotel Pangeran Beach, Padang (22/8). Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Hartanto, Direktur Bina OP Hari Suprayogi, Direktur Bina Penatagunaan SDA Arie Setiadi Irwanto, Sekretaris Dewan Sumber Daya Air Nasional Adang Saf Ahmad, Kepala Dinas PSDA Sumatera Barat Ali Musri, Kepala BWS Sumatera V M. Adek Rizaldi, para Kepala BBWS dan BWS di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, para kepala dinas dari provinsi peserta pemilihan, serta para juri peserta lomba.

Dalam pidatonya Mudjiadi menyambut baik dan mengapresiasi gagasan penyelenggaraan pemilihan petugas OP irigasi dan rawa teladan tersebut sebagai upaya memberikan penghargaan terhadap para pengamat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), juru dan mantri pengairan. “Permasalahan dalam pengelolaan sumber daya air terutama dalam aspek OP, antara lain adalah menurunnya kuantitas dan kualitas petugas OP irigasi, belum maksimalnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, belum terpenuhinya fasilitas sarana dan prasarana OP irigasi dan rawa, serta masih kurangnya pelatihan bagi petugas OP irigasi dan rawa,” ujar Mudjiadi. “Oleh karena itu pemilihan tingkat nasional ini dimaksudkan sebagai forum berbagi pengalaman dan kemajuan masing-masing daerah dan mendorong kompetensi para petugas OP irigasi dan rawa melalui suatu pembelajaran serta untuk meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia dalam penyelenggaraan OP irigasi dan rawa tersebut. Semua hal ini akhirnya akan bermuara pada peningkatan pelayanan OP iirigasi dan rawa untuk masyarakat,” lanjutnya.

 

Mudjiadi berpesan agar pemerintah provinsi dan kota wajib melakukan pengelolaan irigasi di wilayah yang menjadi kewenangannya melalui penyelanggaraan OP irigasi dan rawa secara baik dan benar, sehingga dapat memberikan pelayanan kebutuhan air khususnya kepada petani dalam upaya peningkatan produksi padi untuk mendukung ketahanan pangan.

 

“Kalau kita menoleh ke belakang, kita dapat melihat pasang surutnya penyelenggaraan OP jaringan irigasi dan rawa dengan segala permasalahannya, baik masalah kebijakan, masalah teknis, masalah sumber daya manusia, masalah peralatan, maupun pembiayaan. Oleh karena itu kami menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada Direktur Bina OP beserta jajarannya yang telah berupaya menanggulangi permasalahan tersebut. Mengingat pentingnya upaya tersebut, maka kami harapkan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan menjadi agenda rutin tahunan,” tutup Mudjiadi.

24 Agustus 2014 Selengkapnya

Direktur Jenderal SDA Resmikan Gedung Baru BWS Sumatera V dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku di Padang
Direktur Jenderal SDA Resmikan Gedung Baru BWS Sumatera V dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku di Padang

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi meresmikan dua proyek infrastruktur di lingkungan Balai Wilayah Sungai Sumatera V di Padang (22/8). Kedua proyek yang diresmikan adalah Gedung Kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera V dan Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Lubuk Paraku Kota Padang.

Dibangun sebagai ganti gedung lama Balai Wilayah Sungai Sumatera V yang roboh akibat gempa bumi pada 2009, gedung baru yang berlokasi di Jalan Khatib Sulaiman ini menghabiskan total anggaran senilai Rp 23 miliar, dengan rincian anggaran pembangunan fisik senilai Rp 18 miliar, anggaran pengadaan mobiler senilai Rp 3 miliar, dan anggaran pengadaan sarana dan prasarana senilai Rp 2,4 miliar. Sementara untuk Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Lubuk Paraku dengan kapasitas sebesar 200 liter per detik ini, Balai Wilayah Sungai Sumatera V menganggarkan biaya senilai Rp 17 miliar rupiah.

 

Dalam sambutannya Mudjiadi menyampaikan harapannya atas selesainya pembangunan dua proyek tersebut. "Gedung Balai Balai Wilayah Sungai Sumatera V diharapkan dapat menunjang dan meningkatkan kinerja para pegawai Balai Wilayah Sungai Sumatera V serta meningkatkan efektivitas dan optimalisasi pelayanan Balai Wilayah Sungai Sumatera V kepada masyarakat, terutama dalam bidang sumber daya air," tuturnya.

 

Sementara itu Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Lubuk Paraku diharapkan meningkatkan cakupan pelayanan penyediaan air minum di Kota Padang terhadap sebanyak 15 ribu sambungan rumah. “Pembangunan jaringan air baku ini penting dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan Millenium Development Goals (MDGs). Saya mengharapkan agar pembangunan yang dilakukan ini dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Mudjiadi.

 

Dalam kesempatan yang sama Mudjiadi juga menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kota Payakumbuh sebagai Pemenang III Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaaan Umum (PKPD-PU) Sub Bidang Sumber Daya Air Kategori Kota Tahun 2013. “Sebagai bagian dari apresiasi dan penghargaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air atas prestasi tersebut, kami akan menyerahkan kepada satu unit mobil pick-up kepada Pemerintah Kota Payakumbuh guna membantu kegiatan operasi dan pemeliharaan infrastruktur SDA yang menjadi tanggung jawabnya,” ujarnya.

 

Peresmian kedua proyek tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian PU Hasanuddin, Wakil Walikota Padang Emzalmi, Walikota Payakumbuh Riza Falepi, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat Ali Musri, jajaran pejabat eselon dua dan tiga di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kepala Dinas PU Kota Padang Hermen Peri, Direktur Utama PDAM Kota Padang Suloko, serta perwakilan penyedia jasa pembangunan gedung BWS Sumatera V dan Pembangunan Intake dan Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Lubuk Paraku.

24 Agustus 2014 Selengkapnya

Menteri PU Resmikan Beberapa Proyek Infrastruktur Strategis di Kalimantan Timur
Menteri PU Resmikan Beberapa Proyek Infrastruktur Strategis di Kalimantan Timur

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, meresmikan beberapa infrastruktur strategis di bidang Sumber Daya Air, Cipta Karya, Bina Marga, yang terdapat di provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (20/8). Nilai total keseluruhan proyek infrastruktur yang diresmikan sejumlah Rp 370,632 M. Peresmian yang berlokasi di Kebun Raya Balikpapan ini turut juga dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur, Awang farouk, Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lukman Hakim, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi, serta Direktur Sungai dan Pantai Ditjen Sumber Daya Air, Imam Santoso dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Djoko Mursito.

Infrastruktur yang diresmikan di bidang sumber daya air berupa; prasarana konservasi sumber daya air embung Wain kota Balikpapan, Bendali III Gunung Bahagia kota Balikpapan, prasarana penyediaan air baku embung Binalatung kota Tarakan, prasarana penyediaan air baku embung Bilal kabupaten Nunukan, dan prasarana penyediaan air baku embung Bolong kabupaten Nunukan. Di bidang Cipta Karya berupa; pengembangan SPAM IKK Nunukan di kabupaten Nunukan, pengembangan SPAM IKK Telen di kabupaten Kutai Timur, serta pengembangan SPAM IKK Bongan kabupaten Kutai Barat. Sementara di bidang Bina Marga berupa pembangunan jalan ring road 1 dan 2 Samarinda dan peningkatan jalan Batu Ampar- Wahau-Kelay-Labanan.

 

Berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan oleh Kebun Raya Balikpapan, mencakup pada tiga elemen, yakni konservasi, pengelolaan penelitian, monitoring dan informasi, serta pendidikan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian tanaman dan tumbuh-tumbuhan.
Penunjukan kawasan hutan lindung sungai Wain (HLSW) sebagai lokasi Kebun Raya berdasarkan surat Keputusan Menteri Kehutanan (SK no.105/MENHUT II tahun 2006) tentang penetapan Lokasi Kebun Raya Sungai Wain seluas 291 Ha. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Tapak Kebu Raya ini terletak di Buffer Zone Lokasi Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) dan merupakan bagian Integral dan Kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW).

 

Menteri PU mengatakan bahwa Kementerian PU membuat roadmap yang merupakan hasil kolaborasi dengan LIPI dan dua belas pengelola Kebun Raya baik pusat maupun daerah yang akan dijadikan panduan dalam perencanaan dan pemrograman ke depan. Dikatakan lebih lanjut bahwa Kementerian PU dalam anggaran untuk tahun 2015 telah memasukkan anggaran untuk penambahan sarana dan prasarana infrastruktur yang ada di Kebun Raya Balikpapan.

 

Berikut beberapa keterangan infrastruktur di bidang Sumber Daya Air yang diresmikan: 
1. Embung Wain di Kebun Raya Balikpapan dengan volume tampungan 90.231 m3,dilaksanakan dengan anggaran APBN Tahun 2011-2013 sebesar Rp 30,585 Miliar;
2. Bendung Pengendali Banjir III Gunung Bahagia Kota Balikpapan dengan volume tampungan 245.000 m3, dilaksanakan dengan anggaran APBN Tahun 2007-2009 sebesar Rp 29,102 Miliar;
3. Prasarana Air Baku, yaitu Embung Binalatung di Kota Tarakan, dengan volume tampungan 666.667 m3 dilaksanakan dengan APBN TA 2005-2011 sebesar Rp 48,022 Miliar, Embung Sungai Bilal, dengan volume tampungan 139.000 m3dilaksanakan dengan APBN TA 2004-2010 sebesar Rp 18,265 Miliar, dan Embung Sungai Bolong, dengan volume tampungan 450.000 m3 dilaksanakan dengan APBN TA 2006-2011 sebesar Rp 34,426 Miliar di Kabupaten Nunukan;

 

Menteri PU menyampaikan bahwa proses perubahan iklim dapat diatasi melalui upaya mitigasi, salah satunya dengan pembangunan Kebun Raya Balikpapan. “Kami terus mendorong komitmen Pemerintah Daerah untuk tetap melakukan upaya perlindungan lingkungan yang sejalan dengan pembangunan ekonomi. Selain itu, penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) juga menjadi agenda penting untuk dilaksanakan guna menjamin peningkatan kualitas tata ruang kota dan hidup manusia,” jelas Djoko Kirmanto.

21 Agustus 2014 Selengkapnya

Capaian Fisik dan Keuangan Tengah Tahun Ditjen SDA Berada di Atas Rerata Capaian Kementerian PU
Capaian Fisik dan Keuangan Tengah Tahun Ditjen SDA Berada di Atas Rerata Capaian Kementerian PU

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Mudjiadi, diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Hartanto secara resmi membuka acara Mid-Term Review Pelaksanaan Anggaran dan Kegiatan Tahun 2014 di Padang (20/8). Mid-Term Review ini dimaksudkan sebagai forum presentasi, diskusi dan konsultasi pelaksanaan program kegiatan tahun anggaran 2014.

Lebih jauh Hartanto memaparkan bahwa kegiatan evaluasi tengah tahun ini dilaksanakan untuk mengetahui progress pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air yang sedang berjalan, kendala, permasalahan serta tindak lanjut yang harus dilakukan oleh satuan kerja guna mendapatkan masukan dalam rangka percepatan pelaksanaan pekerjaan tahun 2014. "Selain itu hasil evaluasi ini juga digunakan sebagai bahan tindak lanjut dalam pelaksanaan program kegiatan pada semester ke-2 tahun 2014," tutur Hartanto.

 

Dalam kesempatan itu Hartanto juga menyampaikan progress penyerapan fisik dan keuangan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. "Sampai dengan 19 Agustus 2014, progress penyerapan keuangan di Ditjen SDA mencapai 44,83% dari total Pagu 2014 senilai Rp 18,4 triliun. Sementara progress fisik mencapai 48,64%. Kedua progress tersebut berada di atas rata-rata capaian Kementerian Pekerjaan Umum, dimana progress fisik Kemenpu adalah 47,98% dan progress keuangan 47,7%," ujar Hartanto.

 

Meski demikian Hartanto mengingatkan bahwa pencapaian Ditjen SDA tersebut masih di bawah rencana fisik yang digariskan. Untuk itu ia meminta masing-masing direktorat pembina dan satuan kerja terkait agar melakukan penajaman dalam beberapa hal, antara lain terkait data progress fisik dan keuangan terakhir; inventarisasi kegiatan yang diblokir dan rencana buka blokirnya; inventarisasi kegiatan/proyek yang belum lelang, belum kontrak dan tindak lanjut penyelesaiannya; inventarisasi tindak lanjut kegiatan multiyears contract; inventarisasi proyek-proyek kritis dan terlambat; masalah pembebasan lahan; inventarisasi dana sisa kegiatan kontraktual dan swakelola; serta inventariasi proyek-proyek siap groundbreaking, impounding dan diresmikan.

 

Hadir dalam acara tersebut jajaran pejabat eselon 2, 3 dan 4 di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, para Kepala BBWS/BWS seluruh Indonesia, Sekretaris Harian Dewan Sumber Daya Air dan para Kepala SKPD TP OP Dinas Provinsi.

20 Agustus 2014 Selengkapnya

Serah Terima Jabatan DWP Unit Ditjen SDA
Serah Terima Jabatan DWP Unit Ditjen SDA

Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pekerjaan Umum melakukan pergantian Ketua Antar Waktu Dharma Wanita Persatuan Direktorat Jenderal SDA di Jakarta (140814). “Pergantian ketua unsur pelaksana dharma wanita Kementerian PU merupakan peristiwa yang biasa dan rutin. Saya berharap agar para pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pekerjaan Umum dapat memberikan bantuan moril dan materil demi kemajuan kita bersama,” jelas Lies Djoko Kirmanto, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pekerjaan Umum.

Lies Djoko Kirmanto menambahkan Dharma Wanita Persatuan bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan mensejahterakan anggota dan keluarganya, mudah-mudahan apa yang kita kerjakan selama ini sudah bermanfaat bagi semua. Serah terima Ketua Antar Waktu Dharma Wanita Persatuan Ditjen SDA dilakukan dari Neni Gina Hasan kepada Ike Mustika Mudjiadi, dengan periode tahun 2009 -2014

Pada kesempatan yang sama, dalam rangka melaksanakan program kerja bidang pendidikan, DWP Kemen PU memberikan bantuan pendidikan tingkat perguruan tinggi bagi putra putri karyawan Kemen PU dengan IPK min 2.75 yang berasal dari 8 unsur pelaksana DWP di Kemen PU yaitu DWP Sekretaris Jenderal, Inspektorat Jenderal, SDA, Bina Marga, Cipta Karya dan Balitbang, sedangkan dari DWP Tata Ruang dan BP Konstruksi akan diserahkan saat upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2014. Dana yang diberikan sebesar Rp. 2.400.000/tahun untuk setiap mahasiswa.

Selain perguruan tinggi, DWP Kemen PU juga memberikan bantuan pendidikan secara rutin setiap tahun untuk putra-putri karyawan-karyawati Gol. I, II dan honorer tingkat SD, SMP dan SMA atau SMK. Pada tahun 2014 ini bantuan pendidikan diberikan kepada 798 anak-anak perwakilan dari 8 DWP unsur pelaksana dengan bantuan sebesar Rp. 350.000/anak dimana Rp. 300.000 berasal dari dinas terkait dan Rp. 50.000 dari Bapak Menteri Pekerjaan Umum.

Turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemen PU, Meutia Widjanarko, serta para pengurus DWP dari 8 unsur pelaksana di Kemen PU. (dew, krd –datinsda)

18 Agustus 2014 Selengkapnya

Menteri PU Resmikan Gedung Balai Bendungan dan Assessment Center
Menteri PU Resmikan Gedung Balai Bendungan dan Assessment Center

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, meresmikan Gedung Balai Bendungan dan Assessment Center di Komplek PU, Pasar Jumat (140814). Turut dihadiri oleh Wakil Menteri PU, Hermanto Dardak, Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Agoes Wijanarko, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi, dan para pejabat eselon I dan II lainnya di lingkungan Kementerian PU. 

Gedung ini terletak di atas tanah seluas 1800m2, terdiri dari 4 lantai dan 1 lantai parkir basement. Lantai pertama digunakan untuk penyimpanan arsip bendungan seluruh Indonesia, lantai 2 untuk ruang kerja Balai Bendungan dan ruang rapat Komisi Keamanan Bendungan, lantai 3 digunakan sebagai ruang kerja pegawai Balai Bendungan dan lantai 4 sebagai ruang Assessment Center. Pembangunan gedung yang dimulai sejak bulan April 2013, sangat besar manfaatnya, mengingat pentingnya peran Balai Bendungan dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air di negeri ini.

 

Balai Bendungan dalam melaksanakan tugasnya memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, termasuk database yang berfungsi sebagai penunjang registrasi dan inventarisasi bendungan. Hal ini menjadi penting karena terkait dengan perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan. Untuk mempermudah kegiatan tersebut, diperlukan suatu tempat (gedung) yang representatif guna pengumpulan dan pemutakhiran data, informasi dan arsip-arsip dokumen bendungan yang bisa dimanfaatkan.

 

“Salah satu tugas Balai Bendungan adalah memberikan dukungan teknis kepada Komisi Keamanan Bendungan (KKB) yang bertugas salah satunya yakni mengeluarkan sertifikat kelayakan serta keamanan bendungan, sebelum dan sesudah bendungan dibangun hingga siap untuk dioperasikan. Selain itu, Balai Bendungan memberikan dukungan teknis pengkajian dan penyiapan sarana teknis bendungan serta pemantauan perilaku bendungan di seluruh Indonesia. Dan hingga saat ini Balai Bendungan telah menginventarisasi sebanyak 203 bendungan besar, dengan tinggi di atas 15m, dan daya tamping di atas 500.000m3,” jelasnya Kepala Balai Bendungan, Tri Bayu Adji.

 

Menteri PU, Djoko Kirmanto mennyampaikan bahwa Bendungan berfungsi untuk mengatasi krisis pangan, energi dan air baku. Oleh karena itu pembangunan bendungan perlu terus dilakukan, selagi ada lokasi dan potensi sumber daya air untuk dioptimalkan sehingga cadangan air yang tertampung di waduk dapat digunakan juga untuk me-recharge air tanah.

 

“Pembangunan Gedung Balai Bendungan berkaitan dengan misi yang diemban Kementerian PU yaitu menyelenggarakan pengelolaan SDA secara efektif dan optimal untuk meningkatkan kelestarian fungsi dan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta mengurangi resiko daya rusak air,” tambah Menteri PU.

 

Menteri PU berharap agar Gedung Balai Bendungan dapat dijadikan tempat belajar, bertukar pengalaman, berkumpulnya ahli-ahli bendungan, dan sebagai centre of knowledge di bidang Bendungan, karena balai bendungan tempat berkumpulnya para ahli bendungan.

 

Ruang Assessment Center

 

Dalam mendukung perkembangan sumber daya manusia yang inovatif dan kreatif Kementerian Pekerjaan Umum melakukan pemetaan potensi yang hasilnya berupa potret atau profil aparatur negara dalam bekerja. Ruang Assessment Center dapat dijadikan sebagai tempat untuk mendapatkan potensi terbaik dari tiap-tiap sumber daya manusia yang tersedia, agar nantinya bila ditempatkan di mana pun, dapat menjadi aparatur negara yang “the right man on the right job".

 

“Ruang Assessment Center digunakan untuk mengukur simulasi dan tanggung jawab seseorang untuk keperluan jabatan, rotasi, promosi, keperluan pelatihan, dan lainnya. Nantinya akan ada penilaian kompetensi aparatur yang dilaksanakan secara netral, transparan, dan valid untuk menata sumber daya manusia dengan basis kompetensi,” tutur Djoko Kirmanto.

15 Agustus 2014 Selengkapnya

Halal Bihalal 4 Organisasi Profesi SDA
Halal Bihalal 4 Organisasi Profesi SDA

Asosiasi organisasi profesi di bidang sumber daya air seperti Himpunan Ahli Teknik Hidrolik Indonesia (HATHI), Masyarakat Hidrolik Indonesia (MHI), Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNIBB), dan Komite Nasional Indonesia- International Commission on Irrigation and Drainage (KNI ICID) menyelenggarakan halal bihalal di Gedung Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta (11/8/14).

“Saya merasa gembira bahwa acara halal bihalal ini dapat diselenggarakan oleh asosiasi profesi sumber daya air secara bersama-sama yaitu HATHI, MHI, KNIBB dan KNI ICID. Organisasi-organisasi profesi ini dengan kekhususan terkait dengan bidang sumber daya air mempunyai peran yang sangat besar untuk membantu pemerintah dalam mencari solusi permasalahan sumber daya air,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air yang juga selaku Ketua Umum HATHI, Mudjiadi, mewakili Menteri Pekerjaan Umum.

 

Sebagai informasi, HATHI merupakan organisasi ahli teknik hidrolik yang melakukan pembinaan profesi bagi anggotanya dan bekerjasama dengan organisasi profesi internasional yang terkait yaitu international association for hydrolic and environmental engineering research yang berkantor pusat di Madrid.

 

Masyarakat Hidrolik Indonesia atau MHI merupakan organisasi yang relatif lebih muda. Walaupun relatif muda namun tantangan yang harus dihadapi sangatlah berat, salah satunya masalah perubahan iklim. Untuk itu peran SDM dari organisasi ini sangat dibutuhkan karena harus dapat mengimplementasikan kemajuan teknologi dalam pengumpulan data hidrologi yang merupakan dasar bagi perencanaan desain operasi dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air.

 

Organisasi KNIBB merupakan induk organisasi internasional dari ICOLD yang berkantor pusat di Paris dengan tujuan untuk mengembangkan teknologi pembangunan dalam mengelola bendungan. bendungan bermanfaat untuk penyediaan air irigasi, penyediaan air baku untuk rumah tangga, perkotaan maupun industri, pengendalian banjir dan pembangkit tenaga listrik. KNI-ICID yaitu suatu organisasi ilmiah teknis dan nirlaba yang berkantor pusat di New Delhi, India yang didirikan tanggal 24 Juni 1950 oleh 11 negara, dimana Indonesia adalah salah satu pendiri negara tersebut.

 

Pertemuan bersama semacam ini akan sangat bermanfaat untuk memajukan suatu komunikasi yang pada akhirnya menghasilkan sinergi yang dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan organisasi masing-masing.

 

“Harapan kami agar keempat organisasi profesi ini dapat menjadi sarana untuk menyalurkan temuan ilmiah di bidang sumber daya air dan terus meningkatkan kontribusinya dalam perumusan kebijakan pemerintah ke depan untuk mencapai manfaat yang optimal bagi negara dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Mudjiadi.

 

Untuk menghadapi AFTA 2015, dimana persaingan tenaga kerja akan semakin ketat dengan masuknya tenaga-tenaga dari luar, diharapkan agar tenaga-tenaga profesional di bidang sumber daya air dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri. Dalam menghadapi tantangan tersebut, strategi yang diterapkan adalah meningkatkan daya saing ahli teknik melalui peningkatan kapasitas dan ilmu pengetahuan di bidang sumber daya air, seperti peningkatan kompetensi dan profesionalisme para ahli teknik, peningkatan kapasitas lembaga pengelola sumber daya air, peningkatan pemahaman masyarakat luas tentang ilmu pengetahuan dan teknologi sumber daya air dan permasalahan sumber daya air dan tantangannya.

 

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh para mantan Direktur Jenderal SDA terdahulu, Ketua Umum KNI ICID, MHI, HATHI, KNIBB dan para pengurus serta anggota dari keempat organisasi profesi.

11 Agustus 2014 Selengkapnya

HALAL BIHALAL DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR
HALAL BIHALAL DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR

Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1435 H, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) mengadakan Halal Bihalal dan Pelepasan Pejabat Eselon 1, 2, 3 dan 4 di lingkungan Ditjen SDA yang sudah memasuki masa purnatugas, di Jakarta, (6/8). Tradisi halal bihalal pasca lebaran merupakan tradisi yang dilakukan setiap tahun guna mempererat tali silaturahmi.

"Acara ini selain untuk halal bihalal tetapi juga pelepasan para pejabat di lingkungan Ditjen SDA. Halal bihalal ini diadakan agar kita dapat saling memaafkan tetapi juga untuk mempererat tali silahturahmi,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi.

 

Para pejabat yang memasuki masa purnatugas diantaranya dari eselon 1 yaitu Moch. Hasan, eselon 2 Pitoyo Subandrio, 5 orang dari eselon 3 dan 7 orang dari eselon 4. "Saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, para pimpinan serta jajaran di lingkungan sumber daya air dan juga para pegawai yang telah membantu saya selama ini dan bersama-sama kita tetap mendukung kejayaan sumber daya air," tutur Moch. Hasan.

 

Turut hadir Sekretaris Jenderal Kemen PU, Agoes Wijanarko, Direktur Jenderal Penataan Ruang, Basoeki Hadimuljono dan para mantan Direktur Jenderal SDA serta BBWS/BWS di lingkungan Ditjen SDA.

07 Agustus 2014 Selengkapnya