Pengumuman ( 5):

Kategori Berita SDA


Ditjen SDA Kaji Ulang Design Bendungan Lambo

Menanggapi hal tersebut, Basuki menerangkan bahwa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan mengkaji ulang melalui studi lanjutan terkait pembangunan bendungan tersebut. “Kami tidak akan mulai, apabila koordinasi antar Lembaga Pemerintah terkait dalam hal pendanaan, penyediaan lahan dan penyelesaian dampak sosial, belum disepakati. Hal ini akan segera ditindaklanjuti,” tegas Basuki.

Agung Djuhartono Jawab Tantangan Kekeringan Dan Ketahanan Pangan

Berbagai kejadian akibat perubahan iklim ini membuat Ditjen SDA intens melakukan antisipasi, salah satunya dengan membangun bendungan dan embung. Bendungan dan embung ini bisa melayani kebutuhan air untuk jaringan irigasi pertanian. “Ditjen SDA menargetkan pembangunan 1 juta hektar sawah sampai dengan 2019 nanti. Walaupun saat ini semakin sedikit sumber daya manusia yang ingin menjadi petani karena banyak yang pindah ke kota, masing-masing daerah bisa melakukan disertifikasi tanaman yaitu bisa menanam tanaman pengganti padi seperti kentang atau ubi,” tambah Agung.

Pelantikan HATHI di Bantaran Sungai Kapuas

Direktur Jenderal SDA selaku Ketua Umum Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI), Imam Santoso, melantik Pengurus HATHI Cabang Kalimantan Barat Periode 2016-2019 di Tugu Khatulistiwa, Kalimantan Barat (4/8). Dalam pelantikan HATHI Cabang Kalimantan Barat yang dilantik adalah Kepala Balai BWS Kalimantan I, Iriandi Azwartika, sebagai Ketua HATHI Cabang Kalimantan Barat menggantikan Matheus.

DPR RI Tinjau Waduk Muara Nusa Dua

Direktur Sungai dan Pantai Hari Suprayogi menjelaskan kegiatan revitalisasi terhadap Waduk Muara ini dilatarbelakangi karena semakin tingginya pertumbuhan penduduk di kawasan Kota Denpasar yang mengakibatkan kebutuhan akan air baku juga semakin meningkat. “Selain itu alih fungsi lahan yang menyebabkan daerah resapan berkurang sehingga aliran air tidak ada yang mengisi air tanah dan rentan mengakibatkan banjir, dan juga rendahnya tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai sehingga material sampah banyak menggenang di laut dan merusak biota laut dan bakau,” tutur Yogi.

Kementerian PUPR Tingkatkan Terus Layanan Irigasi Perdesaan

Sejak tahun 2014 program P3-TGAI telah dilaksanakan di 1.024 lokasi, meningkat pada tahun 2015 menjadi 1.505 lokasi, dan tahun 2016 di 900 lokasi. Untuk Tahun 2017 kata Menteri Basuki, program P3-TGAI ditargetkan tersebar di 3.000 lokasi di 30 provinsi pada 33 wilayah sungai dengan dana mencapai Rp 600 miliar. Salah satu wilayah yang memiliki antusiasme tinggi untuk melaksanakan program ini adalah Pulau Buru dan Seram di Maluku.

Penandatanganan Kerjasama Pertukaran Teknologi Irigasi Indonesia dan Jepang

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Indonesia, Imam Santoso bersama Direktur Overseas Land Improvement Cooperation Office Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang, Mitsuo Ishijima menandatangani Record of Disscussion mengenai implementasi pertukaran teknologi di bidang irigasi dan drainase, 1 Agustus 2017, di Jakarta. Pertukaran teknologi tersebut akan diadakan selama tiga tahun berupa kegiatan dialog kebijakan, seminar teknologi dan kunjungan lapangan yang akan dilakukan baik di Indonesia maupun di Jepang.

HATHI Dukung Pembangunan Infrastruktur SDA Indonesia

Direktur Jenderal SDA, Imam Santoso, melantik Pengurus HATHI Cabang Kalimantan Timur Periode 2016-2019, 31 Juli 2017, di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam pelantikan HATHI Cabang Kalimantan Timur, yang dilantik adalah Kepala Balai BWS Kalimantan III, Arif Rahman, sebagai Ketua Hathi Cabang Kalimantan Timur menggantikan Irawan Hartono.

Kementerian PUPR Tingkatkan Terus Layanan Irigasi Perdesaan

Menurutnya, program P3-TGAI tersebut merupakan salah satu program pembangunan Infrastruktur  Berbasis Masyarakat (IBM) yang harus ditingkatkan dari waktu ke waktu dan tetap diprioritaskan pada tahun 2018 karena menyentuh langsung kebutuhan publik. Program ini diselenggarakan melalui bentuk pemberdayaan dan partisipasi masyarakat sehingga memberikan kontribusi dalam pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja.

SDA Perkuat Kerjasama Dengan Jepang

Jakarta Utara merupakan daerah dengan penurunan tanah terparah. Dibeberapa daerah, terhitung sejak 1970 permukaan tanah telah turun sedalam 4 meter dan beberapa daerah lainnya terhitung sejak tahun 2000 telah turun sedalam lebih dari 2 meter. Hal ini menjadikan wilayah tersebut lebih rentan saat dilanda air pasang dan banjir. Fenomena tersebut juga meningkatkan resiko kerusakan pada infrastruktur transportasi, termasuk jembatan. Disamping itu, Jakarta masih menghadapi berbagai hambatan dalam melawan penurunan permukaan tanah, seperti kurangnya data yang akurat tentang penurunan permukaan tanah dan air tanah, kurangnya koordinasi antar instansi pemerintah, dan kurangnya kesadaran masyarakat Jakarta terhadap risiko penurunan permukaan tanah.