© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Lindungi Sungai dengan Solusi Berbasis Alam
Lindungi Sungai dengan Solusi Berbasis Alam

Melindungi sungai dapat dilakukan bukan hanya dengan pembangunan infrastruktur yang sifatnya masif, tetapi dengan solusi yang berbasis alam. Hal ini sejalan dengan tema Hari Air Dunia (HAD) XXVI Tahun 2018 yaitu “Nature for Water”.

Demikian disampaikan Kepala BBWS Serayu Opak Ditjen SDA Kementerian PUPR Tri Bayu Aji dalam acara Keceh Kali dalam rangka HAD XXVI di Sleman, Minggu (25/3). Dalam kesempatan tersebut, Tri Bayu juga menginstruksikan jajarannya untuk melakukan monitoring dan mengidentifikasi permasalah yang terjadi di sungai-sungai.

“Sebagai pengelola sungai, kita mesti tahu permasalahan yang ada maupun perencanaan ke depan. Sebab, BBWS Serayu Opak bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya air di DIY dan Jawa Tengah bagian selatan,” jelasnya.

Tri Bayu juga meminta kepada para anggota komunitas sungai untuk terus melakukan upaya mengedukasi masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai. “Saya apresiasi terhadap teman-teman di AKSY (Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta-Red) yang telah memberikan banyak masukan kepada kami. Semoga kita dapat membuat sungai kita menjadi bersih dan lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pokja Tambakbayan Tri Budi mengatakan bahwa ke depan, prioritasnya adalah bukan hanya membersihkan sungai, tetapi bagaimana mengupayakan agar tidak ada sampah yang masuk ke sungai. “Kita akan menangani sampah sejak dari daerah hulu. Kita perlu mengembangkan suatu sistem sehingga nantinya sungai tidak perlu dibersihkan karena tidak ada sampah yang mengalir ke sungai. Ini harapan kami,” katanya.

Tri Budi mengakui, upaya tersebut tidaklah mudah. Bahkan, bisa saja terjadi konflik dengan para pelaku pencemaran sungai. “Oleh karena itu, di Pokja Tambakbayan kami tidak berdiri sendiri. Kami merangkul semua pihak, termasuk para pengusaha dan pengembang,” jelasnya.(ifn/bbwsso)

sumber : BBWS Serayu Opak

26 Maret 2018 Selengkapnya

Puncak Peringatan Hari Air Dunia 2018 Sumatera Barat Lakukan Aksi Pembuatan Biopori
Puncak Peringatan Hari Air Dunia 2018 Sumatera Barat Lakukan Aksi Pembuatan Biopori

Dalam rangka memperingati hari air dunia yang ke XXVI Balai Wilayah sungai Sumatera V menggelar rangkaian aksi berbasis lingkungan. Rangkaian kegiatan diawali dengan bersih sungai pada hari rabu kemaren. Hari ini 22 Maret tepat pada peringatan hari air dunia, Balai Wilayah Sungai Sumatera V melakukan aksi pembuatan Biopori.  Biopori atau  lubang  resapan ini sangat berguna untuk menjaga kelangsungan air tanah yang saat ini tengah mengalami penurunan yang sangat drastis. Untuk mewujudkan kesinambungan sumber daya air.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pembuatan lubang biopori pada halaman kantor BWS Sumatera V sebanyak 30 titik, dan pada sepanjang taman di jalan khatib sulaiman (bagian kiri dan kanan) diperkirakan berjumlah 1.000 titik, dengan melibatkan SKPD Provinsi, Kota Padang dan BWS Sumatera V.

Martius, S.ST, M.T selaku Kepala Satuan kerja Operasi dan Pemeliharaan menyatakan “Pembuatan untuk 1 (satu) lubang biopori dengan diameter 10 s/d 15 cm dan kedalaman 100 cm akan memberikan tambahan bidang resapan seluas 3.140 s/d 4.710 cm2. Dari kegiatan ini berarti kita punya harapan untuk menambah bidang resapan seluas 314 s/d 471 m2

Nasrul Abit selaku Wakil Gubernur Sumatera Barat menyatakan dalam sambutannya  “saat ini air  menjadi suatu permasalahan, Kadang terjadi kekeringan kadang kebanjiran, Kota Padang sering sekali terjadi kebanjiran yang penyebabanya ada oleh tangan manusia dan ada juga oleh infrastruktur yang belum menunjang. Hari ini kita akan membuat lubang biopori. Cara sederhana ini perlu disosialisasikan kepada seluruh masyarakat karena dapat membantu mempercepat penyerapan air”.

Setelah sambutan dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Beliau langsung memperaktekkan pembuatan lubang biopori di lapangan gattball Balai Wilayah Sungai Sumatera V dan diikuti oleh undangan yang lainnya dilanjutkan dengan acara panggung gembira, lomba masak dan lomba mewarnai.

Diharapkan kepada masyarakat banyak untuk menyediakan sedikit lahan di sekitar rumahnya untuk dijadikan sumur resapan air agar kelangsungan air tanah tetap terjaga .Selamat Hari Air Dunia ke 26 Tahun 2018. Bersama Kita Selamatkan Air, untuk Kehidupan dan kesejahteraan kita bersama. (humas)

sumber : BWS sumatera V

26 Maret 2018 Selengkapnya

Studi Banding Pembangunan Bendungan Muara Sei Gong
Studi Banding Pembangunan Bendungan Muara Sei Gong

Batam, 21 Desember 2017 – Pusat Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Bendungan Wilayah Barat, Airlangga Mardjono, berserta tim, serta turut hadir Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat dan rombongan dari Balai-balai Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Barat melakukan kegiatan Peninjauan Lapangan Pembangunan Bendungan Sei Gong sebagai proyek percontohan dalam rangka melaksanakan studi banding.

BWS Sumatera IV sebagai tuan rumah serta penanggung jawab dalam pekerjaan tersebut menerima dan memberikan paparan singkat mengenai proses dan progress pekerjaan bendungan Sei Gong. Kepala BWS Sumatera IV, Ismail Widadi didampingi PPK Bendungan Nul Hanif Sutama Kamis (21/12) turut menghadiri kegiatan tersebut dalam rangka berbagi informasi dan pengalaman mengenai kesulitan dan solusi dalam melaksanakan pekerjaan ini.

Bendungan Sei Gong merupakan bendungan yang tergolong unik dan menggunakan teknologi baru karena diperuntukan untuk membendung muara. Selain itu struktur tanah yang tidak bersahabat sangat berat untuk dilakukan pengerukan bahkan menggunakan alat berat. Hal ini masih belum banyak ditemui di Indonesia sehingga menjadikan pembangunan bendungan ini cukup rumit dan menantang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, motivasi dan berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir agar dapat menjadi bekal ilmu yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing peserta.

Dalam kesempatan ini juga para pelaksana Pembangunan Bendungan Sei Gong juga mendapatkan saran dan masukan yang bermanfaat dari “Pusat Bendungan” agar dapat melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dilapangan.

Adapun harapannya agar dapat memotivasi pekerjaan pembangunan Bendungan Sei Gong pada tahun mendatang dapat berjalan dengan lebih baik dan selesai dibangun sesuai dengan target penyeleseian. (humas)

21 Desember 2017 Selengkapnya

Kementerian PUPR Tanam 1500 Pohon di Embung Pulau Dompak
Kementerian PUPR Tanam 1500 Pohon di Embung Pulau Dompak

Sebagai puncak acara dalam rangkaian acara memperingati hari Bakti PU ke-72, seluruh jajaran Kementerian, Dinas Kabupaten dan Kota, Satuan Kerja Vertikal, dan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian PUPR Kepulauan Riau bersama-sama menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk memperingati hari yang bersejarah ini. Sebagai puncak acaranya adalah Aksi Penanaman Pohon dengan tujuan penghijauan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan mengusung tema “Perlindungan dan Optimalisasi Fungsi Situ, Danau, Embung, Waduk, dan Sumber Air Permukaan lainnya”, Jajaran Kementerian PUPR di Kepulauan Riau yakni Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jendral Cipta Karya, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahaan berkoordinasi untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Aksi yang dilakukan antara lain dengan menanamkan 1000 pohon Ketapang Kencana di Embung Kebun Raya Nongsa, dan 1500 pohon di Embung Pulau Dompak yang terdiri dari Pohon Angsana, Mahoni, dan Tembesi. Secara keseuruhan adalah sejumlah 2500 pohon. Aksi ini juga merupakan bagian dari dan Hari Menanam Pohon Nasional pada tanggal 28 November.

Kegiatan yang dilaksanakan di Embung Pulau Dompak Tanjungpinang dibuka dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Kepala BWS Sumatera IV, Ismail Widadi dan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Menteri PUPR dalam hal ini diwakili oleh Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan, Hardi Simamora. Dilaksanakannya kegiatan di Embung Pulau Dompak ini diharapkan menjadi infrastruktur percontohan. Embung Pulau Dompak merupakan salah satu dari 19 embung infrastruktur yang dibangun oleh BWS Sumatera IV di Kepulauan Riau sebagai upaya konservasi tampungan air Kabupaten Bintan.

Kegiatan yang merupakan wujud sinergitas antar instansi Kementerian PUPR ini turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basyirun, Perwakilan DWP Kementerian PUPR dari Sekretaris Ditjen Cipta Karya Rina Agustine Indriani, Kepala BPJN Jambi Junaidi, Kepala Dinas PU Provinsi Abu bakar, dan Sekretaris GNKPA Victor Sidabutar. Dalam kesempatan ini Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basyirun turut memberikan sambutan dan pesan-pesan yang antara lain mengingatkan akan pentingnya kelestarian alam dan kesinambungan antara masyarakat dengan lingkungan.

Aksi Penanaman Pohon pun dilakukan secara langsung oleh para pejabat terkait dan Gubernur dengan mencangkul dan menanam bibit-bibit pohon bersama-sama. Suasana keharmonisan antar seluruh instansi pada acara ini sangat kental terasa ditandai dengan nuansa kekeluargaan dan kekompakan yang diakhiri dengan kegiatan karaoeke bersama, besar harapan dari seluruh peserta untuk tetap menjaga kekompakan. (humas)

sumber : Bws Sumatera IV

30 November 2017 Selengkapnya

Pengamanan Pantai Upaya dalam Pengendalian Daya Rusak Air di Kabupaten Karimun
Pengamanan Pantai Upaya dalam Pengendalian Daya Rusak Air di Kabupaten Karimun

Batam, 27 Oktober 2017 – Pengendalian daya rusak air, yaitu pengamanan terhadap abrasi pantai, merupakan salah satu aspek pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Kepulauan Riau. Kabupaten Karimun, sebagai salah satu wilayah yang termasuk dalam WS Kepulauan Riau, terdiri dari area kepulauan yang memiliki banyak pantai kritis dan sangat rentan terhadap abrasi.

Balai Wilayah Sungai Sumatera IV melakukan kegiatan perencanaan pengaman pantai di Kabupaten Karimun pada tahun 2017. Adapun lokasi pantai yang termasuk dalam kegiatan perencanaan ini adalah Pantai Coastal Area di Pulau Karimun Besar, Pantai Pulau Parit di Pulau Parit, Pantai Buru di Pulau Buru, Pantai Timun di Pulau Kundur, Pantai Mukalimus di Pulau Kundur, Pantai Durai di Pulau Durai, Pantai Moro di Pulau Moro. Kegiatan ini bertujuan untuk menanggulangi kerusakan pantai dan muara sebagai akibat dari gerusan gelombang agar keseimbangan lingkungan pantai dan ekosistemnya dapat terjaga dengan baik.

Tindak lanjut dari kegiatan perencanaan pengaman pantai adalah pembangunan pengaman Pantai Mukalimus di Pulau Kundur dan pengaman Pantai Durai di Pulau Durai pada tahun 2018 oleh SNVT PJSA Sumatera IV.

Hari Jumat (27/10), PPK Perencanaan dan Program, Bapak Gadhang Swastyastu, mengadakan diskusi bersama dengan Kepala SNVT PJSA Sumatera IV, Bapak David Partonggo, PPK Sungai dan Pantai II, Bapak Robby Indra Gartika, beserta staf selaku pelaksana konstruksi dan konsultan perencana untuk mendiskusikan hasil akhir desain pengaman pantai di Kabupaten Karimun sebelum dilanjutkan ke tahap konstruksi. Tujuan yang diharapkan dari diskusi ini adalah mendapatkan rancangan pengaman pantai dan kondisi terkini di lapangan untuk meminimalkan terjadinya kesalahan pada saat tahap konstruksi berjalan serta untuk menoptimalkan fungsi pengaman pantai yang sudah direncanakan. (humas)

27 Oktober 2017 Selengkapnya

Kegiatan Konsolidasi GP3A Guna Bersama Untuk Peningkatan Kapasitas Kemampuan GP3A D.I Batang Anai
Kegiatan Konsolidasi GP3A Guna Bersama Untuk Peningkatan Kapasitas Kemampuan GP3A D.I Batang Anai

Kegiatan Konsolidasi Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) Guna Bersama merupakan pertemuan ke 3 dari 11 rangkaian pertemuan GP3A dalam rangka Peningkatan Kemampuan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), GP3A dan Perkumpulan Petani pemakai Air (P3A) D.I Batang Anai dalam Aspek Pengelolaan Air di Jaringan Tersier oleh Pelaksana Kegiatan OP SDA IV Satuan Kerja OP SDA, BWS SUMATERA V pada Rabu, 25 Oktober 2017. Konsolidasi ini bertujuan untuk mencetuskan kesepakatan terkait rencana tata tanam, ketegasan atas kasus sadap liar, serta memaparkan tugas dan fungsi GP3A, yang kemudian dalam jangka panjang mampu menunjang swasembada pangan di wilayah Batang Anai. 

Konsolidasi ini dihadiri oleh Dinas PSDA Prov. Sumatera Barat, Satker TP-OP, PPK TP-OP wilayah D.I Batang Anai, TPM Pendampingan P3A, Camat Batang Anai, Danramil, Babinkamtibmas, Wali Nagari Pasar Usang, UPT Distan Kecamatan Batang Anai, Pengurus GP3A Guna Bersama dan pengurus dari 14 P3A yang ada pada GP3A Guna Bersama.

Melalui kegiatan ini disampaikan oleh Muhidfuddin, ST selaku Kasi Kelembagaan dan Pemberdayaan Dinas PSDA Prop. Sumatera Barat bahwa wilayah Sumatera memiliki ketersediaan air yang cukup, sehingga terjadi peningkatan potensi pengairan dan irigasi namun beresiko banjir. Hal itulah yang menjadi pekerjaan rumah bersama untuk ditemukan pemecahannya.

Kesepakatan yang telah dirumuskan bersama dibacakan dalam berita acara oleh Agus Teguh, SP, M.Psi selaku Koordinator TPM yang berisi: pertama, GP3A Guna Bersama telah sepakat dalam penyusunan RTTD tahun 2018 yang dipandu oleh Zuriati B, SP. , UPT Distan Kecamatan Batang Anai. Kedua, solusi untuk pelanggaran sadap liar adalah sepakat bersama-sama memelihara sarana dan prasarana yang ada, dan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku pelanggaran. Ketiga, pendampingan untuk IP3A, GP3A, dan P3A sepakat untuk terus dilanjutkan.

Sementara itu Sofian, Ketua GP3A Guna Bersama menyebutkan bahwa beliau merasa puas dengan pengarahan, dan penjelasan dalam acara konsolidasi ini, “Penjelasannya sangat jelas, jadi kami merasa puas dengan kegiatan ini. Rencana kedepan setelah ini kami akan melakukan pemerataan lewat sosialisasi tentang tugas dan fungsi GP3A dan P3A ini, karena selama ini hanya wacana saja, kalau sekarang sudah jelas apa tugasnya. Kami harapkan ada peningkatan kesejahteraan untuk kehidupan petani kedepannya” kata Sofian.

Camat Batang Anai, Suhardi, S.Sos, MM mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan BWS S V untuk wilayah Batang Anai, beliau menyambut positif kegiatan konsolidasi ini dan menurut beliau pemerintah melalui BWS Sumatera V telah berperan aktif dalam pemberdayaan GP3A, yang harus di dukung oleh masyarakat. Melalui konsolidasi ini GP3A dapat mengetahui tugas dan wewenang mereka, sehingga mereka dapat menjembatani P3A yang ada se-kecamatan Batang Anai sehingga petani ini dapat menggunakan air sesuai kebutuhan mereka. Suhardi menambahkan permasalahan yang sering dikeluhkan masyarakat adalah saluran cacing atau saluran tersier sering tersumbat atau tidak lancar, selain itu juga kelompok P3A yang satu dengan yang lainnya sering berebut air. Suhardi berharap melalui konsolidasi ini masalah pengairan bisa teratasi, sehingga petani tidak terhambat dalam masa tanam dan pada akhirnya mampu mencapai Swasembada Pangan. (humas/sisda)

26 Oktober 2017 Selengkapnya

Pusat Bendungan lakukan Monitoring Pekerjaan Bendungan Sei Gong
Pusat Bendungan lakukan Monitoring Pekerjaan Bendungan Sei Gong

Batam, 26 Oktober 2017 – Dalam rangka monitoring pekerjaan fisik BWS Sumatera IV di Bendungan Sei Gong Pulau Galang, Batam. BWS Sumatera IV bersama tim monitoring dan evaluasi dari Pusat Bendungan Wilayah Barat Ditjen Sumber Daya Air melakukan monitoring progres ke lokasi pekerjaan di lapangan. Peninjauan ini dilakukan oleh Kabalai Wilayah Sungai Sumatera IV, Ismail Widadi bersama Eko Murwanto dkk dari Pusat Bendungan Ditjen SDA didampingi oleh Kepala SNVT PJSA dan PPK Bendungan beserta PT.Wika-Tusenss,KSO sebagai kontraktor pelaksana dan PT. Virama Karya selaku supervisi untuk pembangunan pekerjaan Bendungan Sei Gong dalam Multiyears Contract.

Progres Bendungan Sei Gong yang sudah berjalan Kamis (26/10) yakni ± 55% terdiri dari pekerjaan Jalan Akses (timbunan badan jalan), Bangunan Pelimpah, Rumah Pompa (Pembesian struktur bangunan), Bangunan Pengelak, Timbunan batu di tubuh bendungan serta Sarana pendukung/fasilitas penunjang. Semua pekerjaan tersebut secara paralel telah berjalan. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan Kabalai Ismail Widadi menilai pekerjaan ini perlu ditingkatkan kinerja pekerjaan fisik dan perlu adanya penambahan alat untuk mengejar ketertinggalan. Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan pekerjaan fisik untuk mencapai target penyelesaian di tahun 2018.

Seperti yang sudah diketahui Pulau Batam tidak memiliki cekungan air tanah, oleh karena itu untuk sumber air baku hanya mengandalkan air permukaan. BP Batam (dahulu dikenal dengan nama Otorita Batam) telah membangun 8 Bendungan, 1 diantaranya baru selesai 2014 (Bendungan Tembesi). Dengan hanya mengandalkan 7 bendungan yang mana kapasitasnya saat ini sudah banyak berkurang, diperkirakan Batam akan mengalami krisis air baku mulai tahun 2016. Untuk itu dilakukan Pembangunan Bendungan Muara Sei Gong yang terletak di Pulau Galang yang menjadi salah satu dari 13 bendungan prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo. (humas)

26 Oktober 2017 Selengkapnya

Embung Sedanau Hulu Upaya Konservasi air berkelanjutan di Natuna
Embung Sedanau Hulu Upaya Konservasi air berkelanjutan di Natuna

Batam, 26 Oktober 2017 – Salah satu program pemerintah adalah membangun infrastruktur di kawasan perbatasan dan kawasan pulau terdepan maka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV (BWS Sumatera IV) melalui PPK Danau Situ dan Embung  melaksanakan Pembangunan Embung Sedanau di Kab Natuna pada Tahun anggaran 2017 yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) murni, melanjutkan Pembangunan Sebelumnya. Sedanau merupakan pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Natuna. Pulau yang merupakan ibukota kecamatan Bunguran Barat ini, perkembangan ekonomi dan penduduknya cukup tinggi. Namun di Pulau Sedanau cukup sulit mendapatkan air bersih sehingga sebagian masyarakat masih menggunakan air tanah dan melakukan pembelian air dengan menggunakan kapal. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas tampungan air agar dapat memenuhi kebutuhan air baku di Pulau Sedanau.

Kamis 26 Oktober 2017, di hari ke – 23 (dua puluh tiga) pekerjaan yang sudah dilaksanakan adalah mobilisasi alat berat sudah dilaksanakan dan sudah tiba dilokasi. Dalam pelaksanaan mobilisasi ini sangat diperhitungkan agar karena akan berpengaruh dengan pekerjaan yang lain dimana hampir sebagian besar pekerjaan ini menggunakan alat berat. Jika dalam  pelaksanaan pekerjaan kapasitas alat kurang memenuhi target yang direncanakan maka tidak menutup kemungkinan akan ditambah jumlah alat beratnya.

Pekerjaan Pemasangan Rambu-Rambu keselamatan sudah dilaksanakan, dimana Pekerjaan Pembangunan Embung Serbaguna Sedanau Hulu ini sangat mengutamakan Keselamatan Kerja sehingga Pelaksanaan dan Pengawasan K3 akan dilaksanakan secara maksimal.

Sampai dengan hari ke 23 (dua puluh tiga) pelaksanaan di lapangan, proses pembersihan lahan dan akses jalan sedang dilaksanakan. Mengingat waktu pelaksanaan pekerjaan hanya dalam kurun waktu 88 (delapan puluh delapan) hari kalender. Maka metode pelaksanaan harus benar-benar diperhitungkan agar tercapainya target yang direncanakan.

Diharapkan Pelaksanaan Pembangunan Embung Serbaguna Sedanau Hulu dapat berjalan sesuai dengan Jadwal Pelaksanaan dan Metode Kerja yang direncanakan, sehingga waktu pelaksanaan pekerjaan yang tersisa dapat dimaksimalkan dan tercapainya output yang ditargetkan. (humas)

26 Oktober 2017 Selengkapnya

Penyediaan Air Bersih di Kawasan Perbatasan Pulau Tiga Kabupaten Natuna Pra Serah Terima Pertama
Penyediaan Air Bersih di Kawasan Perbatasan Pulau Tiga Kabupaten Natuna Pra Serah Terima Pertama

Batam, 26 Oktober 2017 – Salah satu prioritas program pemerintah adalah pembangunan infrastruktur secara merata di kawasan perbatasan, kawasan pulau terdepan, kawasan tertinggal, dan kawasan pedesaan. Kabupaten Natuna, yang terdiri dari banyak pulau merupakan salah satu pulau terdepan, yang berbatasan langsung dengan Vietnam menjadi prioritas pembangunan oleh pemerintah, salah satunya di bidang penyediaan air. Seperti yang kita ketahui, salah satu masalah terbesar dari pulau-pulau kecil adalah minimnya sumber air.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV (BWS Sumatera IV) telah berkomitmen dan konsisten dalam melakukan pembangunan infrastruktur dalam bidang sumber air di Natuna. Salah satu pekerjaan yang dilakukan oleh BWS Sumatera IV pada tahun 2017 adalah pembangunan Embung Serba Guna di Pulau Tiga, Kabupaten Natuna. SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air, BWS Sumatera IV melalui Bidang Danau, Situ, dan Embung melakukan pembangunan Embung Serba Guna di Pulau Tiga sebagai bentuk upaya untuk memenuhi kebutuhan air di Pulau Tiga. Kapasitas tampungan air yang semula 50 m3 akan bertambah menjadi 3750 m3 berkat dibangunnya dua reservoir beton dengan dimensi (20 x 30 x 2.5) m. Menurut Bapak Falci Isrami, ST., MPSDA. Selaku Pejabat Pembuat Komitmen yang melakukan pekerjaan Embung Serba Guna tersebut menuturkan “Embung ini dibangun selain untuk mengatasi masalah kekurangan air bersih di Pulau Tiga, tetapi dapat juga digunakan sebagai salah satu alat penggerak roda perekonomian masyarakat Pulau Tiga” tukasnya.

Lokasi pembangunan embung serba guna Pulau Tiga di Kab. Natuna terletak di desa Tanjung Kumbik Kecamatan Pulau Tiga di Kab. Natuna. Untuk mencapai lokasi ini, dari Pulau Batam dapat menggunakan moda transportasi udara ke Kota Ranai Natuna dengan waktu tempuh ± 1.5 Jam, dilanjutkan dengan perjalanan darat menggunakan mobil dengan jarak tempuh ±85 km menuju Pelabuhan Selat Lampa. Lalu untuk menuju ke Pulau Tiga dapat menggunakan kapal masyarakat setempat dengan waktu tempuh ±20 menit. Lokasi pembangunan embung berada ± 1 km dari pelabuhan masyarakat desa Tanjung Kumbik

Kamis, 26 Oktober 2017, pekerjaan ini sudah dalam tahap persiapan untuk Serah Terima Pekerjaan Pertama (PHO), dimana Pekerjaan Pembangunan Embung Serbaguna Pulau Tiga di Kab. Natuna  akan dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober 2017. Sampai dengan hari ini proses pembersihan dan perapihan lahan dilaksanakan semaksimal mungkin agar Pelaksanaan Serah Terima Pekerjaan Pertama (PHO) dapat dilaksanakan sesai dengan rencana.

Pembangunan Embung Sebaguna Pulau Tiga di kab Natuna dilaksanakan Pada Tahun Anggaran 2017 dimana waktu penyelesaian pekerjaan adalah 8(delapan) bulan. Diharapkan kebutuhan air masyarakat di Desa Tanjung Kumbik dapat terpenuhi dengan adanya Pembangunan Embung ini. Adapun kelanjutan dari pembangunan Embung ini akan lanjutkan oleh DInas Cipta Karya. Dimana untuk proses awal tim dari dinas tersebut sudah datang ke lokasi pekerjaan untuk survey embung ini. (humas)

26 Oktober 2017 Selengkapnya

Perjanjian Kerja Sama Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi
Perjanjian Kerja Sama Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi

Ranai, 24 Oktober 2017 – telah dilakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) antara Kelompok Petani Pemakai Air (P3A) yang diwakili oleh Ketua Kelompok P3A dengan Pejabat Pembuat Komitmen Operasi Pemeliharaan SDA II Balai Wilayah Sungai Sumatera IV. Pada kegiatan ini turut hadir pula para Kepala Desa dari masing-masing lokasi kegiatan, Konsultan Manajemen Balai, dan Tim Pendamping Masyarakat yang ditugaskan untuk membantu dan mengawasi Kelompok P3A yang menerima dana swakelola, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Natuna yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Rizal Alamsyah. Jumlah total desa yang menerima dana P3TGAI pada Tahun Anggaran 2017 ini  yaitu ada 6 (enam) desa, dimana 5 (lima) desa diantaranya berada di Kabupaten Natuna yaitu Desa Tapau, Desa Air Lengit, Desa Batubi Jaya, Desa Sedarat baru, Desa Gunung Putri dan satu desa lainnya berada di Kabupaten Karimun yaitu Desa Kundur Utara.

Kegiatan P3TGAI merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, serta berkontribusi untuk ketahanan pangan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan dan prinsip kemandirian. P3TGAI.

Untuk mencapai tahap penandatanganan ini, setiap desa telah melalui beberapa tahapan yaitu Tahap Persiapan dimana setiap kelompok P3A harus melengkapi administrasi berupa akta notaris dari masing-masing kelompok P3A dan Tahap Perencanaan yaitu perhitungan Rencana Anggaran Biaya yang akan digunakan untuk kegiatan swakelola P3TGAI. Dana yang diberikan kepada kelompok petani ini dapat digunakan untuk melakukan rehabilitasi jaringan irigasi ataupun peningkatan jaringan irigasi seperti perbaikan tanggul, perbaikan bangunan air, perbaikan bangunan pelengkap, perbaikan jalan inspeksi, dll dalam upaya meningkatkan kinerja pelayanan jaringan irigasi.

Setelah Acara Penandatanganan selesai dilaksanakan, PPK OP SDA II beserta rombongan didampingi Kepala Desa dan Ketua P3A melakukan kunjungan lapangan di desa yang menerima dana Program Perencanaan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). (humas)

sumber

25 Oktober 2017 Selengkapnya

Peresmian Gedung Rekomtek dan Poliklinik BBWS Brantas 23 Oktober 2017 oleh Ibu Sesditjen
Peresmian Gedung Rekomtek dan Poliklinik BBWS Brantas 23 Oktober 2017 oleh Ibu Sesditjen

Peresmian Gedung Rekomtek dan Poliklinik BBWS Brantas 23 Oktober 2017 oleh Ibu Sesditjen

23 Oktober 2017 Selengkapnya

Pekerjaan  Pengeboran PAT Brantas untuk Mengatasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Trenggalek
Pekerjaan Pengeboran PAT Brantas untuk Mengatasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Trenggalek

Pekerjaan  Pengeboran PAT Brantas untuk Mengatasi Kekeringan di Wilayah Kabupaten Trenggalek

29 September 2017 Selengkapnya