© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

BBWS Bengawan Solo
Serah Terima dan Evaluasi P3TGAI Tahap II Wilayah Madiun
Serah Terima dan Evaluasi P3TGAI Tahap II Wilayah Madiun

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap II Wilayah Madiun, Jumat (13/12/2019). Peserta dalam kegiatan ini adalah Tim Pelaksana Balai dari Dinas, Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) PPK OP SDA III, Konsultan Manajemen Balai (KMB) dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap II. “Dengan diserahkan dari satker kepada desa sehingga menjadi tanggung jawab Bapak dan Ibu sekalian untuk merawat dan memelihara, sehingga apa yang telah kami bangun dapat bermanfaat dengan pantun Ada Putri Sangat Menawan, Tak Lepas Mata Memandang, P3TGAI telah selesai dilaksanakan semoga menambah kesejahteraan dan ketahanan pangan” Pesan Ir. Isgiyanto selaku Plh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo. Dalam pertemuan ini dilakukan serah terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap II melalui perwakilan 5 Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) kepada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA IIII Aditya Sidik Waskito, ST, M.Si, M.Sc dan juga serah terima dari perwakilan HIPPA dan perwakilan Kepalada Desa dan Ketua HIPPA di masing-masing Kabupaten (Magetan, Pacitan, Ngawi, Ponorogo, Madiun, ) kepada Satker Operasi dan Pemeiharaan SDA Surendro Adi Wibowo, ST, MT. Dalam kegiatan ini diberikan materi tentang Pelaksanaan P3TGAI Tahap II dan materi tentang Evaluasi Kinerja P3TGAI Tahap II. Dengan adanya P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya kinerja layanan irigasi yang dapat menjaga ketahanan pangan di Wilayah Madiun (BBWSBS/sita).

13 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sumatera I
 Pelatihan Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP) untuk Pelatih Kabupaten
Pelatihan Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP) untuk Pelatih Kabupaten

Banda Aceh - Balai Wilayah Sungai Sumatera I melalui PPK OP SDA 1 mengadakan Pelatihan Integrated Participatory Development and Management Irrigation Program (IPDMIP) untuk pelatih kabupaten, acara berlangsung selama 1 hari pada tanggal 12 Desember 2019 yang berlangsung di Oasis Hotel, Banda Aceh. Acara ini dihadiri oleh 20 peserta yang berasal dari 15 instansi pelaksana IPDMIP.

Acara ini dibuka langsung oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera – I Bapak Ir. Djaya Sukarno M. Eng, dalam sambutannya beliau mengatakan "Keberlangsungan suasu sistem pengelolaan infrastruktur sumber daya air berupaya menjaga keberlangsungan sistem sumber daya air itu sendiri yang tertuju pada kesejahteraan masyarakat". Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Rizal Siregar dari Dit Bina OP Kementerian PUPR, Bapak Dadan Rahmandani dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Irigasi, Puslitbang SDA Kementerian PUPR, dan Bapak Rachman Jaya dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Aceh, ketiganya merupakan narasumber pada kegiatan ini.

Peran pemerintah dan masyarakat dalam mengelola irigasi melalui kegiatan IPDMIP tercantum dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 30 tahun 2015 tentang Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi.

Integrated Participatory  Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) merupakan program pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten. Upaya ini diharapkan dapat mendukung tercapainya swasembada beras sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia.

IPDMIP ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, 2005 – 2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang mana ketahanan sumber daya air dan ketahanan pangan menjadi prioritas. Untuk mencapai tujuan ini, akan dilaksanakan Program Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) melalui peningkatan sistem pengelolaan irigasi, penguatan P3A, penguatan Lembaga Pengelola Irigasi serta rehabilitasi 3 juta Ha daerah irigasi. Program ini sejalan dengan Strategi  Prioritas dari Negara-Negara Anggota ADB 2016 - 2019, untuk Indonesia adalah mencapai peningkatan investasi infrastruktur daerah dan sumber daya air. Program ini juga sudah termasuk dalam ADB’s Country Operations Business Plan, 2017 – 2019 for Indonesia.

Cakupan wilayah program IPDMIP adalah di 74 kabupaten di dalam 16 provinsi di Indonesia, untuk periode tahun 2017 – 2022. Total anggaran program ini diperkirakan sebesar Rp. 22 Triliun yang bersumber dari pemerintah indonesia (APBN dan APBD) diperkirakan sebesar Rp. 14 Triliun dan sisanya sebesar Rp. 8 Triliun diperoleh dari sumber lainnya.

Pada paparannya, Bapak Rizal Siregar menyampaikan materi tentang modernisasi irigasi dan menjelaskan pilar-pilar dalam modernisasi irigasi. Selanjutnya Bapak Dadan Rahmandani menyampaikan tentang teknologi lining saluran irigasi. Dan yang terakhir Bapak Rachman Jaya menyampaikan tentang aplikasi teknologi pertanian untuk peningkatan produktivitas tamanan: tata kelola air.

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan sistem irigasi dalam mengupayakan keberlangsungan pelayanan fungsi jaringan dengan tetap menjaga hasil maksimal produksi pertanian per tahunnya.

13 Desember 2019 Selengkapnya

BBWS Bengawan Solo
Serah Terima P3TGAI Wilayah Hilir Tahap II
Serah Terima P3TGAI Wilayah Hilir Tahap II

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menyelenggarakan Serah Terima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Wilayah Hilir Tahap II, Kamis-Jumat (12-13/12/2019). Peserta dalam kegiatan ini adalah Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Wilayah Hilir, Konsultan Manajemen Balai (KMB) Wilayah Hilir dan Kepala Desa Penerima P3TGAI Tahap I. Dalam pertemuan ini dilakukan serah terima Hasil Pelaksanaan P3TGAI Tahap II melalui perwakilan 5 Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) kepada PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA IV Antonius Suryono, A.Md.T, SH, MMT dan juga serah terima dari perwakilan HIPPA dan perwakilan Kepalada Desa di masing-masing Kabupaten (Gresik, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Cepu) kepada Satker Operasi dan Pemeiharaan SDA Surendro Adi Wibowo, ST, MT. Dalam kegiatan ini diberikan materi tentang Pelaksanaan P3TGAI Tahap II dan materi tentang Evaluasi Kinerja P3TGAI Tahap II. Dengan adanya P3TGAI ini diperoleh manfaat meningkatnya kinerja layanan irigasi sehingga dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani (BBWSBS/sita).

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi IV
Sekretariat TKPSDA WS Towari Lasusua Pemenang Lomba Sekretariat TKPSDA WS Tingkat Nasional Kategori Berkembang
Sekretariat TKPSDA WS Towari Lasusua Pemenang Lomba Sekretariat TKPSDA WS Tingkat Nasional Kategori Berkembang

Setelah melewati rangkaian tahapan proses penilaian perlombaan oleh tim Juri dari Subdit Kelembagaan, Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air (BPSDA), mulai dari penilaian presentasi hingga penilaian langsung ke Sekretariat, Tim juri akhirnya memutuskan Sekretariat TKPSDA WS Towari – Lasusua berhasil meraih nilai tertinggi dan menjadi pemenang pertama dalam lomba TKPSDA WS Tingkat Nasional untuk Kategori Berkembang.

Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan pemenang lomba tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Ditjen SDA Kementerian PUPR, Jalan Pattimura No. 20 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada hari Selasa, 03 Desember 2019. Adapun kategori yang menerima penghargaan adalah TKPSDA WS kategori Maju, Berkembang, dan Kewenangan Provinsi.

Selain menerima Penghargaan, pemenang juga menerima Plakat dan 1 (satu) unit Laptop yang diserahkan langsung oleh Direktur BPSDA (Ir. Fauzi Idris, ME) didampingi oleh Kasubdit Kelembagaan (Eka Nugraha Abdi), Kasubdit Pengaturan (Ir. Sigid Hanandaja, ME), serta Kasubdit Hidrologi dan Kualitas Air (Ir. Dasniar).

Pada acara ini juga turut diserahkan hadiah pemenang lomba Pos Hidrologi Tingkat Nasional.

Bravo Sekretariat TKPSDA Towari Lasusua.

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi IV
Kunjungan Komisi III Pengendalian Daya Rusak Air TKPSDA WS Towari Lasusua
Kunjungan Komisi III Pengendalian Daya Rusak Air TKPSDA WS Towari Lasusua

Kunjungan lapangan Komisi III (Pengendalian Daya Rusak Air) TKPSDA WS Towari-Lasusua ini dilaksanakan tanggal 28 November – 01 Desember 2019. Kunjungan dipusatkan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Latowu tepatnya di Sungai Pongkeru Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Kunjungan ini dalam rangka mengumpulkan data dan informasi terkait Sungai Pangkeru sebagai penerima dampak aktifitas Hulu DAS Latowu.

Kehadiran anggota Komisi III TKPSDA WS Towari-Lasusua diterima oleh plt. Sekda Kabupaten Luwu Timur, Kepala BPBD dan Kadis PUPR Kabupaten Luwu Timur. Kunjungan diawali pemaparan dari Kabid Sumber Daya Air, Bapak Andi Juana dengan Tema “Potensi dan dampak Kerusakan DAS Latowu pada Sungai Pongkeru”.

Sungai Pangkeru adalah salah satu sungai yang ada pada DAS Latowu yang mana pada bagian hulunya berada pada Kabupaten Kolaka Utara (Sungai Larui) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan mengalir ke Sungai Pongkeru dalam wilayah Administratif Kabuupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan.

Kerap kali Sungai Pongkeru meluap dan merendam hingga 7 (tujuh) Desa dan infrastruktur jalan trans Sulawesi, serta jembatan terancam rusak. Bila hal ini terus terjadi, maka ketersediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat akan sulit untuk terpenuhi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pemda Kabupaten Luwu Timur telah membuat bangunan pengaman tebing sungai berupa pasangan bronjong. Namun upaya ini dirasa belum optimal, sehingga Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan masyarakat sekitar Sungai Pongkeru mengharapkan adanya upaya-upaya mengurangi kerusakan DAS Latowu. Diharapkan juga agar sinkronisasi program antara Pemerintah Provinsi Sultra dan Provinsi Sulsel dalam upaya mengurangi kerusakan Sumber Daya Air yang menyeluruh dari hulu hingga ke hilir DAS Latowu.

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi IV
Kunjungan Lapangan Komisi II Pendayagunaan SDA TKPSDA WS Towari Lasusua
Kunjungan Lapangan Komisi II Pendayagunaan SDA TKPSDA WS Towari Lasusua

Dalam rangka memantau, mengamati serta mengumpulkan data dan informasi kekurangan air baku untuk kebutuhan sehari-hari Masyarakat Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka, Komisi II Pendayagunaan Sumber Daya Air (SDA) TKPSDA WS Towari – Lasusua melakukan kunjungan Lapangan pada DAS Towari pada tanggal 24 – 26 November 2019.

Kunjungan diawali pertemuan masyarakat Kecamatan Watubangga yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Kecamatan Watubangga. Pertemuan dilakukan untuk menggali informasi dari masyarakat terkait kebutuhan air baku untuk keperluan sehari-hari.

Dalam pertemuan ini, hadir perwakilan beberapa desa yang sepanjang tahun mengalami kekeringan, yaitu warga Kecamatan Watubangga yang meliputi Desa longgosipi, Desa Kukutio, Desa Sumber Rejeki, dan Desa Kastura, serta masyarakat Kecamatan Toari yang meliputi Desa Rano Sangia dan Desa Anawua.

Hasil pertemuan yaitu masyarakat sangat mengharapkan sumber air watu pilah (air Jatuh) sekitar 20 Km dari Desa Rano Sangia sebagai satu-satunya sumber air dari gunung yang tidak pernah kering walaupun kemarau panjang, dapat dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kecamatan Watubannga dan Kecamatan Toari.

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi IV
Kunjungan Lapangan Komisi I Konservasi SDA TKPSDA WS Towari Lasusua di DAS Lasusua
Kunjungan Lapangan Komisi I Konservasi SDA TKPSDA WS Towari Lasusua di DAS Lasusua

Kunjungan Lapangan Komisi I (Konservasi SDA) TKPSDA WS Towari-Lasusua ini bertujuan untuk melihat kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Lasusua Kabupaten Kolaka Utara yang semakin kritis sehingga mengakibatkan banjir / meluapnya air sungai saat musim hujan. Kunjungan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 26 – 28 November 2019.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kolaka Utara menerima kunjungan Komisi I tersebut. Dalam sambutannya, Kadis PUPR Kabupaten Kolaka Utara menyebutkan beberapa sungai yang seringkali meluap sehingga menimbulkan banjir bandang yang menghanyutkan rumah penduduk, merusak infrastruktur jalan dan abutment jembatan, bahkan sampai menelan korban jiwa.

Dari hasil kunjungan lapangan, nampak hulu DAS Lasusua mengalami kerusakan berupa :

  • Penggundulan hutan karena illegal loging,
  • Pengolahan tanah untuk tanaman perkebunan pada kemiringan 45 derajat,
  • Pemukiman masyarakat pada daerah kemiringan yang rawan longsor,
  • Serta kerusakan morfologi sungai karena aktifitas penambangan pasir yang tidak memiliki izin.

Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian secara bersama-sama antara pihak pemerintah, masyarakat dan pihak swasta untuk solusi penanganan pada daerah Hulu tengah DAS kritis.

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sumatera I
Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Wilayah Sungai Aceh-Meureudu Tahun 2020
Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Wilayah Sungai Aceh-Meureudu Tahun 2020

Aceh Besar – Sekretariat Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sumatera I menyelenggarakan Sidang IV Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai (TKPSDA WS) Aceh-Meureudu Periode II Tahun 2019. Kegiatan diadakan untuk membahas Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Wilayah Sungai Aceh-Meureudu Tahun 2020. Acara berlangsung selama dua hari pada tanggal 10 dan 11 Desember 2019 di Hotel The Pade, Darul Imarah.

Sidang IV TKPSDA WS Aceh-Meureudu dihadiri oleh 35 anggota TKPSDA WS Aceh-Meureudu, dipimpin oleh Bapak Ir. H. M. Supriatno, ST. MP dari Dinas Pengairan Aceh. Narasumber yang memberikan materi merupakan perwakilan dari Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Tim Operasional Penyiapan, Pelaksanaan dan Pengawasan Alokasi Air pada Operasi dan Pemeliharaan SDA I, Balai Wilayah Sumngai Sumatera I.

Sambutan sekaligus pembukaan acara Sidang IV TKPSDA WS Aceh-Meureudu disampaikan oleh  Bapak Ir. H. M. Supriatno, ST. MP. Sidang berlangsung dengan didahului paparan materi oleh Narasumber dan diskusi panel kemudian dilanjutkan dengan Sidang Pleno. Materi yang dibahas adalah Konsep Pelaksanaan Alokasi Air Terhadap Upaya Pengelolaan SDA Terpadu dan Penyusunan RAAT WS Aceh Meureudu. Hasil dari Sidang IV TKPSDA WS Aceh-Meureudu berupa laporan dan susunan rekomendasi untuk pengelolaan WS Aceh-Meureudu.

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi III
Keseruan Harbak PU ke-74 di Salumbone Resort
Keseruan Harbak PU ke-74 di Salumbone Resort

Palu - Rangkaian acara Harbak PU ke-74 berikutnya diadakan di Salumbone Resort, Donggala pada Minggu, 2 Desember 2019. Gathering kali ini diwarnai dengan keseruan perlombaan masak dan games kebersamaan lainnya yang mewakili masing-masing Satker dan PPK. Selamat untuk kepada para pemenang lomba! 

Tidak hanya itu, sebelum menuju ke resort ini, Ibu-ibu Paguyuban Dharma Wanita dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi III melaksanakan anjangsana di lokasi pengungsian Tondo, berbagi bersama korban bencana gempa dan tsunami 28 September 2018 lalu.

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi III
Opening Ceremony Harbak PU ke-74 dimeriahkan dengan Jalan Santai, Lomba dan Doorprize
Opening Ceremony Harbak PU ke-74 dimeriahkan dengan Jalan Santai, Lomba dan Doorprize

Opening Ceremony Hari Bakti PU ke-74 ditandai dengan pelepasan balon dilaksanakan di kantor Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu pada Sabtu, 30 November 2019. Acara pembukaan ini diikuti dengan kegiatan Jalan Santai dimulai pada pukul 06.00 WITA, dilanjutkan dengan senam, berbagai lomba untuk kategori dewasa dan anak-anak, pengumuman hadiah lomba, dan pengumuman penerimaan doorprize.

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi III
Donor Darah di Harbak PU ke-74, Berikut 10 Manfaatnya
Donor Darah di Harbak PU ke-74, Berikut 10 Manfaatnya

Dalam rangka Hari Bakti PU ke-74, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu menyelenggarakan serangkaian acara yang dimulai dengan Donor Darah pada hari Jumat, 29 November 2019, pukul 08.00 - Selesai di Kantor BWS Sulwesi III Palu. 

Kegiatan donor darah yang difasilitasi oleh PMI Daerah Sulawesi Tengah ini, sering kali menjadi salah satu kegiatan rutin yang ditambahkan ke dalam rangkaian acara-acara besar Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu. Sebab, seperti yang diketahui oleh Sobat Balai, bahwa Donor Darah tidak hanya sebagai kegiatan amal tetapi juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. 

Donor darah merupakan upaya seseorang dalam memberikan sejumlah darahnya yang ditranfusikan kepada orang lain. Sayangnya, banyak orang takut donor darah dengan beragam alasan. Mulai dari takut jarum suntik hingga takut darahnya habis. Padahal, manfaat donor darah bagi pendonor banyak banget lho. Malahan setelah donor darah, tubuh jadi lebih fit karena produksi darah diperbaharui. Selain itu, tekanan darah jadi lebih stabil. Keuntungan juga bisa didapat bagi mereka yang kelebihan sel darah merah. Karena dengan donor darah, tubuh jadi menyeimbangkan dengan kebutuhan. Berikut kami rangkum 10 manfaat donor darah yang dilansir dari liputan6.com! 

1. Mengurangi penyakit jantung
 

Salah satu manfaat donor darah bagi pendonor adalah membuat jantung Anda senantiasa sehat. Dengan begitu, akan meningkatkan zat besi dalam darah dan juga mengurangi kemungkinan Anda menderita penyakit jantung.

2. Membakar kalori dan membantu menurunkan berat badan
 

Manfaat donor darah bagi pendonor yang teratur lainnya adalah membantu membakar kalori dalam tubuh dan menurunkan berat badan. al ini karena rata-rata orang dewasa dapat membakar 650 kalori saat memberikan 450 ml darahnya.
 

3. Menurunkan resiko kanker
 

Selain membantu membakar kalori, manfaat donor darah bagi pendonor adalah dapat menurunkan risiko terjadinya kanker. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya zat besi yang berlebih dalam tubuh saat melakukan donor darah. 

4. Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah
 

Donor darah secara teratur diketahui dapat menurunkan kekentalan darah. Kekentalan darah merupakan salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Semakin kental darah yang mengalir dalam tubuh, semakin tinggi pula kemungkinan terjadinya gesekan antara darah dan pembuluh darah. 

5. Meningkatkan produksi darah
 

Manfaat donor darah bagi pendonor yang teratur dapat membantu merangsang produksi sel-sel darah baru. Proses mendonorkan darah ini, akan membantu tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien.

6. Membuat pikiran lebih stabil 

Sebuah penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa orang yang mendonorkan darahnya dengan tujuan menolong orang lain memiliki risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang melakukan donor darah untuk kepentingan sendiri atau bahkan tidak mendonorkan darahnya sama sekali. 

7. Bagian dari periksa kesehatan
 

Manfaat donor darah bagi pendonor lainnya adalah dapat digunakan sebagai uji pemeriksaan kesehatan diri sendiri. Ketika darah yang Anda miliki berada di dalam kantong darah dan diperiksa di laboratorium, maka tim medis akan melihat apakah Anda menderita suatu penyakit tertentu atau tidak.

8. Menjadi lansia yang sehat

Menjadi lansia yang sehat merupakan manfaat donor darah bagi pendonor lainnya. Banyak orang tua yang memiliki kesehatan cukup baik dan prima di usianya yang telah lanjut tersebut.

9. Menurunkan kolesterol
 

Manfaat donor darah secara rutin adalah akan membantu Anda untuk mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh. Sebuah hasil penelitian membuktikan bahwa donor darah dapat mengurangi kekentalan darah sehingga dapat membantu dalam menurunkan kadar LDL.

10. Manfaat donor darah untuk mempercepat proses pemulihan luka
 

Ketika Anda mendonorkan darah, akan terjadi penyesuaian tubuh terhadap berkurangnya sel darah merah. Penyesuaian tubuh ini juga dibutuhkan ketika tubuh Anda mengalami luka yang mengakibatkan berkurangnya sel darah merah, sehingga penyembukan luka jadi lebih cepat.

So, masih takut untuk donor darah? Semoga bisa lebih berani lagi ya Sob, setelah membaca manfaatnya. Apalagi masih dalam euphoria Harbak PU nih! 

 

 

12 Desember 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi III
Yuk, Cari Tahu Sejarah di Balik Hari Bakti PUPR!
Yuk, Cari Tahu Sejarah di Balik Hari Bakti PUPR!

Tahukah Sahabat bahwa setiap tanggal 3 Desember diperingati sebagai Hari Bakti PU (Pekerjaan Umum). Nah, terkait peringatan tersebut, kali ini admin mau berbagi tentang sejarah Hari Bakti PU.

Tanggal 3 Desember dijadikan sebagai Hari Bakti PU untuk mengenang pertempuran yang terjadi pada tanggal 3 Desember 1945 di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat yang sekarang dikenal sebagai Gedung Sate Bandung.

Hari itu sekitar pukul 11.00 WIB, pasukan tentara sekutu (NICA) dengan persenjataan lengkap dan modern mengepung Gedung Sate yang saat itu dijaga dan dipertahankan oleh 21 orang petugas dari Gerakan Pemuda Pekerjaan Umum.

Walaupun demikian, petugas yang mempertahankan Gedung Sate tersebut tak mau menyerah begitu saja. Mereka melakukan perlawanan mati-matian dengan segala kekuatan yang dimiliki untuk mempertahankan kantor itu.

Pertempuran di Gedung Sate yang dahsyat dan tidak seimbang tersebut berakhir pada pukul 14.00 WIB. Dalam pertempuran itu, 7 orang pegawai PU gugur dan jenazah mereka tidak ditemukan sampai sekarang.

Tujuh pegawai PU yang gugur dalam peristiwa itu adalah Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono. Nama mereka kemudian dikenang sebagai Pahlawan Sapta Taruna.

12 Desember 2019 Selengkapnya