© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis Jawab Keresahan Masyarakat Pesisir Selatan
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis Jawab Keresahan Masyarakat Pesisir Selatan

Saat ini masyarakat di Pantai Muara Kandis Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan dihadapkan pada kondisi gejala alam berupa bencana abrasi pantai yang menghancurkan pemukiman penduduk, lahan pertanian serta jalan lingkungan. Hal ini dijawab oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V yang telah melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan pengaman pantai muara kandis lanjutan yang dilaksanakan pada Kamis 21 Maret 2019.
 
Peletakan Batu pertama ini dibuka oleh Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni, beliau mengucapkan terimakasih karena pemerintah pusat telah menjawab keluhan masyarakat yang tingal di pinggiran pantai muara kandis dengan membangun pengaman pantai sehingga dapat membantu masyarakat agar tidak terjadi lagi abrasi dan hanyutnya rumah-rumah warga yang terbawa oleh pasang surut air laut
 
Sementara itu Maryadi Utama selalu Kepala Balai WIlayah Sungai Sumatera V mengatakan, Untuk pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis di Kabupaten Pesisir Selatan berada pada tipe pengaman pantai dengan jenis konstruksinya adalah pemasangan batu Cobble Stone 50-100 kg dengan pekerjaan persiapan, pekerjaan galian, pekerjaan pemasangan material. Pembiayaan Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis di Kabupaten Pesisir Selatan ini dibiayayi dari APBN melalui SNVT PJSA WS.INderagiri-Akuaman, WS.Kampar,WS.Rokan Provinsi Sumatera Barat dan pada tahun Anggaran 2018 telah melaksanakan penangan mendesak pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis dengan Nilai Kontrak Rp. 5.355.000.000,00 (Lima Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Lima Juta rupiah) Kontraktor PT. MANDIRI HARAPAN UTAMA dengan OUTPUT 0.15 km dan OUTCAME 0.5 HA Pada TA 2019 Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis dilanjutkan dengan nilai Kontrak Rp. 7.944.987.000,00 (Tujuh Milyar Sembilan ratus empat puluh empat juta sembilan ratus delapan puluh tuju ribu rupiah) Kontraktor CV. TAMAN KARYA MANGGALA OUTPUT 0.4 Km dan OUTCAME 0.6 HA.
 
Pengaman Pantai Muara Kandis di Kabupaten Pesisir Selatan (Lanjutan) diharapkan dapat menahan Laju Erosi abrasi Pantai yang menghantam permukiman penduduk. Kemudian masuk dalam RENSTRA 2019-2024 Balai Wilayah Sungai Sumatera V diharapkan pada tahun 2024 pembangunan pengaman pantai Muara kandis Tuntas Secara Keseluruhan. Semoga dengan adanya pembangunan Pengaman Pantai Batang Kandis ini dapat bermanfaat sangat besar bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan.

21 Maret 2019 Selengkapnya

Pengumuman Izin Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bendungan Leuwikeris Tahap II
Pengumuman Izin Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bendungan Leuwikeris Tahap II

Pengumuman izin penetapan lokasi pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Leuwikeris tahap II di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya  berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat.

Download:

1. Penetapan Lokasi Tahap II

2. Lampiran Gambar Penetapan Lokasi Tahap II

03 Oktober 2018 Selengkapnya

Amanatkan Hari Air Dunia ke 26 BWS Sumatera IV Bina Komunitas
Amanatkan Hari Air Dunia ke 26 BWS Sumatera IV Bina Komunitas

Sungai merupakan salah  satu sumber air yang sangat penting dan perlu dilestarikan. Sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR No. 04 tahun 2015 tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai, terdapat 128 Wilayah Sungai di Indonesia dengan sungai-sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah.

Pada hari kamis (15/03/2018) Balai Wilayah Sungai Sumatera IV menyelenggarakan langkah pembinaan dengan memberikan edukasi dalam rangka membekali komunitas peduli sungai “KPS” di kecamatan Sagulung Kelurahan Sungai Langkai kota Batam,langkah pembekalan ini berupa sosialisasi dari 4 Narasumber yang didatangkan dari Kementerian PUPR, meliputi Direktorat Bina Penata gunaan SDA, Subdit Kelembagaan, Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan, Subdit OP Sungai Pantai, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kepala Satuan kerja PSPLP dan Ketua Komunitas Peduli Sungai Lama untuk memberikan pemahaman dan informasi tentang Sungai.

Ismail Widadi dalam Sambutanya menyampaikan “Balai Wilayah Sungai Sumatera IV sampai saat ini telah sukses membina pembentukan dua Komunitas Peduli Sungai di Kota Batam, antara lain Komunitas Peduli Sungai Tiban Lama yang telah dibentuk pada tahun 2017, dan saat ini Komunitas Peduli Sungai Langkai, Sagulung”.

Harapan Kepala BWS Sumatera IV dengan dibentuknya komunitas peduli sungai ini”agar masyarakat dapat mandiri, peduli akan lingkungan dan aktif dalam kegiatan memelihara sungai serta menjaga sungai terutama untuk kelestarian dan pemanfaatan sungai secara sehat dan bertanggung jawab”.

Sementara itu warga masyarakat kelurahan sungai langkai merasa sangat terbantu dengan adanya pembinaan dan pembentukan Komunitas Peduli Sungai Langkai karena dinilai sangat bermanfaat melihat dari seringnya sungai ini tercemar dengan sampah-sampah. Adapun harapan dengan dibentuknya KPS ini maka sungai-sungai yang ada di Batam terawasi dengan baik dari penanganan sampah dan pengelolaannya.

Sejalan dengan kegiatan tersebut (18/03/2018) masih dalam rangkaian peringatan Hari Air Dunia ke-26 tahun 2018, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) melalui Balai Wilayah Sungai SumateraIV Melaksanakan gerakan bersih-bersih sungai Langkai yang dilaksanakan di Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sungai Langkai.

“Kegiatan ini berupa aksi bersih sungai bersama komunitas peduli sungai, masyarakat sekitar dan tim dari BWS Sumatera IV yang dilaksanakan disamping lapangan Bola Sungai Langkai RW 02 Kecamatan Sagulung Kota Batam. Pada kesempatan ini turut dilaksanakan aksi tanam pohon Bibit Matoa sebanyak 50 pohon untuk menjaga ekosistem di sekitar bantaran Sungai Langkai.

Sesuai dengan tema Hari Air Dunia tahun ini yaitu “Nature For Water”, lanjut Kepala BWS Sumatera IV Ismail Widadi menerangkan bahwa sungai merupakan sumber kehidupan yang dalam perkembangannya menjadi salah satu badan air yang terkena pencemaran dari berbagai kegiatan rumah tangga, industry dan pertanian.

“Untuk itu, aksi bersih sungai ini dilakukan sebagai langkah-langkah peningkatan kesadaran kepada masyarakat bahwa sungai harus dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk air bersih sesuai dengan peraturan yang berlaku.”

Kepala BWS Sumatera IV Ismail Widadi mengharapkan agar tetap terjalin koordinasi dan kerjasama dengan semua pihak tersebut untuk mengawasi,  melindungi serta menjaga kualitas air sungai dengan meningkatkan sinergitas bagi seluruh pihak terutama dengan hadirnya komunitas-komunitas peduli sungai.

Dalam acara yang berlangsung di bantaran Sungai Langkai, Kepala BWS Sumatera IV berharap komunitas dapat menjadi motor penggerak di wilayahnya dalam hal menjaga kualitas air sungai dan meningkatkan kepedulian masyarakat akan kondisi sungai di sekitar tempat tinggalnya. (humas)

sumber : BWS Sumatera 4

27 Maret 2018 Selengkapnya

Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Peringati Hari Air Dunia Ke 26 Tahun 2018
Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Peringati Hari Air Dunia Ke 26 Tahun 2018

Sejalan dengan tema global “Nature for Water” yang diadopsi menjadi tema nasional “Lestarikan Alam untuk Air”, HAD 2018 juga menjadi momentum untuk mengeksplorasi beragam solusi berbasis alam dalam menyelesaikan persoalan terkait air. Hal ini mengingat berbagai tantangan yang dihadapi secara global umumnya merupakan dampak perilaku manusia yang kerap mengabaikan alam untuk kepentingannya sendiri.

Kita perlu mengingat kembali bahwa keberlanjutan sumber daya air bergantung pada ekosistem alami. Alamlah yang menyaring polutan, menangkal banjir dan badai, dan mengelola ketersediaan air. Menjaga air dari sisi kualitas dan kuantitas menjadi kunci untuk keberlangsungan kehidupan. Karenanya, kembali ke solusi-solusi berbasis alam adalah cara yang paling berkelanjutan untuk mempertahankan sumber daya air.

Rangkaian peringatan HAD 2018 di daerah dari bulan Maret hingga April mendatang digelar oleh seluruh Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Bentuk kegiatannya pun beragam, antara lain susur sungai, penanaman pohon, donor darah, bersih sungai, lomba daur ulang, hingga seminar.

Dimana puncak peringatan HAD akan digelar tanggal 7 April 2018 di Danau Rawa Pening, Semarang. Peserta akan melakukan aksi bersih danau, penyulaman penanaman pohon, serta menabur benih ikan.

Pada hari kamis,22 Maret 2018 Peringatan HAD 2018 Digelar di Lingkungan Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Untuk menggelorakan kesadaran seluruh lapisan masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya air, untuk itu Balai Wilayah Sungai Sumatera IV melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan peringatan HAD 2018 di Kota Batam yaitu Pembinaan Kemunitas Peduli Sungai langkai,peresmian alat Pemanen Air Hujan (PAH) yang pertama di Kota Batam,bersih-bersih  Sungai Langkai, bersih-bersih Sungai Harapan, serta penanaman Bibit  Matoa yang dilaksanakan dibantaran sungai langkai dan Sungai Harapan serta penanaman bibit Mangrove yang di laksanakan dipesisir kampung terih, Nongsa. Dimana pada rangkaian acara tersebut dilangsungkan dengan pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama oleh Kepala BWS Sumatera IV bersama Walikota Batam, komunitas peduli sungai yang sudah terbentuk dan tamu undangan.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ismail Widadi dalam sambutanya menyampaikan”Kegiatan ini di Gelar tiap tahun untuk membawa pesan agar kita lebih memperhatikan kondisi air kita, khususnya di Kota Batam”.

“Kita lestarikan dengan menanam pohon dan mengajak karyawan, masyarakat dan Komunitas Peduli Sungai untuk sama-sama melestarikan alam”.

Ismail Widadi dalam menyampaikan harapanya, “pada momen memperingati hari air dunia yang ke 26 ini, masyarakat harus tetap bersemangat untuk menjaga kelesatarian sungai dan pantai di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau”. (humas)

sumber : BWS Sumatera 4

27 Maret 2018 Selengkapnya

Rangkaian Kegiatan Hari Air Dunia Ke 26
Rangkaian Kegiatan Hari Air Dunia Ke 26

Hari Air dunia diperingati pada tanggal 22 Maret setiap tahunnya. Peringatan ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya air. Tahun 2018 Hari Air Dunia mengusung tema "Natur For Water" (Lestarikan Alam untuk air), dimana kita dapat menemukan solusi dari alam untuk mengatasi permasalahan mengenai air yang kita hadapi pada abad ini.

Pada tahun 2018 Balai Wilayah Sungai Sumatera-I mengadakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menjaga lingkungan dan air. Rangkaian kegiatan yang diadakan pada tanggal 22 Maret 2018 bertempat di Lingkungan Balai Wilayah Sungai Sumatera-I diantaranya Donor Darah, Pembuatan Biopori dan Pemanenan Air Hujan.

Pada kegiatan ini dipaparkan bagaimana cara membuat biopori dan cara memanen air hujan serta pemanfaatannya. Kegiatan ini disertai dengan praktek lapangan agar apa yang telah dipaparkan tadi dapat dicoba dan dilihat langsung hasilnya.

Selain itu ada kegiatan donor darah yang diikuti oleh karyawan dan karyawati dari Balai Wilayah Sungai Sumatera-I dan Dinas Pengairan Aceh. Peserta sangat antusias melakukan donor namun tidak semuanya dapat mendonorkan darahnya hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya daya tahan tubuh yang sedang lemah, Hemoglobin, sedang haid atau baru selesai haid bagi perempuan dan tekanan darah yang tidak memenuhi syarat.

Dari kegiatan donor darah didapat 42 kantong donor. Berdasarkan jenis kelamin pendonor yang berhasil mendonorkan darahnya adalah 31 kantong dari laki-laki dan 11 dari perempuan. Adapun berdasarkan golongan darah yang didapat A berjumlah 14 kantong, B berjumlah 11 kantong, AB berjumlah 5 kantong dan O berjumlah 12 kantong.

Rangkaian acara peringatan Hari Air dunia masih akan berlangsung pada Hari Minggu tanggal 25 Maret 2018 di Komplek Stadion Harapan Bangsa. Kegiatan yang akan dilakukan diantaranya Lomba mewarnai, Lomba baca puisi dan kegiatan bersih-bersih sungai.

Sumber : BWS Sumatera I

26 Maret 2018 Selengkapnya

Lindungi Sungai dengan Solusi Berbasis Alam
Lindungi Sungai dengan Solusi Berbasis Alam

Melindungi sungai dapat dilakukan bukan hanya dengan pembangunan infrastruktur yang sifatnya masif, tetapi dengan solusi yang berbasis alam. Hal ini sejalan dengan tema Hari Air Dunia (HAD) XXVI Tahun 2018 yaitu “Nature for Water”.

Demikian disampaikan Kepala BBWS Serayu Opak Ditjen SDA Kementerian PUPR Tri Bayu Aji dalam acara Keceh Kali dalam rangka HAD XXVI di Sleman, Minggu (25/3). Dalam kesempatan tersebut, Tri Bayu juga menginstruksikan jajarannya untuk melakukan monitoring dan mengidentifikasi permasalah yang terjadi di sungai-sungai.

“Sebagai pengelola sungai, kita mesti tahu permasalahan yang ada maupun perencanaan ke depan. Sebab, BBWS Serayu Opak bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya air di DIY dan Jawa Tengah bagian selatan,” jelasnya.

Tri Bayu juga meminta kepada para anggota komunitas sungai untuk terus melakukan upaya mengedukasi masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai. “Saya apresiasi terhadap teman-teman di AKSY (Asosiasi Komunitas Sungai Yogyakarta-Red) yang telah memberikan banyak masukan kepada kami. Semoga kita dapat membuat sungai kita menjadi bersih dan lestari,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pokja Tambakbayan Tri Budi mengatakan bahwa ke depan, prioritasnya adalah bukan hanya membersihkan sungai, tetapi bagaimana mengupayakan agar tidak ada sampah yang masuk ke sungai. “Kita akan menangani sampah sejak dari daerah hulu. Kita perlu mengembangkan suatu sistem sehingga nantinya sungai tidak perlu dibersihkan karena tidak ada sampah yang mengalir ke sungai. Ini harapan kami,” katanya.

Tri Budi mengakui, upaya tersebut tidaklah mudah. Bahkan, bisa saja terjadi konflik dengan para pelaku pencemaran sungai. “Oleh karena itu, di Pokja Tambakbayan kami tidak berdiri sendiri. Kami merangkul semua pihak, termasuk para pengusaha dan pengembang,” jelasnya.(ifn/bbwsso)

sumber : BBWS Serayu Opak

26 Maret 2018 Selengkapnya

Puncak Peringatan Hari Air Dunia 2018 Sumatera Barat Lakukan Aksi Pembuatan Biopori
Puncak Peringatan Hari Air Dunia 2018 Sumatera Barat Lakukan Aksi Pembuatan Biopori

Dalam rangka memperingati hari air dunia yang ke XXVI Balai Wilayah sungai Sumatera V menggelar rangkaian aksi berbasis lingkungan. Rangkaian kegiatan diawali dengan bersih sungai pada hari rabu kemaren. Hari ini 22 Maret tepat pada peringatan hari air dunia, Balai Wilayah Sungai Sumatera V melakukan aksi pembuatan Biopori.  Biopori atau  lubang  resapan ini sangat berguna untuk menjaga kelangsungan air tanah yang saat ini tengah mengalami penurunan yang sangat drastis. Untuk mewujudkan kesinambungan sumber daya air.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pembuatan lubang biopori pada halaman kantor BWS Sumatera V sebanyak 30 titik, dan pada sepanjang taman di jalan khatib sulaiman (bagian kiri dan kanan) diperkirakan berjumlah 1.000 titik, dengan melibatkan SKPD Provinsi, Kota Padang dan BWS Sumatera V.

Martius, S.ST, M.T selaku Kepala Satuan kerja Operasi dan Pemeliharaan menyatakan “Pembuatan untuk 1 (satu) lubang biopori dengan diameter 10 s/d 15 cm dan kedalaman 100 cm akan memberikan tambahan bidang resapan seluas 3.140 s/d 4.710 cm2. Dari kegiatan ini berarti kita punya harapan untuk menambah bidang resapan seluas 314 s/d 471 m2

Nasrul Abit selaku Wakil Gubernur Sumatera Barat menyatakan dalam sambutannya  “saat ini air  menjadi suatu permasalahan, Kadang terjadi kekeringan kadang kebanjiran, Kota Padang sering sekali terjadi kebanjiran yang penyebabanya ada oleh tangan manusia dan ada juga oleh infrastruktur yang belum menunjang. Hari ini kita akan membuat lubang biopori. Cara sederhana ini perlu disosialisasikan kepada seluruh masyarakat karena dapat membantu mempercepat penyerapan air”.

Setelah sambutan dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Beliau langsung memperaktekkan pembuatan lubang biopori di lapangan gattball Balai Wilayah Sungai Sumatera V dan diikuti oleh undangan yang lainnya dilanjutkan dengan acara panggung gembira, lomba masak dan lomba mewarnai.

Diharapkan kepada masyarakat banyak untuk menyediakan sedikit lahan di sekitar rumahnya untuk dijadikan sumur resapan air agar kelangsungan air tanah tetap terjaga .Selamat Hari Air Dunia ke 26 Tahun 2018. Bersama Kita Selamatkan Air, untuk Kehidupan dan kesejahteraan kita bersama. (humas)

sumber : BWS sumatera V

26 Maret 2018 Selengkapnya

Studi Banding Pembangunan Bendungan Muara Sei Gong
Studi Banding Pembangunan Bendungan Muara Sei Gong

Batam, 21 Desember 2017 – Pusat Bendungan, Ditjen Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Bendungan Wilayah Barat, Airlangga Mardjono, berserta tim, serta turut hadir Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat dan rombongan dari Balai-balai Pengelolaan Sumber Daya Air di Provinsi Jawa Barat melakukan kegiatan Peninjauan Lapangan Pembangunan Bendungan Sei Gong sebagai proyek percontohan dalam rangka melaksanakan studi banding.

BWS Sumatera IV sebagai tuan rumah serta penanggung jawab dalam pekerjaan tersebut menerima dan memberikan paparan singkat mengenai proses dan progress pekerjaan bendungan Sei Gong. Kepala BWS Sumatera IV, Ismail Widadi didampingi PPK Bendungan Nul Hanif Sutama Kamis (21/12) turut menghadiri kegiatan tersebut dalam rangka berbagi informasi dan pengalaman mengenai kesulitan dan solusi dalam melaksanakan pekerjaan ini.

Bendungan Sei Gong merupakan bendungan yang tergolong unik dan menggunakan teknologi baru karena diperuntukan untuk membendung muara. Selain itu struktur tanah yang tidak bersahabat sangat berat untuk dilakukan pengerukan bahkan menggunakan alat berat. Hal ini masih belum banyak ditemui di Indonesia sehingga menjadikan pembangunan bendungan ini cukup rumit dan menantang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, motivasi dan berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir agar dapat menjadi bekal ilmu yang dapat diterapkan di unit kerja masing-masing peserta.

Dalam kesempatan ini juga para pelaksana Pembangunan Bendungan Sei Gong juga mendapatkan saran dan masukan yang bermanfaat dari “Pusat Bendungan” agar dapat melakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan dilapangan.

Adapun harapannya agar dapat memotivasi pekerjaan pembangunan Bendungan Sei Gong pada tahun mendatang dapat berjalan dengan lebih baik dan selesai dibangun sesuai dengan target penyeleseian. (humas)

21 Desember 2017 Selengkapnya

Kementerian PUPR Tanam 1500 Pohon di Embung Pulau Dompak
Kementerian PUPR Tanam 1500 Pohon di Embung Pulau Dompak

Sebagai puncak acara dalam rangkaian acara memperingati hari Bakti PU ke-72, seluruh jajaran Kementerian, Dinas Kabupaten dan Kota, Satuan Kerja Vertikal, dan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian PUPR Kepulauan Riau bersama-sama menyelenggarakan kegiatan-kegiatan untuk memperingati hari yang bersejarah ini. Sebagai puncak acaranya adalah Aksi Penanaman Pohon dengan tujuan penghijauan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dengan mengusung tema “Perlindungan dan Optimalisasi Fungsi Situ, Danau, Embung, Waduk, dan Sumber Air Permukaan lainnya”, Jajaran Kementerian PUPR di Kepulauan Riau yakni Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jendral Cipta Karya, Direktorat Jenderal Bina Marga, dan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahaan berkoordinasi untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Aksi yang dilakukan antara lain dengan menanamkan 1000 pohon Ketapang Kencana di Embung Kebun Raya Nongsa, dan 1500 pohon di Embung Pulau Dompak yang terdiri dari Pohon Angsana, Mahoni, dan Tembesi. Secara keseuruhan adalah sejumlah 2500 pohon. Aksi ini juga merupakan bagian dari dan Hari Menanam Pohon Nasional pada tanggal 28 November.

Kegiatan yang dilaksanakan di Embung Pulau Dompak Tanjungpinang dibuka dengan laporan kegiatan oleh Ketua Panitia, Kepala BWS Sumatera IV, Ismail Widadi dan dilanjutkan dengan sambutan dan arahan dari Menteri PUPR dalam hal ini diwakili oleh Direktur Perencanaan Penyediaan Perumahan, Hardi Simamora. Dilaksanakannya kegiatan di Embung Pulau Dompak ini diharapkan menjadi infrastruktur percontohan. Embung Pulau Dompak merupakan salah satu dari 19 embung infrastruktur yang dibangun oleh BWS Sumatera IV di Kepulauan Riau sebagai upaya konservasi tampungan air Kabupaten Bintan.

Kegiatan yang merupakan wujud sinergitas antar instansi Kementerian PUPR ini turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basyirun, Perwakilan DWP Kementerian PUPR dari Sekretaris Ditjen Cipta Karya Rina Agustine Indriani, Kepala BPJN Jambi Junaidi, Kepala Dinas PU Provinsi Abu bakar, dan Sekretaris GNKPA Victor Sidabutar. Dalam kesempatan ini Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basyirun turut memberikan sambutan dan pesan-pesan yang antara lain mengingatkan akan pentingnya kelestarian alam dan kesinambungan antara masyarakat dengan lingkungan.

Aksi Penanaman Pohon pun dilakukan secara langsung oleh para pejabat terkait dan Gubernur dengan mencangkul dan menanam bibit-bibit pohon bersama-sama. Suasana keharmonisan antar seluruh instansi pada acara ini sangat kental terasa ditandai dengan nuansa kekeluargaan dan kekompakan yang diakhiri dengan kegiatan karaoeke bersama, besar harapan dari seluruh peserta untuk tetap menjaga kekompakan. (humas)

sumber : Bws Sumatera IV

30 November 2017 Selengkapnya

Pengamanan Pantai Upaya dalam Pengendalian Daya Rusak Air di Kabupaten Karimun
Pengamanan Pantai Upaya dalam Pengendalian Daya Rusak Air di Kabupaten Karimun

Batam, 27 Oktober 2017 – Pengendalian daya rusak air, yaitu pengamanan terhadap abrasi pantai, merupakan salah satu aspek pengelolaan sumber daya air di Wilayah Sungai Kepulauan Riau. Kabupaten Karimun, sebagai salah satu wilayah yang termasuk dalam WS Kepulauan Riau, terdiri dari area kepulauan yang memiliki banyak pantai kritis dan sangat rentan terhadap abrasi.

Balai Wilayah Sungai Sumatera IV melakukan kegiatan perencanaan pengaman pantai di Kabupaten Karimun pada tahun 2017. Adapun lokasi pantai yang termasuk dalam kegiatan perencanaan ini adalah Pantai Coastal Area di Pulau Karimun Besar, Pantai Pulau Parit di Pulau Parit, Pantai Buru di Pulau Buru, Pantai Timun di Pulau Kundur, Pantai Mukalimus di Pulau Kundur, Pantai Durai di Pulau Durai, Pantai Moro di Pulau Moro. Kegiatan ini bertujuan untuk menanggulangi kerusakan pantai dan muara sebagai akibat dari gerusan gelombang agar keseimbangan lingkungan pantai dan ekosistemnya dapat terjaga dengan baik.

Tindak lanjut dari kegiatan perencanaan pengaman pantai adalah pembangunan pengaman Pantai Mukalimus di Pulau Kundur dan pengaman Pantai Durai di Pulau Durai pada tahun 2018 oleh SNVT PJSA Sumatera IV.

Hari Jumat (27/10), PPK Perencanaan dan Program, Bapak Gadhang Swastyastu, mengadakan diskusi bersama dengan Kepala SNVT PJSA Sumatera IV, Bapak David Partonggo, PPK Sungai dan Pantai II, Bapak Robby Indra Gartika, beserta staf selaku pelaksana konstruksi dan konsultan perencana untuk mendiskusikan hasil akhir desain pengaman pantai di Kabupaten Karimun sebelum dilanjutkan ke tahap konstruksi. Tujuan yang diharapkan dari diskusi ini adalah mendapatkan rancangan pengaman pantai dan kondisi terkini di lapangan untuk meminimalkan terjadinya kesalahan pada saat tahap konstruksi berjalan serta untuk menoptimalkan fungsi pengaman pantai yang sudah direncanakan. (humas)

27 Oktober 2017 Selengkapnya

Kegiatan Konsolidasi GP3A Guna Bersama Untuk Peningkatan Kapasitas Kemampuan GP3A D.I Batang Anai
Kegiatan Konsolidasi GP3A Guna Bersama Untuk Peningkatan Kapasitas Kemampuan GP3A D.I Batang Anai

Kegiatan Konsolidasi Gabungan Perkumpulan Petani Pengguna Air (GP3A) Guna Bersama merupakan pertemuan ke 3 dari 11 rangkaian pertemuan GP3A dalam rangka Peningkatan Kemampuan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A), GP3A dan Perkumpulan Petani pemakai Air (P3A) D.I Batang Anai dalam Aspek Pengelolaan Air di Jaringan Tersier oleh Pelaksana Kegiatan OP SDA IV Satuan Kerja OP SDA, BWS SUMATERA V pada Rabu, 25 Oktober 2017. Konsolidasi ini bertujuan untuk mencetuskan kesepakatan terkait rencana tata tanam, ketegasan atas kasus sadap liar, serta memaparkan tugas dan fungsi GP3A, yang kemudian dalam jangka panjang mampu menunjang swasembada pangan di wilayah Batang Anai. 

Konsolidasi ini dihadiri oleh Dinas PSDA Prov. Sumatera Barat, Satker TP-OP, PPK TP-OP wilayah D.I Batang Anai, TPM Pendampingan P3A, Camat Batang Anai, Danramil, Babinkamtibmas, Wali Nagari Pasar Usang, UPT Distan Kecamatan Batang Anai, Pengurus GP3A Guna Bersama dan pengurus dari 14 P3A yang ada pada GP3A Guna Bersama.

Melalui kegiatan ini disampaikan oleh Muhidfuddin, ST selaku Kasi Kelembagaan dan Pemberdayaan Dinas PSDA Prop. Sumatera Barat bahwa wilayah Sumatera memiliki ketersediaan air yang cukup, sehingga terjadi peningkatan potensi pengairan dan irigasi namun beresiko banjir. Hal itulah yang menjadi pekerjaan rumah bersama untuk ditemukan pemecahannya.

Kesepakatan yang telah dirumuskan bersama dibacakan dalam berita acara oleh Agus Teguh, SP, M.Psi selaku Koordinator TPM yang berisi: pertama, GP3A Guna Bersama telah sepakat dalam penyusunan RTTD tahun 2018 yang dipandu oleh Zuriati B, SP. , UPT Distan Kecamatan Batang Anai. Kedua, solusi untuk pelanggaran sadap liar adalah sepakat bersama-sama memelihara sarana dan prasarana yang ada, dan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku pelanggaran. Ketiga, pendampingan untuk IP3A, GP3A, dan P3A sepakat untuk terus dilanjutkan.

Sementara itu Sofian, Ketua GP3A Guna Bersama menyebutkan bahwa beliau merasa puas dengan pengarahan, dan penjelasan dalam acara konsolidasi ini, “Penjelasannya sangat jelas, jadi kami merasa puas dengan kegiatan ini. Rencana kedepan setelah ini kami akan melakukan pemerataan lewat sosialisasi tentang tugas dan fungsi GP3A dan P3A ini, karena selama ini hanya wacana saja, kalau sekarang sudah jelas apa tugasnya. Kami harapkan ada peningkatan kesejahteraan untuk kehidupan petani kedepannya” kata Sofian.

Camat Batang Anai, Suhardi, S.Sos, MM mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan BWS S V untuk wilayah Batang Anai, beliau menyambut positif kegiatan konsolidasi ini dan menurut beliau pemerintah melalui BWS Sumatera V telah berperan aktif dalam pemberdayaan GP3A, yang harus di dukung oleh masyarakat. Melalui konsolidasi ini GP3A dapat mengetahui tugas dan wewenang mereka, sehingga mereka dapat menjembatani P3A yang ada se-kecamatan Batang Anai sehingga petani ini dapat menggunakan air sesuai kebutuhan mereka. Suhardi menambahkan permasalahan yang sering dikeluhkan masyarakat adalah saluran cacing atau saluran tersier sering tersumbat atau tidak lancar, selain itu juga kelompok P3A yang satu dengan yang lainnya sering berebut air. Suhardi berharap melalui konsolidasi ini masalah pengairan bisa teratasi, sehingga petani tidak terhambat dalam masa tanam dan pada akhirnya mampu mencapai Swasembada Pangan. (humas/sisda)

26 Oktober 2017 Selengkapnya

Pusat Bendungan lakukan Monitoring Pekerjaan Bendungan Sei Gong
Pusat Bendungan lakukan Monitoring Pekerjaan Bendungan Sei Gong

Batam, 26 Oktober 2017 – Dalam rangka monitoring pekerjaan fisik BWS Sumatera IV di Bendungan Sei Gong Pulau Galang, Batam. BWS Sumatera IV bersama tim monitoring dan evaluasi dari Pusat Bendungan Wilayah Barat Ditjen Sumber Daya Air melakukan monitoring progres ke lokasi pekerjaan di lapangan. Peninjauan ini dilakukan oleh Kabalai Wilayah Sungai Sumatera IV, Ismail Widadi bersama Eko Murwanto dkk dari Pusat Bendungan Ditjen SDA didampingi oleh Kepala SNVT PJSA dan PPK Bendungan beserta PT.Wika-Tusenss,KSO sebagai kontraktor pelaksana dan PT. Virama Karya selaku supervisi untuk pembangunan pekerjaan Bendungan Sei Gong dalam Multiyears Contract.

Progres Bendungan Sei Gong yang sudah berjalan Kamis (26/10) yakni ± 55% terdiri dari pekerjaan Jalan Akses (timbunan badan jalan), Bangunan Pelimpah, Rumah Pompa (Pembesian struktur bangunan), Bangunan Pengelak, Timbunan batu di tubuh bendungan serta Sarana pendukung/fasilitas penunjang. Semua pekerjaan tersebut secara paralel telah berjalan. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan Kabalai Ismail Widadi menilai pekerjaan ini perlu ditingkatkan kinerja pekerjaan fisik dan perlu adanya penambahan alat untuk mengejar ketertinggalan. Dengan ini diharapkan dapat meningkatkan pekerjaan fisik untuk mencapai target penyelesaian di tahun 2018.

Seperti yang sudah diketahui Pulau Batam tidak memiliki cekungan air tanah, oleh karena itu untuk sumber air baku hanya mengandalkan air permukaan. BP Batam (dahulu dikenal dengan nama Otorita Batam) telah membangun 8 Bendungan, 1 diantaranya baru selesai 2014 (Bendungan Tembesi). Dengan hanya mengandalkan 7 bendungan yang mana kapasitasnya saat ini sudah banyak berkurang, diperkirakan Batam akan mengalami krisis air baku mulai tahun 2016. Untuk itu dilakukan Pembangunan Bendungan Muara Sei Gong yang terletak di Pulau Galang yang menjadi salah satu dari 13 bendungan prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo. (humas)

26 Oktober 2017 Selengkapnya