© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

BBWS Mesuji Sekampung
GOWES RIVER CLOSURE BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG
GOWES RIVER CLOSURE BENDUNGAN WAY SEKAMPUNG

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BBWS Mesuji Sekampung bersama Waskita-ADHI KSO menggelar even Tour de Way Sekampung Dam Project bertajuk Gowes River Closure.

Acara ini berlangsung pada Sabtu, 20 Juli 2019 dengan mengambil start pada pukul 06.00 WIB dari Kantor BBWS Mesuji Sekampung di Garuntang dan finish di Bendungan Way Sekampung di Pringsewu.

Rute sepanjang 60 KM berhasil dilahap sebagian besar beserta dengan beragam jenis sepeda. Rombongan Gowes menyusuri Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, Jalan RA Kartini, Jalan ZA Pagar Alam, Bundaran Hajimena, Jalan Raden Gunawan, Jalan Lintas Sumatera Pringsewu.

Panitia menyiapkan tiga titik pit stop bagi pesepeda yaitu di Pos Lantas Jalan Baru (Tugu Cokelat), Islamic Center Gedong Tataan, dan Rest Area Pringsewu

Para pesepeda yang berjumlah hampir 200 ini memasuki finish di Bendungan Way Sekampung pukul 10.00 WIB

DIIKUTI BUPATI PRINGSEWU

Pada kesempatan tersebut, Rombongan peserta disambut Bupati Pringsewu, Sujadi, di Rest Area Pringsewu dan ikut serta bersepeda hingga garis finish.

Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Iriandi Azwartika dalam sambutannya selepas pengalungan medali merasa gembira dengan kehadiran Bupati Pringsewu. "Alhamdulilah dan bersyukur kita semua dalam keadaan selamat sampai tujuan dan surpraise kita disambut bupati Pringsewu di depan pintu gerbang Pringsewu." Ujarnya.

Iriandi Azwartika menambahkan bahwa kebersamaan kita dan pertemuan kegiatan ini menunjukkan ada sinergi pemerintah pusat dan daerah yg juga dengan BUMN, dan tanpa didukung pemerintah daerah mustahil kita bisa mendapatkan penyediaan lahan.

Sementara itu, Bupati Pringsewu dalam sambutannya memgucapkan terima kasih kepada semua pihak dan Bapak Presiden atas dibangunnya Bendungan Way Sekampung. "(Setelah Bendumgan Way Sekampung selesai) Jangan tinggalkan kami seorang diri silahkan nanti berinvestasi kita (pemerintah daerah) sedang mempersiapkan regulasinya tentang pemanfaatan dari sisi airnya, wisatanya, ekonominya dan sebagainya." Harapnya

HUMAS BBWS MESUJI SEKAMPUNG

  

  

                                   

22 Juli 2019 Selengkapnya

BWS Sumatera VII
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama P3TGAI
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama P3TGAI

Balai Wilayah Sungai Sumatera VII melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air  melakukan penandatangan perjanjian kerjasama Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), Senin (22/07/2019).

Acara ini dimulai dengan sambutan dari Ketua KMB Akhmad Sulaeman, ATP. Beliau menghimbau agar P3A mempercepat kelengkapan administrasi sehingga proses pencairan dana juga dapat lebih cepat dilakukan.

  

Penandatanganan perjanjian kerjasama dilakukan antara PPK OP SDA I Syaiful Alamsyah, ST dengan Kelompok Penerima P3TGAI (P3A) yang berjumlah 175 P3A.

Dengan adanya Perjanjian Kerja Sama ini diharapkan pelaksanaan kegiatan P3-TGAI dapat berjalan lancar dengan dukungan dan partisipasi masyarakat petani terutama P3A/GP3A/IP3A dalam hal pembangunan dan pengelolaan sistem irigasi, yang diwujudkan melalui pemikiran awal, pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan dalam pembangunan.

  

22 Juli 2019 Selengkapnya

BWS Sumatera IV Menjawab Permasalahan Air Baku Kota Batam Dengan Mulai diisinya Bendungan Sei Gong
BWS Sumatera IV Menjawab Permasalahan Air Baku Kota Batam Dengan Mulai diisinya Bendungan Sei Gong

Batam - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV terus meningkatkan jumlah tampungan air di Indonesia melalui pembangunan bendungan di Provinsi Kepulauan Riau. Salah satunya adalah Bendungan Sei Gong di Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Bendungan yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut dibangun untuk menjawab peningkatan kebutuhan air baku yang mendesak, baik untuk domestik maupun industri di Kota Batam.

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV, Ismail Widadi, membenarkan , “Pada beberapa tahun kedepan, Kota Batam akan mengalami defisit air”. Ketersediaan air baku memang vital bagi perkembangan Kota Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau. “Oleh karena itu, pembangunan bendungan Sei Gong sangat penting untuk mengurangi kekurangan ketersediaan air Kota Batam” dan nantinya “Masyarakat Kota Batam akan menikmati manfaatnya,” pungkas Ismail.

Dengan telah selesainya konstruksi Bendungan Sei Gong, secara resmi pada hari Jumat (19/7/2019) waduk Sei Gong mulai diisi air atau dalam bahasa teknisnya yaitu “impounding’’. Proses ini secara resmi ditandai dengan momen peresmian oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi.

Proses mulainya Impounding ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatangan papan prasasti oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi dan Plt Gubernur Kepri Isdianto.

Dalam sambutannya, Hari Suprayogi menyampaikan salam dan ucapan terima kasih dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat  yang telah mewujudkan satu semangat dalam penyelesaian Bendungan Sei Gong.

Lebih lanjut Hari Suprayogi mengapresiasi penyelesaian pembangunan bendungan dalam tiga tahun (2015 - 2018) dengan penyediaan lahan yang didukung oleh Badan Pengelola (BP) Batam.

"Indonesia kaya akan air, dengan curah hujan sekitar 2,8 triliun m3/tahun. Untuk Kepulauan Riau kira-kira sebesar 0,2 persen dari jumlah tersebut. Bendungan Sei Gong akan menambah tampungan air di Kepulauan Riau dengan daya tampung 11,8 juta m3 untuk mensuplai air baku sebesar 400 liter/detik yang akan diolah di instalasi pengolahan air yang akan segera dibangun  dan dibawa ke Kota Batam," imbuh Hari.

Bendungan Sei Gong merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun Kementerian PUPR dalam periode 2015-2019 sebagai upaya mewujudkan ketahanan air dan kedaulatan pangan. "Dan ini merupakan satu-satunya estuari dam (bendungan muara) baru yang dibangun dalam periode tersebut, serta bendungan pertama yang dibangun oleh Pemerintah Pusat di Batam," tambah Hari.

Lebih jauh, Hari Suprayogi menjelaskan “Karena berada di muara, maka proses selanjutnya setelah bendungan terisi penuh akan dilakukan desalinasi atau proses menghilangkan kadar garam berlebih dalam air untuk mendapatkan kualitas air tawar yang baik. Setelah itu akan dibangun instalasi pengolahan air lengkap dengan pipa saluran air untuk mendistribusikan air baku.”

Bendungan Sei Gong dibangun dengan anggaran APBN senilai Rp 238,44 miliar oleh kontraktor PT Wijaya Karya (Wika) dan PT Tusenss Krida Utama,KSO. Bendungan ini merupakan tipe urugan tanah dengan tinggi 19 meter dan memiliki luas genangan air 356 hektar.

Selanjutnya Hari mengungkapkan, sedang melakukan perencanaan desain untuk pembangunan Bendungan Sei Busung di Kabupaten Bintan. Jika tidak ada permasalahan dalam penyediaan lahan dari Pemerintah Daerah, maka proses konstruksi dapat dilakukan paling lambat tahun 2021. "Kalau Bendungan Sei Gong dapat memasok air baku 400 liter/detik, maka Sei Busung diproyeksikan dapat memasok air baku untuk Kota Batam, Tanjung Pinang, dan Kabupaten Bintan dengan kapasitas 4.000 liter/detik," ujar Hari.

Turut hadir dalam acara tersebut Plt Gubernur Kepri Isdianto, Sekretaris Ditjen SDA Kementerian PUPR Muhammad Arsyadi, Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih, dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ismail Widadi. (humas)

20 Juli 2019 Selengkapnya

BWS Kalimantan III
Revitalisasi Penanaman Pohon di Lingkungan Embung Bengawan Kota Tarakan Kalimantan Utara
Revitalisasi Penanaman Pohon di Lingkungan Embung Bengawan Kota Tarakan Kalimantan Utara

Revitalisasi Penanaman Pohon di Lingkungan Embung Bengawan Kota Tarakan Kalimantan Utara dilaksanakan pada Selasa, 16 Juli 2019 oleh BWS Kalimantan III dan Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA )

 

16 Juli 2019 Selengkapnya

Aksi Pemenuhan Air Baku di Kabupaten Aceh Besar
Aksi Pemenuhan Air Baku di Kabupaten Aceh Besar

Balai Wilayah Sungai Sumatera I mengadakan kegiatan Aksi Pemenuhan Air Baku di Desa Lam Aling, Kec. Kuta Cot Glie, Kab. Aceh Besar pada tanggal 2 Mei 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh bapak Sekretaris Direktorat Jenderal SDA, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera 1, Kasie dan Kasatker Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 serta jajarannya, Kepala Polres Aceh Besar, Kepala Polsek Kec. Kuta Cot Glie, Camat Kec. Kuta Cot Glie, Geuchik Desa Lam Aling, Pimpinan dan Santri Dayah Tarbiyatul Fata serta masyarakat Desa Lam Aling, Kec. Kuta Cot Glie, Kab. Aceh Besar.

 

Kegiatan ini merupakan lanjutan acara Peringatan Hari Air Dunia yang ke-XXVII Tahun 2019 dengan tema "Semua Harus Mendapatkan Akses Air", setelah sebelumnya Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 telah melaksanan kegiatan Lomba Mewarnai dan Bersih-bersih Sungai pada tanggal 21 April 2019 melalui pemberdayaan masyarakat peduli sungai.

 

Kegiatan selanjutnya yang akan dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 adalah Aksi Festival Sungai Tangse yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pidie bersama Komunitas Peduli Sungai Tangse.

 

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal SDA mengharapkan kepada masyarakat agar dapat menjaga sumber daya air dari pencemaran limbah dan sampah agar air bersih bisa dimanfaatkan bersama secara maksimal untuk keberlangsungan dan kesejahteraan hidup masyarakat.

 

Dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat, komunitas peduli sungai, perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mengelola sungai dan meletarikan air bersih.

 

 

03 Mei 2019 Selengkapnya

Manfaatkan hari libur Isra Miraj Kabalai BWSS IV meninjau lokasi Bendungan Sei Gong
Manfaatkan hari libur Isra Miraj Kabalai BWSS IV meninjau lokasi Bendungan Sei Gong

Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ismail Widadi yang di dampingi oleh PPK Bendungan Ardhananto memanfaatkan hari libur Isra Mi’raj Rabu 3 April 2019, untuk meninjau lokasi Bendungan Sei Gong yang pengerjaannya sudah mencapai 100%. Bendungan Sei Gong berada di Pulau Galang Kelurahan Sijantung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Bendungan Sei Gong saat ini telah rampung saat ini telah masuk ke tahap persiapan peresmian hasil pembangunan bendungan sei gong TA. 2015-2018. Pembangunan inti dari Bendungan Sei Gong telah dimulai pada akhir tahun 2015 yang menelan dana investasi senilai Rp 235,195 miliar, bendungan yang merupakan salah satu dari proyek strategis nasional ini memiliki luas genangan 356 hektar serta kapasitas tampungan mencapai 11,8 juta meter kubik.

Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, di perkirakan  kebutuhan air baku masyarakat di Kota batam pada 2020 mencapai 4.500 liter per detik. Sementara saat ini masih ada kekurangan sekitar 750 liter per detik. Adapun kapasitas air baku yang bisa dialirkan dari bendungan ini mencapai 400 liter per detik. Itu artinya hanya tersisa 350 liter per detik yang harus di penuhi oleh pemerintah. Diharapkan hasil dari pembangunan Bendungan Sei Gong tersebut dapat memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat Kota Batam dan sekitarnya. (humas)

sumber: sda.pu.go.id/bwssumatera4

04 April 2019 Selengkapnya

Cegah Abrasi, BBWS Mesuji Sekampung Tanam Mangrove di Pantai Mahitam
Cegah Abrasi, BBWS Mesuji Sekampung Tanam Mangrove di Pantai Mahitam

Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia XXVII 2019, BBWS Mesuji Sekampung meneruskan agendanya dengan mengadakan aksi penghijauan melalui kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 1 April 2019 berlokasi di Pantai Mahitam Desa Ketapang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Kegiatan penanaman mangrove dimulai pada pukul 08.00 WIB yang dihadiri oleh karyawan/ karyawati BBWS Mesuji Sekampung, Balai-balai di lingkungan Kementerian PUPR, Komandan Batalyon Infantri 7 Marinir, Kapolsek Teluk Pandan, Camat Teluk Pandan, Kepala Desa Ketapang, Akademisi, Pelajar SMP 25 Pesawaran, Yayasan Akar Indonesia (YAKARI), Kelompok Tani Mangrove di Kabupaten Pesawaran dan masyarakat dengan jumlah lebih kurang 400 orang.

Seluruh peserta yang hadir mengikuti Apel yang dipimpin oleh Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Ir. Irandi Azwartika, Sp.1. Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Penanaman Mangrove, Riza Fahlevi, S.T.,M.T., yang menyampaikan bahwa Kegiatan bersih bersih pantai dan penanaman pohon mangrove bertujuan untuk konservasi sumber daya air dan dapat mempertahankan kelestarian, melindungi pantai dan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh abrasi pantai.

Kabalai Sambutan

Kepala BBWS Mesuji Sekampung dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk mengupayakan kelestarian alam bersama-sama. “Kita liat bersama-sama kondisi pantai sangat indah sekali namun demikian dibeberapa tempat terjadi abrasi pantai sehingga menyebabkan pantai semakin maju ke arah daratan tentutnya ini perlu penanganan bersama. Sekecil apapun usaha kita ketika kita mengupayakan untuk kelestarian alam ini harus kita dukung bersama-sama” ajaknya.

Aksi penanaman mangrove oleh BBWS Mesuji Sekampung dilakukan dengan melibatkan serta berbagai komponen masyarakat dengan harapan upaya konservasi dapat berhasil. “Kita tidak bisa sendirian. Kami dari instansi pemerintah tentunya tidak bisa secara sendiri untuk bisa membangun ataupun menjaga konservasi alam. Oleh karena itu, kita libatkan YAKARI yang memang selama ini juga aktif untuk menanam mangrove, ada juga komunitas mangrove, dan juga kita mengajak adik-adik dari SMP 25 Pesawaran, ini bagian dari edukasi kita bahwa adik-adik kita yang SMP ini juga harus mulai paham untuk menjaga kelestarian alam khususnya di sekitar kita yang ada ini.” Ujar Ir. Irandi Azwartika, Sp.1.

Kepala BBWS Mesuji Sekampung berharap agar penanaman mangrove memperhatikan perawatan agar manfaatnya dapat dipetik di kemudian hari. “Ini (penanaman mangrove –red) memang hasilnya tidak serta merta akan kita rasakan namun demikian nanti dalam beberapa tahun tentunya kita bisa merasakan manfaat dan hasil dari konservasi ini, ini yang tentunya kita jadikan tujuan utama dan saya berharap setelah penanaman ini panitia menyiapkan berita acara pengelolaan kepada komunitas bahwa apa yang sudah kita tanam ini harus dirawat sebaik mungkin dan secara periodik saya berharap kepada teman-teman balai untuk bisa memonitoring pertumbuhan yang ada di mangrove ini.”

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bibit mangrove kepada perwakilan peserta dan penanaman bibit mangrove sebanyak 3.000 bibit untuk ditanam di bibir pantai Pantai Mahitam.

penyerahan simbolis

 

 

02 April 2019 Selengkapnya

BBWS Mesuji Sekampung Awali Peringatan Hari Air Dunia
BBWS Mesuji Sekampung Awali Peringatan Hari Air Dunia

BBWS Mesuji Sekampung menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia Ke-XXVII Tahun 2019 yang jatuh pada Jum’at 22 Maret 2019. Kegiatan tersebut diawali dengan melakukan Senam Bersama dan Bersih-bersih Lingkungan (22/03/2019).

Ir. Tuti Sutiarsih, M.T., selaku Ketua Panitia memberikan laporan berkaitan dengan rangkaian agenda Hari Air Sedunia di BBWS Mesuji Sekampung. Berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan BBWS Mesuji Sekampung yaitu senam bersama dan bersih-bersih di kantor BBWS Mesuji Sekampung (22/03/2019), pembuatan biopori 40 titik (25/03/2019), bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove (29/03/2019), Gowes Konservasi (06/04/2019), Donor Darah dan Lomba Menyanyi Tema Alam (11/04/2019), Talkshow (22/04/2019), dan Puncak Acara pada tanggal 28 April 2019 dengan kegiatan Bersih-bersih Embung Sribhawono. 

Selanjutnya Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Ir. Iriandi Azwartika, Sp.1 memberikan sambutan dengan mengutip pernyataan Menteri PUPR tentang pentingnya air bersih sebagai sumber kehidupan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat supaya ikut mengkampanyekan air bersih.Siapapun kita dimanapun kita semua harus mendapatkan akses air sebagamaimana tema peringatan hari air kali ini yaitu “Leaving No One Behind”.

pelepasan balon

Acara memperingati HAD ke XXVII dibuka dengan pelepasan balon dan burung merpati oleh Kepala Balai beserta para pejabat struktural di lingkungan BBWS Mesuji Sekampung.

Pelepasan burung merpati

Kemudian dilanjutkan dengan Senam Bersama karyawan-karyawati BBWS Mesuji Sekampung. Melalui kegiatan senam bersama dapat menjaga kebugaran fisik pegawai, sarana bersilahturahmi dan menumbuhkan keakraban antar pegawai. 

Senam bersama

 

Sumber: BBWS Mesuji Sekampung

27 Maret 2019 Selengkapnya

BBWS Mesuji Sekampung Buat 44 Titik Lubang Resapan Biopori
BBWS Mesuji Sekampung Buat 44 Titik Lubang Resapan Biopori

Dalam suasana memperingati Hari Air Dunia Ke-XXVII Tahun 2019, BBWS Mesuji Sekampung menggelar acara pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) di lingkungan kantor BBWS Mesuji Sekampung pada hari Senin, 25 Maret 2019.

Kegiatan Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) dihadiri oleh Direktur Irigasi dan Rawa, Mochammad Mazid, S.T.,Sp.1., Kepala Pusat Data dan Informasi, Nicodemus Daud, M.Si., Kepala Dinas Cipta Karya dan Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Lampung, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XIX Bandar Lampung, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi Wilayah Lampung, Kepala Balai Prasarana Permukiman Propinsi Lampung, Para Pejabat dan Karyawan/ Karyawati di Lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

Kegiatan diawali dengan Pelaksanaan Apel yang diikuti para peserta. Dalam laporannya, Ketua Panitia Hari Air Dunia, Ir. Tuti Sutiarsih, M.T., menyampaikan bahwa Pada hari ini Senin tanggal 25 Maret 2019, BBWS Mesuji Sekampung akan melaksanakan Pembuatan Biopori. Pembuatan Biopori ini dilakukan sebanyak 40 titik yang tersebar dilingkungan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

direktur irigasi dan rawa

Dalam sambutannya Direktur Irigasi dan Rawa, Mochammad Mazid, S.T.,Sp.1., menjelaskan bahwa Tahun ini peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2019 memiliki tema "Leaving No One Behind" yang artinya tak ada satupun kalangan yang tak dapat akses air bersih. Tema tersebut sejalan dengan agenda besar Sustainable Development Goal 6 (SDG 6), yaitu menargetkan ketersediaan dan keberlanjutan terhadap penggunaan air untuk semua kalangan di tahun 2030. Artinya, tak akan ada lagi orang yang tidak dapat mengonsumsi air bersih.

Lebih lanjut dijelaskan Mochammad Mazid, S.T.,Sp.1., bahwa dalam upaya mendukung ketersediaan akses air untuk semua diantaranya dengan membuat lubang resapan biopori. Dengan adanya lubang resapan biopori bermanfaat untuk mengurangi sampah organik, menyuburkan tanah, membantu mencegah terjadinya banjir, dan mempengaruhi jumlah air tanah.

Pelaksanaan pembuatan lubang resapan biopori ditandai dengan penyerahan alat biopori secara simbolis oleh Direktur Irigasi dan Rawa kepada Koordinator Pembuatan Lubang Resapan Biopori, Ir. Any Rahayu, M.T., dan perwakilan peserta.

foto bersama

Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan lubang resapan biopori sesuai titik yang telah ditentukan. Pembuatan lubang resapan biopori sebanyak 40 titik yang tersebar di Kantor BBWS Mesuji Sekampung (20 Titik), Kantor Satker Bendungan (10 Titik), Rumah Dinas Jabatan BBWS Mesuji Sekampung (5 Titik) dan Mess BBWS Mesuji Sekampung (5 Titik).

kabalai mesuji

 
 

Sumber: BBWS Mesuji Sekampung

27 Maret 2019 Selengkapnya

Peringatan Hari Air Dunia ke 27 oleh BWS Sumatera IV
Peringatan Hari Air Dunia ke 27 oleh BWS Sumatera IV

Hari Air Dunia dicetuskan pertama kali saat digelar United Nations Conference on Environment and Development (UNCED) di Rio de Janeiro tahun 1992. Kemudian pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Maret 1992, ditetapkan Resolusi Nomor 147/1993 tentang peringatan Hari Air Dunia setiap tanggal 22 Maret. Perayaan Hari Air Dunia ditujukan sebagai upaya untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air yang bekelanjutan.

Maka dari itu dalam rangka memperingati Hari Air Dunia XXVII Tahun 2019 yang bertemakan “Semua Harus Mendapatkan Air” atau “Leaving No  One  Behind” serta menindaklanjuti Keputusan Direktur Jenderal Sumber Daya Air Nomor 10/KPTS/D/2019 tentang Pembentukan Panitia Penyelenggaraan Peringatan Hari Air Dunia ke XXVII tahun 2019, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV agar melaksanakan peringatan Hari Air Dunia ke XXII tahun 2019.

Pengingatan Hari Dunia XXVII 2019 Kepulauan Riau dilaksanakan pada hari Jum’at 22 Maret 2019 di Balai Wilayah Sungai Sumatera IV. Acara ini dihadiri 300 peserta melibatkan pejabat ABCP-BK Kepulauan Riau (Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Kepulauan Riau, Balai Pelaksana Jalan IV, Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kepulauan Riau, Balai Perencanaan dan Pengawas Jalan Nasional, SNVT Penyedia Perumahan), BP Batam, Pemko Batam, Instansi Vertikal, Tokoh Masyarakat, Komunitas Peduli Sungai di Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan  Hari Air Dunia XXVII 2019 Kepulauan Riau dimulai dengan kegiatan Senam Bersama yang diikuti oleh 300 peserta dilaksanakan di halaman kantor Balai Wilayah Sungai Sumatera IV.  Senam Bersama ini selain bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan menjaga kesehatan juga dapat meningkatkan semangat dan kekompakan diantara peserta untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.

Setelah melaksanakan Senam Bersama acara dilanjutkan Pencanangan oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV yang diwakili oleh Kasubag TU BWS Sumatera IV Wahidah Wahyu Romadhoni kemudian, dilanjutkan dengan Pembacaan teks Deklarasi Hari Air Dunia yang diikuti oleh seluruh peserta, dan penandatanganan bersama di banner  sekaligus melepas burung merpati ke alam sebanyak 27 ekor hal ini sebagai simbol 27 tahun sudah peringatan Hari Air Dunia serta menandakan upaya penyelamatan air, usaha-usaha penghematan air dan pencegahan perusakan badan air dan sumber air.

Sebagai upaya menggugah perhatian masyarakat akan pentingnya menjaga air bersih dan upaya menyadarkan masyarakat untuk mengelola sumber air yang kelanjutan sesuai dengan tema Hari Air Dunia XXII yaitu “semua harus mendapatkan air” kegiatan diakhir dengan Bersih Bersih Sungai dan Menanam Pohon Bersama.  Sungai yang dibersihkan adalah Sungai Harapan dengan area pembersihan 200 meter, sedangkan pohon yang ditanam adalah Pohon Ketapang Kencana sebanyak 300 pohon, yang diharapkan dapat menjaga kelestarian sungai.

22 Maret 2019 Selengkapnya

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis Jawab Keresahan Masyarakat Pesisir Selatan
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis Jawab Keresahan Masyarakat Pesisir Selatan

Saat ini masyarakat di Pantai Muara Kandis Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir Selatan dihadapkan pada kondisi gejala alam berupa bencana abrasi pantai yang menghancurkan pemukiman penduduk, lahan pertanian serta jalan lingkungan. Hal ini dijawab oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V yang telah melaksanakan peletakan batu pertama untuk pembangunan pengaman pantai muara kandis lanjutan yang dilaksanakan pada Kamis 21 Maret 2019.
 
Peletakan Batu pertama ini dibuka oleh Bupati Pesisir Selatan Hendra Joni, beliau mengucapkan terimakasih karena pemerintah pusat telah menjawab keluhan masyarakat yang tingal di pinggiran pantai muara kandis dengan membangun pengaman pantai sehingga dapat membantu masyarakat agar tidak terjadi lagi abrasi dan hanyutnya rumah-rumah warga yang terbawa oleh pasang surut air laut
 
Sementara itu Maryadi Utama selalu Kepala Balai WIlayah Sungai Sumatera V mengatakan, Untuk pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis di Kabupaten Pesisir Selatan berada pada tipe pengaman pantai dengan jenis konstruksinya adalah pemasangan batu Cobble Stone 50-100 kg dengan pekerjaan persiapan, pekerjaan galian, pekerjaan pemasangan material. Pembiayaan Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis di Kabupaten Pesisir Selatan ini dibiayayi dari APBN melalui SNVT PJSA WS.INderagiri-Akuaman, WS.Kampar,WS.Rokan Provinsi Sumatera Barat dan pada tahun Anggaran 2018 telah melaksanakan penangan mendesak pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis dengan Nilai Kontrak Rp. 5.355.000.000,00 (Lima Milyar Tiga Ratus Lima Puluh Lima Juta rupiah) Kontraktor PT. MANDIRI HARAPAN UTAMA dengan OUTPUT 0.15 km dan OUTCAME 0.5 HA Pada TA 2019 Pembangunan Pengaman Pantai Muara Kandis dilanjutkan dengan nilai Kontrak Rp. 7.944.987.000,00 (Tujuh Milyar Sembilan ratus empat puluh empat juta sembilan ratus delapan puluh tuju ribu rupiah) Kontraktor CV. TAMAN KARYA MANGGALA OUTPUT 0.4 Km dan OUTCAME 0.6 HA.
 
Pengaman Pantai Muara Kandis di Kabupaten Pesisir Selatan (Lanjutan) diharapkan dapat menahan Laju Erosi abrasi Pantai yang menghantam permukiman penduduk. Kemudian masuk dalam RENSTRA 2019-2024 Balai Wilayah Sungai Sumatera V diharapkan pada tahun 2024 pembangunan pengaman pantai Muara kandis Tuntas Secara Keseluruhan. Semoga dengan adanya pembangunan Pengaman Pantai Batang Kandis ini dapat bermanfaat sangat besar bagi masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan.

21 Maret 2019 Selengkapnya

Pengumuman Izin Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bendungan Leuwikeris Tahap II
Pengumuman Izin Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bendungan Leuwikeris Tahap II

Pengumuman izin penetapan lokasi pengadaan tanah untuk pembangunan Bendungan Leuwikeris tahap II di Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya  berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat.

Download:

1. Penetapan Lokasi Tahap II

2. Lampiran Gambar Penetapan Lokasi Tahap II

03 Oktober 2018 Selengkapnya