© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

BWS Sulawesi II
Krisis Air Bersih, BWS Sulawesi II Turunkan Truk Tangki Untuk Warga Di Wilayah Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango
Krisis Air Bersih, BWS Sulawesi II Turunkan Truk Tangki Untuk Warga Di Wilayah Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango

SISDA BWS SUL II, GORONTALO - BWS Sulawesi II telah menyalurkan bantuan air bersih di beberapa wilayah yang mengalami krisis air di Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango. Kepala SNVT Operasi & Pemeliharaan Sumber Daya Air Sulawesi II Moh. Isnaen Muhidin, ST., MT selaku pelaksana tugas penyaluran bantuan air bersih menyebutkan, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi prioritas, baru setelah itu untuk irigasi lahan pertanian.

Diketahui bahwa Provinsi Gorontalo yang memasuki musim kemarau mengalami kekurangan air bersih. Akibatnya beberapa desa yang berada di wilayah Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango mengalami kekeringan karena sumber air mengering dan segera membutuhkan bantuan air bersih. Rata-rata sumur galian di desa-desa tersebut sudah mulai mengering sejak Agustus 2019. Warga terpaksa mengandalkan kiriman truk tangki air dan harus rela menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk membeli air bersih.

Sesuai dengan hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, BWS Sulawesi II mendapat tugas di Kec. Limboto dan sebagian Kec. Telaga Biru, seperti Kelurahan Tilihuwa, Kelurahan Bulota, Desa Talumelito, Kelurahan Hutuo serta Desa Isimu Raya yang berada di Kec. Tibawa. Selain itu, tim BWS Sulawesi II juga mendinstribusikan Air Bersih di sebagian wilayah yang terdampak krisis air yang berada di Kabupaten Bone Bolango yaitu Desa Talulobutu, Popodu dan Taluaya. Terlihat antusias masyarakat dalam menyambut datangnya truk tanki air milik BWS Sulawesi II.

Menurut Kepala SNVT Operasi & Pemeliharaan Sumber Daya Air Sulawesi II Moh. Isnaen Muhidin, ST., MT "bantuan air bersih ke desa-desa yang dilanda kekeringan merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian dari Pemerintah yakni Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sulawesi II di Provinsi Gorontalo. Kami berharap agar Bantuan air bersih yang disalurkan dapat membantu meringankan beban kebutuhan masyarakat akan air bersih di musim kemarau ini".

Adenan Rasyid, ST., MT selaku kepala BWS Sulawesi II menambahkan, "selain mempercepat pembangunan bendungan Bolango Ulu, kedepan kita akan merencanakan pembangunan embung-embung yang berfungsi sebagai tampungan air cadangan yang bisa dibutuhkan disaat kemarau tiba serta pentingnya konservasi DAS (daerah aliran sungai) di bagian hulu agar dapat berfungsi menyimpan air bersih", tambahnya.

16 September 2019 Selengkapnya

BBWS Pompengan Jeneberang
Lanjutan Penandatanganan Kerja sama dan Fakta Integritas Program P3-TGAI di Kab. Sinjai
Lanjutan Penandatanganan Kerja sama dan Fakta Integritas Program P3-TGAI di Kab. Sinjai

Sinjai. Setelah melakukan Penandatangan Beberapa hari yang lalu di Kab Takalar. Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang melalui PPK P3-TGAI kembali melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama & Pakta Integritas antara Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Kab. Sinjai yang bertempat di ruang Aula Kantor Bupati Kab. Sinjai , Sabtu, 13 September 2019.

Penandatangan dilakukan secara simbolis oleh masing-masing perwakilan dari 3 Kabupaten penerima manfaat yaitu Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sinjai,  dan Kabupaten Bone.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai  Pompengan Jeneberang yang diwakili oleh Kepala Satker OP SDA Balai Besar Wilayah Sungai  Pompengan Jeneberang Ir. Hj. Nurlaelah,SP.1,  “menyampaikan  latar belakang dilaksanakannya program P3-TGAI adalah untuk  mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sector ekonomi  domestik, sebagai mana yang termuat dalam nawacita ke tujuh melalui pemberdayaan  Masyarakat Petani dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi, dan  peningkatan jaringan irigasi secara   partisipatif  di wilayah Pedesaan, yang bertujuan meningkatkan kinerja Irigasi, kecil Irigasi desa maupun Irigasi tersier, dan sasaran dari program ini yaitu pemberdayaan P3A ataupun gabungan P3A ataupun Induk P3A.

Adapun 3 kabupaten yang mendapatkan manfaat dari program ini  adalah, Kab. Sinjai 21 Lokasi 21 desa 7 kecamatan, Kab. Bulukumba 18 lokasi  18 Desa 7 kecamatan, Kab. Bulukumba 3  Lokasi, Sebenarnya ada 42 Lokasi di tiga kabupaten namun yang siap menandatangani Surat Perjanjian Fakta Integritas hanya 38  lokasi,  masi ada 4 lokasi yang belum, diharapkan segerah melengkapi kekurangan administrasinya karena waktu sudah memasuki bulan September, takutnya nanti memasuki musim hujan dan pekerjaan belum selesai  yang berdampak keterlambatan para petani untuk memulai musim tanam”

 

Andi Seto Gadhista Asapa S.H,L.L.M Selaku Bupati Kabupaten Sinjai menyampaikan apreasiasi dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan  yang kembali menempatkan program P3-TGAI ini di kabupaten sinjai.

kami berharap program ini dapat menyediakan air khususnya bagi kawasan Pertanian melalui kegiatan Pemeliharaan Rehabiliasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi Kecil”, Kami juga mengingatkan kepada kelompok Pemberdaya Petani pengguna Air Khususnya  yang ada dikabupaten Sinjai sebagai penerima manfaat, agar memanfaatkan program ini sebaik baiknya, yang mana sasaran program ini  adalah pemberdayaan para Petani yang ada dalam kelompok P3A,GP3A,IP3A, yang secara langsung untuk berpartisipasi penuh dalam Pemeliharaan, Perbaikan, dan rehabilitasi sehingga dapat mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang ada. Kami berharap muda mudahan program ini terkhusus di kabupaten Sinjai bisa berjalan dengan baik sehingga tentunya dapat meningkatkan dan menopan hasil pertanian yang ada.

Sebagai gambaran  di Kab. Sinjai sendiri ada sekitar 15.900 Ha lahan persawahan yang setiap tahunnya ditanami padi,terdiri dari  4000 ha lebih diantaranya dapat ditanami padi satu kali setahun, dan 11 ha  lebih dapat ditanami padi dua kali setahun, sehingga memang sangat dibutuhkan Jaringan Irigasi yang cukup untuk mendukung peningkatan hasil pertanian khususnya Persa wahan Padi agar dapat ditingkatkan realisasi menjadi 3 kali setahun. (SISDA)

14 September 2019 Selengkapnya

BBWS Citarum
Penandatangan Kontrak DD Tahap 1 Bendungan Cikapundung dan SID Penyediaan Air Baku Bendungan Sadawarna
Penandatangan Kontrak DD Tahap 1 Bendungan Cikapundung dan SID Penyediaan Air Baku Bendungan Sadawarna

Penandatanganan DD Tahap 1 Bendungan Cikapundung dan SID Air Baku Bendungan Sadawarna Balai Besar Wilayah Sungai Citarum melalui Satker BBWS Citarum melakukan penandatangan kontrak yang terdiri dari DD Tahap 1 Bendungan Cikapundung dan SID Penyediaan Air Baku Bendungan Sadawarna yang ditandatangani oleh PPK Program dan Perencanaan  Ir. Ariani Arifin, MPSDA. Penandatanganan ini disaksikan oleh Kepala Balai BBWS Citarum Ir. Bob Arthur Lombogia, M.Si Penandatanganan DD Tahap 1 Bendungan Cikapundung dan SID Air Baku Bendungan SadawarnaPenandatanganan DD Tahap 1 Bendungan Cikapundung dan SID Air Baku Bendungan Sadawarna Selamat berkarya, berbakti untuk kemajuan PUPR    

13 September 2019 Selengkapnya

BBWS Bengawan Solo
Pemerikasaan Bersama Stasiun Pompa Banjir di Kabupaten Madiun
Pemerikasaan Bersama Stasiun Pompa Banjir di Kabupaten Madiun

Kepala Bidang Perencanaan Umum dan program Dwi Agus Kuncoro ST, MM bersama PPK O&P SDA III Aditya Sidik Waskito, ST, M.Si, M.Sc mengunjungi Stasiun Pomba Banjir Pancasila dan Stasiun Pompa Banjir Patihan di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu, (11/09/2019). Pompa Banjir tersebut berfungsi untuk mengatasi kelebihan air banjir dari drainase Kota Madiun ke Kali Madiun. Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang meminta modifikasi pompa banjir agar elevasi minimal dapat diturunkan, hal tersebut menjadi landasan BBWS Bengawan Solo melakukan identifikasi terkait jalur drainase. Rombongan juga berkesempatan berkunjung ke Taman Baca Rumah Pena Bangsa di Dusun Sidomulyu, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun (BBWSBS/sita).

12 September 2019 Selengkapnya

BBWS Mesuji Sekampung
Diskusi Pembahasan Laporan Pertengahan Pekerjaan Penyusunanan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Way Sekampung
Diskusi Pembahasan Laporan Pertengahan Pekerjaan Penyusunanan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Way Sekampung

Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung menyiapkan sejumlah langkah antisipasi melalui Rencana Tindak Darurat jika Bendungan Way Sekampung yang terletak di Kabupaten Pringsewu mengalami kegagalan konstruksi.

Hari ini, Rabu (12/09) dilakukan Diskusi Laporan Pertengahan Pekerjaan Penyusunan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Way Sekampung.

Kepala Bidang OP selaku perwakilan dari Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Riza Fahlevi menyampaikan dalam sambutannya bahwa “ maksud dan tujuan dari undangan ini untuk mendengarkan laporan hasil dari survey lapangan dari teman-teman konsultan RTD Bendungan Way Sekampung, kemudian kita juga akan melihat kondisi hasil survey dari mereka yang pada akhirnya nanti seperti apa sikap buku RTD ini.

Kemudian Riza Fahlevi menyarankan bahwa hasil laporan RTD nanti akan menggunakan Aplikasi OSM yakni semacam pemetaan daerah yang terdampak sekaligus, jumlah dari pada penduduk yang terdampak atau jumlah dari pada harta kekayaan yang terdampak. Sebetulnya OSM ini adalah salah satu Aplikasi yang bisa dibaca oleh kita semua pada saat kejadian bencana, bisa terlihat dampaknya seperti apa. Baik itu wilayah, harta benda kemudian berapa jumlah kerugian bisa secara cepat dilihat dengan aplikasi OSM ini.

selain itu juga kami meminta masukan baik sifatnya koreksi saran kepada teman-teman dari Kabupaten yang terdampak sehingga laporan dari teman-teman konsultan ini bisa relatif lebih sempurna.

    

                                    

12 September 2019 Selengkapnya

BWS Maluku Utara
Audit Surveillance Tahap I BWS Maluku Utara
Audit Surveillance Tahap I BWS Maluku Utara

Audit Surveillance Tahap I BWS Maluku Utara

12 September 2019 Selengkapnya

BBWS Mesuji Sekampung
Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Rugi Pengadaan Tanah Bendungan Way Sekampung di Kab pringsewu.
Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Rugi Pengadaan Tanah Bendungan Way Sekampung di Kab pringsewu.

BBWS Mesuji Sekampung bekerjasama dengan Kementrian Agraria dan Tata Ruang/BKN kantor Pertanahan Kab Pringsewu Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Penetapan Bentuk Ganti Rugi Pengadaan Tanah Bendungan Way Sekampung di Kab pringsewu.
digelar di Bendungan Way Sekampung, Kamis 12 September 2019
Pembukaan Acara dilakukan oleh Bupati Pringsewu yang diwakili oleh Andi Wijaya ST, MM selaku Assisten Bidang Pemerintahan dan Kesra pemerintah kabupaten pringsewu menyampaikan “Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengucapkan banyak terima kasih serta menyambut baik terselenggaranya kegiatan musyawarah ini semoga kegiatan yang baik ini berlangsung dengan lancar dan dapat membangun kebersamaan dan kekeluargaan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemasyalatan seluruh masyarakat dikabupaten pringsewu.

Dilanjutkan dengan paparan Kepala BBWS Mesuji Sekampung yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Bidang Pelaksanaan Ir. Tuti Sutiarsih, MT yang menyampaikan bahwa kami BBWS Mesuji Sekampung merupakan salah satu Unit pelaksana Teknis dibawah Direktorat Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang memiliki tugas dan fungsi pengelolaan sumber daya air di empat wilayah sungai yang ada di Provinsi Lampung yaitu Sungai Way Sekampung, Way Seputih , Way Tulang Bawang dan Way Mesuji.

Perlu kita sampaikan bahwa pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan bendungan way sekampung ini dibiayai oleh lembaga manajemen aset (LMAN) Kementerian Keuangan RI, sebagaimana diatur dalam peraturan presiden RI nomor 102 tahun 2016 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan proyek strategis nasional dan peraturan Menteri Keuangan RI nomor 21 tentang tatacara pendanaan tanah bagi proyek strategis nasional dan pengolahan aset hasil pengadaan tanah oleh lembaga manajemen aset negara.

Kemudian tuti sutiarsih juga menjelaskan bagaimana mekanisme tatacara pembayaran tanah pengadaan langsung oleh LMAN, selanjutnya dilakukan proses Penetapan bentuk ganti kerugian pengadaan tanah bendungan way sekampung di 3 desa Banjar rejo, fajar baru, Pamenang.

    

    

12 September 2019 Selengkapnya

BBWS Mesuji Sekampung
BBWS Mesuji Sekampung Menggelar Kegiatan Pembinaan Kemitraan Pemerintah Bersama Dengan Perguruan Tinggi dan Komunitas Peduli Sungai di Provinsi Lampung.
BBWS Mesuji Sekampung Menggelar Kegiatan Pembinaan Kemitraan Pemerintah Bersama Dengan Perguruan Tinggi dan Komunitas Peduli Sungai di Provinsi Lampung.

Acara yang digelar di Hotel Whitz Prime Bandar Lampung, Kamis 12 September 2019 ini dihadiri oleh sebanyak 60 peserta dari dinas instansi lembaga pemerintah, Perguruan tinggi dan Komunitas Peduli Sungai.

Eddy Suandy, ST, M.Si sebagai Ketua Panitia menyampaikan bahwa Tujuan dari kegiatan ini adalah menghimpun masukan dari para stekholder untuk merumuskan matrix program dan sasaran GNKPA. Untuk itu kegiatan pembinaan kemitraan pemerintah bersama dengan perguruan tinggi dan komunitas peduli sungai bisa dilasanakan bersama kegiatan GNKPA, Kegiatan kemitraan pemerintah bersama dengan perguruan tinggi dan komunitas peduli sungai hari ini diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari perguruan tinggi negeri dari Universitas Lampung dan politeknik negeri lampung, komunitas peduli sungai dari provinsi lampung sebanyak 7 komunitas, komunitas peduli waduk dan daerah tangkapan air di wilayah provinsi lampung sebanyak 3 komunitas, dari dinas instansi lembaga pemerintah sebanyak 25 instansi, kemudian dari unsur pelajar dari tingkat SD,SMP dan SMA Negeri di kota Bandar lampung sebanyak 4 Sekolah, kemudian dari lembaga swadaya masyarakat sebanyak 3 lembaga. Nara sumber yang telah hadir pada pagi hari ini hadir dari Direktorat Sumber Daya Air, Kemudian dari KPS citanduy jawa barat, kemudian dari KPS brantas jawa timur.

Dilanjutkan dengan sambutan Kepala BBWS Mesuji Sekampung dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha Ir. I Komang Sudana, M.T yang menyampaikan bahwa Kegiatan Pembinaan Kemitraan Pemerintah bersama dengan perguruan tinggi dan komunitas peduli sungai ini berkaitan erat dengan Revitalisasi Gerakan Nasional Penyelamatan Air (GNKPA) yang telah dibuat dalam bentuk kesepakatan bersama dan ditandatangani oleh 8 Kementerian yang mana didalamnya terdapat komponen Revitalisasi GNKPA yang akan membuat terjaminnya Kuantitas, Kualitas dan Kontinitas Air.
Sungai menyediakan kemudahan memperoleh air dan sumber pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

      

12 September 2019 Selengkapnya

BBWS Cimanuk Cisanggarung
Tidak ada Tanggul Jebol di Indramayu
Tidak ada Tanggul Jebol di Indramayu

Sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu tergenang banjir sebagai akibat meluapnya Sungai Cimanuk. Banjir merendam lima kecamatan yakni Indramayu, Sindang, Lohbener, Cantigi, Pasekan. Imbasnya ribuan rumah terendam, aktifivitas masyarakat terganggu. Luapan Sungai Cimanuk juga merendam jalur lintas kecamatan sehingga mengakibatkan transportasi terganggu. Tim BBWS Cimanuk-Cisanggarung langsung diturunkan untuk memantau lokasi. Tim mendata ketinggian air di berbagai wilayah banjir. Ketinggian air bervariasi dari yang semata kaki sampai yang mencapai pinggang orang dewasa. Banjir di desa Plumbon Dukuh dan Pekandangan Jaya misalnya mencapai 80 centimeter. Tingginya air menyebabkan air melimpas dari tanggul sungai dan menggenangi permukiman warga. Seperti di Desa Dukuh, Plumbon, dan Pekandangan Jaya, Indramayu. Tinggi tanggul sungai Cimanuk di Desa Plumbon hanya 1,5 meter. Air meluap menggenangi ratusan rumah di tiga desa tersebut. Warga harus dievakuasi karena banjir yang cukup tinggi. Akibat banjir sebanyak 3.206 unit rumah terendam. Hingga Selasa malam warga bertahan di rumahrumah keluarga dan fasilitas umum dan tempat lainnya.
Bupati Indramayu, Supendi bahkan mengeluarkan Surat Keputusan Pernyataan Darurat selama dua pekan. BNPB mencatat sebanyak 11.079 jiwa per 3.310 KK yang terdampak banjir mengungsi. Supendi juga meminta agar pengelola Bendung Rentang mengurangi debit air yang dialirkan ke sungai Cimanuk. Pengurangan debit air dari Bendung Rentang untuk memperkecil banjir yang semakin meluas. Dia mengatakan sudah meminta secara langsung kepada pengelola Bendung Rentang di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Bupati juga mengatakan, debit air yang tinggi ke sungai Cimanuk membuat air meluap ke sejumlah desa yang terletak di pinggir Sungai Cimanuk. Kondisi tersebut juga berbahaya mengingat adanya 4 titik tanggul kritis mulai dari Bangkir hingga Waledan. Dalam kesempatan terpisah Kepala BBBWS Cimanuk Cisanggarung, Happy Mulya yang turun langsung ke lokasi bencana menyatakan akan membuka jalur sungai Cimanuk Lama untuk mengurangi dan mempercepat proses pengurangan debit air di beberapa tempat. Sementara untuk kota Indramayu, BBWS akan mengupayakan pemompaan air untuk mengatasi genangan-genangan air yang masih menggenang atau belum bisa dialirkan. Menurut Pak Happy, banjir Indramayu selain berasal dari Bendung Rentang, ada juga hujan di daerah hulu Cipelang, Cilutung, Cikeruk, dan Cipawangi yang menambah debit di Sungai Cimanuk. “Kita melepas air 1000 meter kubik perdetik dari Bendung Rentang, sementara debit air dari Cikeruk, Cipawangi, Cipelang dan Cilutung sekitar 400 meter kubik perdetik.
Luber melebihi kapasitas sungai Cimanuk yang hanya mampu menampung 1300 meter kubik perdetik sehingga terlampaui”. Selain hal tersebut terjadinya penyempitan alur sungai di hilirnya yang disebabkan adanya bangunan (pabrik kerupuk) yang dibangun menjorok ke dalam sungai. Menurut pak Happy bencana seperti ini karena sebab alami. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus lintas kementerian, lintas institusi, lintas stakeholder, dan yang paling banyak berperan tentunya masyarakat," katanya. Karenanya pak Happy berpesan agar masyarakat ikut menjaga kondisi alamiah sungai. “Kalau dahulu lebar sungainya 30 meter misalnya, tolong jangan mendirikan bangunanbangunan yang mempersempit aliran sungai. Sampah-sampah juga hendaknya dibuang di tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah kabupaten. Dua hal ini menjadi penyebab banjir yang akibatnya langsung dirasakan masyarakat sendiri”. Ditambahkan juga adanya tanggul kritis yang disebabkan pengambilan tanah tanggul untuk bahan pembuatan bata oleh warga. Pada hari Senin pagi, ketinggian air Sungai Cimanuk di wilayah Bangkir menyentuh tinggi 5 meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu pun menetapkan status awas terhadap Sungai Cimanuk. Petugas dibantu warga berbondongbondong menahan luapan air menggunakan karung pasir. Namun tanggul darurat itu belum mampu menahan derasnya terjangan arus. Kebanyakan wilayah tergenang berada di sepanjang aliran Sungai Cimanuk. Selain di wilayah-wilayah tersebut, banjir juga menggenangi akses jalan salah satu lajur jalan yang menghubungkan IndramayuJatibarang. Akibatnya jalur yang mengarah ke Indramayu lumpuh tak bisa dilintasi kendaraan karena tinggi muka air mencapai sekitar 30. Kendaraan pun harus berbagi jalan di jalur berlawanan yang tergenangi air tidak begitu tinggi

12 September 2019 Selengkapnya

BBWS Cimanuk Cisanggarung
Ka. Balai Tinjau Lokasi Banjir Indramayu
Ka. Balai Tinjau Lokasi Banjir Indramayu

Dalam kesempatan dialog dengan warga dan perangkat pemerintahan desa yang terdampak banjir, pak Happy mengatakan akan melakukan normalisasi sungai Cimanuk lama dan menghidupkan kembali aliran yang sudah tidak berfungsi. Seperti diketahui, sepanjang Sungai Cimanuk Lama telah terjadi penyempitan dan pendangkalan, karena itu perlu dilakukan normalisasi. Langkah awal Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung akan membongkar sebuah jalan di desa Pagirikan, Kecamatan Pasekan Indramayu. Hal itu dilakukan guna memperlancar aliran air ke laut. Jalan beraspal yang dibongkar dibangun sejak 25 tahun lalu. Langkah itu dilakukan setelah muncul kesepakatan dalam rapat darurat yang dihadiri Bupati Indramayu, BBWS Ciliwung Cisadane, Dinas PSDA JABAR,
anggota Komisi V DPR RI dan unsur muspida di lokasi jalan di Desa Pagirikan. Semula, jalan sepanjang sekitar 200 meter itu merupakan akses utama yang menghubungkan Kecamatan Indramayu dengan Kecamatan Pasekan. Sayangnya, pembangunan jalan itu telah mematikan aliran Sungai Cimanuk Lama yang menuju ke laut. Imbasnya, kala debit sungai tinggi, air yang seharusnya menuju ke laut, meluap ke kawasan perkotaan. Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, langsung menginstruksikan jajarannya membongkar jalan tersebut. Dia memperkirakan, pekerjaan itu membutuhkan waktu 3-4 hari ke depan. "Lamanya pembongkaran jalan tergantung alatnya, mungkin (selesai) sekitar tiga sampai empat hari," cetusnya. Diharapkan ketika lokasi di bawah jembatan layang dinormalisasi, aliran air bisa dipercepat ke laut sehingga bisa mengurangi banjir. Pak Happy mengatakan, BBWS Cimanuk Cisanggarung sudah berupaya maksimal untuk mengatasi banjir di Indramayu. Dia juga sudah menginstruksikan jajarannya untuk mendistribusikan mesin pompa ke sejumlah lokasi di wilayah yang tergenang. Langkah itu sebagai upaya mengurangi genangan air yang masih tinggi di sejumlah lokasi. Terkait banjir di Indramayu ini, BBWS sudah melakukan analisis mengapa gelontoran air dari Bendung Rentang Majalengka tidak bisa ditampung sungai Cimanuk. “Air yang digelontorkan dari Rentang 1.000 m3/ perdetik. Kapasitas Sungai Cimanuk 1.300 m3. Seharusnya masih bisa ditampung sungai Cimanuk,” ungkapnya. Tetapi selain tingginya debit air juga diperparah dengan hujan yang
turun terus menerus di daerah hulu Cimanuk. Akibatnya ada tambahan gelontoran air 400 meter kubik ke Indramayu dari Sungai Cipelang, Sungai Cilutung, Sungai Cikeruh dan Sungai Cipawangi. Sungai Cimanuk pun tidak bisa menampung kiriman air dari hulu dan akhirnya meluap. Jadi pada banjir Indramayu ini tidak ada tanggul yang jebol, melainkan limpasan air pada tanggul sungai. Ada beberapa ruas tanggul di Kabupaten Indramayu yang termasuk kategori kritis, ini dikarenakan adanya penurunan yang disebabkan oleh faktor usia tanggul yang ratarata sudah mencapai ± 30 tahun. BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam waktu dekat juga akan mengusulkan normalisasi sungai Cimanuk Lama kepada pemerintah pusat. Tahun lalu normalisasi di tempat itu baru mencapai ± 3 km dari panjang sungai yang mencapai 13 km. Menurut pak Happy penyelesaian
banjir seperti yang terjadi di Indramayu ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. “Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus lintas kementerian, lintas institusi, lintas stakeholder, dan yang paling banyak berperan tentunya masyarakat," katanya. Karenanya pak Happy berpesan agar masyarakat ikut menjaga kondisi alamiah sungai. “Kalau dahulu luas sungai Cimanuk Lama 30 meter misalnya, tolong jangan mendirikan bangunan-bangunan yang mempersempit aliran sungai. Sampah-sampah juga hendaknya dibuang di tempat-tempat yang sudah disediakan pemerintah kabupaten. Dua hal ini menjadi penyebab banjir yang akibatnya langsung dirasakan masyarakat sendiri”.

12 September 2019 Selengkapnya

BWS Sulawesi II
BWS Sulawesi II Lakukan Monev Paket-Paket Pekerjaan Tahun Anggaran 2019
BWS Sulawesi II Lakukan Monev Paket-Paket Pekerjaan Tahun Anggaran 2019

SISDA BWS SUL II, GORONTALO - Tim Balai Wilayah Sungai Sulawesi II melaksanakan Monitoring Evaluasi Pekerjaan sabtu (07/9/2019), Kepala Balai Wilayah Sulawesi II beserta jajarannya untuk kesekian kalinya melakukan monitoring dan evaluasi paket-paket pekerjaan yang ada dibeberapa lokasi pekerjaan baik yang dilaksanakan tahun 2019 ini maupun yang akan dilaksanakan di tahun 2020 mendatang.

Hari pertama (07/09/2019) monitoring diawali dengan meninjau pekerjaan pembangunan Air Baku desa Suka Mulya dan Desa Raharja Kabupaten Boalemo yang mana pembangunan ini ditujukan untuk memberikan layanan yang cukup pemenuhan Air Baku di desa-desa tersebut, selanjutnya Kabalai Bersama jajarannya menuju lokasi rencana pekerjaan pengendalian banjir sungai tilamuta Kabupaten Boalemo yang akan dilaksanakan tahun 2020 mendatang, dilokasi tersebut beliau meninjau langsung kondisi sungai serta berbincang dengan masyarakat sekitar. Monitoring evaluasi berlanjut dihari kedua (08/09/2019) kali ini Kepala Balai Wilayah Sulawesi II beserta jajarannya melakukan peninjauan lokasi rencana pekerjaan pengendalian banjir sungai randangan yang berada dikecamatan patilanggio, kemudian dilanjutkan menuju lokasi pekerjaan pembangunan jaringan Irigasi Primer tepatnya di desa manunggal karya, Kabupaten Pohuwato dan dilanjutkan meninjau pekerjaan pembangunan Air Baku Popayato. Pembangunan ini dilakukan atas kerjasama PDAM dan Pemda Kabupaten Pohuwato dimana BWS Sulawesi II melalui kegiatan Satker PJPA membangun intake untuk memberikan layanan sumber air baku kepada IPA yang sudah dibangun oleh Pemda untuk melayani sekitar 30.000 Sambungan Rumah. Tidak berhenti disitu, Monitoring dilanjutkan sampai hari ke 3 (09/09/2019) di wilayah timur Gorontalo tepatnya di Pembangunan Daerah Irigasi Lomaya Pilohayanga, Adenan Rasyid, ST., MT selaku Kepala BWS Sulawesi II menyampaikan “progresnya sudah sangat baik, dan kami berharap agar hal ini diikuti dengan administrasi dan pertanggung jawaban yang baik sehingga apa yang menjadi target kita seperti tepat guna dan tepat sasaran bisa terpenuhi dengan baik”.

Monitoring ini tidak hanya dilakukan oleh Tim manajemen mutu BWS Sulawesi II sendiri namun didampingi oleh Tim TP4D Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Sesuai komitmen Kabalai di awal kunjungan, beliau akan selalu memantau progres dan kualitas pekerjaan yang dilaksanakan oleh BWS Sulawesi II. Monitoring ini adalah tindak lanjut dari kerjasama yang selama ini dibangun antara BWS Sulawesi II dan Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Disela-sela monitoring, Rahmat Idrak selaku tim TP4D Kejati Gorontalo menyampaikan “sejauh yang kami amati bahwa progress pekerjaan ini berjalan cukup baik dari segi waktu dan material. Kami berharap pekerjaan ini bisa selesai dengan sempurna dalam artian tepat waktu, tepat sasaran dan tertib administrasi sehingga masyarakat bisa segera menikmati hasil dari pembangunan Irigasi ini”.

Dalam kesempatan yang sama Musdiyanto Mukthi, ST., MT selaku Kepala SNVT PJPA (Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air) manambahkan “Mulai sabtu kemarin kami bersama Kepala BWS Sulawesi II sudah melakukan monitoring evaluasi dibeberapa pekerjaan yang kita laksanakan baik tahun 2019 maupun yang akan dilaksanakan tahun 2020 yang akan datang. Diantaranya Air Baku di Kab. Boalemo, daerah irigasi randangan kanan dan air baku Popayato di Kab. Pohuwato. Kemudian lanjut hari ini di Daerah Irigasi Lomaya Pilohayanga yang ditargetkan selesai desember tahun ini”.

 Monitoring dilanjutkan menuju pembangunan pengendalian banjir sungai bolango yang berada di Kelurahan Siendeng, Hulondalangi, Gorontalo. Pekerjaan ini dilakukan karena daerah siendeng sepanjang 7km sering menjadi langganan banjir. Suhartono selaku Kepala SNVT PJSA(Pelaksana Jaringan Sumber Air) menyatakan “hasil pekerjaan ini untuk meminimalisasi banjir yang terjadi sehingga air tidak akan meluap lagi ke pemukiman warga dan jalan kota. Kami berharap agar sungai jangan menjadi tempat pembuangan sampah sehingga nanti fungsi sungai ini bisa benar-benar berfungsi untuk pengaliran air”.

11 September 2019 Selengkapnya