© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Kumpulan Berita Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

BBWS Citanduy
12 Pejabat Fungsional Madya dan Muda BBWS Citanduy Dilantik
12 Pejabat Fungsional Madya dan Muda BBWS Citanduy Dilantik

12 Pejabat Fungsional Madya dan Muda BBWS Citanduy Dilantik

16 Juni 2020 Selengkapnya

BWS Sumatera VII
Pelantikan Pejabat Fungsional Ahli Madya dan Ahli Muda di Lingkungan Kementerian PUPR
Pelantikan Pejabat Fungsional Ahli Madya dan Ahli Muda di Lingkungan Kementerian PUPR

Selasa (16/6) diselenggarakan pelantikan Pejabat Fungsional Ahli Madya dan Ahli Muda di Lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Pelantikan dilakukan secara serentak melalui video conference.

Kegiatan ini diikuti oleh ketiga Pejabat Fungsional BWS Sumatera VII Bengkulu yang dilantik antara lain Deky Agusprawira, SP, MM, Yariswan, ST dan Lanjar Budi Raharjo, SP, M.Si.

“Saya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan ini secara resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan Kementerian PUPR. Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai sumpah yang disampaikan tadi, sesuai tanggung jawab yang diberikan” pesan Menteri Basuki dalam sambutannya.

Selamat kepada pejabat yang dilantik, semoga amanah dan dapat memberi perubahan yang lebih baik dalam pembangunan infrastruktur Indonesia.

16 Juni 2020 Selengkapnya

BBWS Pompengan Jeneberang
Jalin Sinergitas, Kepala BBWSJP Yang Baru, Kunjungi Pangdam Hasanuddin
Jalin Sinergitas, Kepala BBWSJP Yang Baru, Kunjungi Pangdam Hasanuddin

MAKASSAR – Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka menerima kunjungan dari Kepala Balai Besar WIlayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) Adenan Rasyid, Lounge Setia Hingga Akhir, Makodam, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Senin (15/6).

Dalam kunjungan petinggi di jajaran BBWS-Pompengan Jeneberang naungan Direktorat Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Indonesia ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid 19.

Andi Sumangerukka mengaku senang bisa menjalani silaturahmi dengan Adenan Rasyid yang diketahui baru saja dilantik menjadi Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, menggantikan Suparji, yang kini menjabat Direktur Irigasi dan Rawa, Kementrian PUPR.

“Selamat bertugas di wilayah Sulsel, selama ini Kodam dan BBWS Pompengan Jeneberang sudah saling sinergi dalam melakukan kegiatan,” ucap Pangdam.

Lebih jauh, Orang nomor satu di Kodam XIV Hasanuddin ini berharap agar dapat lebih menjalin kerjasama dan komunikasi yang lebih baik lagi, sehingga sinergitas yang utuh antara Korps Militer Angkatan Darat makin baik dengan Pihak BBWS- Pompengan Jeneberang, dalam setiap kegiatan.

“Kerjasama yang sudah ada, kita tingkatkan, sehingga kegiatan yang memerlukan kerjasama dapat terselesaikan dengan baik dengan tujuan membantu kesulitan masyarakat yang berada di sekitar daerah aliran sungai wilayah kerja BBWS Pompengan Jeneberang,” harap Andi Sumangerukka.

Sementara itu, Adenan Rasyid mengucapkan rasa terima kasih kepada Pangdam Hasanuddin yang sudah berkenan meluangkan waktu untuk menyambut kedatangannya bersama rombongan.

“Kami mengucapkan terima kasih, Pak Pangdam telah meluangkan waktu untuk kami, walaupun di tengah-tengah kesibukan Kodam Hasanuddin dalam melaksanakan tugas,” ucapnya.

“Kehadiran kami, selain bersilahturahmi sebagai pejabat baru di Balai BBWS Pompengan Jeneberang, tentunya tetap memperkuat jalinan kerjasama dan sinergitas yang sudah berjalan saat ini,” Adenan Rasyid melanjutkan.

Dalam agenda kunjungan ini, diakhir dengan foto bersama dengan tetap memperhatikan physical distancing. Turut hadir mendampingi Pangdam, Aster Kolonel Arm Hari Wibowo dan Kapendam Kolonel Inf Maskun Nafik.

 

 

Sumber : http://kodam14hasanuddin-tniad.mil.id/jalin-sinergitas-kepala-bbwsjp-yang-baru-kunjungi-pangdam-hasanuddin/

15 Juni 2020 Selengkapnya

BBWS Pompengan Jeneberang
Apel Pagi di lingkungan BBWS Pompengan Jeneberang
Apel Pagi di lingkungan BBWS Pompengan Jeneberang

Senin pagi (15/06/2020) Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang memberikan arahan pada saat apel kerja yang berlangsung di halaman kantor BBWS Pompengan Jeneberang, ditempat terpisah apel juga dilaksanakan di Satker OP dan PJSA. Dalam arahannya Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Bapak Adenan Rasyid, ST.MT menginginkan para pegawai di lingkup BBWS Pompengan Jeneberang untuk menerapkan protokol Covid-19 dengan menggunakan masker, selalu mencuci tangan, dan jaga jarak. Kemudian Kepala Balai juga menyampaikan agar menghilangkan budaya bossy (suka memerintah) dan selalu menerapkan gaya hidup sederhana dalam segala aktivitas sehari-hari di lingkungan kerja. Kepala Balai juga menekankan agar setiap pejabat di Lingkungan BBWS Pompengan Jeneberang agar selalu disiplin, utamanya dalam hal waktu tidak menunda-nunda pekerjaan serta berperan aktif dan memahami betul pekerjaan yang telah dikerjakan dan tahu permasalahan-permasalahan yang terjadi dilapangan.(SISDA)

15 Juni 2020 Selengkapnya

BBWS Pompengan Jeneberang
Kepala BBWS Pompengan Jeneberang mengunjungi lokasi dampak banjir Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng
Kepala BBWS Pompengan Jeneberang mengunjungi lokasi dampak banjir Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng

Curah hujan dengan intesitas sangat lebat di beberapa wilayah kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Selatan pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020, mengakibatkan bencana tanah longsor/bencana banjir di Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Jeneponto. Hujan yang turun sejak siang hari sampai dengam malam hari (± 7 jam) menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi jalan poros serta pemukiman warga dengan ketinggian ± 1-2 meter. Selain menggenangi wilayah pemukiman, banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur SDA di wilayah terdampak banjir Berdasarkan pencatatan data hidrologi, pos curah hujan di Hulu Sungai Kelara (pos CH Tanrang) Kabupaten Jeneponto pada 12 Juni 2020 tercatat 222 mm/hari, sedangkan Pos CH Limbunga tercatat 31 mm/hari, dan pos CH Bendungan Karalloe tercatat 114 mm/hari. Pada Kabupaten Bantaeng, pos curah hujan di hulu Sungai Calendu (pos CH Onto) tercatat 165 mm/hari dan pos CH Tino Toa tercatat 97 mm/hari. Sabtu 13 Juni 2020 Kepala BBW Pompengan Jeneberang, Bapak Adenan Rasyid, ST, MT bersama Tim Reaksi Cepat, Tim Kami Cepat, Tim Hidrologi, dan Tim SISDA meninjau infrastruktur SDA yang terdampak banjir di Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng. Kunjungan pertama, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang bersama rombongan mendatangi Bendung Kelara, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto. pada bendung ini terdapat Kerusakan tanggul sayap kiri di hilir bendung sepanjang 24 m dan tinggi 6,3 m dan Kerusakan hand railling bendung. Kemudian, rombongan menuju ke Pembangunan Bendungan Karalloe. Kepala BBWS Pompengan Jeneberang memastikan bahwa pembangunan Bendungan Karalloe dalam keadaaan aman. Dalam klarifikasinya, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang menyampaikan Pemberitaan yang beredar bahwa penyebab banjir di Jeneponto salah satunya ada kontribusi dari pembangunan Bendungan Karalloe itu tidak benar, semuanya normal, tidak ada aliran besar, tidak ada bangunan yang runtuh atau jebol. Sehingga dapat dipastikan Banjir di Kecamatan Rumbia tidak ada kaitannya sama sekali dengan pembangunan Bendungan Karalloe. Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan, agar kejadian seperti ini tidak terus berulang. Usai mengunjungi pembangunan Bendungan Karalloe, rombongan menuju Kabupaten Bantaeng. Kepala BBWS Pompengan Jeneberang meninjau Kerusakan tanggul bagian kiri Sungai Calendu sepanjang 40 m, Jebolnya sayap sisi kanan Checkdam Balang Sikuyu. Langkah cepat yang dilakukan oleh BBWS Pompengan Jeneberang adalah dengan memberikan bantuan 1,000 karung pasir untuk penanganan tanggul jebol di Sungai Calendu.(SISDA)

15 Juni 2020 Selengkapnya

BBWS Pompengan Jeneberang
Kunjungan Kerja dalam rangka monitoring progres pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2020
Kunjungan Kerja dalam rangka monitoring progres pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2020

Dalam upaya percepatan pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2020, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Bapak Adenan Rasyid, ST, MT, ditemani pejabat struktural dan pejabat perbendaharaan melakukan kunjungan lapangan. Kunjungan Kerja ini dalam rangka monitoring progres pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2020 pada BBWS Pompengan Jeneberang. Kepala BBWS Pompengan Jeneberang beserta rombongan mengunjungi Proyek Strategis Nasional (PSN), Pembangunan Bendungan Paselloreng Kabupaten Wajo dan Pembangunan Bendung Baliase dan Jaringan Irigasi Kabupaten Luwu Utara. Selain mengunjungi Proyek Strategis Nasional, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang juga mengunjungi pekerjaan Non Proyek Strategis Nasional, yakni Pembangunan Bendung D.I Gilireng, Revitalisasi Danau Tempe, dan Bendung Gerak Tempe Kabupaten Wajo.(SISDA)

15 Juni 2020 Selengkapnya

BBWS Pompengan Jeneberang
Kunjungan Kerja ke Lokasi dampak Banjir
Kunjungan Kerja ke Lokasi dampak Banjir

Curah hujan tinggi yang melanda saat itu, menyebabkan bencana banjir di Kabupaten Sidrap, Kabupaten Wajo, Kabupaten Luwu, dan Kabupaten Bone Oleh karena itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang bersama Tim Reaksi Cepat dan Tim Kaji Cepat BBWS Pompengan Jeneberang melakukan kunjungan lapangan pada daerah - daerah terdampak banjir tersebut. lokasi yang ditinjau oleh Kepala BBWS Pompengan Jeneberang beserta rombongan diantaranya, lokasi banjir di Desa Belawae Kecamatan Pituriase Kabupaten Sidrap. Dengan ketinggian banjir 1,5 meter menyebabkan sebuah jembatan gantung yang menghubungkan desa Belawae dengan Desa telessang terputus. Selain itu, sekitar 150 rumah warga dan sejumlah sarana umum juga terendam banjir. Setelah itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang beserta rombongan bergerak menujub lokasi banjir berikutnya. Akibat intensitas curah sedang hingga tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Suli Kabupaten Luwu. Dampaknya 3434 rumah warga dan 19 Ha areal persawahan di Kecamatan Larompong, Larompong Selatan, Suli, dan Suli Barat Kabupaten Luwu tergenang banjir. Selanjutnya, rombongan menuju ke Kabupaten Wajo. Ketinggian banjir mencapai 1.25 meter menyebabkan 405 rumah warga, 1.987 Ha areal persawahan, 1162 Ha areal perkebunan, dan beberapa sarana dan prasarana umum di Kecamatan Tempe, Pammana, Tanasitolo, Sabbangparu, dan Belawa Kabupaten Wajo terdampak banjir. Kepala BBWS Pompengan Jeneberang bersama Tim TRC dan TKC akan mengkaji terlebih dahulu penanganan yang tepat untuk jangka pendek maupun jangka panjangnya. Sehingga nantinya bencana banjir tidak terulang kembali.(SISDA)

15 Juni 2020 Selengkapnya

BBWS Bengawan Solo
Kepala Balai Tinjau Bendungan Tukul dan Bendungan Bendo di Jawa Timur
Kepala Balai Tinjau Bendungan Tukul dan Bendungan Bendo di Jawa Timur

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., melaksanakan kunjungan lapangan di wilayah Jawa Timur, yakni Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, pada Sabtu (13/06/2020). Pada kesempatan kali ini, Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Bambang, S.E., S.T., M.T., PPK Bendungan I, Andi Arwik, S.T., M.Sc., PPK Bendungan II, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM., PPK Bendungan III, Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T., beserta rombongan meninjau beberapa lokasi pekerjaan. Lokasi pertama, yakni proyek pengerjaan Bendungan Tukul di Pacitan. Bendungan yang dibangun di lahan seluas 44,81 ha, tepatnya di Desa Karanggede, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan tersebut, sekaligus berfungsi sebagai konservasi lahan. Bendungan Tukul, nantinya akan mengairi sekitar 600 ha lahan persawahan serta menjadi sumber air baku yang ditargetkan selesai pembangunannya pada akhir tahun 2020 mendatang. Monitoring dan evaluasi proyek, dilanjutkan ke Dusun Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo. Kepala BBWS Bengawan Solo beserta rombongan juga melakukan rapat internal di area proyek untuk rencana percepatan pengerjaan proyek Bendungan Bendo. Bendungan yang dibangun dengan tinggi 71 meter tersebut akan membendung Sungai Keyang, yakni anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo. Bendungan Bendo juga dirancang mampu menampung air sebesar 43,11 juta m3, dan bermanfaat sebagai sumber air baku domestik serta industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo. Selain itu, bendungan ini akan mereduksi banjir di Ponorogo dari 1.300 m3 per detik menjadi 490 m3 per detik sekaligus menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt. “Saya berharap proyek pembangunan Bendungan Bendo, dapat segera terselesaikan dan bisa segera dinikmati manfaatnya oleh warga, utamanya untuk keperluan irigasi, penyedia air baku, dan pengendali banjir di Kota Ponorogo,” pesan Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. (BBWSBS/ Ferri)

15 Juni 2020 Selengkapnya

BWS Sulawesi III
Program Padat Karya Non Regular 2020 di Sulawesi Tengah
Program Padat Karya Non Regular 2020 di Sulawesi Tengah

Dalam memitigasi Covid 19, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu melaksanakan Program Padat Karya Non-Regular untuk wilayah kewenangan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Program ini dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Dibukanya lapangan kerja bagi masyarakat dari perwakilan daerah atau kelurahan yang kehilangan pekerjaan selama pandemic Covid 19, diharapkan dapat membantu penghasilan mereka juga dapat membantu mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Sulbar dan Sulteng. Pada masa pandemik Covid 19 ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengutamakan pekerja yang terdampak covid 19 dan tidak mendapatkan pekerjaan.

Pada 2 Juni 2020, Program Padat Karya Non Reguler serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia. Wilayah kewenangan BWS Sulawesi III Palu untuk Sulawesi Tengah melaksanakan ceremonial pada 4 Juni 2020, di Tanggul Pengaman Pantai Teluk Palu, dibuka oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, dengan PT. Adhi Karya sebagai Perusahaan Penyedia Jasa dan penyelenggara.

Ceremonial peletakan batu pertama sebagai simbolis dimulainya kegiatan Padat Karya di Sulawesi Tengah ini dibuka oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, Feriyanto Pawenrusi.

Menurut PPK Sungai dan Pantai II, Dwi Cahyo Romadhoni, pelaksanaan pekerjaan mengacu pada “New Normal”, tetap bekerja dengan protokol kesehatan yaitu tetap menjaga kebersihan, mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak.

Program Padat Karya pada pekerjaan Tanggul Teluk Palu ini meliputi 4 Kelurahan yaitu Silae, Lere, Besusu Barat, dan Talise. Kemudian untuk pekerjanya sekitar 150 orang dengan jangka waktu 2 bulan, hingga akhir Juli 2020.

“Untuk metode pelaksanaan kita bekali dulu dengan pelatihan pra kerja untuk pemasangan geotekstil maupun pekerjaan pengecoran. Harapan daripada program padat karya Palu, kami mengharapkan perekonomian di Sulawesi Tengah akan tumbuh normal kembali.” Ujar Dwi Cahyo Romadhoni, PPK Sungai dan Pantai II.

Para pekerja yang terlibat di dalam Program Padat Karya untuk Pengaman Pantai Teluk Palu ini juga memberi pendapat dan testimoni, bahwa mereka sangat menerima program ini dengan baik. “Tentunya kami sangat bersyukur dan berterima kasih, melalui program ini, warga di sekitar kembali mendapatkan penghasilan selama beberapa waktu ke depan di tengah-tengah pandemi Covid 19. Meskipun kami berjumlah banyak di lapangan, kami tetap menggunakan APD dan menjalankan protocol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid 19.”

15 Juni 2020 Selengkapnya

BWS Sulawesi III
Program Padat Karya Non Regular 2020 di Sulawesi Barat
Program Padat Karya Non Regular 2020 di Sulawesi Barat

Dalam memitigasi Covid 19, Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu melaksanakan Program Padat Karya Non-Regular untuk wilayah kewenangan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.

Program ini dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat atau warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Dibukanya lapangan kerja bagi masyarakat dari perwakilan daerah atau kelurahan yang kehilangan pekerjaan selama pandemic Covid 19, diharapkan dapat membantu penghasilan mereka juga dapat membantu mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Sulbar dan Sulteng. Pada masa pandemik Covid 19 ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengutamakan pekerja yang terdampak covid 19 dan tidak mendapatkan pekerjaan.

Pada 2 Juni 2020, Program Padat Karya Non Reguler serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, termasuk wilayah kewenangan BWS Sulawesi III Palu untuk Sulawesi Barat, di Daerah Irigasi Kalukku, dengan PT. Hutama Karya sebagai perusahaan penyedia jasa sekaligus penyelenggara acara. Ceremonial peletakan batu pertama sebagai simbolis dimulainya kegiatan Padat Karya di Sulbar ini dibuka oleh Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, Feriyanto Pawenrusi, ST., MT. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sulbar dan Kepala BWS Sulawesi III memberi sambutan sekaligus pembekalan bagi para pekerja.

“Dari 9 Dusun ada sekitar 108 orang yang akan diperkerjakan selama 2 bulan untuk membantu pekerjaan pembangunan DI. Kaluku, Sulbar.” Ujar Pak Feriyanto dalam sambutannya.

Menurut Kepala Proyek, Agus Jajang Hendrawan, progress pekerjaan D.I Kalukku sudah mencapai presentasi 80%, terdiri dari hampir semua pekerjaan di bendung sudah diselesaikan baik berupa bangunan struktur, bangunan utama, pelimpah, dll.”

“Program padat karya ini sendiri sudah running dari tanggal 1 Juni 2020, dengan menyerap sekitar 101 warga, dari 9 Dusun di Desa Pokang. Dari setiap Dusun kira-kira ada 10-12 orang perwakilan, kami menginginkan keterlibatan dari seluruh Dusun di Desa Pokang ini. Pekerjaan hampir memakan waktu sampai akhir Juli 2020. Adapun pekerjaannya, kita lebih dominan dengan pekerjaan yang bisa diserap dengan skill yang ada di sini terutama teman-teman dan warga di sekitar, sehingga tidak terlalu menyusahkan dan efektif di lapangan. Persiapan lahannya sendiri, sudah ada.” Jelas Agus.

Para pekerja yang terlibat di dalam Program Padat Karya ini juga memberi pendapat dan testimoni, bahwa mereka sangat menerima program ini dengan baik. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya program Padat Karya ini. Seperti yang diketahui wabah Covid 19 memberi dampak hilangnya pekerjaan bagi beberapa orang, dan program ini sangat membantu kami mendapatkan pekerjaan dan menambah pendapatan bagi keluarga.” Jelas Pak Supardi, salah satu warga Desa Pokang yang menjadi pekerja. 

15 Juni 2020 Selengkapnya

BWS Sulawesi IV
Kunjungan kerja Kepala Balai BWS Sulawesi IV Kendari ke Proyek Bendungan Ladongi
Kunjungan kerja Kepala Balai BWS Sulawesi IV Kendari ke Proyek Bendungan Ladongi

Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari Bapak Haeruddin C. Maddi pada Jum'at siang tanggal 12 Juni 2020 melakukan kunjungan kerja lapangan ke Proyek Pembangunan Bendungan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur.

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring untuk mengetahui sejauh mana progres fisik yang sudah di capai.

Dalam kesempatan yang sama kepala Balai juga melakukan peninjauan pekerjaan gardu pandang, masjid, parkir area dan maindam yg saat ini dalam proses pengerjaan.

Di sela-sela wawancara, kepala Balai juga menjelaskan bahwa pekerjaan proyek ini dilaksanankan dengan tetap mematuhi prosedur protokol covid 19 sebagaimana pesan bapak Presiden dan bapak Menteri PUPR seperti Penggunaan Masker, Pemeriksaan suhu Tubuh dan Rajin Mencuci tangan, Bila kondisi sudah pulih seperti sediakala beliau juga menyampaikan akan mempekerjakan kembali tenaga kerja yang di PHK dikarenakan adanya Pandemic yang saat ini terjadi.
Melihat hasil progres fisik di lapangan kegiatan pekerjaan pembangunan bendungan ladongi di kab. kolaka timur di perkirakan akan rampung secara keseluruhan insyaallah Pada Bulan juli dan akan di resmikan Pada bulan Agustus tahun depan

15 Juni 2020 Selengkapnya

BWS Sulawesi II
"Tergerak Hati" Akibat Banjir Bandang Gorontalo Ibu Ibu paguyuban BWS Sulawesi II Sigap Memberikan Bantuan Kepada Korban Terdampak

SISDA BWS SUL II – Gorontalo, peristiwa banjir bandang yang melanda sebagian wilayah di kabupaten Bone Bolango dan kota Gorontalo pada hari kamis, 11 juni 2020 mengisahkan kesedihan bagi kita semua serta "menggerakkan hati" ibu ibu paguyuban BWS Sulawesi II untuk dapat berbagi dan mengurangi beban korban yang terdampak.

Hal ini sudah menjadi kewajiban ibu ibu paguyuban BWS Sulawesi II untuk selalu aktif dalam kepedulian antar sesama ketika terjadi bencana.

Penyaluran bantuan yang diantar langsung oleh ibu ibu perwakilan BWS Sulawesi II ini diterima langsung oleh Dr. H. Ellys Rachman, M.Si sebagai perwakilan yayasan Binataruna serta akan didistribusikan ke lokasi utama yang terkena banjir bandang seperti Wilayah Suwawa dan Taludaa di kabupaten Bone Bolango, kampung bugis, Kel. ipilo, serta kampung Tenda Kota Gorontalo.

Dalam penyampaiannya via Whatsapp ketua Paguyuban BWS Sulawesi II ibu Ike Adenan Rasyid mengutarakan bahwa "tujuan kegiatan ini untuk dapat membantu serta meringankan penderitaan saudara saudara kita yg tertimpa musibah".

Semoga bantuan yang terdiri dari kebutuhan pokok seperti Air mineral, mie instan, gula, susu bayi, biskuit, obat obatan serta kebutuhan bayi ini dapat bermanfaat untuk korban banjir.

14 Juni 2020 Selengkapnya