Pengumuman ( 5):

BWS Sumatera VI Gandeng Komunitas dan Masyarakat Untuk Lestarikan Sumber Air


Print Friendly and PDF
Foto :

 

22 Maret yang merupakan peringatan Hari Air Dunia (HAD), adalah sebuah upaya yang ditujukan untuk menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. Saat ini, banyak tantangan yang dihadapi dalam permasalahan air, diantaranya masalah kelangkaan air bersih yang sudah berdampak pada sekitar 1,9 milyar orang di seluruh dunia dimana pertumbuhan populasi penduduk sangat cepat dan kebutuhan air akan bertambah sepertiganya pada kurun waktu 2050.

 

Selain itu, perubahan iklim merupakan suatu tantangan dalam penyediaan air baku, panjangnya musim kemarau mengakibatkan kekeringan, dan meningkatnya intensitas hujan dan permukaan air laut yang berdampak pada banjir. Adapun tantangan lainnya adalah degradasi daerah aliran sungai di daerah hulu, menurunnya debit pada sumber air dan tinggi laju sedimentasi pada tampungan-tampungan air seperti waduk, embung, danau, dan situ. Di samping itu, kualitas air juga semakin turun akibat tingginya tingkat pencemaran pada sungai dan sumber-sumber air lainnya.

 

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) berupaya melakukan peningkatan dalam hal penyediaan air baku yang diiringi dengan pengendalian dalam pemanfaatan air tanah untuk menjaga keberlangsungan ketersediaan air tanah. Pemenuhan kebutuhan air baku untuk air bersih diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan pokok rumah tangga, kehidupan sehari-hari masyarakat dan kebutuhan sosial ekonomi produktif seperti irigasi, listrik terutama di wilayah defisit air, wilayah tertinggal dan wilayah strategis. Hal inilah yang disampaikan oleh Direktur Irigasi dan Rawa Mohammad Mazid dalam sambutannya mewakili Direktur Jenderal SDA Imam Santoso pada kegiatan sarasehan dan penanaman pohon untuk memperingati Hari Air Dunia ke 26 di pinggiran Danau Sipin, Provinsi Jambi.

 

Mazid menambahkan bahwa sesuai dengan tema HAD 2018 yaitu Nature for Water, kami ingin menegaskan bahwasanya pemecahan masalah terkait air tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan bendungan, instalasi pengolahan air limbah, normalisasi sungai dan sebagainya. Yang lebih penting adalah perlu adanya partisipasi langsung dari masyarakat, akademisi, swasta untuk menjaga dan melestarikan alam sehingga permasalahan air dapat dikendalikan atau paling tidak dapat diminimalisir.

 

Menyikapi hal tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)/ Balai Wilayah Sungai (BWS) yang tersebar di 34 provinsi secara serentak melakukan aksi nyata dalam memperingati Hari Air Dunia tahun ini, diantaranya gerakan aksi bersih sungai dan danau, pembersihan sampah, susur sungai, penanaman pohon, pembuatan lubang biopori, launching bank sampah, dan masih banyak lagi. Berbagai aksi nyata tersebut turut melibatkan para pemangku kepentingan dan seluruh lapisan masyarakat dengan mengikutsertakan rekan – rekan akademisi, pelajar dan asosiasi provinsi, komunitas peduli sungai dan danau, dan berbagai pihak yang memiliki kepentingan untuk melestarikan sumber-sumber air di Indonesia.

Kepala BWS Sumatera VI Nurfajri menambahkan, bahwa Danau Sipin yang terletak di pinggiran Kota Jambi mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jambi. Selain itu, potensi Danau ini juga bisa mendukung perkembangan wisata olahraga air yaitu dayung, yang merupakan salah satu olahraga andalan Provinsi Jambi. “Melalui kegiatan sarasehan dan penanaman pohon ini, kami ingin mengedukasi komunitas dan masyarakat akan pentingnya kelestarian sumber-sumber air dengan tidak membuang sampah sembarangan,” jelas Nurfajri dalam sambutannya.

 

Selain menanam pohon di pinggiran Danau Sipin ini, BWS Sumatera VI juga terus mengembangkan Danau Sipin melalui kegiatan konservasi Danau agar manfaatnya semakin bisa dirasakan oleh masyarakat. Melalui semangat #LestarikanAlamUntukAir, berbagai aksi nyata ini diharapkan bisa berdampak positif untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik. (dro/dnd Kompu SDA)

  • Tentang Ditjen SDA

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan sumber daya air sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Bantuan

    Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Gd. Ditjen Sumber Daya Air 
    Kementerian PUPR
    JL. Pattimura 20, Kebayoran Baru 
    Jakarta - Indonesia - 12110 
    Phone/Fax: (021)-7396616 (Hunting)
    Email: kompusda[at]pu.go.id atau kompu.sda[at]gmail.com

  • Publikasi

  • Media Sosial Kami