© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Bendungan Manikin Capai Progress 18 persen per Juni 2020

Bendungan Manikin Capai Progress 18 persen per Juni 2020


Kategori : Berita Balai

  02 Juli 2020



Foto : Monitoring Bendungan Manikin


Kepala Balai WS NT II, Agus Sosiawan didampingi Kasi Pelaksanaan, Costandji Nait, PPK Perencanaan, Willem Sidharno dan para staf melakukan monitoring ke Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang.

Perjalanan menggunakan kenadaraan DInas dari Kantor BWS NT II menuju lokasi Bendungan Manikin sejauh ±14 km ditempuh sekitar 30 menit. Monitoring berupa peninjauan lapangan ini guna memastikan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Bendungan Manikin berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan progress yang dilaporkan.

Kehadiran rombongan BWS NT II disambut oleh PPK Bendungan II (Manikin) dan jajaran direksinya di halaman kantor direksi. Setelah mengadakan pertemuan di ruang rapat direksi guna mendengarkan pemaparan terkait kemajuan fisik pekerjaan Bendungan Manikin. Dijelaskan bahwa saat ini pekerjaan pada paket-2 tengah melakukan pemancangan Spun pile di Inlet pelimpah. Progress keseluruhan sampai dengan Juni 2020 mencapai 18% untuk Paket 2, dan diharapkan khusus pekerjaan pemancangan ini selesai dalam waktu ± 3 bulan kedepan. Selanjutnya rombongan menuju lokasi pekerjaan dan melihat langsung pemancangan tiang pada Inlet Pelimpah untuk pekerjaan Paket-2.

Pemancangan spun pile (tiang pancang berbentuk bulat dan berongga pada bagian tengah) ini berguna sebagai proteksi dari tekanan lateral tanah (gaya dorong tanah) dan sebagai proteksi galian tebing di Inlet Pelimpah. Pemancangan ini menggunakan alat crane jenis crawler dengan dua jenis hammer diesel yang berbeda. Jumlah Spun Pile adalah sebanyak 1966 batang dan Mini Pile sebanyak 308 batang dengan masing-masing sepanjang 12 meter.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilanjutkan ke Bendungan Tilong untuk memantau pelaksanaan pekerjaan Ramedial Bendungan dan akses jalan. Aktivitas lapangan saat ini adalah pengerukan sedimen di area tampungan waduk, dan diperkirakan selesai pada bulan Oktober 2020, agar dapat kondusif penyelesaiannya sebelum memasuki musim hujan.


Bagikan :

Cetak