© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita Balai

Cegah Abrasi, BBWS Mesuji Sekampung Tanam Mangrove di Pantai Mahitam

Cegah Abrasi, BBWS Mesuji Sekampung Tanam Mangrove di Pantai Mahitam


Kategori : Berita Balai

  02 April 2019



Foto : Kabalai Mesuji Sekampung


Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia XXVII 2019, BBWS Mesuji Sekampung meneruskan agendanya dengan mengadakan aksi penghijauan melalui kegiatan bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 1 April 2019 berlokasi di Pantai Mahitam Desa Ketapang, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Kegiatan penanaman mangrove dimulai pada pukul 08.00 WIB yang dihadiri oleh karyawan/ karyawati BBWS Mesuji Sekampung, Balai-balai di lingkungan Kementerian PUPR, Komandan Batalyon Infantri 7 Marinir, Kapolsek Teluk Pandan, Camat Teluk Pandan, Kepala Desa Ketapang, Akademisi, Pelajar SMP 25 Pesawaran, Yayasan Akar Indonesia (YAKARI), Kelompok Tani Mangrove di Kabupaten Pesawaran dan masyarakat dengan jumlah lebih kurang 400 orang.

Seluruh peserta yang hadir mengikuti Apel yang dipimpin oleh Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Ir. Irandi Azwartika, Sp.1. Acara diawali dengan laporan Ketua Panitia Penanaman Mangrove, Riza Fahlevi, S.T.,M.T., yang menyampaikan bahwa Kegiatan bersih bersih pantai dan penanaman pohon mangrove bertujuan untuk konservasi sumber daya air dan dapat mempertahankan kelestarian, melindungi pantai dan untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh abrasi pantai.

Kabalai Sambutan

Kepala BBWS Mesuji Sekampung dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk mengupayakan kelestarian alam bersama-sama. “Kita liat bersama-sama kondisi pantai sangat indah sekali namun demikian dibeberapa tempat terjadi abrasi pantai sehingga menyebabkan pantai semakin maju ke arah daratan tentutnya ini perlu penanganan bersama. Sekecil apapun usaha kita ketika kita mengupayakan untuk kelestarian alam ini harus kita dukung bersama-sama” ajaknya.

Aksi penanaman mangrove oleh BBWS Mesuji Sekampung dilakukan dengan melibatkan serta berbagai komponen masyarakat dengan harapan upaya konservasi dapat berhasil. “Kita tidak bisa sendirian. Kami dari instansi pemerintah tentunya tidak bisa secara sendiri untuk bisa membangun ataupun menjaga konservasi alam. Oleh karena itu, kita libatkan YAKARI yang memang selama ini juga aktif untuk menanam mangrove, ada juga komunitas mangrove, dan juga kita mengajak adik-adik dari SMP 25 Pesawaran, ini bagian dari edukasi kita bahwa adik-adik kita yang SMP ini juga harus mulai paham untuk menjaga kelestarian alam khususnya di sekitar kita yang ada ini.” Ujar Ir. Irandi Azwartika, Sp.1.

Kepala BBWS Mesuji Sekampung berharap agar penanaman mangrove memperhatikan perawatan agar manfaatnya dapat dipetik di kemudian hari. “Ini (penanaman mangrove –red) memang hasilnya tidak serta merta akan kita rasakan namun demikian nanti dalam beberapa tahun tentunya kita bisa merasakan manfaat dan hasil dari konservasi ini, ini yang tentunya kita jadikan tujuan utama dan saya berharap setelah penanaman ini panitia menyiapkan berita acara pengelolaan kepada komunitas bahwa apa yang sudah kita tanam ini harus dirawat sebaik mungkin dan secara periodik saya berharap kepada teman-teman balai untuk bisa memonitoring pertumbuhan yang ada di mangrove ini.”

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bibit mangrove kepada perwakilan peserta dan penanaman bibit mangrove sebanyak 3.000 bibit untuk ditanam di bibir pantai Pantai Mahitam.

penyerahan simbolis

 

 


Bagikan :

Cetak