© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

Curah Hujan Tinggi : Jakarta Banjir, Bogor Longsor

Curah Hujan Tinggi : Jakarta Banjir, Bogor Longsor


Kategori : Berita SDA

  05 Januari 2020



Foto : Kepala PUSATAB Iriandi meninjau daerah terdampak banjir Jabodetabek di wilayah Bukit Duri


Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA (4/1) melakukan peninjauan pada beberapa daerah terdampak banjir Jabodetabek di beberapa wilayah di Jakarta dan Bogor.

Peninjauan ini dilakukan oleh Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku (PUSATAB) Ditjen SDA Iriandi Azwartika bersama tim. Wilayah Jakarta yang ditinjau kali ini adalah Bukit Duri dan Manggarai, serta Kabupaten Bogor di wilayah Sukajaya.

Banjir yang terjadi di wilayah Bukit Duri dan Manggarai pada awal tahun tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi disertai kiriman air yang diterima Sungai Ciliwung sangat melimpah sehingga air melimpas keluar dari parapel.

Selain menyebabkan banjir yang menggenangi pemukiman warga setempat, beberapa alat pompa air yang berada di Bukit Duri juga ikut terendam. Akibatnya pompa-pompa air tersebut untuk sementara tidak dapat digunakan.

Kepala PUSATAB Iriandi juga menyampaikan selain faktor debit air dan curah hujan, di kedua wilayah tersebut Bukit Duri dan Manggarai Utara masih ditemui banyak tempat tinggal kumuh di bantaran sungai yang secara tidak langsung mengurangi lebar sungai sehingga mengurangi daya tampung sungai.

Jika di wilayah Jakarta banyak yang mengalami banjir akibat curah hujan yang tinggi, di beberapa wilayah di Bogor mengalami longsor dan pohon tumbang. Ditjen SDA meninjau lokasi dampak bencana di wilayah Bogor, salah satunya berada di Sukajaya. Dari hasil tinjauan, beberapa akses jalan disana terputus akibat longsor sehingga membuat masyarakat setempat susah untuk melakukan mobilisasi. Sampai saat ini bantuan tanggap darurat yang dilakukan Kementerian PUPR di wilayah ini dengan memberikan pertolongan bantuan alat berat seperti track loader, excavator, dan backhoe.

Hasil dari tinjauan di lapangan ini akan segera dievaluasi oleh Menteri PUPR dan jajarannya untuk mencari solusi jangka pendek serta dalam rangka menanggulangi puncak cuaca ekstrim yang diprediksi akan terjadi di tanggal 11-15 Januari 2020 serta solusi untuk jangka menengah dan panjang.

Kompu SDA - HAN


Bagikan :

Cetak