Pengumuman ( 1):

Dirjen SDA Hari Suprayogi Tinjau Banjir di Sulawesi Tenggara


Print Friendly and PDF
Foto : Dirjen SDA Hari Suprayogi Tinjau Banjir di Sulawesi Tenggara

Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda beberapa wilayah di Provinsi Sulawesi Tenggara sejak awal Juni kemarin akhirnya berdampak pada meluapnya Sungai Konaweha dan Sungai Lahumbuti, yang mengakibatkan banyak desa di Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utata, dan Kota Kendari tergenang air. Dari bencana ini, banyak warga yang mengungsi, banyak fasilitas umum dan rumah warga yang rusak, berbagai infrastruktur sumber daya air seperti tanggul sungai, tanggul irigasi yang berdampak pada sawah juga ikut rusak. Dari berbagai dampak tersebut, banyak aktivitas yang terganggu bahkan terhenti.

 

Tanpa memandang siapa dan darimana asal kita, ayo mari dengan tulus hati kita kirimkan bantuan dari apa yang kita punya, setidaknya doa yang tulus agar teman-teman kita yang sedang tertimpa bencana bisa tetap kuat untuk bangkit. Untuk memberi sedikit suntikan semangat kepada teman-teman di Konawe, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Hari Suprayogi, dan Direktur Sungai dan Pantai Jarot Widyoko mengunjungi posko bencana yang menampung para korban banjir.

 

Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa dalam masa tanggap darurat seperti ini, yang paling dibutuhkan adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi, sembako, obat-obatan, pakaian untuk keperluan sehari-hari mereka. Kunjungan Menteri PUPR tersebut turut didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, juga Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Haeruddin C. Maddi ikut memberikan penjelasan tentang banjir tersebut, dan penanangan yang telah dilakukan.

 

Satgas Tanggap Darurat BWS Sulawesi IV Kendari telah mengirimkan bahan banjiran karung (sandbag) sebanyak 1000 lembar dan bronjong pabrikasi sebanyak 150 lembar. Berbagai sembako, pakaian, dan obatan-obatan juga telah dikirimkan untuk meringankan beban para korban banjir. Penanganan darurat lainnya yang dilakukan yaitu memperbaiki tanggul Daerah Irigasi Wawotobi yang tergerus sepanjang 22 meter di Bendung Wawotobi. Satu per satu usaha dilakukan untuk meringankan beban warga, semoga bencana di Sulawesi Tenggara, dan kembali seperti sedia kala. (kompuSDA)