© 2019 Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

PU-Net
      

Berita SDA

HAD 2017, TINGKATKAN KOORDINASI DENGAN BERBAGAI PIHAK

HAD 2017, TINGKATKAN KOORDINASI DENGAN BERBAGAI PIHAK


Kategori : Berita SDA

  23 Maret 2017



Foto : foto ibu sesditjen SDA di kompas TV


Indonesia mempunyai potensi sumber daya air sebesar 3.906,5 miliar m3/tahun dan potensi  air di tiap-tiap wilayah berbeda-beda seperti di Sumatera 841 miliar m3, Jawa 164 miliar m3, Maluku 177 miliar m3 dan Papua 1.602 miliar m3. Hal tersebut mengakibatkan sebagian wilayah ada yang kekurangan air dan ada yang kelebihan air.

“Pengelolaan sumber daya air harus dikelola secara berkelanjutan untuk menjamin pembangunan infrastruktur sumber daya air yang dapat digunakan oleh generasi yang akan datang. Guna mengoptimalkan kebutuhan air bagi masyarakat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR terus melakukan pembangunan 65 bendungan yang secara keseluruhan ditargetkan selesai tahun 2020, rehabilitasi 3 juta ha lahan irigasi, pembangunan 1 juta ha lahan irigasi baru, hingga pembersihan sungai dan pembangunan/peningkatan sarana dan prasarana pengelolaan air baku sebesar 67,52 m3/dtk. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan Nawacita Pemerintahan Jokowi-JK yaitu Ketahan Pangan,”kata Lolly Martina Martief, Sekretaris Direktorat Jenderal SDA selaku Ketua Umum Tim Pelaksana Panitia Nasional Hari Air Dunia Tahun 2016-2020, dalam acara Bingkai Inspirasi Kompas TV, di Jakarta (220317).

Lolly mengatakan pengelolaan sumber daya air membutuhkan perhatian semua pihak karena saat ini kualitas air sudah sangat menurun. Salah satunya disebabkan oleh air limbah. Air limbah yang tidak dikelola dengan baik akan memiliki dampak negatif.  Air limbah khususnya air limbah domestik yang tidak terolah merupakan penyumbang terbesar pencemaran air permukaan (termasuk di dalamnya sungai, danau, waduk dan bendungan) dan air tanah, contohnya hasil pemantauan terhadap air sumur di DKI Jakarta oleh BPHLD DKI Jakarta tahun 2014, yang menunjukkan bahwa 80-90 persen air tanah di DKI Jakarta tercemar bakteri E. Coli. Sedangkan sumber air baku untuk air minum di Indonesia sangat bergantung pada air permukaan dan kedepannya mayoritas air minum kita masih bersumber pada air tanah (bukan jaringan perpipaan).

“Untuk itu dalam rangka Hari Air Dunia tahun 2017 dengan tema Air dan Air Limbah, saya mengharapkan agar masyarakat baik sebagai bagian dari sumber pencemar maupun masyarakat sebagai pihak yang berhak atas kualitas air yang baik, dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas air. Dan untuk pemerintah, pemerintah daerah dan pemerintah kabupaten/kota perlu melakukan pembinaan dan pendampingan masyarakat yang bertujuan untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya industri dan bersanitasi secara sehat,”jelas Lolly.

Menurut Lolly , sebenarnya selama ini Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR sudah berkolaborasi dengan pihak lain diantaranya penyediaan infrastruktur air bersih khususnya SPAM, kerjasama antara pemerintah dengan Badan Usaha; penyediaan infrastruktur SPAM Umbulan Jawa Timur, proyek kerjasama yang dilakukan pemerintah dengan badan usaha untuk penyaluran air baku untuk melayani + 1.3 juta jiwa dan pengembangan SPAM Karian yang direncanakan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih Provinsi Banten dan DKI.

Aksi Daerah

Peringatan Hari Air Dunia tahun ini lebih difokuskan pada aksi daerah yang dilakukan oleh BBWS dan BWS di lingkungan Direktorat Jenderal SDA. Kegiatan aksi daerah diantaranya bersih sungai dan pantai, kampanye publik,  seminar, dialog nasional dan penanaman pohon.

“Selama ini kami menginginkan agar  BBWS dan BWS dapat melakukan aksi nyata di daerah dengan melibatkan pemerintah daerah dan komunitas air setempat. Hal tersebut bertujuan untuk menggugah kepedulian masyarakat akan pentingnya air bagi kehidupan dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tidak membuang limbah rumah tangga dan industri di sumber air sehingga dapat mengurangi pencemaran air. Instalasi pengolahan air bersih, instalasi pengolahan air limbah yang dioperasikan dan dipelihara dengan baik mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar,” kata Lolly Martina Martief dalam wawancaranya dengan Jaringan Internasional VOI RRI melalui sambungan telepon, di Jakarta (220317).

Lolly juga menjelaskan Direktorat Jendral SDA dalam usahanya memberikan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat selain melibatkan komunitas, juga dengan melibatkan Gerakan Cinta Operasi dan Pemeliharaan (CINOP).

Gerakan CINOP ini menyadarkan masyarakat terutama para petani untuk melakuan operasi dan pemeliharaan terhadap saluran irigasi setempat, sehingga saluran irigasi tersebut dapat memberikan manfaat yang tahan lama dan meningkatkan produktivitas pertanian. (tin/nan kompuSDA)


Bagikan :

Cetak